Pria di Wonogiri Punya Penyakit Aneh, 28 Tahun Sering Kesurupan dan Ramal Masa Depan

MuriaNewsCom, Wonogiri  Seorang pria di Kedung Lumbu, Damburejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, mempunyai penyakit aneh. Selama puluhan tahun, pria bernama Giyarno (58) ini sering mengalami kesurupan.

Saat kesurupan, Giyarno kerap melukai dirinya sendiri. Tak hanya itu, dalam proses kesurupan itu, pria berumur setengah abad ini kerap mengeluarkan kalimat-kalimat berupa ramalan masa depan. Dan beberapa ramalannya terbukti benar-benar terjadi.

Meski ada keistimewaan tersebut, Giyarno mengaku menderita akibat penyakt tak wajar yang dialaminya. Penyakit ini sudah dideritanya sejak 1990 silam. Gejala-gejala aneh muncul saat ia tidur.

Dalam tidur itu, Giyarno tiba-tiba bertingkah aneh. Ia berbicara tak jelas, melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga mengeluarkan ramalan-ramalan.

Giyarno sendiri mengaku tak menyadari apa yang dilakukannya ketika penyakit aneh itu kambuh. Dikutip dari Solopos.com, Rabu (28/3/2018) Giyarno juga mengaku ia berulang kali dicelakakan makhluk gaib. Akibatnya Giyarno mengalami luka pada tulang lutut, jahitan sepanjang 30 cm di dagu, dan robek pada kemaluannya.

Berulang kali Giyarno berobat secara medis namun hasilnya nihil. Anaknya telah berulangkali membawa Giyarno ke rumah sakit namun para tenaga medis tidak bisa menjelaskan secara pasti apa penyakit Giyarno.

Giyarno sendiri mengaku sudah capai dengan penyakit aneh ini, dan ingin sembuh total. “Saya sudah malu dengan keadaan saya sekarang ini, saya sudah tua dan capek dengan keadaan ini,” katanya.

Hingga kemudian Puji Wahono anak Giyarni mendapat sebuah petunjuk untuk menaruh kaca pada tempat tidur Giyarno. Ia juga membawa garam yang menurutnya dapat mengusir makhluk halus.

Hasilnya Giyarno sudah tidak sering mengalami kesurupan, namun di sekitar rumahnya sering terjadi kejadian janggal seperti pintu yang bergetar dan barang-barang yang berjatuhan secara tidak wajar.

“Saya berharap ada yang membantu kami baik praktisi agama maupun orang yang paham akan hal seperti ini,” ujar Puji Wahono.

Editor : Ali Muntoha

Siswa Kelas 3 SMA di Wonogiri Jadi Pengedar Narkoba, Bakal Kerjakan UN di Polres

MuriaNewsCom, Wonogiri – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membekuk empat pengedar narkoba. Yang cukup mengejutkan, salah satu pengedar yang dibekuk masih berstatus pelajar SMA.

Pengedar berinisial IF alias Gudel, yang masih duduk di kelas 12 salah satu SMA di Wonogiri. Gudel bersama tiga pengedar lain ditangkap bersama tiga pengedar lain di dua tempat, yakni di dekat Patung Bedol Desa Waduk Gajahmungkur Kecamatan Wonogiri Kota, dan di dekat Terminal Bus Giri Adipura di Krisak Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

”Para tersangka mengaku berperan sebagai pengedar,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dalam jumpa pers, Senin (26/3/2018).

Selain Gudel, tiga pengedar lain tang ditangkap yakni Wakyudi Ardianto alias Pentul (33) warga Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentul diketahui sebagai pemasok narkoba untuk Gudel.

Sementara dua pelaku lain yang diamankan yakni Dimas Muhamad Ridho (28) warga Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dan Joko Prayitno (25) warga Perum KCVRI Kelurahan dan Kecamnatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres menyatakan, untuk tersangka yang masih berstatus pelajar akan diberi perlakuan khusus. Yakni ia tetap diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). ”Dia kita fasilitasi untuk mengerjakan ujian di Polres,” ujarnya.

If ditangjap saat berada di dekat Patung Bedol Desa. Saat itu, If kedapatan membawa 5 pil jenis psikotropika jenis Alprazolam dan 5 pil obat Clonazepam 2 Mg merk Riklona yang dibungkus dengan kertas alumunium foil warna hijau.

Ketika diperiksa, If mengaku mendapatkan pil psikotropika tersebut dari tersangka Wahyudi Ardianto. Karena itu, polisi kemudian menangkapnya di lokasi pemancingan Teluk Cakaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri wilayah Desa Sendang, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menambahkan, bersama kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sementara tersangka lain, Dimas kedapatan membawa obat daftar G sebanyak 54 butir yang diwadah dalam 5 kantong plastik dan disembunyikan dalam bungkus rokok. Barang terlarang itu, dia peroleh dari Joko Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Joko Prayitno dengan mendatangi ke rumahnya. Dari Joko Prayitno, diamankan barang bukti 450 butir obat daftar G dan 11 tablet pil Risperindone, uang penjualan Rp 62 ribu, ponsel dan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan obat daftar G.

Hingga saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Ternyata Bangku Zaman Pak Harto SD Masih Ada Hingga Saat Ini, Begini Wujudnya

MuriaNewsCom, Wonogiri – Nama Presiden RI kedua, Soeharto akhir-akhir ini kembali dibincangkan, terkait kasus Yayasan Supersemar. Yayasan Supersemar di mana Soeharto sebagai ketua yayasan itu, baru mengembalikan Rp 241 miliar dari Rp 4,4 triliun ke negara.

Kasus ini disebut-sebut menutup pintu Soeharto untuk mendapat gelar sebagai pahlawan. Terlepas dari itu, kisah Soeharto selama menjabat dan masa kecilnya tetap menjadi cerita yang menarik di masyarakat.

Salah satunya kisah Soeharto saat menempuh pendidikan di sekolah rakyat (SR). Semasa kecil, Pak Harto menempuh pendidikan di SR Wuryantoro, yang sekarang berubah menjadi SD Wuryantoro 1, Wonogiri. Bekas peninggalan Soeharto di sekolah ini pun hingga saat ini masih ada.

Peningglan tersebut yakni kursi dan meja yang dulu menjadi bangku yang digunakan Pak Harto selama sekolah di SR. Bangku berbahan kayu dengan bobot yang cukup berat itu hingga kini masih tersimpan dan terawat dengan baik.

Bangku sekolah Pak Harto ini saat ini disimpan di Museum Wayang Pak Bei Tani, yang berada di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Museum yang diresmikan pada 1 September 2004 oleh Presiden Indonesia Ke-5, Megawati Soekarnoputri, tersebut memiliki koleksi sekitar 400 wayang dari berbagai jenis.

Seluruh koleksi wayang tersebut terdiri atas Wayang Kulit Purwa, Wayang Beber, Wayang Golek, Wayang Bali, Wayang Klithik, Wayang Suket, Wayang Kumpeni, Wayang Topeng, dan Wayang Wahyu. Koleksi tertua milik Museum Wayang Indonesia adalah wayang Semar buatan 1716.

Bangku sekolah Pak Harto yang tersimpan di Museum Tani Pak Bei Wonogiri. (joglosemarnews.com)

Selain berbagai jenis wayang, museum ini memang menyimpan bangku yang pernah digunakan Pak Harto. Bangku tersebut terbuat dari kayu jati dengan goresan-goresan dari benda tajam di atasnya. Museum tersebut kental dengan nuansa masa kecil Soeharto.

Konstruksinya masih bergaya lawas. Antara meja dengan tempat duduknya menjadi satu dan bisa dipakai sekitar 2 sampai 3 orang anak. Bagian atas meja berbentuk miring sehingga memudahkan murid untuk menulis atau membaca di atasnya.

Sementara di sisi depan atas meja terdapat cekungan memanjang dan satu lubang tepat di tengah sebagai wadah tinta. Tempat duduk dilengkapi sandaran panjang.

Dilansir dari joglosemarnews.com, Kamis (22/3/2018), penjaga Museum Wayang Pak Bei Tani, Rakino mengatakan, museum ini dibangun di keduaman dari keluarga Ngabehi Prawirowihardjo. Ia adalah seorang mantri tani, oleh karenanya ia kerap disapa Pak Bei Tani. Istri Pak Bei Tani merupakan bibi Pak Harto.

Pak Harto ikut keluarga Prawirowihardjo sejak usia 6 atau 7 tahun. Masa kecil Pak Harto dihabiskan di Wuryantoro.

Setelah Pak Harto menjadi presiden, pada sekitar tahun 1969 beliau membeli kembali rumah ini berikut pekarangan di sekitarnya. Selanjutnya dirombak dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai bangunan cagar budaya.

Selang berjalannya waktu, Bupati Wonogiri kala itu, Begug Poernomosidi berinisiatif membangunnya menjadi museum wayang setelah mendapatkan izin dari keluarga Pak Harto.

Editor : Ali Muntoha

2 Warga Wonogiri Terseret Banjir Bandang, 1 Ditemukan Tewas Terjepit Batu

MuriaNewsCom, Wonogiri – Dua warga Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, terseret banjir bandang di Sungai Kretek, Kecamatan Purwantoro, sejak Kamis (8/3/2018) sore. Dua warga yang terseret banjir yakni Sutini (45) dan Misiyah (42) warga Dusun Sumber, Desa Kepyar.

Proses pencarian langsung dilakukan tim gabungan antara Polri-TNI dan SAR. Namun hingga Jumat (9/3/2018) pagi baru satu korban yang ditemukan, yakni Sutini.

Namun korban ini ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sutini ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB, di jarak 1 kilometer dari lokasi terseret arus.

“Satu korban sudah ditemukan, dalam posisi terjepit batu sedangkan 1 lainnya masih dilakukan pencarian,” kata Kapolsek Purwantoro, AKP Sargiyata.

Hingga siang tadi, tim gabungan masih melakukan penyisiran sungai untuk mencari satu korban lain. Pencarian tadi malam sempat dihentikan karena medan yang curam, dan minimnya penerangan.

Pagi tadi, pencarian kembali dilanjutkan bersama warga sekitar. Dua warga itu terseret arus banjir bandang, kemarin sore.

“Mereka terseret saat menyeberang Sungai Kresek, sungai kedaan banjir bandang dan kedua korban hilang tetseret arus sungai,” ujarnya.

Hingga kini, Tim gabungan, Polri, TNI, dan Sar, masih melakukan penyisiran di aliran sungai kresek untuk mencari Misiyah (45) yang belum ditemukan.

Dua korban merupakan petani, mereka menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah setelah memanen padi dari sawah. Keduanya diketahui berangkat ke sawah sekitar pukul 10.00 WIB, dan pamit pulang sekitar pukul 13.00 WIB. “Namun hingga pukul 16.00 Wib, ke 2 korban belum sampai di rumah,” terangnya.

Keluarga korban lantas mencari ke sawah, namun mereka mendapati barang-barang milik korban terlihat hanyut sejauh 1 km dari lokasi mereka menyeberang sungai.

“Mereka mencari-cari keberadaan korban namun tidak ketemu, ia hanya menemukan tempat makan dan wakul dengan jarak 1 km dari tempat penyebrangan,” jelasnya.

Mengetahui korban hanyut, dan hilang warga sekitar lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Selanjutnya kepolisian, dibantu Tim SAR dan BPBD menyisir sungai kresek untuk mencari keberadaan korban.

Editor : Ali Muntoha

Laki-laki Ini Tiba-tiba Ngamuk, Pukuli Tetangganya dengan Besi

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang laki-laki bernama Geger Rudianto (45), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, tiba-tiba mengamuk dan menyerang warga. Dua orang tetangganya yang tengah menjemur gabah langsung dihajar menggunakan batang besi hingga mengalami luka-luka.

Korban merupakan pasangan suami istri yakni Sukatni (45) dan suaminya Semedi (48). Peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/2/2018) sore kemarin. Saat itu, Sukatni tengah menjemur padi hasil panen di depan rumahnya.

Tiba-tiba pelaku datang sambil menenteng besi langsung memukul Sukatni. Besi yang diayunkan ke arah Sukatni mengenai kaki dan beberapa bagian tubuhnya.

Suami korban, Semedi yang mengetahui kejadian itu mencoba merebut batang besi yang digunakan pelaku. Namun sayang, Semedi juga ikutdipukuli menggunakan besi hingga mengalami luka-luka.

”Tanpa bicara apa-apa pelaku lantas memukuli kaki korban menggunakan sebilah besi, hingga mengenai kaki kiri korban (Sukatni). Sementara suaminya mengalami luka goresan di bagian perut bagian kanan,” kata Kapolsek Giriwoyo, AKP Mulyanto, Kamis (1/3/2018).

Ia menyebut, warga langsung datang untuk mengamankan pelaku. Polisi yang mendapat laporan juga langsung melakukan pengamanan agar tidak terjadi aksi anarkis.

Pasalnya diketahui jika pelaku penganiayaan tersebut diindaikasi mengalami gangguan jiwa. Petugas yang datang langsung mengamankan pelaku, dan segera merujuknya ke RSJ untuk bisa segera mendapatkan tindakan medis.

“Sementara besi berukuran 1 meter dengan diameter 2cm, diamankan petugas,” jelasnya.

Kasus ini cukup menjadi perhatian, karena beberapa waktu lalu sering terjadi aksi penganiayaan kepada orang atau ulama, dengan pelaku orang gila.

Editor : Ali Muntoha

Bapak Ini Ngamuk Lihat Putrinya yang ABG Dicabuli 2 Preman Bertato

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang bapak di Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, syok dan ngamuk saat melihat putrinya yang masih ABG dicabuli dua preman bertato di belakang rumahnya. Aksi dua preman ini dilakukan usai si korban habis merayakan malam pergantian tahun.

Sang ayah yang sudah geram langsung menghajar dua preman ini. Tak hanya itu, tetangga dan warga sekitar yang mengetahui ada keributan langsung berbondong-bondong menangkap dua pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi.

Dua preman ini diketahui bernama Saryoto (28) dan Kanafi (30), warga Desa Purwaharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Sementara korbannya, sebut saja Bunga masih berusia 15 tahun.

Peristiwa pencabulan ini bermula ketika Minggu (31/12/2017) malam, korban tengah merayakan malam tahun baru di Kecamatan Batuwarno. Usai lewat tengah malam, korban yang takut pulang ke rumah, memilih duduk di depan kantor Kecamatan Batuwarno.

Korban kemudian didekati oleh dua pelaku yang menjanjikan akan mengantarkan pulang. Dengan berjalan kaki, Bunga diantar oleh Saryoto, karena Kanafi tengah mengambil sepeda motornya di tempat parkiran.

Kanafi menyusul membawa sepeda motor dengan didorong sampai di depan rumah orang tua korban. Pengakuan pelaku ini dilakukan, agar tidak membangunkan keluarga korban.

Sepeda motor tersebut, kemudian diparkir di halaman rumah, dan kemudian Kanafi berusaha mencari Bunga, yang akhirnya menemukan di belakang rumah berduaan dengan Saryoto. Saat itu, korban telah diperdayai Saryoto, dan Kanafi ikut serta nimbrung.

Mendadak ayah Bunga bangun dan ke luar rumah. Ia kaget melihat ada sepeda motor tak dikenalnya berada di halaman rumah.

Curiga telah terjadi sesuatu, sang ayah memeriksa ke samping dan belakang rumah. Betapa kagetnya sang ayah melihat putrinya yang masih belia dikerjai dua pemuda tersebut.

Kedua pelaku kemudian ditangkap, dan bersama para tetangga, keduanya kemudian dilaporkan ke Polsek Baturwarno.

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, melalui Kasubag Humas Polres, AKP Hariyanto Selasa (2/1/2018) menyatakan, dua pelaku kini ditahan di Mapolres Wonogiri, setelah kasusnya dilimpahkan oleh Polsek Batuwarno. Ia menyebut, kasusnya kini tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Wonogiri.

”Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka membantah memperkosa Bunga. Tindakan yang dilakukan keduanya, baru sebatas pencabulan dan belum melakukan persetubuhan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

5 Warga Wonogiri Tewas Akibat Banjir dan Longsor 

Longsor yang terjadi di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. (Facebook)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Seperti di Kabupaten Wonogiri. Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir terjadi. Ada lima orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi.

“Data terakhir malam ini, kami berhasil mengevakuasi lima jenazah di tiga lokasi yang berbeda. Dua jenazah di Ngelo, Kecamatan Tirtomoyo, satu jenazah di Nglencung, Kecamatan Tirtomoyo, dan dua jenazah di Batu Sari, Kecamatan Manyaran,” ungkap Ketua Divisi Operasi Tim SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/11/2017) malam dikutip dari Kompas.com.

Menurut hasil identifikasi tim, kata Wisnu, dua korban tanah longsor di Ngelo bernama Suyanti (65) dan Sriwanti (45). Sementara korban tanah longsor di Nglencung bernama Wagiyah (95).

Untuk dua jenazah yang dievakuasi karena hanyut terseret arus banjir di Desa Batu Sari, Kecamatan Manyaran, bernama Painem (50) dan Aditya (18).

Saat ini kelima jenazah yang berhasil dievakuasi sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Wisnu menambahkan, saat ini tim SAR Wonogiri berjaga di beberapa titik lantaran hujan masih terus mengguyur kota gaplek tersebut. “Saat ini kami standby di Tirtomoyo, Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno, dan posko induk,” jelas Wisnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, selain ada warga yang meninggal dunia, juga ribuan warga mengungsi sejak kemarin. Posko pengungsian berada di masing-masing desa terdampak, kantor kecamatan dan kantor BPBD.

“Pengungsi mulai berkurang, karena banjir mulai surut. Tapi kalau yang rumahnya roboh masih harus mengungsi. Ada juga banjir luweng, masih ada yang mengungsi,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan logistik, telah didistribusikan. Termasuk juga di setiap posko juga telah didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain itu pula, salah satu rumah milik Lamto, warga Dusun Joho, Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito, juga amblas bagian bawahnya. Tepatnya di bagian bawah dapur selebar 3 meter.

Kejadian bermula saat banjir dengan ketinggian 2 meter menggenangi wilayah tersebut pada Selasa (28/11/2017). Akibat banjir, 5 keluarga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman.Adapun rumah yang menjadi korban banjir adalah milik Pardi, Tarno, Soiman, Lamto, dan Tukino. Semuanya berada di Dusun Joho.

Editor : Akrom Hazami

 

Siswa Tewas usai Hanyut di Sungai Nglulur Wonogiri

Jenazah korban usai ditemukan dari Sungai Nglulur Wonogiri. (Facebook)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang siswa, Sirojudin (16) warga Dusun Ngerjo RT03/07, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, ditemukan tewas setelah sebelumnya terhanyut di Sungai Nglulur, kecamatan setempat, Jumat (17/11/2017).

Korban sebelumnya hendak membersihkan badan usai mengikuti pelajaran olahraga di sekolah, sekitar pukul 09.00 WIB.  Namun nahas, kakinya melangkah ke bagian tengah sungai tak lama usai tiba dan berdiri di tepian.

Kasubbag Humas Polres Wonogiri AKP Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora mengatakan,  korban meninggal karena terhanyut di sungai. “Korban tidak mengetahui kalau sungai itu dalam. Korban terbawa arus dan langsung tenggelam,” kata Hariyanto di Wonogiri.

Sejumlah temannya yang berada di lokasi berupaya menolong. Sayang, arus sungai terlalu deras. Mereka kewalahan untuk memberikan pertolongan ke korban.

Di antara mereka lantas melaporkannya ke sekolah dan warga sekitar.  Spontan, warga dan guru melakukan pencarian korban di sekitar lokasi. Akhirnya, korban berhasil ditemukan pada pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Tim medis mengidentifikasi jika dari tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan. “Korban kurang berhati-hati saat membersihkan diri,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara BAB Sembarangan, Warga Tirtomoyo Wonogiri Didatangi Polisi  

Polisi bersama petugas Puskesmas Tirtomoyo Wonogiri mendatangi rumah warga, Selasa. (Humas Polres Wonogiri).

MuriaNewsCom, Wonogiri – Gara-gara warga kerap buang air besar (BAB) sembarangan, petugas dari Puskesmas Tirtomoyo bekerjasama dengan Polsek Tirtomoyo, Wonogiri, mendadak sibuk. Mereka menggelar sosialisasi kesehatan yang dilanjutkan dengan pengecekan rumah penduduk, Selasa (12/09/2017).

Kegiatan sosialisasi dilakukan di Balai Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo. Dengan peserta sektiar 50 warga.

Baca : Omzet Santri Ganteng Asal Pati ‘Musuh’ Jonru Ini Capai Ratusan Juta per Bulan

Kasi Humas Polsek Tirtomoyo Bripka Suyoto, mewakili Kapolsek Tirtomoyo AKP Sarno mengatakan pengecekan dari rumah ke rumah dilakukan untuk mengetahui jumlah warga yang masih melakukan BAB sembarangan.

Pada pengecekan di Dusun Ngroto, Desa Sukoharjo, ditemukan warga yang masih melakukan BAB sembarangan. Selanjutnya, anggota polsek dan tim dari puskesmas memberikan imbauan mengenai kesehatan diri dan lingkungan.

“Kegiatan dihadiri oleh Sanitarian Puskesmas Tirtomoyo 2, bidan desa Sukoharjo dan perangkat desa Sukoharjo,” kata Bripka Suyoto, Selasa (12/09/2017) dilansir dari situs resmi Polres Wonogiri.

Pihaknya juga memberikan imbauan pada masyarakat yang belum memiliki tempat BAB yang memadai untuk segera membuatnya. Supaya kesehatan masyarakat bisa lebih meningkat lagi. Bila kesehatan meningkat, maka kesejahteraan juga akan terdongkrak.

Selain itu, juga memberikan imbauan mengenai potensi kebakaran mengingat saat ini telah memasuki puncak kemarau. Salah satu dampaknya yakni potensi kebakaran yang sangat tinggi.

Berbagai tindak kejahatan pun juga menjadi bahan untuk disampaikan pada warga, tujuannya agar warga tetap waspada dan dapat menjaga diri masing-masing.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Sibuk Urus Miras Ciu di Wonogiri

Polisi sita miras ciu di Kabupaten Wonogiri. (Humas Polres Wonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Anggota Polres Wonogiri tengah gencar melakukan kegiatan untuk menciptakan kondisi wilayah yang aman dari peredaran narkoba, perjudian, minuman keras, cabul, pencurian dan lainnya.

Dari hasil penyisiran di Pasar Baru Purwantoro, polisi berhasil menyita belasan botol minuman keras jenis ciu.

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora mengatakan pihaknya menyita 16 botol ciu dalam botol air mineral atau setara dengan 24 liter ciu, yang dimiliki oleh Sl (40) warga Padukuhan Sambi Tileng, Gunungmijil, Kecamatan Purwantoro.

Kegiatan yang dilakukan Kamis (07/09/2017) pukul 22.30 WIB berawal dari laporan warga yang merasa resah. Lantaran sering ada transaksi di pasar tersebut.

“Kami sudah menyisiri seluruh kioas-kios di pasar baru tersebut, namun hanya mendapati 1 penjual ciu itu yang disimpan di boks kayu,” kataTora di Wonogiri, Jumat (8/9/2017).

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat yang sering kali berhubungan dengan miras, narkoba, perjudian dan penyakit lainnya.

“Untuk saat ini pelaku penjual miras tersebut sudah membuat surat pernyataan. Tapi beberapa hari ke depan akan kami panggil kembali untuk tindak pidana ringan,” lanjutnya.

Untuk ke depan, pihaknya juga akan melakukan kegiatan yang sama agar tercipta kondisi yang aman. Serta peredaran miras tidak masuk dalam kalangan pelajar, karena dampaknya sangat berbahaya dapat merusak moral anak.

Selain melakukan penyisiran miras, polisi juga melakukan penyekatan kendaraan bermotor yang melintas di jalanan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi tindak kriminal maupun kejahatan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Jaringan Pengedar Narkoba di Wonogiri Takluk di Hadapan Polisi

Polisi saat meminta keterangan pelaku narkoba di Mapolres Wonogiri. (Tribratanewspolreswonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri — Aparat Satuan Narkoba Polres Wonogiri mengungkap jaringan pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu. Dari ungkap kasus, polisi menangkap dan mengamankan beberapa pelaku pengguna maupun pengedar dari tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polres Wonogiri, AKP Amir Zubaidi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan penangkapan bermula ketika jajaran satresnarkoba melakukan penangkapan pada Fariz Nanda (25) warga Kelurahan Wonokarto. Mahasiswa ini ditangkap pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. Dari hasil penyelidikan jajaran kepolisian didapati, Fariz menyimpan memiliki narkoba jenis sabu.

Kemudian anggota kepolisian melakukan pengembangan lebih lanjut lagi. Pada pukul 06.30 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap Bayu Bella Wijaya (27) warga Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di penitipan motor Terminal Tirtonadi, Surakarta. Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti 1 unit ponsel yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi.

“Dari Bayu kami peroleh informasi barang tersebut ia dapat dari Bagus Babtis Doni (29) warga Sidoharjo, Surakarta dan kemudian kami lakukan penangkapan pada pukul 11.00 WIB di salah satu Resto di Banjarsari, Surakarta,” kata Amir dikutip Tribratanewspolreswonogiri.

Selanjutnya dari penangkapan Bagus, anggota polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel untuk transaksi, dan diperoleh informasi mengenai Yosafat Edo Febrianto (21) warga Banjarsari, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Yosafat dilakukan dirumahnya pada pukul 12.30 WIB. Polisi hanya mendapatkan barang bukti berupa ponsel.

Amir menerangkan, dari penangkapan yang sebelumnya telah dilakukan. Pihaknya mendapat informasi mengenai barang yang diperoleh Yosafat berasal dari Adriel Alfa Yogi (22) warga Jebres, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Adriel dilakulan pada hari tersebut sekira pukul 13.30  WIB di rumah pelaku.

“Dari penangkapan Adriel kami mengamankan ponsel yang digunakan untuk transaksi, 1 buah pipet kaca dan 1 bon atau alat hisap,” terangnya

Pengembangan data yang dilakukan anggota kepolisian Sat Resnarkoba Polres Wonogiri, berujung pada penangkapan Muhammad Faisal Mubarok (30) warga Tuban, Gondangrejo, Karanganyar di salah satu warung di Jebres, Surakarta pada pukul 16.00 WIB.

Dari Muhammad Faisal Mubarok, polisi mendapati 1 sedotan yang sudah dimodifikasi bentuknya, 1 bon atau alat hisap, timbangan digital, serta ponsel.

“Pelaku sudah kami amankan dan sudah kami tetapkan pasal yang berlaku bagi pengguna dan pengedar narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami