Promosikan Wisata, Disbudpar Bakal Intensifkan Kerjasama dengan Hotel-hotel di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, membutuhkan peran hotel dalam hal pengembangan pariwisata di Kudus. Ini mengingat, hotel merupakan tempat yang pas membantu mempromosikan wisata kepada wisatawan.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus Sri Wahyuningsih mengatakan, selama ini hotel dan penginapan jarang diajak dalam pengembangan wisata di Kudus. Padahal, pendatang dari luar Kudus, kebanyakan mencari hotel untuk menginap.

“Di situlah perannya untuk mempromosikan wisata di Kudus. Seperti menawarkan lokasi wisata di Kudus yang dekat dengan hotel tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/1/2018).

Selama ini, pihaknya melihat di sejumlah wilayah selalu menggandeng hotel dalam hal pengembangan wisatanya. Melihat itu, di Kudus juga dibutuhkan  adanya kerjasama dengan hotel untuk meningkatkan wisatawan yang datang.

“Hotel nantinya juga akan mendapatkan keuntungan akan progam tersebut. Jika wisatawan lebih banyak yang datang, maka penginapan juga bakal ramai,” ujarnya.

Menurut dia, Keikutsertaan hotel dalam mempromosikan wisata di Kudus, akan digabungkan dalam Gabungan Insan Pariwisata Indonesia (GIPI) wilayah Kudus. Di dalamnya, selain terdapat dari pelaku wisata, pendukung wisata seperti hotel juga dilibatkan.

Di singgung soal potensi wisata di Kudus, Nining menyebutkan Kudus merupakan wilayah yang kaya akan wisatanya. Selain wisata alam, wisata budaya juga sangat kaya dimana terdapat pada desa pariwisata.

“Dalam GIPI tersebut, juga akan dibahas tentang potensi lokal yang ada di wilayahnya. Itulah yang akan kami kembangkan untuk jadi wisata di desa wisata,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Kudus Incar Juara Duta Wista Jateng

Alan Ragil Maulana pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang saat dinobatkan sebagai Duta Wisata Kudus 2017. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan duta wisata Kudus, mengincar kemenangan dalam ajang duta wisata Jateng, 26 Oktober mendatang. Dalam pelaksanaan nanti, Kudus sudah mempersiapkan banyak hal agar meraih target.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus Sri Wahyuningsih mengatakan, saat ini persiapan sudah berlangsung. Selain dari pemkab, sejumlah tim juga diturunkan agar Kudus dapat meraih kemenangan tanpa adanya kekurangan suatu apapun.

“Ada dari modeling juga ada yang membimbing secara khusus. Selain itu, wawasan umum dan wawasan lokal Kudus juga terus digembleng,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, dalam perlombaan nanti banyak kategori yang dapat diperebutkan. Selain juara satu hingga peringkat enam, banyak juga kategori lomba. Seperti foto genic, Juara persahabatan dan juga keunggulan daerah lewat baju adat. Melihat itu, minimal satu kategori akan diraih.

Untuk itu, lanjut dia, bekal akan baju adat Kudus juga diberikan kepada peserta. Bekal juga diberikan  beserta dengan sejarah dan juga filosofis baju adat Kudus. Karena, diantara wilayah lainya, Kudus memiliki keunggulan dengan baju adat Kudus.

“Kalau melihat wilayah lainya, Kudus itu punya keunggulan dalam baju adatnya. Jadi itu yang akan diperdalam materinya. Apalagi nantinya saat perlombaan, peserta juga mengenakan baju adat,” ungkap dia. 

Pihaknya sangat yakin target akan terpenuhi. Apalagi, Kudus sangat merindukan juara Duta Wisata Jateng.

Editor: Supriyadi

Obsesi Rahtawu jadi Destinasi Utama Wisata Kudus

Pemandangan Rahtawu tampak di gerbang masuk desa tersebut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemandangan Rahtawu tampak di gerbang masuk desa tersebut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Sugiyono menginginkan wisata alam Kudus, khususnya Rahtawu menjadi destinasi wisata utama di Kota Kretek. Hal itu tak lepas dari potensi alam Rahtawu yang mempesona dibanding lainnya.

Kepala Desa Rahtawu Sugiyono mengatakan, pemandangan di Rahtawu masih alami. Selain itu, di desa itu juga masih jarang permukiman penduduk. “Sehingga saat wisatawan datang kemari, mereka bisa melihat suasana asri. Sebab kanan dan kiri jalan pun masih berupa lahan hijau dan pegunungan. Berbeda dengan wisata alam lainnya,” katanya.

Sementara itu, dirinya juga akan mendayakan para pemuda untuk bisa bersama sama mengembangkan wisata yang ada di Rahtawu ini.

“Para pemuda terus kita ajak kerja sama. Yakni mereka supaya bisa menyiarkan atau menginformasikan lewat media massa. Baik itu Facebook, atau sejenisnya. Supaya Kudus ini terkenal dengan wisata Rahtawunya. Sementara itu, selama ini yang menonjol yakni Gunung Murianya,” ujarnya.

Dirinya mengaku, Kudus terkenal dengan wisata religi seperti Menara Kudus dan Muria. Namun wisata alam Rahtawu juga harus bisa dikenalkan kepada masyarakat umum.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ikan Gabus Sulit Dikembangkan, Ini Kendalanya

 Sejumlah warga sedang memancing ikan air tawan di daerah Mejobo, beberapa waktu yang lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah warga sedang memancing ikan air tawan di daerah Mejobo, beberapa waktu yang lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus saat ini terus berupaya mendorong pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi ikan, khususnya jenis ikan air tawar. Khususnya, ikan lele, gabus, patin maupun nila.

Namun menurutnya, dari beberapa jenis ikan air tawar tersebut, ada yang sulit dikembangkan, yakni ikan patin dan gabus.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Fajar Nugroho. “Seperti misalnya adalah ikan gabus dan patin. Kedua jenis ikan itu tergolong susah untuk dikembangkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kendala dalam mengembangkan ikan tersebut, kata dia, disebabkan beberapa hal. Diantaranya adalah bibit yang sudah didapat. Khususnya ikan gabus, yang katanya bibitnya sulit dicari,apalagi mencari di pedagang bibit ikan. Ikan jenis itu hanya bisa didapatkan di tambak, sungai atau persawahan saja.

“Padahal minat masyarakat sangat banyak untuk ikan jenis itu. Karena sedikitnya stok juga, maka harganya juga cenderung mahal, untuk itu kami upayakan dibudidayakan,” ujarnya.

Selain kedua jenis ikan itu, lanjutnya, untuk tahun depan, pemkab juga berupaya untuk mengembangkan udang galah. Hal itu sekaligus menjadi fokus percobaan tahun depan untuk dikembangkan di Kudus.

”Beberapa waktu lalu ada satu orang ahli pengembang udang galah yang mensurvei sejumlah tempat untuk dijadikan tempat percobaan pembudidayaan udang galah.  Dia tertarik untuk mencobanya di Kudus,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Papan Catur Raksasa Bikin Warung Ini jadi Ramai

Beberapa pengunjung warung milik Nurul sedang asik bermain catur raksasa yang disediakan di sana. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa pengunjung warung milik Nurul sedang asik bermain catur raksasa yang disediakan di sana. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ada saja upaya pedagang untuk selalu membuat warung atau usahanya ramai dan laku keras. Baik mulai dari menyediakan fasilitas hiburan berupa musik maupun arena bermain.

Begitu halnya dengan warung milik Nurul Hidayah (50) warga Dukuh Gedangan RT 4 RW 3, Kaliputu, Kudus. Karena Nurul menyediakan permainan catur yang tak tanggung-tanggung ukurannya. Yaitu berukuran sekitar 1,5 meter. Hal itu tentu menarik perhatian pengunjung, sehingga betah berlama-lama berada di sana, apalagi bagi pengunjung yang hobi bermain catur.

”Penyediaan catur itu, asal mulanya dari keisengan suami saya Suyadi yang sering membawa catur ke warung sekitar tahun 2010 silam. Namun lama kelamaan dia menyediakan beberapa unit catur. Bahkan ada yang ukuran sebesar 1,5 m tersebut,” kata Nurul Hidayah.

Diketahui, warung yang berada di Jalan Ali Mahmudi arah Pedawang Bae ini selalu terlihat ramai. Khususnya di saat menjelang sore. ”Setelah adanya catur ini Alhamdulillah warung ini selalu ramai. Khususya disaat sore hari. Dan itupun, rata rata pengunjungnya dari berbagai desa,” paparnya.

Dia menambahkan, catur ini juga bukan hanya sekadar untuk permainan di warung saja. Namun banyak warga jadi penggemar bermain catur lewat bermain catur di sini. Tak jarang warga tersebut menjadi peserta lomba catur di tingkat desa maupun kecamatan di Kudus. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Warga Kandangmas Kudus Berebut Ikut Kegiatan Desa Wisata

Warga Desa Kandangmas melakukan pelatihan biola di balai desanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga Desa Kandangmas melakukan pelatihan biola di balai desanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Desa Wisata di Kabupaten Kudus digadang mampu menjadi kampung hebat dibanding lainnya. Mengingat, desa mereka mempunyai keunggulan atau potensi berbeda yang dipandang memiliki nilai jual.

Salah satu dari Desa Wisata itu adalah Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Demi obsesinya menjadi desa unggulan, warga setempat antusias menyambutnya.Terbukti dari banyaknya jumlah warga yang mengikuti pelatihan dalam pembentukan Desa Wisata.

Ada berbagai pelatihan diadakan. Di antaranya pelatihan pembuatan kopi, membuat jamu, fotografi, sablon, wayang, topeng, menjahit, dan lain sebagainya. Adapun kalangan yang ikut pelatihan pun beragam. Mulai dari kalangan dewasa, remaja, hingga anak-anak. Baik itu perempuan maupun laki-laki. Bahkan setiap waktu pelatihan tiba, Balai Desa Kandangmas, menjadi ramai kegiatan.

Diketahui, balai desa setempat itu menjadi sentra pelatihan Desa Wisata di Kandangmas. “Antusias warga untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi. Warga, terutama pemuda di sini memang sadar kegiatan,” kata salah satu penggerak Karang Taruna Desa Kandangmas, Syaefuddin.

Bahkan sebagian warga mengikuti kegiatan tanpa ada paksaan atau sekadar ikut-ikutan. Keinginan untuk belajar murni datang dari diri sendiri. Jadi jangan heran, lanjutnya, jika setiap pelatihan diikuti banyak warga.

Ngatmin, salah seorang peserta pembuatan wayang, adalah buktinya. Ngatmin mengaku mengikuti pelatihan wayang memang ingin belajar membuat wayang. Dalam hal ini adalah wayang kulit. “Saya ingin mengasah jiwa seni diri,” kata Ngatmin.

Pemuda asal Dukuh Sudo ini tidak berharap banyak dari pelatihan wayang. Yang pasti baginya, mahir dan terampil membuat wayang merupakan kebanggaan tersendiri. “Sebelumnya saya juga ikut pelatihan topeng,” ungkapnya.

Peserta pelatihan sablon, Aan juga menuturkan alasan keikutsertaanya di pelatihan. Dia sengaja ikut pelatihan sablon untuk menambah pengetahuan. Meski Aan mengakui belum mempunyai pengalaman menyablon, tapi dia yakin hasil dari pelatihan akan bermanfaat baginya.“Belum tahu, apakah saya akan membuka usaha sablon atau tidak,” ujar Aan.

Sementara keinginan untuk belajar dan ingin berkecimpung dari hasil pelatihan, disampaikan salah seorang peserta kegiatan fotografi. Adalah Mamad. Dia ingin serius menjadi fotografer. Khususnya fotografer prewedding.

Dia sering mendapat tawaran memotret. Tapi karena belum yakin dengan kemampuannya mempergunakan kamera DSLR miliknya, tawaran pun ditolak. “Sering saya dapat tawaran motret prewed. Tapi saya tolak,” kata Mamad.

Karenanya, dia berharap dengan mengikuti pelatihan fotografi, kemampuannya bisa berkembang. “Semoga bisa motret bagus,” harapnya. (AKROM HAZAMI)

7 Hal yang Membuat Kamu akan Selalu Kangen Kembali Kudus

KUDUS – Bagi kamu warga luar kota, dan pernah berwisata di Kudus. Tentu akan ada hal bikin kamu sulit untuk melupakan Kota Kretek ini. Berikut 7 hal yang bikin kamu akan selalu kangen kembali ke Kudus. Kalau tak percaya, bisa dibuktikan sendiri.

Air_Terjun_Monthel-w1. Wisata alam Air Terjun Monthel, di Desa Colo
Air Terjun Monthel[1] terdapat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Letaknya 18 Km ke arah utara dari pusat kota Kudus. Tepatnya di kawasan Pegunungan Muria, Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus Jawa Tengah. Pegunungan Muria memiliki ketinggian ± 1.602 m dpl (di atas permukaan air laut).

Air_Terjun_Rejenu-w2. Wisata alam Air Tiga Rasa Rejenu, di Desa Japan Dukuh Rejenu
Air Tiga Rasa Rejenu terdapat di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tepatnya di atas Air Terjun Monthel. Lokasinya terletak di sebelah utara makam Sunan Muria, di atas objek air terjun Montel. Di sini terdapat sebuah makam yang banyak diziarahi orang. Orang mengenalnya sebagai makam Syeh Sadzali. Salah satu murid Sunan Muria yang disegani, yang konon berasal dari Irak (Baghdad).

Masjid_Menara_Kudus-w3. Wisata sejarah Masjid Menara Kudus, di Desa Kauman
Masjid Menara Kudus disebut juga dengan Masjid Al Aqsa dan Masjid Al Manar. Adalah sebuah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu. Pada masa kini, masjid ini biasanya menjadi pusat keramaian pada Festival Dhandhangan yang diadakan warga Kudus untuk menyambut bulan Ramadan.

Museum_Kretek_Baru-w4. Museum Kretek, di Desa Getaspejaten
Bangunan Museum Kretek yang berdiri di atas areal seluas 2 hektar ini terbilang sangat indah dan megah. Di depannya ada dua bangunan terpisah berasitektur rumah adat Kudus dan surau gaya Kudus.
Lokasi Museum ini tak terlalu sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Kota Kudus terletak 50 km timur Semarang, paling tidak bisa menghabiskan waktu kurang dari satu jam dari Semarang.

museum patiayam-w5. Museum Situs Patiayam, di Desa Terban
Situs Purbakala Patiayam adalah situs purba di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sekitar 1.500 fosil ditemukan di Patiayam dan kini disimpan di rumah-rumah penduduk. Sebagian gading gajah ditempatkan di Museum Ronggowarsito Semarang.
Situs Patiayam merupakan bagian dari Gunung Muria. Luasnya 2.902,2 hektare meliputi wilayah Kudus dan beberapa kecamatan di Pati. Di gunung ini terdapat makam dan Masjid Sunan Muria, air terjun, motel, penginapan, sejumlah villa, dan warung makan. Jaraknya hanya 18 kilometer dari kota Kudus.

makam sunan kudus-w6. Wisata religi Makam Sunan Kudus, di Desa Kauman
Makam Sunan Kudus berada di areal atau kompleks Menara Kudus. Beliau adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam walisongo, yang lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Ia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung.

makam sunan muria-w7. Wisata religi Makam Sunan Muria, di Desa Colo
Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngandung. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara Kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan.

Bagaimana? Kangen kan. Silakan kembali ke Kudus dan nikmati keindahannya dan keunikannya. Selamat berwisata di Kudus. (AKROM HAZAMI)

Kalau Ingin Berwisata di Tempat yang Oke di Kudus, di sini Tempatnya

Pengunjung wisata Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengunjung wisata Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain menyuguhkan pemandangan alam hutan jati, wisata Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, juga menyuguhkan wisata keluarga.

Di antaranya ialah kolam renang untuk anak anak, wisata wayang kayu (klitik) serta yang lainnya. Namun saat ini pengelola wisata yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menginginkan penambahan wahana permainan baru.

Ketua Pokdarwis Gunodo mengatakan, setidaknya untuk permainan atau wahana untuk anak anak itu bisa ditambah. Supaya tempat wisata ini bisa bersaing dengan water boom, dan water park yang ada di Kudus lainnya.

Terkait penambahan wahana tersebut, pihaknya berharap supaya dinas terkait atau pemerintah bisa membantu mewujudkannya.

“Sebenarnya dana kas yang terkumpul dari retribusi wisata sampai saat ini sudah ada sekitar Rp 10 juta. Dan itupun hanya untuk biaya perawatan fasilitas. Namun belum cukup untuk menambah wahana permainan anak anak yang lainnya,” paparnya.

Diketahui, tempat wisata yang berada di sebelah tenggara Kecamatan Undaan tersebut setiap hari minggunya hanya dikunjungi sekitar 50 sampai dengan 80 pengunjung.

“Ya mudah mudahan harapan kami untuk mewujudkan wahana permainan anak bisa dipertimbangkan. Sehingga secara otomatis dapat menarik pengunjung lebih maksimal,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)