Viral, Video Polisi di Grobogan Diomeli Warga saat Melangsungkan Razia, Begini Penjelasan Kapolres

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menggelar jumpa pers menyikapi adanya tayangan video yang berisi protes warga terhadap anggotanya yang melakukan kegiatan razia, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSebuah tayangan video yang menggambarkan dua polisi lalu lintas sedang diomeli warga saat melangsungkan razia, saat ini sedang jadi trending topik warganet. Terlebih setelah video berdurasi sekitar 3 menit, 28 detik itu diunggah melalui media sosial maupun youtube, sejak beberapa hari lalu. Hingga saat ini, video tersebut sudah ditonton jutaan orang.

Peristiwa yang direkam dalam video tersebut terjadi di Grobogan. Tepatnya, di ujung jalan kampung Dusun Sanggrahan, Desa Gatasrejo, Kecamatan Grobogan. Ujung jalan kampung ini bertemu dengan jalan raya Purwodadi-Pati.

Baca: Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

Dalam video itu terlihat ada beberapa orang yang mendatangi dua polisi yang sedang menindak pelanggar diujung jalan. Selanjutnya, warga tersebut melancarkan protes pada polisi karena tindakannya melakukan kegiatan di jalan kampung dianggap kurang tepat.

Sebelumya, beberapa orang itu terlihat berada di sebelah timur jalan raya Purwodadi-Pati. Melihat ada dua polisi melakukan penindakan di ujung jalan kampung, beberapa warga ini kemudian mendekat ke lokasi kejadian. Setelah itu, mereka sempat melakukan protes pada polisi.

“Ini jalan kampung, pak. Kalau mau razia di jalan raya,” kata salah seorang warga pada polisi.

Baca: Zainal,Warga Desa Tubanan Ini Serang Polisi di Alun-Alun Jepara

Terkait dengan tayangan video itu, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano sempat menggelar jumpa pers, Rabu (13/12/2017). Dalam kesempatan itu, Satria menegaskan, apa yang dilakukan anggotanya sudah sesuai aturan.

Dijelaskan, sampai saat ini, masih adanya sebagian masyarakat berasumsi rumah dekat, jaraknya juga tidak jauh, mereka berpikir jalan kampung itu bebas dari pelanggaran.

“Pengendara yang tidak melengkapi administrasi, tidak melengkapi fisik kendaaraannya, tidak melengkapi kelengkapan lainnya, helm, sudah dinyatakan melanggar. Bagi kami jika sudah berkendara di jalan, tentu ada risikonya,” ujarnya.

Aksi protes warga terhadap anggota polisi yang melakukan kegiatan penindakan di jalan kampung Dusun Sanggrahan, Desa Gatasrejo, Kecamatan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Satria menjelaskan, video itu dinilai tidak utuh karena diambil pada bagian petugas yang melakukan penindakan di jalan kampung. Padahal, dalam radius 100 meter dari gang itu memang sedang dilakukan razia resmi yang melibatkan banyak personil dan dipimpin seorang perwira.

“Jadi, saat razia itu memang ada petugas yang siaga di ujung jalan kampung tersebut. Hal ini dilakukan karena banyak pengendara yang memutar balik menuju jalan kampung untuk menghindari razia,” jelasnya.

Baca: Takut Dirazia, Pemuda Robayan Jepara Ugal-ugalan Hingga Tabrak Polisi

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabowo menambahkan, kejadian razia yang jadi viral kemungkinan terjadi pada Agustus 2017. Hal itu berdasarkan adanya umbul-umbul Agustusan dalam tayangan dalam video tersebut. Dia mengaku heran kenapa video tersebut baru ramai saat ini.

Panji menuturkan, lokasi razia selama ini merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Indikasinya, dari Januari-Desember sudah terjadi 4 kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut yang mengakibatkan 4 korban jiwa. 

Terkait aksi protes dan berujung pengusiran, Panji menuturkan, tindakan itu bukan dilakukan warga setempat. Hal ini berdasarkan keterangan warga dan RT sekitar dilokasi itu.

“Orang yang marah-marah dalam video itu bukan warga Sanggrahan. Kami sudah minta penjelasan dari Ketua RT dan RW setempat,” katanya.

Editor: Supriyadi