Jadwal Pemadaman di Pati Hari Ini, Kecamatan Winong dan Juwana Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – PLN Area Kudus hari ini memadamkan listrik di sejumlah desa di wilayah Juwana dan Kecamatan Winong, Pati. Pemadaman dilakukan lantaran adanya perbaikan jaringan listrik.

Humas PLN Area Kudus (Eks Karisidenan Pati) Muhdam mengatakan, untuk wilayah Juwana, yang dipadamkan meliputi jalur RB1 –  418/5 sampai RB1 –  418/70 atau sepanjang Desa Pekuwon, Ketip,  Bringin,  Sejomulyo,  Karangrejo,  Tlogomojo,  Dukuhmulyo (sebagian), dan Desa tluwah (sebagian).

“Rencananya pemadaman akan berlangsung sejak jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB, atau saat pekerjaan diselesaikan,” kata dia kepada MuriaNewsCom

Sementara, untuk Kecamatan Winong, padam listrik akan dialami pelanggan sepanjang ABSW PTI.4 588/158. Atau, sejumlah desa meliputi Desa Angkatan kidul, Angkatan lor, Kedalingan, Karangrowo,  Kropak, Gunugpati, Danyangmulyo, Karangsumber, dan Lemah abang.

Berbeda dengan wilayah Juwana, pemadaman disana akan dialami pelanggan mulai jam 11.00 WIB hingga jam 14.00 WIB. Waktu lebih pendek disebabkan Penanganan yang lebih cepat.

“Kami dari PLN di Rayon Pati kota dan Juwana sudah menyampai adanya pemadaman ini,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hilang, Seorang Nenek di Karangkonang Pati Ditemukan Tewas di Sumur

Polisi tengah melakukan olah TKP di sumur dimana korban meninggal dunia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang nenek bernama Jamilah (80), warga Dukuh Karanggayam, Karangkonang, Winong, Pati, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya sendiri, Minggu (18/12/2017) petang.

Sebelumnya, Jamilah menghilang dan dicari keluarga. Setelah dicari ke berbagai tempat, nenek yang tinggal di rumah seorang diri itu ditemukan sudah dalam keadaan terapung di dalam sumur.

Keluarga yang mengetahui kondisi korban meminta tolong kepada warga. Polisi bersama warga lantas bersama-sama melakukan evakuasi jenazah korban.

dr Novi Oktaviana, petugas medis dari puskesmas setempat mengatakan, ada luka lecet pada lengan tangan korban yang diduga karena terbentur bibir sumur.

“Korban meninggal karena kehabisan napas lantaran kemasukan air. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” ucap dr Novi.

Kapolsek Winong AKP Purwito menambahkan, polisi sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi apakah ada indikasi pembunuhan atau murni meninggal dunia lantaran tercebur sumur.

Polisi juga mengecek kemungkinan adanya barang-barang korban yang hilang. Namun, setelah diperiksa, barang milik korban masih ada.

Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, korban memang sudah pikun. “Keluarga sudah merelakan kepergian korban,” tandas AKP Purwito.

Editor : Ali Muntoha