Menengok Pasar Rambutan Jepara, Tempatnya Wisatawan dan Tengkulak Berburu Buah Lokal

MuriaNewsCom, Jepara – Tak hanya buah durian, salah satu buah yang sangat melimpah di Kabupaten Jepara ini adalah rambutan. Bagi kalian yang sedang menikmati liburan di kota sejuta pantai ini, jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir di pasar rambutan, tepatnya di area Pasar Baru Ngabul.

Setiap hari, pasar ini selalu ramai lalulalang antara petani rambutan, tengkulak dari berbagai kota hingga wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh buah yang keluarnya berbarengan dengan buah durian ini.

Di sini, kita tidak hanya akan menemukan satu jenis saja buah rambutan seperti di kota-kota lainya. Beberapa jenis rambutan di antaranya yaitu rambutan lokal, rambutan tempel, rambutan binjai, rambutan rafia dan juga rambutan kelengkeng.

Untuk rambutan lokal Jepara, rasanya khas. Ada asam manis namun kurang ngelotok. Berbeda dengan rambutan tempel. Ia memiliki rasa asam manis, dagingnya tebal, dan juga ngelotok.

Sementara untuk rambutan binjai memiliki kulit lebih tebal, daging buahnya juga tebal, ngelotok dan rasanya manis.

Sedangkan rambutan yang paling memiliki rasa yang sangat manis adalah rambutan rafia dan rambutan kelengkeng. Banyak orang mengatakan dua jenis rambutan ini sama. Padahal bagi petani rambutan di Jepara, dua jenis rambutan ini berbeda.

Meski keduanya sama-sama sangat manis, namun untuk membedakanya rambutan jenis rafia ini kulitnya memiliki rambut sedikit panjang dan bentuknya agak oval. Sedangkan rambutan jenis kelengkeng ini memiliki bentuk yang bulat, dan kulitnya tipis, rambutnya pendek dan bagian tengahnya memiliki belahan.

Sejumlah pedagang rambutan menjajahkan barang dagangannya di Pasar Ngabul Jepara. (MuriaNewsCom/Novi Andriani)

Kamsani (53), salah seorang petani rambutan mengaku, tahun ini musin rambutan di Jepara cukup panjang. Ia memiliki sekitar 20 pohon rambutan, dan mulai dipanen dari bulan November 2017 hingga Maret 2018 ini masih ada buah rambutan yang dipanen.

“Kali ini musimnya lumayan panjang, buahnya juga melimpah, jadi dalam satu pohon kami bisa memanennya hingga beberapa kali” ungkap laki-laki asal Ngabul ini.

Menurut dia, setiap selesai memetik rambutan, dia membawanya ke Pasar Ngabul yang baru untuk dijual kepada konsumen langsung ataupun tengkulak yang datang dari luar kota.

“Kalau tidak hujan, biasanya harganya agak murah, tapi kalo pagi hujan, harga rambutanya bisa naik,” katanya.

Kamsani mengatakan jika pagi turun hujan, hanya sedikit petani yang memetik dan menjualnya ke Pasar Ngabul, sehingga harganya bisa naik. “Karena sedikit yang petik, jadinya harganya bisa sampai Rp 12 ribu pergendel (sekitar 5kg). Tapi jika panas, semua petani memetik dan membawanya ke Ngabul jadinya harganya murah Rp 8- Rp 10 ribu pergendel” jelasnya.

Selain itu, H Imron, tengkulak yang memiliki kios di Pasar Ngabul ini mengaku dirinya mengumpulkan rambutan berjenis binjai dan kelengkeng untuk dikirim ke Jakarta dan Surabaya.

“Para petani langsung setor ke sini. Biasanya permintaan dari Jakarta itu yang jenis binjai dan kelengkeng. Kalau ke Surabaya rambutan tempel dan kelengkeng. Setelah kumpul banyak saya titipkan bus, disana sudah ada yang ambil,” katanya.

Sedangkan Darwati (40), tengkulak asal Wonosobo ini mengaku rambutan asal Jepara ini lebih mudah dijual di daerahnya. Pasalnya buahnya rata-rata manis dan daging buahnya tebal. “Selain itu ngelotok, jadi lebih mudah jualnya dari pada rambutan dari daerah lain” jelasnya.

Setiap dua hari sekali, Darwati dan suaminya datang ke Jepara untuk kulakan rambutan, “Minimal ya satu bak L300 ini harus penuh, sampainya di Wonosobo sudah ditunggu sama pedagang-pedagang buah lainya” kata ibu dua anak ini.

Tak hanya tengkulak, ani (28) wisatawan asal Demak beserta rombonganya ini juga tak mau ketinggalan untuk membeli rambutan sebagai oleh-oleh untuk keluarganya itu.

“Saya tidak menyangka teŕnyata ada pasar khusus rambutan di Jepara. Saat melintas saya pikir hanya pasar biasa, ternyata isinya pedagang rambutan semua. Harganya sangat murah dibandingkan di tempat saya, juga banyak pilihan jadinya saya sangat senang,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Promosikan Wisata, Disbudpar Bakal Intensifkan Kerjasama dengan Hotel-hotel di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, membutuhkan peran hotel dalam hal pengembangan pariwisata di Kudus. Ini mengingat, hotel merupakan tempat yang pas membantu mempromosikan wisata kepada wisatawan.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus Sri Wahyuningsih mengatakan, selama ini hotel dan penginapan jarang diajak dalam pengembangan wisata di Kudus. Padahal, pendatang dari luar Kudus, kebanyakan mencari hotel untuk menginap.

“Di situlah perannya untuk mempromosikan wisata di Kudus. Seperti menawarkan lokasi wisata di Kudus yang dekat dengan hotel tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/1/2018).

Selama ini, pihaknya melihat di sejumlah wilayah selalu menggandeng hotel dalam hal pengembangan wisatanya. Melihat itu, di Kudus juga dibutuhkan  adanya kerjasama dengan hotel untuk meningkatkan wisatawan yang datang.

“Hotel nantinya juga akan mendapatkan keuntungan akan progam tersebut. Jika wisatawan lebih banyak yang datang, maka penginapan juga bakal ramai,” ujarnya.

Menurut dia, Keikutsertaan hotel dalam mempromosikan wisata di Kudus, akan digabungkan dalam Gabungan Insan Pariwisata Indonesia (GIPI) wilayah Kudus. Di dalamnya, selain terdapat dari pelaku wisata, pendukung wisata seperti hotel juga dilibatkan.

Di singgung soal potensi wisata di Kudus, Nining menyebutkan Kudus merupakan wilayah yang kaya akan wisatanya. Selain wisata alam, wisata budaya juga sangat kaya dimana terdapat pada desa pariwisata.

“Dalam GIPI tersebut, juga akan dibahas tentang potensi lokal yang ada di wilayahnya. Itulah yang akan kami kembangkan untuk jadi wisata di desa wisata,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Duta Wisata Pilih Pelesiran di Alun-alun Pati, Ini Istimewanya

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah duta wisata memilih pelesiran di kawasan Alun-alun Pati untuk menghabiskan liburan tahun baru 2018. Mereka adalah Gunita Wahyu Sekyanti, Erfan Rifaldi dan Safara Normalita.

Bagi mereka, pelesiran tidak harus keluar dari daerah dan bersenang-senang. Mereka lebih senang liburan di daerah sendiri sekaligus mengenalkannya kepada publik.

“Tugas kami memang mengenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Pati. Hitung-hitung liburan, kami ingin wisata di Pati makin dikenal,” ucap Gunita, Senin (1/1/2018).

Menurut dia, Alun-alun Pati punya keistimewaan sendiri. Salah satunya, tulisan “Alun-alun Pati” yang kini menjadi ikon baru untuk berswafoto.

Kendati pada siang hari cenderung lengang, Alun-alun Pati saat pagi hari kerap menjadi wahana bagi warga untuk jogging. Sementara pada malam hari, Alun-alun menjadi Malioboronya warga Pati.

“Alun-alun Pati cocok menjadi persinggahan terakhir, setelah seharian berwisata ke berbagai lokasi wisata di Pati. Seharian wisata, sorenya berburu kuliner di sini,” tutur Gunita.

Erfan, duta wisata yang saat ini sedang menempuh studi di Universitas Brawijaya mengaku tertarik dengan ikon baru Alun-alun Pati. Jika ikon alun-alun di daerah lain biasanya tidak bermotif, Alun-alun Pati punya motif kuluk kanigara.

Bagi Erfan, motif kuluk kanigara sangat sakral bagi warga Pati. Sebab, kuluk kanigara menjadi simbol sejarah Kabupaten Pati yang perlu dilestarikan.

Sementara bagi Safara, Alun-alun Pati menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata di Pati setelah adanya ikon tulisan tersebut.

“Tulisan yang menjadi ikon untuk berswafoto tersebut menambah kemeriahan Alun-alun Pati yang selama ini memang menjadi tempat berburu kuliner paling favorit di Pati. Ada banyak menu khas Pati yang bisa diburu traveler di sana,” jelas Safara.

Editor: Supriyadi

 

Libur Natal, Ratusan Orang Kunjungi ‘Museum’ Banjarejo Grobogan

Rumah Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus ramai dikunjungi orang yang ingin melihat koleksi benda bersejarah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPilihan orang mengisi libur panjang ternyata tidak hanya dilakukan pada obyek wisata terkenal saja. Keberadaan ‘museum’ Desa Banjarejo ternyata juga mengundang daya tarik pengunjung selama libur natal tahun ini.

Indikasinya, bisa dilihat dengan ramainya pengunjung ke desa yang berjarak sekitar 50 km dari Kota Purwodadi itu. Tujuan utamanya tentu saja untuk melihat koleksi benda purbakala dan cagar budaya yang disimpan di rumah Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

“Kebetulan saya tadi jagong di Kecamatan Gabus. Ada famili yang mau punya gawe. Sekalian, saya ajak anak istri untuk melihat koleksi benda kuno di Banjarejo. Selama ini, saya sering menyimak kabar Desa Banjarejo dari media online,” kata Anwar Kholis, warga asal Purwodadi yang sudah lama menetap di Bandung, Selasa (26/12/2017).

Tidak hanya dari luar kota saja, pengunjung lokal dari wilayah Grobogan juga banyak yang bertandang ke Banjarejo. Kebanyakan, mereka ini datang secara rombongan. Ada yang naik sepeda motor dan mobil pribadi. Beberapa waktu sebelumnya, ada pula rombongan pengunjung yang datang naik sepeda.

“Liburan kali ini, saya tidak mengajak keluarga piknik ke luar kota seperti biasanya. Maklum kondisi ekonomi lagi tidak memungkinkan. Makanya, saya ajak saja jalan-jalan lihat koleksi benda-benda kuno dan bersejarah,” cetus Ansori, warga Kecamatan Godong.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengakui jika animo orang untuk berkunjung ke desanya memang meningkat dalam momen natalan ini. Mulai Minggu hingga hari ini, rumahnya yang dipakai menyimpan benda berejarah, tidak pernah sepi dari pengunjung.

“Selama tiga hari terakhir, sekitar 700 pengunjung yang datang. Beberapa pengunjung bahkan ada yang mengaku dari luar Jawa,” katanya.

Selain melihat koleksi benda purbakala dan cagar budaya, beberapa pengunjung ada yang meminta doa dan oleh-oleh kurma pada Taufik. Mereka sengaja mengajukan permintaan karena mengetahui jika Taufik baru saja pulang dari Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Umrah.

Editor: Supriyadi

Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Jepara Turun

Penyewaan ban, Musim hujan dan cuaca buruk yang sempat melanda Jepara, berefek pada tingkat kunjungan ke wisata pantai di Bumi Kartini. Jumat (8/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Musim hujan dan cuaca buruk yang sempat melanda Jepara, berefek pada tingkat kunjungan ke wisata pantai di Bumi Kartini. Hal itu setidaknya nampak pada dua pantai unggulan, yakni Tirta Samudra dan Pantai Kartini.

Manajer Obyek Wisata Pantai Tirta Samudra Mat Khoirum menyebut, jumlah kunjungan wisatawan memang mulai nampak. Akan tetapi ia belum melihat lonjakan yang berarti. 

Hal itu dilihat dari kunjungan pelancong pada hari Sabtu dan Minggu. “Biasanya pada hari tersebut ramai namun sekarang cenderung sepi. Apalagi pada hari biasa, pengunjungnya hanya beberapa saja,” katanya, Jumat (8/12/2017). 

Hal ini diamini oleh manajer Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo. Menurutnya, tren penurunan wisatawan sudah terlihat sejak bulan November sejak cuaca memburuk akibat badai yang sempat melanda pesisir Laut Jepara. 

Kondisi tersebut, diakui Joko pasti membawa pengaruh pada kunjungan wisatawan pantai. Meskipun demikian, seiring cuaca seminggu terakhir yang cenderung bersahabat, beberapa wisatawan sudah mulai datang ke obyek wisata tersebut, meskipun tak banyak. 

“Kalau kondisi laut buruk pasti berpengaruh pada kunjungan wisatawan,” tuturnya. 

Meskipun demikian, pengelola tidak lantas menutup operasional Pantai Kartini. Pantai tetap dibuka untuk wisatawan, dan petugas tiket masih bersiaga. 

Joko menambahkan, selama kunjungan wisatawan turun pihaknya juga berusaha untuk melakukan perbaikan pada beberapa infrastruktur yang rusak diterjang ombak besar. “Untuk memperbaikinya, kami melakukan gotong royong. Fasilitas yang rusak seperti pagar pembatas dan paving blok yang berhamburan,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Gua Kembang Desa Pakis Pati Surganya Wisatawan

Penjelajah tengah menyusuri Gua Kembang di Desa Pakis, Tambakromo menggunakan tali. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Pati – Pegunungan Kendeng yang membentang di sepanjang wilayah Kabupaten Pati ternyata memiliki banyak potensi wisata yang tersembunyi.

Salah satunya, Gua Kembang yang terletak di Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo. Kendati keberadaannya sudah lama diketahui, gua tersebut sempat viral di media sosial baru-baru ini.

Bahkan, beberapa netizen menyebut keindahan Gua Kembang tidak kalah dengan Gua Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sontak, gua yang strukturnya mirip sumur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

Pegiat wisata Kabupaten Pati, Krisno mengatakan, Gua Kembang memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Pasalnya, ia memiliki stalaktit dan stalakmit yang bagus.

“Warna dinding gua sangat menakjubkan. Begitu juga sungainya. Posisinya vertikal mirip sumur, kalau turun harus menggunakan tali. Sangat cocok untuk berpetualang,” ujar Krisno, Sabtu (25/11/2017).

Pemandangan dari dalam Gua Kembang tak kalah bagus dengan gua-gua di luar daerah. (ISTIMEWA)

Menurutnya, Gua Kembang sama bagusnya dengan Gua Pancur. Hanya saja, Gua Kembang memiliki mulut gua yang menghujam ke bawah secara vertikal.

Berbeda dengan Gua Pancur yang posisi mulutnya mendatar rata dengan permukaan tanah. “Gua Kembang harus dikelola, karena punya potensi yang baik untuk dikembangkan,” imbuhnya.

Anggota Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Pati, Tia Sisca Herawati menuturkan, Gua Kembang yang belakangan menjadi perbincangan netizen itu memang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Pati.

Dia menyarankan, Gua Kembang harus dikelola secara profesional. Sebab, pengunjung tidak bisa menikmati keindahan gua sebelum mengeksplorasinya dengan terjun menggunakan tali.

Editor: Supriyadi

Ini Jawaban Kepala BBWS Pemali Juana Kapan Kedungombo Dibuka Lagi untuk Wisatawan

Pedagang di luar pos retribusi Waduk Kedungombo yang dipasang portal sedang mengemasi barang dagangannya, Jumat (8/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata terus memantik reaksi dari berbagai pihak. Salah satu yang selalu jadi bahan percakapan adalah soal lamanya pentupan Waduk Kedungombo untuk wisata.

Sebagian menganggap kalau penutupan Waduk Kedungombo hanya bersifat sementara. Di sisi lain, ada juga yang mendengar kabar kalau penutupan dilakukan seterusnya.

”Sampai sekarang belum ada kejelasan sampai kapan waduk ditutup untuk pengunjung wisata. Kami berharap, penutupan hanya sementara karena banyak yang menggantungkan hidup dari wisata Kedungombo,” ungkap Kolik, pedagang di Waduk Kedungombo.

Baca Juga: Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Rubhan  Ruzziyatno mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan menyusul munculnya permasalahan berkaitan dengan retribusi.

Terkait kondisi itu, Waduk Kedungombo tidak memungkinkan dibuka untuk pengunjung tanpa memungut retribusi.

Baca Juga: Penutupan Obyek Wisata Waduk Kedungombo Diduga Karena Kasus Pungli

Menurutnya, pengoperasionalan waduk untuk pedagang dan wisatawan butuh tenaga cukup banyak. Yakni, untuk petugas kebersihan dan tenaga keamanan karena kawasan waduk termasuk obyek vital.

”Kami mengambil kebijakan untuk menutup dulu sampai masalah retribusi selesai. Kalau pengunjung digratiskan masuk, nanti siapa yang bertanggungjawab membersihkan dan mengamankan,” katanya.

Rubhan menegaskan, penutupan Waduk Kedungombo hanya bersifat sementara. Ditergetkan, penutupan hanya berlangsung selama bulan September ini.

Dalam masa penutupan, pihaknya akan menata koperasi dan mengandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menuntaskan persoalan retribusi. 

Editor: Supriyadi

Kena Dampak Penutupan Wisata Waduk Kedungombo, Puluhan Pedagang Merugi

Warung di kawasan wisata Waduk Kedungombo terkena dampak ditutupnya obyek wisata Kedungombo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSelain pengunjung, penutupan obyek wisata Waduk Kedungombo (WKO) juga berdampak besar pada puluhan pedagang yang biasa berjualan di kawasan tersebut. Adanya larangan masuk bagi pengunjung, mengakibatkan omzet pendapatan pedagang turun drastis.

Padahal, momen Idul Adha ini sudah diharapkan bisa mendatangkan pendapatan lebih buat pedagang. Sebagian pedagang bahkan sudah menghabiskan uang sampai jutaan untuk kulakan kelapa muda buat mremo saat momen libur panjang kemarin.

Puluhan pedagang yang juga dilarang berjualan di dalam kawasan wisata akhirnya pindah lokasi darurat. Mereka mendirikan tenda jualan pada lahan kosong di belakang pos retribusi. Ada juga yang berjualan di pinggir jalan di sekitar pintu masuk dan tanah kosong di kawasan hutan.

Baca Juga : Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Tanda-tanda penutupan Waduk Kedungombo sudah tersirat sejak dua hari sebelumnya, yakni Jumat dan Sabtu. Saat itu, hanya kendaraan saja yang tidak boleh melewati portal, tetapi pengunjung masih boleh jalan kaki hingga melewati gerbang utama dan masuk ke lokasi wisata. Mulai Jumat itu, pengunjung yang masuk tidak ditarik retribusi. Sebelumnya, tiap pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 4 ribu.

”Dua hari sebelumnya, Jumat dan Sabtu, pengunjung masih bisa ke lokasi wisata. Pedagang juga masih banyak yang jualan. Baru pada hari Minggu, kawasan wisata tertutup bagi pengunjung. Karena tidak ada pengunjung masuk maka pedagang akhirnya juga jualan di luar,” kata Murti, salah seorang pedagang.

Meski masih bisa jualan, namun omzet yang didapat pedagang turun drastis dari biasanya. Adanya larangan masuk menyebabkan banyak pengunjung memilih untuk balik kanan. Hanya sebagian pengunjung saja yang masih memilih singgah sejenak dan membeli degan atau ikan bakar khas Waduk Kedungombo.

Selain pedagang, dampak lebih parah dirasakan puluhan tukang perahu. Tidak adanya pengunjung menyebabkan mereka praktis tidak dapat penghasilan sama sekali.

Sementara itu, Camat Geyer Aries Ponco menyatakan, selama ini, ada ratusan orang yang mencari nafkah di kawasan wisata Waduk Kedungombo. Sebagian besar adalah warga Desa Rambat yang tinggal di sekitar lokasi wisata tersebut.

Menurut Aries, pihaknya belum tahu pasti penyebab munculnya larangan masuk bagi pengunjung Waduk Kedungombo.

”Informasi sebelumnya hanya kendaraan yang tidak boleh masuk. Mulai Minggu malah pengunjung tidak bisa masuk. Saya baru akan koordinasikan dengan dinas terkait masalah ini,” katanya, Senin (4/9/2017).

Editor: Supriyadi

Libur Panjang, KMC Express Bahari Tambah Trip ke Karimunjawa

Sejumlah wisatawan memadati Pulau Karimunjawa saat liburan, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari menambah jadwal pemberangkatan selama libur panjang hari raya Idhul Adha. Selain faktor membeludaknya penumpang, absennya Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai juga memengaruhi penambahan trip tersebut. 

“Penambahan trip ada, sebanyak 2 kali untuk hari Jumat dan nanti kembali ke sini (Jepara) pada hari Minggu juga 2 trip,” kata Sugeng Riyadi, Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur, Kamis (31/8/2017). 

Menurutnya, pihaknya sudah membuka reservasi tiket untuk menyebrang ke Karimunjawa. Ia mengatakan ada sekitar seratus tempat duduk yang tersedia. 

Sugeng menyatakan, penambahan trip itu juga dipengaruhi oleh absennya KMP Siginjai, saat hari raya Idul Adha. “Maka dari itu kita disuruh untuk menambah trip lagi. Nanti hari Sabtu reguler, sedangkan Jumat dan Minggu ada dua trip,” ujarnya.  

Ditanya tentang dominasi penumpang, Sugeng menyebut lebih banyak orang mancanegara yang melancong ke pulau tropis tersebut. Menurutnya, hal itu karena di luar negeri saat ini sedang libur musim panas.

“Ya presentasenya sekitar 60 banding 40 persen. Lebih banyak yang dari luar negeri, seperti Hongkong, Amerika, dan Malaysia. Mereka menghabiskan sisa liburan,” katanya. 

Adapun kapal yang dipersiapkan adalah KMC Express Bahari 2C dan KMC Expres Bahari 9C. Sementara total kapasitas yang ada dari kedua kapal tersebut adalah 761 tempat duduk, terdiri dari 410 kursi pada 9C dan 351 kursi pada 2C. 

Terpisah Kasi Pelabuhan Penyebrangan Jepara Supomo membenarkan bahwa Siginjai absen pada hari Jumat (1/9/2017). Hal itu karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha. 

“Ya Jumat nanti memang off (Siginjai) karena bertepatan dengan libur hari raya Idul Adha. Nanti Sabtu sudah mulai reguler lagi,” urainya. 

Editor: Supriyadi

Akhir Pekan, Kawasan Pemancingan Ikan di Talun Pati Dibanjiri Warga


Sejumlah pengunjung tengah menikmati aneka jenis masakan ikan air tawar di kawasan wisata pemancingan, Desa Talun, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kawasan wisata pemancingan ikan di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati dibanjiri pengunjung saat hari libur dan akhir pekan. Ada beragam tawaran yang diberikan pengelola kepada pengunjung di sana, mulai dari mancing ikan hingga langsung pesan menu dan tinggal makan.

Imbang Setiawan, salah satu pengunjung asal Pati Kota mengatakan, kawasan wisata Talun sangat cocok untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Pengunjung bisa menikmati aneka jenis ikan tawar dengan pemandangan hamparan tambak ikan.

“Suasananya asyik. Yang hobi mancing juga bisa mancing. Harganya bisa dibilang cukup terjangkau. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin berburu ikan air tawar,” tuturnya, Sabtu (12/8/2017).

Dia sendiri bersama 12 orang temannya berkunjung ke kawasan wisata tersebut dan makan beragam jenis masakan ikan. Ikan goreng, ikan bakar dan kelo mrico menjadi salah satu andalan masakan di sana.

Satu kilogram gurami bakar dihargai Rp 65 ribu, dua kilogram nila bakar Rp 90 ribu dan satu kilogram ikan patin kelo mrico Rp 45 ribu. Bagi yang tidak suka ikan, ada pula pilihan tempe, tahu, dan telur.

Dari Pati Kota, kawasan wisata pemancingan ikan air tawar Talun bisa ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit. Sementara dari jalan utama Kayen-Sukolilo, pengunjung bisa masuk ke objek wisata sekitar 10 menit.

Kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah pada hari-hari libur dan akhir pekan. Tidak ada objek menarik yang dikunjungi di sana, kecuali bagi yang hobi mancing dan makan ikan air tawar.

 

Editor : Akrom Hazami

Cara Unik Warga Desa Banjarejo Sambut Kedatangan Pengunjung saat Libur Panjang Imlek

 

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Datangnya libur panjang akhir pekan ini ternyata sudah diantisipasi warga Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Caranya, dengan menyiapkan beberapa sarana pendukung yang bisa dimanfaatkan para pengunjung. Salah satunya, adalah menyediakan photobooth bagi pengunjung yang hobi jeprat-jepret.

“Meski tidak banyak, tetapi sudah kita siapkan photobooth bagi pengunjung yang hobi selfie. Barangnya kita bikin sederhana saja. Yang penting bisa dipakai pengunjung untuk berekspresi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Selain ditempatkan di rumahnya yang sementara jadi ‘museum’, photobooth juga disediakan di lokasi wisata alam bekas sumur minyak tua yang dikenal dengan nama Buran. Tempat pengeboran minyak tersebut, sekarang ini jadi salah satu favorit pengunjung yang datang ke Desa Banjarejo.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda. “Lokasi Buran ini memang menarik dan unik. Sekarang, banyak pengunjung yang minta diantar kesana setelah melihat koleksi benda bersejarah di rumah,” cetus Taufik.

Menurut Taufik, pilihan orang mengisi  libur panjang bertepatan dengan Imlek ternyata tidak hanya dilakukan pada objek wisata terkenal saja. Keberadaan Desa Wisata Banjarejo ternyata juga mulai mengundang daya tarik pengunjung untuk menghabiskan libur panjang. “Pengunjung pada libur Imlek lumayan ramai. Dari pagi sampai siang, sudah ada 500 orang yang datang dari berbagai daerah,” katanya.

Taufik menambahkan, saat libur panjang Natal dan tahun baru lalu, pengunjung yang datang juga cukup banyak. Dari pengalaman itulah, ia sengaja melakukan berbagai upaya untuk bisa memuaskan para pengunjung.

“Khusus untuk liburan panjang bersamaan dengan Natal dan tahun baru lalu, pengunjungnya ada 1.000 lebih. Beberapa di antaranya bahkan ada yang datang dari Kalimantan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Taman Ria Colo Kudus Kurang Diminati Wisatawan

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu objek wisata kawasan Colo, yakni Taman Ria Colo, Kudus, hingga kini masih kurang diminati wisatawan, baik warga lokal maupun luar daerah. Hal ini tampak dari sepinya pengunjung.

Kepala UPT Colo pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah, mengatakan kalau kawasan Taman Ria Colo sudah sepi cukup lama. Bahkan dalam sepekan, hanya dihitung ramai pada Minggu. Sedangkan keenam hari lainnya sepi.

“Minggu yang ramai, itupun tidak penuh dan masih terlihat longgar. Bahkan tak terlalu beda dengan hari- hari biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Sabtu (13/1/2017).

Taman Ria Colo menyasar segmen anak-anak. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya wahana bermain anak seperti jembatan tali, perosotan anak dan sejumlah wahana lainnya. Di dalam taman juga penuh dengan pepohonan besar, yang mampu meneduhkan wisatawan.

Sementara untuk orang dewasa, bisa memanfaatkan taman untuk melepas kepenatan denagn menikmati pemandangan yang ada.

Biasanya, Taman Ria Colo malah lebih sering untuk lokasi kemah ataupun kamping masyarakat Kudus atau luar daerah.

Mutrikah mencermati, terdapat beberapa hal yang menyebutkan lokasi taman kurang hidup. Di antaranya, tidak tersedianya lahan parkir pengunjung yang berdampak pada malasnya wisatawan.

Selain itu, lokasi yang terkesan di pojokan dianggap tidak representatif untuk dijadikan sebagai lokasi taman. Hal itu jelas membuat masyarakat atau peziarah enggan untuk mampir di lokasi taman ria.

“Karena memang daya tarik taman kepada peziarah kurang. Makanya susah untuk menarik peziarah memasukinya,” tegasnya.

Dikatakan, tarif masuk Taman Ria Colo dibedakan dua kategori. Untuk hari libur, tiket masuk seharga Rp 4 ribu, sedangkan untuk hari biasa hanya Rp 3 ribu.

Editor : Akrom Hazami

Wisatawan Waduk Greneng Blora Kerap Celaka, Begini Cara Polsek Tunjungan Antisipasi

Polisi saat berpatroli di area Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Kamis. (Polres Blora)

Polisi saat berpatroli di area Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Kamis. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Anggota Polsek Tunjungan Blora mengantisipasi adanya wisatawan yang celaka di Waduk Greneng, Dukuh Greneng,  Desa/Kecamatan Tunjungan, Blora, Kamis (1/12/2016).

Kanit Binmas Aiptu Pardan dan Bhabinkamtibmas Desa Tunjungan Brigadir Joko Supriyanto melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada pengunjung Waduk Greneng.

“Para pengunjung waduk untuk selalu berhati-hati melintasi pinggiran waduk Greneng yang sangat licin. Dikarenakan Waduk Greneng selalu memakan korban jika sampai tercebur ke dalam waduk,” kata Pardan dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Dalam kesempatan itu pula Bhabinkamtibmas mengimbau kepada para pemuda Desa Tunjungan yang berada di sekitar waduk untuk tidak minum minuman keras (miras) dan menganggu para pengunjung yang berwisata di Waduk Greneng.

“Karena Waduk Greneng merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Blora. Kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jumlah Wisatawan ke Pantai di Jepara Capai Seribu Orang

pantai 2

Wisatawan menikmati tempat wisata Pantai Tirta Samudra Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Manajer pantai Tirta Samudra Jepara, Mat Khairum mengatakan, jumlah pengunjung yang datang ke pantai cukup banyak, pada liburan HUT RI, Rabu (17/8/2016).

Jika dibanding hari biasa, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Ini biasa terjadi terutama saat momen liburan tiba.

“Kalau hari biasa paling lengkung sekitar 100-300 orang saja. Tapi hari ini tadi sekitar seribu pengunjung,” katanya.

Meski banyak, ia mengaku pengunjung yang membeludak dimulai siang hari dan puncaknya pada sore hari tadi. Sedangkan pada pagi hari masih terlihat biasa saja.

Peringatan hari kemerdekaan RI ke-71 ini, banyak kegiatan yang digelar baik oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya.

Selain banyak yang menggelar berbagai lomba, ternyata banyak pula yang memanfaatkan momen 17 Agustus ini dengan berwisata.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Libur Panjang, Masyarakat Karimunjawa Kebanjiran Berkah

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara diserbu ribuan wisatawan baik lokal, regional bahkan mancanegara pada momen libur panjang dan akhir pekan ini. Kondisi itu membawa berkah tersendiri bagi warga masyarakat yang tinggal di sana.

Warga yang ketiban berkah tidak hanya yang berjualan makanan maupun barang-barang lainnya. Tetapi juga sebagian warga yang membuka jasa biro perjalanan pariwisata. Tak hanya itu, pemilik hotel dan homestay yang ada di Karimunjawa juga kebanjiran berkah, lantaran usaha mereka laris manis.

Hal itu seperti yang disampaikan salah satu pemilik biro pariwisata di Karimunjawa, Djati Utama. Menurutnya, ramainya wisatawan yang berkunjung ke kepulauan terluar di Kabupaten Jepara, juga dirasakan berkahnya bagi pemilik homestay maupun hotel yang ada di Karimunjawa. Karena selama liburan panjang akhir pekan ini penginapan dipenuhi tamu yang berlibur.

”Tak hanya itu para pedagang kaki lima ataupun penjaja kuliner yang berjualan di Alun Alun Karimunjawa juga ikut menikmati berkahnya,” ujar Djati.

Dia menambahkan, lonjakan wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa diperkirakan akan terus bertambah. Tidak hanya masa libur panjang akhir pekan ini, tetapi diperkirakan hingga bulan Juli mendatang ketika musim liburan sekolah.

”Peningkatan wisatawan sebetulnya sudah terlihat pasca musim baratan lalu. Namun lonjakan wisatawan yang sangat signifikan juga terjadi dim omen-momen khusus seperti libur panjang ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Fadilla, warga Karimunjawa yang membuka stand untuk berjualan kelontong. Menurut dia, banyaknya wisatawan membuat pembeli jajan semakin banyak.

”Alhamdulillah, jualannya lancar. Banyak pengunjung yang datang kesini (Karimunjawa) dan membeli makanan maupun minuman,” katanya.

Editor : Supriyadi 

Wuih, Pulau Panjang Jepara Mendadak Jadi Lokasi Kamping

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang pekan ini banyak yang tidak ingin melewatkan begitu saja. Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara ramai dikunjungi wisatawan. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah pulau panjang. Tak hanya sekedar berkunjung dan bermain saja, tetapi mereka juga ada yang memilih untuk menginap dengan cara kamping.

Seperti pantauan yang dilakukan MuriaNewsCom, ada sekitar 20 anak muda yang melakukan kamping di kawasan pantai di pulau panjang, Jumat (6/5/2016). Mereka kamping dengan mendirikan sejumlah tenda kecil.

”Kami sudah sampai disini Kamis (5/5/2016) kemarin disini. Rencananya nanti sore kami pulang karena memang agendanya nginap cuma dua hari, satu malam saja,” ujar salah satu wisatawan yang kamping di pulau panjang, Febri kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Febri yang kamping bersama belasan teman lainnya mengaku berasal dari salah satu perguruan tinggi di kota Semarang. Agenda kamping yang dilakukan, selain untuk menikmati masa liburan juga sekaligus untuk agenda perkumpulan kelompok belajar.

”Ini kami sekalian melakukan serahterima jabatan kelompok kami di kampus. Ya liburan sekaligus melakukan agenda penting,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas di pulau panjang, Arifin mengatakan, bahwa sejumlah orang yang melakukan kamping dengan mendirikan tenda sudah meminta ijin. Pihaknya pun mengijinkannya.

“Sudah ijin mas, sudah membayar retribusi juga. Mereka ijinnya kamping di pinggir pulau atau di pantai, bukan di dalam,” kata Arifin.

Editor: Supriyadi

Tak Kebagian Tiket, Ratusan Wisatawan Karimunjawa Terlantar di Dermaga Kartini Jepara

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang libur panjang pekan ini, wisatawan yang ingin ke Karimunjawa membludak. Saking membludaknya wisatawan yang ingin ke Karimunjawa, ratusan wisatawan terpaksa harus terlantar di dermaga Kartini Jepara lantaran tak kebagian tiket kapal.

Kondisi ini seperti yang terlihat di Dermaga Kartini, Rabu (4/5/2016) pagi tadi. Pagi buta tadi antrean pembelian tiket untuk kapal KMP Siginjai sangat banyak. Bahkan, kemudian tak berselang lama, tiket pun ludes terjual. Ratusan wisatawan yang tak kebagian tiket harus terlantar.

Sedangkan KMC Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa setelah melakukan perjalanan pada Selasa (3/5/2016) kemarin. Kapal andalan tersebut baru tiba hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, dan tidak mungkin melakukan pelayaran kembali ke Karimunjawa.

Salah satu wisatawan asal Jakarta, Dina Rahmatul mengaku kecewa dengan kondisi ini. Dirinya yang datang bersama temannya harus terlantar di Dermaga Kartini. Terlebih, sejak dari Selasa kemarin, ia dan rombongan sudah sampai di Jepara.

”Kecewa mas, kami sudah sampai Jepara sejak kemarin. Kami tak tahu jika tiketnya malah sudah habis. Belum tahu apa tetap menunggu sampai besok atau tidak,” terang Dina.

Hal senada juga dikatakan wisatawan mancanegara dari Yunanai, Jacrech. Dia mengatakan, sangat menyesalkan pelayanan yang kurang maksimal terhadap calon penumpang kapal yang ingin berwisata ke Karimunjawa. Dia bersama pasangannya tiba di Karimunjawa sejak Selasa malam.

”Saya kira bisa membeli tiket di Dermaga sini, ternyata tidak. Kita kecewa sekali dengan jadwal yang kacau seperti ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jelang Libur Panjang, Karimunjawa Diserbu Wisatawan

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Karimunjawa masih menjadi salah satu tujuan wisatawan baik lokal, regional, maupun mancanegara. Bahkan, untuk momen libur panjang pekan ini saja, tiket untuk penyeberangan ke Karimunjawa dengan kapal KMC Express Bahari sudah ludes beberapa hari yang lalu.

Begitupula kapal KMP Siginjai, meski tiket dijual di lokasi dermaga, nyatanya langsung ludes. Kondisi ini seperti yang terlihat Rabu (4/5/2016) pagi tadi, ketika loket dibuka pagi buta, tak berselang lama sudah ludes terjual. Ratusan wisatawan yang ingin ke Karimunjawa memenuhi dermaga paling besar di bumi Kartini tersebut.

Mengantisipasi membeludaknya penumpang tersebut, dari hasil kordinasi dengan Dishunkominfo Jepara, UPP Syahbandar, Polairut, dan Pos TNI AL Jepara, PT ASDP yang msngoperatori KMP Siginjai mengeluarkan kebijakan untuk menambah jumlah penumpang. Dari kapasitas maksimal 250 penumpang, diberangkatkan sebanyak 360 penumpang

Kabid perhubungan laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Jepara, Sutana mengatakan, untuk mengantisipasi membludaknya penumpang lagi, rencananya kapal akan ditambah trip penyeberangan untuk besok, Kamis (5/5/2016).

“Ya melihat kondisi ini, minat wisatawan yang semakin banyak, besok trip penyeberangan mungkin akan ditambah. Jadi, yang belum bisa berangkat hari ini masih bisa berangkat besok,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Wisatawan di Jepara Tertipu Biro Perjalanan Wisata Online

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di tengah perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jepara, ternyata justru dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk mengeruk keuntungan dengan cara melakukan penipuan.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada puluhan wisatawan dari beberapa kota yang ke Jepara terkena tipu.

Salah satu pemilik jasa pariwisata, Lilo Sunaryo mengatakan, beberapa hari yang lalu ada puluhan wisatawan dari sejumlah daerah dengan tujuan Kepulauan Karimunjawa tertipu melalui jasa biro pariwisata online.

“Mereka sudah memesan tiket melalui paket wisata di internet atau online, tapi saat tiba di Jepara, kantor dari biro perjalanan wisata itu tidak ada. Pengelola yang sebelumnya diajak berkomunikasi untuk pemesanan jasa, juga tak lagi bisa dihubungi,” ujar Lilo kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, masalah ini harus ditanggapi secara cepat. Sebab menyangkut kepercayaan dari wisatawan. Hal ini, katanya bisa merugikan pemilik jasa wisata lainnya jika dibiarkan.“Itu jelas, jika ada biro paket wisata abal-abal, akan berdampak pada biro wisata yang asli,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Mulyaji tak menampik informasi tersebut. Dia mengaku sering menjumpai masalah demikian. Hanya saja, untuk penindakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, lantaran sudah masuk penipuan, maka penindakan menjadi ranah kepolisian.

“Di luar itu, kami intensif memberikan arahan kepada pengelola biro paket wisata agar menjaga kepercayaan wisatawan. Selain masalah tiket dan sarana lainnya, juga mengenai pemandu wisata,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Gelombang Tinggi Diprediksi Selama Sepekan

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ada puluhan wisatawan yang kecele akibat penyeberangan ke Karimunjawa ditunda lantaran gelombang tinggi. Sesuai data dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi akan terjadi selama sepekan ini. Kasi Teknik Sarana dan Prasarana Bidang Perhubungan Laut, Suroto menjelaskan, kemungkinan dua kapal andalan ke Karimunjawa, KMC Express Bahari dan KMP Siginjai diperkirakan tidak bisa diberangkatkan selama sepekan.

”Sesuai data prakiraan cuaca dari BMKG seperti itu. Sejak Senin (10/8/2015) gelombang tinggi hingga akhir pekan nanti,” kata Suroto.

Menurutnya, meski prakiraan cuaca tersebut telah keluar, namun tak menutup kemungkinan dalam pekan ini gelombang laut kembali normal. Sebab, kondisi cuaca dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. Untuk itu, agar informasi lebih valid, setiap hari BMKG juga mengeluarkan data informasi gelombang laut.

”Kalau yang harian dapat dilihat di website BMKG. Biasanya sekitar pukul 14.00 WIB sudah ada prakiraan cuaca untuk esok hari,” ungkapnya.

Adapun mengenai ada penumpang kecelek lantaran sudah sampai di Dermaga Kartini, menurut dia, hal itu karena tak memesan teket melalui agen wisata (Tour leader). Sebab agen wisata sudah mengetahui ada gelombang tinggi, sehingga melakukan pemberitahuan. ”Tapi tak banyak yang kecele. Sebab wisatawan banyak yang memesan tiket melalui agen wisata maupun ke operator secara langsung,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Gelombang Tinggi, Puluhan Wisatawan ”Kecele”

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Puluhan wisatawan yang akan ke Kepulauan Karimunjawa ”kecele” lantaran gelombang tinggi. Sesuai data dari BMKG, gelombang laut mencapai tiga meter, sehingga moda transportasi kapal menuju wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tak diberi izin berlayar. Bahkan, mereka terlantar di kawasan dermaga Kartini Jepara lantaran datang dari jauh dan tak memiliki kerabat di Jepara.

Salah seorang dari mereka, Vino (21), wisatawan asal Yogyakarta ini bersama enam rekannya terlantar di kawasan Dermaga Kartini Jepara, Selasa (11/8/2015). Pasalnya, informasi mengenai penundaan kapal yang berlayar baru mereka ketahui setelah sampai di Dermaga Kartini.

”Saya tidak memakai jasa pemesanan tiket sebelumnya, jadi baru tau sekarang ini kalau tidak ada kapal yang berlayar,” ujar Vino kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, penundaan kapal yang berlayar itu membuat rencana dirinya bersama teman-temannya berkunjung ke Karimunjawa gagal. Sebab, diprediksi, gelombang besar di perairan Jawa dan Karimunjawa masih terjadi sampai beberapa hari kedepan. Meski demikian, dirinya masih menunggu kejelasan mengenai kepastian berangkatnya kapal.

”Kalau memang kami harus menunggu lama ya terpaksa balik. Kami akan cari informasi kepastiannya dulu,” katanya.

Hal senada juga dikatakan wisatawan asal Bandung Muhammad Ilham (20). Menurut Ilham, dirinya merasa kecewa dengan penundaan pemberangkatan kapal ke Karimunjawa. Pasalnya, rencana awal, dirinya berlibur selama dua pekan di pulau Karimunjawa.”Kami menunggu informasi kejelasannya saja, karena kami taunya setelah nyampe sini baru tau,” katanya.

Dia dan kedua temannya mengaku belum bisa memutuskan apakah tetap menunggu atau kembali lagi ke Bandung. ”Tergantung keputusan teman-teman. Jika memang penundaan lama, kemungkinan kami akan terpaksa kembali. Sebenarnya sih sayang. Sebab ini baru kali pertama akan berlibur di Karimunjawa,” keluhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Duh, Perbaikan Akses Jalan ke Tempat Wisata Baru Dikerjakan Usai Lebaran

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menanggapi rusaknya akses jalan ke tempat-tempat wisata di Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara Budiarto  mengakui jika kondisinya memang rusak. Bahkan, pihaknya memastikan musim liburan lebaran nanti terpaksa kondisinya tidak berubah lantaran terkendala dengan keterbatasan waktu. Lanjutkan membaca

Tak Siap Jamu Wisatawan, Akses Jalan Wisata di Jepara Penuh Berlubang

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menjelang lebaran tahun ini, sejumlah akses jalan ke tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Jepara masih rusak. Sehingga, ketika liburan nanti terpaksa wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata harus legawa melewati jalan yang rusak. Lanjutkan membaca