Malam Jumat Kliwonmu Horor? Hibur Datang Saja ke Pentas Wayang di Grobogan

Sejumlah panitia tengah mempersiapkan tempat pertunjukkan wayang kulit di halaman setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah panitia tengah mempersiapkan tempat pertunjukkan wayang kulit di halaman setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi Anda penggemar wayang kulit datang saja ke Kantor Setda Grobogan. Soalnya, Kamis (10/3/2016) malam ada pagelaran wayang kulit di tempat tersebut yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino mengatakan, pagelaran wayang kulit ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-290 Kabupaten Grobogan. Untuk pentas ini akan menampilkan dalang Ki Anom Dwijo Kangko dari Solo. Adapun lakon ceritanya adalah Wahyu Makutarama.

“Bagi penggemar wayang kulit, silakan datang. Rencananya, pentas wayang akan dihadiri Bapak Bupati, FKPD dan para pejabat lainnya,” jelasnya.

Dalam pentas nanti ada dua bintang tamu yang akan hadir. Yakni, pelawak Jo Klutuk dan Jo Klitik dari Ponorogo. Kehadiran bintang tamu ini diyakini akan menjadi hiburan tersendiri buat penonton.

Menurutnya, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin tiap malam Jumat Kliwon di pendapa kabupaten masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

“Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Grobogan Dukung Pelestarian Kesenian Tradisional Wayang Kulit

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyerahkan wayang pada dalang yang akan pentas di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyerahkan wayang pada dalang yang akan pentas di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Bupati Grobogan Bambang Pudjiono mendukung upaya melestarikan kesenian tradisional wayang kulit dilakukan Disporabudpar setempat. Yakni, dengan menggelar serangkaian pertunjukkan wayang kulit di beberapa lokasi yang dilangsungkan pada Oktober dan November ini.

”Minat terhadap kesenian tradisional khususnya generasi muda memang sudah menurun. Oleh sebab itu, pelestarian kesenian tradisional seperti wayang kulit ini memang harus kita dukung,” kata Bambang.

Bambang berharap, pentas wayang kulit itu bisa ditambah frekuensinya pada tahun-tahun mendatang. Misalnya, pagelaran wayang bisa dilangsungkan di setiap kecamatan. Untuk pentas di tingkat kabupaten, sudah rutin dilakukan di pendapa setiap malam Jumat Kliwon.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto menambahkan, pada tahun ini, ada enam kali pertunjukkan wayang kulit yang digelar dengan dana APBD 2015. Yakni, di halaman Kodim 0717 Purwodadi, di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung dan pendapa Kecamatan Gubug. Kemudian, pentas wayang juga dilangsungkan di Desa Jambon Kecamatan Pulokulon, Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan, dan Desa Tambakselo Kecamatan Wirosari.

Menurutnya, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin itu masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Dimana, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri.

”Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Lestarikan Kesenian Tradisional, Disporabudpar Grobogan Roadshow Pentas Wayang Kulit

Pertunjukkan wayang di gelar beberapa waktu lalu di Grobogan selalu mendapat antusiasme baik dari seluruh lapisan masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pertunjukkan wayang di gelar beberapa waktu lalu di Grobogan selalu mendapat antusiasme baik dari seluruh lapisan masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Upaya melestarikan kesenian tradisional wayang kulit dilakukan Disporabudpar Grobogan. Caranya dengan menggelar serangkaian pertunjukkan wayang kulit di beberapa lokasi pada Oktober dan November mendatang.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, sedikitnya ada enam kali pertunjukkan wayang kulit yang digelar dengan dana APBD 2015. Dari enam kegiatan ini, satu pentas sudah dilakukan di halaman Kodim 0717 Purwodadi (5/10) lalu. Selanjutnya, pentas serupa dilangsungkan di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung dan pendapa Kecamatan Gubug. Kemudian, di Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon; Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan; dan Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

”Untuk pentas di desa-desa dilangsungkan di balai desa setempat. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan terkait pelaksaan pentas wayang kulit ini,” kata pejabat yang juga dikenal sebagai seorang dalang itu.

Menurutnya, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin itu masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Dimana, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri.

”Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Meski Kuno, Layar Tancap Ini Masih Ada Peminatnya

Bagian Humas Setda Jepara bekerja sama dengan Kodim 0719/Jepara mengadakan acara pemutaran layar tancap gratis pada Kamis malam (8/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bagian Humas Setda Jepara bekerja sama dengan Kodim 0719/Jepara mengadakan acara pemutaran layar tancap gratis pada Kamis malam (8/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dalam rangka melaksanakan kegiatan informasi berupa publikasi kepada masyarakat, Bagian Humas Setda Jepara bekerja sama dengan Kodim 0719/Jepara mengadakan acara pemutaran layar tancap gratis, Kamis malam (8/10/2015). Agenda ini bertepatan pula dengan malam tirakat pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Jepara, Endang Retnoningsih mengemukakan, nonton bareng layar tancap kali ini bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus informasi yang bermanfaat, mengenai pentingnya semangat mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya dengan cara meningkatkan semagat kekeluargaan, gotong-royong, dan musyawarah.

”Dalam kehidupan masyarakat menghormati sesama dan toleran terhadap orang lain merupakan sikap dan perilaku yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Endang melalui rilis yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Lebih lanjut Endang mengemukakan, melalui pemutaran film layar tancap secara gratis ini bertujuan selain memberikan hiburan terhadap masyarakat, juga sarana penyebaran informasi terhadap publik.

Film layar tancap pada kegiatan kali ini merupakan karya Pemkab Jepara. Diawali dengan pemutaran video clip lagu – lagu Jepara dan di sambung dengan pemutaran potensi batik tenun khas Jepara serta prosesi kirab buka luwur dan selanjutnya film hiburan yang menjadi pamungkas acara. (WAHYU KZ/TITIS W)

Anda Penggemar Wayang Kulit ? Datang Saja ke di Pendopo Grobogan Malam Ini

ertunjukan wayang kulit di Pendopo Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

ertunjukan wayang kulit di Pendopo Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Bagi Anda penggemar wayang kulit, datang saja ke Pendopo Kabupaten Grobogan. Karena, malam ini ada pagelaran wayang kulit ditempat tersebut yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, hari ini memang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Dimana, pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon itu sudah menjadi agenda rutin selama beberapa tahun ini.

”Bagi penggemar wayang kulit, silahkan datang ke pendopo tiap malam Jumat Kliwon. Karena, disitu selalu ada pentas rutin wayang kulit tiap hari itu,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin itu masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Dimana, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri.

“Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Wayang Kulit Bikin Malam Jumat di Blora Tak lagi Horor

Salah satu dalang dari dua dalang yang melakukan pegelaran wayang di Pendapa Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu dalang dari dua dalang yang melakukan pegelaran wayang di Pendapa Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Beberapa warga, terutama di Blora, masih menganggap malam Jumat sebagai malam yang penuh nuansa horor. Namun hal itu hilang dengan adanya gelaran wayang Kulit. Warga pun bisa menikmati malam Jumatnya dengan menikmati kesenian tersebut.

Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora menggelar Pagelaran Wayang Kulit Malam Jumat Pon, Kamis (10/9/2015) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora.

“Alhamdulillah pegelaran berlangsung meriah hingga akhir acara dan masyarakat yang menyaksikan juga begitu antusias,” kata Kepala DPPKKI Kabupaten Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo.

Pentas wayang dimulai pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB dengan pementasaan dalang cilik Catur Ibnu Nabawi siswa kelas 6 SD dan dilanjutkan dengan pentas utama yang menampilkan dengan lakon “Sena Labuh”. Yaitu kolaborasi dari Ki Dalang Sutarno Muda Carita, SPd dari Kecamatan Kradenan serta Ki Dalang Suwoto Darsono dari Kecamatan Kunduran.

“Animo masyarakat memang cukup banyak, mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan pagelaran wayang yang digelar rutin setiap malam Jumat Pon ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pepadi Kabupaten Blora Sukarno mengatakan, wayang kulit merupakan seni budaya yang tetap dijaga dilestarikan. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Gencar Sosialisasikan Wayang Klitik Melalui Souvenir

Muhammad Asyrofi menunjukkan replika wayang klitik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Muhammad Asyrofi menunjukkan replika wayang klitik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Upaya untuk terus mengenalkan wayang klitik kepada khalayak, terus dilakukan Pemerintah Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. Salah satu cara yang ditempuh yakni melalui souvenir.

Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi mengatakan, melalui cara seperti itu, dinilai cukup efektif untuk mengenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat. Karena, setiap pengunjung atau wisatawan yang datang ke desa, bisa mendapatkan souvenir berupa wayang klitik.

“Kalau dibuat souvenir pasti akan banyak yang tertarik. Seperti halnya bila melakukan ziarah ke Makam Sunan Kudus, pasti ada souvenir berupa replika menara. Begitu halnya ketika berkunjung ke Wonosoco, nantinya ada souvenir wayang klitik,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, desa yang berpenduduk sekitar 1.225 jiwa dan terdiri dari 4RT dan 1 RW ini, bekerjasama dengan perajin yang bisa membuat souvenir wayang klitik.

”Dalam pengembangan ini, kami memang sudah bekerjasama dengan seorang seniman dari Kudus bernama Muhamad Asyrofi. Dirinya diminta untuk bekerjasama dalam pengembangan wayang klitik ini,” ujarnya.

Menurutnya, kerjasama ini merupakana sebuah hal yang paling mendasar untuk bisa mengembangkan kesenian tersebut. Sebab selama ini masih jarang, bahkan tidak ada yang bisa membuat wayang klitik. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Ada Dalang Setan ‘Takuti’ Warga Pati

Pementasan wayang di Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati Kota. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Pementasan wayang di Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati Kota. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Dalang Ki Manteb Soedharsono yang akrap disapa “Dalang Setan” mengguncang Kabupaten Pati dengan pementasan wayang kulit di Kelurahan Pati Lor, Sabtu (29/8/2015) malam. Pementasan wayang kulit tersebut mengangkat tema “Krisno Gugat”.

Pagelaran yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut akan mengisahkan bagaimana Sri Krishna menjadi aktor utama dalam Kisah Mahabharata. Ia menjadi aktor di balik peperangan Baratayuda di medan Kurukshetra.

Melalui Pandawa dengan senopati “Sang Arjuna”, Krishna ingin membumihanguskan apa yang disebut dengan angkara murka, keserakahan, ketamakan, kejahatan, dan ketidakbenaran seorang pemimpin negara, yaitu Duryudana serta para kurawa dan raja-raja di bawahnya.

“Seni wayang itu menjadi salah satu media pembelajaran bagi masyarakat dengan memahami pesan kebaikan yang hendak disampaikan dalang. Tanggapan wayang sudah menjadi tradisi warga Kelurahan Pati Lor,” ujar Lurah Pati Lor Adi Rusmanto kepada MuriaNewsCom.

Dalang Manteb sendiri dikenal sebagai dalang yang menuai banyak prestasi dan penghargaan di tingkat nasional, bahkan internasional. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Meski jauh rela datang untuk melihat Pentas Wayang Krucil

Pentas Wayang Krucil yang berlangsung di Desa Janjang saat acara sedekah bumi yang berlangsung di komplek pemakaman Jatikusuma-Jatiswara, Jumat (29/5/2015). (MURIA NEWS / PRIYO)

BLORA – Usai panen padi, masyarakat petani di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, menggelar tasyakuran sebagai wujud syukur, atas hasil panen yang melimpah dengan menggelar sedekah bumi. Hal ini menjadi daya tarik para pengunjung yang setiap tahun di selenggarakan. 

Lanjutkan membaca

Kodim 0721/Blora Gelar Pagelaran Wayang Kulit

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin saat ikut meramaikan acara gelar wayang di halaman makodim Blora semalam Sabtu (9/5/2015). (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA –  Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin bekerja sama dengan Ketua Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora Sukarno, mengapresiasi pementasan wayang kulit yang digelar di halaman depan Kantor Makodim 0721/Blora

Lanjutkan membaca