Zakat PNS Pemprov Kini Juga Disalurkan untuk Kesejahteraan Penyandang Cacat

Para penyandang disabilitas yang akan mendapatkan bantuan tangan dan kaki palsu menjalani proses pengukuran (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng, kini juga mengalokasikan zakat dari pegawai Pemprov Jateng untuk pengentasan kemiskinan. Jika sebelumnya hanya dikonsentrasikan untuk bantuan pondok pesantren, zakat itu kini juga disalurkan untuk penyandang disabilitas.

Ketua Baznas Provinsi Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, para penyandang cacat yang mendapat saluran zakat ini hanya yang masuk kategori miskin. Oleh karenanya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jateng.

Menurut dia, selain mengalokasikan zakat berupa konsumtif, zakat juga akan diberikan dengan cara produktif. Yaitu, memberikan pelatihan wirausaha bagi para penyadang disabilitas miskin.

“Nanti akan kita beri pelatihan keterampilan wirausaha sesuai keinginannya. Harapannya mereka bisa produktif,” katanya.

Selain disabilitas kategori miskin, Baznas juga akan menggencarkan alokasi zakat untuk para guru madrasah diniyah (madin) dan guru TPQ (tempat pendidikan alquran) yang disabilitas. Sebab, banyak guru mengaji yang disabilitas.

“Mereka kategori sabilillah dan termasuk yang berhak menerima zakat. Jadi kita inginnya zakat bisa masuk ke semua segmen,” ujarnya.

Ia menegaskan, khusus untuk guru Madin dan TPQ, tidak hanya yang disabilitas. Mengingat selama ini honorarium untuk guru mengaji masih minim. Namun pemberiannya tidak rutin tiap bulan, itupun tidak bersamaan se Jateng tapi diberikan secara bergilir di tiap kabupaten/kota.

“Uangnya ada, tapi yang harus diberi kan jumlahnya banyak. Maka nanti bergilir,” terangnya.

Darodji menambahkan, zakat yang dikumpulkan Baznas Jateng berasal dari zakat para aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jateng. Tiap bulan, terkumpul rata-rata Rp 2,5 miliar. Kesadaran ASN dalam membayarkan zakat makin meningkat.

Selasa (28/11/2017) lalu, Baznas juga melakukan penyerahan zakat dalam rangka pentasharufan mustahik asnaf fakir miskin dan sabilillah, di Masjid Agung Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, diserahkan zakat untuk pembangunan masjid, musala, pondok pesantren, lembaga keagamaan senilai Rp 2.247.100.000. Untuk perbaikan 20 unit rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 200.000.000.

Kemudian untuk usaha ekonomi produktif bagi fakir miskin berupa pelatihan pertukangan bangunan bersertifikat, senilai Rp 60.000.000. Selanjutnya pemberian bantuan kursi roda untuk kaum difabel senilai Rp 70.000.000.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, warga miskin yang tidak tercover dalam alokasi APBD maka sumber Baznas ini bisa dimanfaatkan. Sehingga tak perlu berdebat panjang dengan DPRD, namun masyarakat bisa mendapatkannya dengan cepat.

“Sebab, bagaimanapun di antara rizki kita sebagian kecil ada hak orang lain yang membutuhkan,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha