Kepergok Si Pemilik, Pencuri Apotek di Klampok Grobogan Nyaris Dihakimi Warga

MuriaNewsCom, GroboganPolisi dibantu puluhan warga Desa Klampok, Kecamatan Godong berhasil meringkus seorang pelaku percobaan pencurian yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diamankan sekitar pukul 01.30 WIB adalah Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum ditangkap, pelaku yang mengendarai mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG terlihat berhenti di Apotek Mitra Sehat di jalan raya Purwodadi-Semarang. Setelah itu, pelaku bermaksud melakukan tindak pencurian di dalam apotek dengan cara memanjat tembok dan menjebol plafon.

Namun, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Mendengar teriakan ini, warga sekitar yang masih terjaga langsung berdatangan. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Godong yang sedang patroli juga sudah tiba di lokasi kejadian. Melihat kondisi ini, pelaku kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan pelaku percobaan pencurian tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian serupa dilokasi lain.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku. Kemudian ada satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

20 Hektare Lahan PG Rendeng yang Digarap Warga di Tanjungrejo Kudus Dieksekusi

Seorang warga mengumpulkan puing-puing bangunan yang dirobohkan PG Rendeng, Senin (23/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pabrik Gula (PG) Rendeng bersama PTPN IX mulai menarik kembali tanah miliknya untuk kebutuhan pabrik. Alhasil, puluhan hektare tanah milik PG di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo dieksekusi, Senin (23/10/2017).

Perwira Keamanan PTPN IX Devisi Tanaman Tebu AKBP Ridho Wahyudi, mengatakan eksekusi tersebut merupakan tindak lanjut dari eksekusi sebelumnya pada 5 Oktober lalu. Sesuai dengan edaran, hari ini dilakukan eksekusi lahan.

“Luas tanah yang dieksekusi mencapai 20 hektare. Lahan tersebut, selama ini digunakan warga tanpa adanya sewa kepada pihak PG,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca: Belasan Tahun Dikuasai Warga Kudus, PTPN Ambil Alih Lahan Tebu PG Tanjung Mojo

Selama ini, tanah sudah banyak digunakan masyarakat di sana seperti mulai jadi area persawahan dan kebun. Bahkan beberapa di antaranya malah sudah berdiri bangunan kokoh sebagai permukiman warga di Tanjung Rejo.

Tanah tersebut selama ini dimanfaatkan oleh 113 warga. Ratusan warga tersebut juga sudah melakukan komunikasi dengan warga terkait eksekusi dan penarikan kembali lahan semenjak empat bulan lalu.

“Sebelum di eksekusi kami sudah memperingatkan warga untuk mengambil barang berharganya. Karena hari ini akan diselesaikan eksekusi,” ungkap dia.

Nantinya, tanah yang sudah diambil kembali akan difungsikan kembali menjadi tanaman tebu dengan kualitas yang baik. Tanaman tersebut, dibutuhkan untuk kebutuhan akan tebu di Indonesia.

Editor: Supriyadi