Di Depan Para Duta Besar, Wagub : Kerja Sama dengan Jateng Menguntungkan

Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko saat memberi sambutan dalam gala dinner dengan para duta besar Negara sahabat. (Jatengprov.go.id)

MuriaNewsCom, Surakarta – Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, memamerkan berbagai macam potensi yang ada di provinsi ini kepada para duta besar negara sahabat. Bahkan ia menyatakan, para negara lain diundang untuk bekerja sama untuk pembangunan Jateng, karena menguntungkan.

Ini dikatakan Heru saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam gala dinner dengan para duta besar negara sahabat di Hotel Alila, Surakarta, Selasa (7/11/2017) malam.

Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Setda Provinsi Jateng dan Kota Surakarta. Heru menyebut dengan berbagai macam potensi yang ada di Jateng kerja sama yang dilakukan benar-benar akan menguntungkan dua belah pihak.

“Jateng akan menyambut baik kemitraaan dalam berbagai bidang pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat lokal bahkan global. Sekaligus membangun dan melestarikan lingkungan alam, budaya dan peradaban,” bebernya.

Dalam hal peluang investasi, lanjut Heru, pemprov memberikan kemudahan dalam perizinan usaha dan investasi secara proporsional dan profesional. Seperti pegembangan one stop service agar pelayanan itu cepat, mudah serta bebas pungutan liar.

Selain itu, sumber daya manusia Jateng juga dikenal mempunyai etos kerja tinggi, ulet, rajin, dan tidak mudah mengeluh. Tidak kalah penting adalah potensi sumber daya alam Jawa Tengah yang melimpah.

“Kami menantikan kunjungan bapak ibu semua di lain kesempatan dalam suasana yang makin akrab dan membahagaikan,” harapnya.

Melalui kunjungan tersebut, kata Wagub, mereka akan merasakan beragamnya potensi wisata dan produk unggulan yang tersebar di seluruh pelosok Jateng. Baik wisata alam, sejarah, budaya, religi, kuliner, dan sebagainya.

Begitu pula produk unggulan, bermacam produk kerajinan tangan, batik dengan ragam motifnya, makanan dan minuman herbal, pakaian, tenun yang eksotis, hingga furniture yang artistik.

Ia mencontohkan, tari panah dan rampak cakil khas Jateng yang tampil memukau pada pembukaan acara tersebut, merupakan bagian dari wajah Jawa Tengah, seni budaya serta kearifan lokal. Selain itu, berbagai produk unggulan Jateng dengan keunikannya semakin menarik seandainya para duta besar berkenan berkunjung ke sentra-sentra UMKM, pusat seni budaya, dan obyek wisata.

“Kami berharap, selama berada di Surakarta, bapak ibu semua merasa nyaman dengan suasana kehidupan masyarakat, serta memperoleh hal-hal baru yang menyenangkan dan mengesankan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kisah Wakil Gubernur Jateng yang Tolak Kuliah di UGM Karena Tak Punya Biaya

Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko saat menceritakan kisah hidupnya di depan siswa SMA Negeri 1 Purbalingga. (Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Banyak yang mengira kehidupan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, sudah enak dan nyaman sejak kecil. Namun tidak banyak yang tahu jika mantan bupati Purbalingga ini, juga pernah mengalami sulitnya tak punya uang.

Heru terpaksa mengubur keinginannya untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, lantaran tak punya biaya. Padahal saat itu ia telah diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.

Heru menceritakan perjalananya yang harus mencari perguruan tinggi tak berbayar alias gratis, agar bisa melanjutkan kuliah. Saat masih duduk di bangku SMAN 1 Purbalingga yang dulu bernama SMA Purbalingga (1967 dan lulus 1970) sang ayah kagum dengan nilai-nilai yang didapatkannya.

Terutama nilai ujian akhir sekolah. Sang ayah pun berpesan agar Heru melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Namun ia diminta mencari kampus yang tak perlu mengeluarkan biaya. Karena saat itu orang tuanya hanya guru SD kurang mampu.

“Saya teringat nasehat bapak saya yang bilang, bijimu apik temen, sinaune kapan? Jajal mengko sekolah lanjutna, mbok ana sekolah sing ora mbayar,” katanya.

Saat itulah ia memutuskan untuk tak mengambil kuliah di UGM, meskipun sudah diterima masuk di Fisipol. Ia kemudian memilih kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dalan lulus tahun 1974.

Setelus lulus, ia berkarir sebagai pegawai negeri. Meski demikian, ia tak mau berhenti begitu saja. Heru kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Depdagri dan lulus tahun 1981. Heru juga mengambil S2 di Magister Administrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang lulus tahun 2003.

Karirnya sebagai pegawai negeri pun berkibar, sejumlah jabatan pemerintahan pernah dijalani. Mulai dari kepala dinas, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Bupati Purbalingga dan kini menjadi Wakil Gubernur Jateng mendampingi Ganjar Pranowo.

Pengalaman hidup Heru ini pun sempat diceritakan kepada siswa kelas XII di almamaternya dulu yakni  SMA Negeri 1 Purbalingga, yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional (UN), Kamis (19/10/2017).

Dia menceritakan perjalanan hidup saat bersekolah untuk memberikan motivasi kepada siswa, agar tak patah arang untuk mencari pendidikan meski ada keterbatasan biaya.

Apalagi saat ini pemerintah sangat peduli di bidang pendidikan, sehingga keterbatasan biaya jangan dijadikan alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Banyak beasiswa yang disediakan bagi para siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi secara gratis baik di dalam maupun luar negeri, seperti beasiswa Bidik Misi.

“Teruslah belajar dengan tekun dan bertekad kuat. Jangan jadikan biaya sebagai alasan untuk tidak melanjutkan. Karena kalian bisa kuliah di perguruan tinggi ternama dengan beasiswa. Saya yakin kelak kalian akan jadi orang sukses,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Musthofa Diangkat Jadi Pembina Alumni GSNI Jateng

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyematkan pin kepada Musthofa dalam pelantikan pembina alumni GSI Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa diangkat menjadi pembina Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jateng. Selain Musthofa ada sejumlah tokoh lain yang diangkat jadi pembina, yakni mantan Rektor Undip Semarang Prof Sudharto P Hadi, dan dr Hadi Suwignyo.

Pengangkatan ini dilakukan saat temu alumni GSNI di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu (17/9/2017). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko yang memimpin pelantikan dengan menyematkan pin.

Dalam kegiatan yang dihadiri alumni GSNI pusat, pengurus GSNI kabupaten/kota di Jateng, serta dari GSNI dan alumni dari luar Jateng itu, Wagub Jateng menyatakan GSNI bukan hanya sekadar sebagai sebuah organisasi.

Namun sebagai wadah untuk menggelorakan semangat ajaran Bung Karno kepada generasi muda. “Semangat Pancasila adalah gotong royong. Ini yang harus diamalkan seluruh anak bangsa,” kata Heru.

Sebagai pembina, Musthofa merasa terhormat menerima amanah ini. Karena menurut dia, GNSI selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menyemai bibit-bibit pemimpin bangsa. 

“Oleh karena itu, untuk menanamkan nilai-nilai pancasila, di Kabupaten Kudus akan digelar program Kampung Pancasila. Bukan hanya seremonial saja, tetapi semua desa dipacu untuk berlomba mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pengolahan Sampahnya Oke,  Kelurahan Panggang Jepara jadi Desa Percontohan di Jateng

wagub 1

Wagub Jateng Heru Sudjatmoko saat melakukan kunjungan di Kelurahan Panggang, Kecamatan Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu kelurahan yang ada di Kabupaten Jepara terjadi mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko.

Kelurahan itu adalah Panggang. Tepatnya di Kecamatan Jepara. Wagub juga datang bersama rombongan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua DPD PPNI  Jawa Tengah Edi Wuryanto mengatakan, Kelurahan Panggang ini merupakan Role Model atau percontohan yang sangat bagus. Karena adanya pengelolaan sampah yang sudah baik, dan sudah dilakukan masyarakat sendiri.

Dampaknya, kesehatan masyarakat bisa terjaga usai sampah dikelola secara baik. Selain itu juga berdampak pada hidupnya sektor yang lain.

“Kelurahan Panggang ini masyarakatnya bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Sehingga demam berdarah, diare sangat minim dikarenakan dalam penanganan kesehatanya bagus,” katanya, Minggu (24/7/2016)

Menurutnya, dengan adanya Kelurahan Panggang sebagai Desa Sehat Mandiri nantinya dapat sebagai percontohan bagi desa-desa di Jawa Tengah.  Itu juga didukung upaya ddari Dinas Kesehatan bersama para perawat di Kabupaten Jepara, dalam menjaga kesehatan warga.

Seperti mulai pengasapan, DBD, dan pemantauan jentik.  Kesemua ini merupakan basis pelayanan kesehatan yang ada di keluarga dan di komunitas.

Sementara itu Wagub Heru dalam dialognya dengan warga Kelurahan Panggang mengaku senang dan bangga atas apa yang dilakuk masyarakat. Menurutnya, yang paling penting seluruh warga berupaya bersama agar tidak sampai jatuh sakit dan paling tidak, tidak mudah jatuh sakit dengan cara menjaga kesehatan.

Perilaku yang sehat antara lain menjaga kebersihan lingkungan, makanannya dan seterusnya. Sekarang ada gerakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan hal ini bertujuan agar tidak adanya penularan penyakit, terutama untuk penyakit-penyakit menular. “Dan ini harus terus diupayakan, digerakan, disuluhkan,” kata Heru.

Wakil Gubernur Jawa Tengah hadir di Jepara dalam rangkaian acara yang digelar oleh PPNI mulai 22 hingga 24 Juli 2016. Acara tersebut adalah seminar sekaligus raker PPNI Jawa Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Wagub mengunjugi beberapa tempat, salah satunya Kelurahan Panggang, Kota, Jepara.

Dia melihat secara langsung tempat pengelolahan sampah, baik organik dan nonorganik. Selain itu melihat hasil kerajinan tangan yang terbuat dari limbah sampah yang bisa dibuat menjadi suvenir.

Editor : Akrom Hazami