Banyak Pinangan Jadi Wakil di Pilkada Kudus, Ini Kata Ilwani 

Ketua DPC PKB Ilwani saat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus di Kantor DPC PKB, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPC PKB Kudus Ilwani nampaknya menjadi salah satu figur yang diperhitungkan para Bakal Calon Bupati Kudus si Pilkada 2018. Buktinya banyak bakal calon bupati yang ingin menjadikannya sebagai wakil untuk menggaet hati masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ailwani tampaknya hanya santai-santai. Meski begitu, anggota DPRD Kudus dapil 4 (Jekulo-Dawe) ini mengaku siap mendampingi para bakal calon bupati dan wakil di Pilbup  Kudus 2018. Namun, pihaknya membuat sejumlah catatan, yang di antaranya memiliki kursi DPRD melebihi PKB. 

“Kalau soal wakil, idealnya ya menjadi wakil yang kursinya lebih dari enam,” katanya kepada wartawan, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

Saat ini, PKB memiliki enam kursi DPRD Kudus. Dengan jumlah itu, PKB berada diurutan kedua setelah PDIP yang memiliki sembilan kursi. Sementara Gerindra di peringkat tiga dengan lima kursi disusul Golkar, Nasdem, PKS, dan Demokrat yang sama-sama memiliki empat kursi.

“Barusan Pak Masan (PDIP) mengajak saya jadi wakil. Sebelumnya juga ada Pak Tamzil, dan Mawahib (Golkar) juga mengajak saya,” jelasnya.

Di antara nama-nama tersebut, yang memiliki kursi lebih banyak memang PDIP. Karena itu besar kemungkinan ia akan koalisi dengan PDIP. Namun, ia mengakui hanya sebagai petugas partai yang kewenangannya berada di DPP. 

”Semua ada di DPP. Karena itu semua kemungkinan bisa saja terjadi,” ungkapnya

Ia menambahkan, sebagai ketua DPC PKB, pihaknya juga sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati ke PKB. Pengembalian kedua berkas diberikan ke kantor hari ini, Senin (11/9/2017).

Editor: Supriyadi

Datang ke DPC, Masan Minta PKB Dukung PDIP Kudus di Pilkada 2018

Sekretaris PDIP Kudus sekaligus Bakal Calon Bupati Kudus Masan saat berfoto bareng bersama pengurus PKB, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua DPC PDIP Kudus Masan mendatangi Kantor DPC PKB Kudus, Senin (11/9/2017). Kedatangannya Bakal Calon Bupati Kudus ini bermaksud meminta dukungan dan koalisi kepada PKB untuk PDIP Kudus.

Masan datang bersama pengurus PDI Perjuangan. Secara resmi, PDIP melayangkan surat permintaan dukungan dan ajakan koalisi kepada PKB. Surat tersebut diterima langsung Sekretaris Desk Pilkada PKB Amin Hidayat di kantor DPC PKB.

“Saya mewakili partai untuk melakukan penjajakan kepada PKB. Kami meminta dukungan untuk calon dari PDIP di Pilbup Kudus mendatang,” kata Masan yang juga bakal calon bupati asal PDIP Kudus, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

Masan menjelaskan koalisi dengan partai lain sangatlah penting. Untuk itu, sebagai petugas partai sejumlah partai lain didatangi dan diajak untuk berkoalisi. Seperti sebelumnya yang dilakukan untuk Partai Hanura.

Disinggung soal wakil, Masan mengungkapkan semuanya dipercayakan kepada mekanisme yang berlangsung. Misalkan dari PKB meminta wakil, itu sudah menjadi hak dari partai. Namun untuk itu, bakal dibicarakan antar partai lebih lanjut.

“Misal wakilnya Pak Ilwani, singkatannya malah bagus, jadi Mail,” katanya sambil tertawa.

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Sementara, Sekretaris Desk Pilkada PKB Amin Hidayat mengatakan, apa yang diusulkan oleh PDIP diterima oleh panitia. Bahkan PKB Kudus juga tak menutup kemungkinan akan kualisi tersebut.

“Hanya, mekanisme banyak, selain itu juga banyak juga yang sudah mendaftar ke PKB secara resmi,” jawabnya.

Editor: Supriyadi

DPRD Kudus Perlu Persiapan untuk Pemilihan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Di sisi lain, anggota DPRD Kudus asal PKB Nur Khabsyin mengatakan jika mekanisme pemilihan wabup sesuai undang-undang,  dilakukan oleh DPRD. Calon yang akan dipilih merupakan usulan dari parpol pengusung, yang disampaikan ke DPRD oleh bupati.

”DPRD Kudus sendiri perlu melakukan persiapan untuk keperluan ini. Seperti mengubah tata tertib, dengan menambah aturan mekanisme pemilihan wabup,” katanya.

Akhwan sendiri menegaskan, dirinya siap untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Apalagi, dirinya juga sudah mendapat perintah dari partai.

”Saya siap mundur dari jabatan saya sebagai anggota dewan provinsi, jika memang nantinya dipilih jadi wabup,” katanya.

Namun Akhwan juga harus melihat realita bahwa pengisian kekosongan jabatan itu, sepenuhnya berada di tangan bupati Kudus. ”Kalau bupati memberi jalan, saya siap menjalankannya. Tapi kalau itu, ya tidak apa-apa. Itu terserah bupati. Kita serahkan semuanya ke bupati,” imbuhnya. (MERIE)

Parpol Pendukung Isyaratkan Dukung Akhwan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus selepas meninggalnya Wabup H Abdul Hamid, dinilai sudah saatnya harus diisi. Apalagi sudah lebih setengah tahun, jabatan tersebut kosong.

Nama yang disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut, adalah Ketua DPD Partai Nasdem Kudus H Akhwan Sukandar. Dan tampaknya, partai politik (parpol) pendukung kemenangan pasangan H Musthofa-H Abdul Hamid pada pemilukada 2013 lalu, mendukung jika Akhwan maju sebagai wakil bupati.

Itu terlihat dari kehadiran sejumlah pentolan parpol pendukung, pada acara halal bihalal sekaligus reses, yang diadakan Akhwan di kediamannya, Minggu (26/7/2015).

Bukan hanya pimpinan dan kader Partai Nasdem saja yang hadir. Terlihat sejumlah anggota DPRD Kudus seperti Ulwan Hakim (PPP), Rochim Sutopo (PAN), Nur Khabsyin (PKB), serta Ketua PKS Setyo Budi Wibowo ikut hadir dalam acara tersebut. Sebagaimana diketahui, PPP, PAN, dan PKS tak lain partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Musthofa-Abdul Hamid.

Ulwan Hakim anggota DPRD Kudus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ulwan Hakim mengatakan, jabatan wabup yang kosong sejak Januari lalu mendesak untuk segera diisi.
Menurut Ulwan, dalam menunjang kinerja bupati, posisi wabup dinilai cukup penting.

”Karenanya, kami sebagai partai pengusung pasangan pemenang pilkada lalu, sedang menimbang sejumlah nama untuk diajukan sebagai calon wakil bupati,” terangnya di sela-sela acara. (MERIE)

Akhwan Siap Jadi Wakil Bupati Kudus

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus yang terjadi sekarang ini, dinilai perlu untuk segera diisi, setelah ditinggalkan Wabup H Abdul Hamid yang meninggal dunia setengah tahun lalu itu. Sejumlah nama sebenarnya sudah diwacanakan untuk bisa mengisi kekosongan tersebut. Hanya saja, Bupati Kudus H Musthofa masih memilih untuk membiarkan jabatan itu kosong hingga sekarang.

Salah satu nama yang belakangan sering disebut pantas mengisi kekosongan jabatan itu adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H Akhwan Sukandar. Beberapa partai juga belakangan menyebut namanya, sebagai salah satu orang yang pantas mengisi kekosongan jabatan wabup itu.

Ditemui saat menggelar halal bihalal di kediamannya, Minggu (26/7/2015), Akhwan mengatakan bahwa dirinya memang sudah mendapat perintah partai, untuk maju mengisi posisi wakil bupati Kudus yang kosong.

”Ini adalah perintah partai. Mau tidak mau, saya memang harus menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/7/2015).

Menurut Akhwan, dirinya masih merasa nyaman dengan jabatannya sebagai anggota dewan provinsi. Dia tercatat sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus. Namun, jika nantinya memang ditunjuk sebagai wakil bupati, Akhwan mengaku siap untuk mundur dari jabatannya tersebut.

”Itu adalah konsekuensi. Kalau memang nanti akhirnya ditunjuk jadi wakil bupati, saya siap mundur,” tegasnya.

Namun, Akhwan juga menegaskan keputusan agar posisi wakil bupati diisi atau tidak, sepenuhnya ada di tangan Bupati Kudus H Musthofa. Semuanya tergantung apakah bupati ingin jabatan itu diisi atau tidak.

”Kalau bupati mau membuka jalan agar jabatan itu diisi, saya siap kalau ditunjuk. Tapi kalau tidak, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung bupati,” terangnya. (MERIE)