Pencuri di Toko Emas Tjandi Kudus Diduga Sudah Amati Situasi

MuriaNewsCom, Kudus – Pencuri yang beraksi di Toko Emas Tjandi Kudus, diduga telah merencanakan aksinya. Hal itu ditengarai dari pemilihan waktu oleh pencuri untuk melancarkan aksinya.

Dari keterangan pegawai toko, saat itu sedang jam istirahat. Selain itu, pelaku juga memanfaatkan kelengahan penjaga.

“Kejadian sekitar pukul 11.45 WIB (Rabu,21/2/2018). Saat itu kondisinya agak sepi, ada tiga orang yang masuk ke toko. Satu orang memang membeli emas. Namun dua orang lagi, perempuan dan laki-laki (terduga pencuri) itu berusaha menyibukan penjaga toko dan kemudian mencuri satu buah gelang,” ucap Yusuf Maulana, Senin (26/2/2018) pagi.

Baca: Aksi Pengutil Emas Terekam CCTV di Kudus

Menurutnya, selain terdapat kamera pengindera jarak jauh atau Closed Circuit Television (CCTV) adapula petugas dari kepolisian. Namun saat itu tengah beristirahat.

“Ketika jam itu, dua orang tersebut datang ketika tengah jam istirahat. CCTV nya disini banyak, polisi juga ada,” tambahnya.

Menurutnya, beberapa kali upaya pencurian di toko emas tersebut sempat terjadi. Namun, semuanya berhasil digagalkan.

“Baru kali ini sampai kecolongan, yang peristiwa-peristiwa lain ketahuan dan berhasil diamankan,” urainya.

Kasus ini sendiri sedang ditangani oleh Polres Kudus. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari rekaman CCTV sudah diketahui wajah dari pelaku.

“Kelihatan dari CCTV, wajahnya sudah kita tahu. Tinggal secepatnya kami melakukan proses pencarian,” ujar Kapolres akhir minggu kemarin.

Editor: Supriyadi

Aksi Pengutil Emas Terekam CCTV di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah pencurian perhiasan emas terjadi di Toko Emas Tjandi di Kudus. Aksi pencurian ini terekam pengindera jarak jauh atau Closed Circuit Television (CCTV) dan menjadi viral (virus virtual) di media sosial.

Fany seorang karyawan toko perhiasan Tjandi membenarkan hal itu. Menurutnya pencuri mengutil di tokonya pada Kamis (21/2/2018). Pencurinya, adalah dua orang, laki-laki dan perempuan setengah baya.

“Orangnya dua orang, yang satu perempuan, yang satu laki-laki. Ibunya gemuk, alisnya tebal hidungnya kayak pakai silikon. Sementara yang laki-laki tinggi tapi agak bungkuk posturnya. Mereka menggunakan bahasa Jawa berlogat seperti orang Surabaya,” tuturnya, Sabtu (24/2/2018).

Menurutnya, saat itu kondisi toko tengah ramai pembeli. Dua orang tersebut lantas datang dan katanya mau membeli emas. Namun gelagat kedua orang itu nampak mencurigakan, si tersangka perempuan terlihat terus-terusan mengobrol dengan penjaga. Sementara si lelaki terlihat diam dan memperhatikan percakapan antara si perempuan dengan penjaga toko.

“Ibunya (pelaku) nampak mengajak terus bicara penjaga. Minta ini dan itu. Sementara si laki-laki memperhatikan. Nah yang hilang itu sebuah gelang, beratnya saya tidak tahu pasti, namun yang pasti itu emas tua,” imbuhnya.

Aksi pencurian perhiasan emas di Toko Emas Tjandi di Kudus yang terekam CCTV.

Dirinya mengatakan, atas peristiwa itu telah membuat laporan di Polres Kudus. Terkait video CCTV yang menjadi viral, ia menyebut tidak secara langsung mengunggahnya ke media sosial.

“Mungkin menyebarnya dari kerabat-kerabat saya, kemudian menyebar secara luas. Harapannya dengan ada video yang menyebar, bisa menjadi pelajaran bagi toko-toko lain agar tidak menjadi korban yang kedua,” harapnya.

Terkait penjagaan, Fany menyebut akan menambah penjagaan, CCTV dan peraturan yang ada di toko yang terletak di Kota Kudus itu.

Editor : Supriyadi

VIRAL!! Tak Terima Ditilang Emak-emak di Kudus Gigit Tangan Polantas

MuriaNewsCom, Kudus – Tak terima ditilang, aksi emak-emak di Kudus ini bikin mengelus dada sekaligus menggelikan. Ia mengigit tangan polantas Kudus yang coba menghentikannya, Kamis (22/2/2018).

Pelaku pengigit petugas satlantas Polres Kudus itu, diketahui bernama Anik Tri Kurniawati (45). Ia ibu rumah tangga warga Jepang Pakis RT 3 RW 05 Kecamatan Jati. Apesnya, aksi tersebut terekam kamera dan menjadi viral di dunia maya.

Kepada MuriaNewsCom, Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat itu petugas sedang melakukan pengamanan jalur di Jl A Yani Perempatan Bank BNI 46 Desa Panjunan Kecamatan Kota Kudus, pukul 06.30 WIB.

“Petugas kami atas nama Erlangga Hananda Seto sedang melakukan penjagaan. Lalu datanglah ibu itu, tidak menggunakan helm. Lalu petugas menghentikannya namun berusaha melawan dengan mengigit dan menabrakan kendaraannya kepada petugas,” tuturnya, dihubungi Kamis sore.

Ia menuturkan, dari pemeriksaan yang bersangkutan tak memiliki SIM dan STNK yang dibawa tak sesuai dengan kendaraan yang ditunggangi.

“Petugas kemudian menyita kunci kendaraan, tidak terima yang bersangkutan lantas mengigit petugas kami. Saat ini yang bersangkutan (pelaku pengigitan) tengah diperiksa di Satreskrim Polres Kudus. Terkait perbuatan ibu tersebut petugas kami juga telah membuat laporan resmi tentang perbuatan tak menyenangkan dan melawan petugas,” imbuh Eko.

Aksi gigit Anik juga terekam oleh video amatir warga. Didalam rekaman video tersebut Anik memakai gamis warna biru dan menunggangi Yamaha Mio nopol K 2899 HR warna ungu.

“Balikno kunciku, Matahari kebakaran, Matahari kebakaran, Balikna kunciku (sambil mengigit petugas). Gak pakai helm berapa tak kasih satu juta,” ujarnya dalam video tersebut.

Dalam video lain, nampak emak-emak itu tidak terima dan hendak menggelandang motornya. Ia juga berteriak-teriak lantang didepan polisi.

“Tiga belas juta, tiga belas juta,” tuturnya tanpa tujuan jelas sambil mengacung-acungkan jari.

Kasatlantas Polres Kudus membenarkan terkait video tersebut. Ia menyatakan, video tersebut merupakan rekaman amatir dari warga.

Editor: Supriyadi

Ini Sosok Suswati, Sopir Truk Emak-emak Asal Tunggulrejo Grobogan yang Jadi Viral

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita tentang sopir truk emak-emak yang sempat dihentikan polisi ketika menggelar razia, masih saja menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Bahkan, di dunia maya, pemberitaan maupun foto yang diunggah berbagai akun medsos langsung jadi viral.

Sosok emak-emak yang mengemudikan sopir truk ini juga mendapat banyak pujian dari warganet. Terlebih, dalam razia itu, sopir truk bernama Suswati tersebut ternyata punya surat lengkap. Termasuk punya SIM B1 yang sesuai peruntukkannya.

Sopir truk yang bikin simpati ini tinggalnya di Dusun Ngamban, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Selama ini, perempuan berusia 48 tahun itu sudah sering kali mengemudikan truk.

Sebagai seorang perempuan, daya jelajahnya mengemudikan truk boleh dibilang cukup mencengangkan. Soalnya, ia sudah biasa kirim barang ke berbagai kota seorang diri. Antara lain, Demak, Semarang, Kudus, Blora, Rembang, hingga Bojonegoro.

“Barang yang saya kirim adalah hasil pertanian. Sejak lama, saya memang usahanya dibidang jual beli hasil pertanian. Seperti, jagung, gabah, beras, kacang atau kedelai,” kata Suswati saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/1/2018).

Saat ada razia di jalan raya Wirosari-Kradenan dua hari lalu, Suswati yang mengemudikan truk warna kuning dengan nomor polisi K 1306 MP sedang mengangkut muatan jagung untuk dikirim ke Wirosari. Setelah itu, ia langsung kembali pulang ke rumahnya dan truknya langsung diisi muatan beras untuk dikirimkan ke Demak.

“Saat panen seperti ini, memang saya cukup sibuk. Hampir tiap hari saya bepergian ke luar kota untuk kirim barang,” jelas ibu dua anak itu.

Rumah Suswati terlihat cukup sederhana. Modelnya berbentuk limasan memanjang ke belakang. Bagian depan yang berlantai tanah, sebagian dipakai untuk ruang tamu dan garasi. Kemudian bangunan tengah untuk rumah utama dan paling belakang difungsikan untuk gudang.

Di dalam garasi ada satu truk. Sedangkan di depan rumah ada dua truk lagi. Satu truk yang sebelumnya dipakai Suswati saat ada razia kemarin, sedang diisi muatan beras. Sedangkan satu kendaraan lagi jenis truk engkel baru kondisinya kosong.

Sebelumnya, pengiriman barang dagangan dilakukan suaminya Suwanto (52). Terkadang juga ditangani anak pertamanya Muhammad Fauzi. Selain itu, anak keduanya Muhammad Makhrus juga mulai membantu, selepas taman SMK dua tahun lalu.

Suswati bersama suaminya Suwanto dan anak bungsunya Muhammad Makhrus saat ditemui di rumahnya di Dusun Ngamban, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Sabtu (20/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Awal mula Suswati berani mengemudikan truk sendiri karena terpaksa. Kebetulan, suami dan anaknya sedang mengantarkan barang ke luar kota. Sedangkan, saat bersamaan ada order pengiriman barang dari koleganya di luar kota. Setelah dapat izin suami, Suswati akhirnya nekat mengirimkan barang sendiri.

“Jadi, satu rumah ini kebetulan bisa nyopir semua. Kebetulan, waktu itu lagi sibuk semua dan cari sopir pocokan gak dapat. Akhirnya, saya kirimkan sendiri dan sejak itu jadi terbiasa sampai sekarang. Waktu itu, belum pakai truk tapi masih colt pikap tua,” cetus perempuan yang sudah punya seorang cucu itu.

Suswati mengaku sudah bisa mengemudikan kendaraan roda empat sejak lama. Yakni, beberapa tahun setelah menikah. Kepandaiannya mengemudi diajari suaminya sendiri.  Awal belajar masih pakai colt pikap dan kemudian berlanjut mengemudikan truk. Pada tahap belajar, Suswati hanya mengemudikan kendaraan dijalan desanya dan biasanya dilakukan malam hari.

Baca : Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

Meski biasa bepergian ke luar kota, namun suami dan anak-anaknya tidak merasa khawatir. Soalnya, mereka percaya dengan kemampuan Suswati dalam mengemudikan kendaraan berat yang membawa muatan. Tak lupa, doa untuk kelancaran dan keselamatan saat bekerja juga selalu dipanjatkan.

“Sebelumnya, kan sudah saya ajari lama. Jadi, saya berani berikan izin ketika mau antar barang ke luar kota. Kalau tidak ada acara bersamaan, biasanya saya atau anak-anak yang mendampingi mengirim barang. Anak saya yang bungsu sudah biasa antar barang sampai Lampung. Sedangkan anak pertama sudah menikah dan tinggalnya di Desa Banjardowo, Kecamatan Kradenan dan biasanya juga ikut mengantar barang kalau pas tidak ada kesibukan,” imbuh Suwanto.

Aktivitas pengiriman barang ke luar kota biasanya terjadi saat mendekati panen raya. Jika musim kemarau, pengiriman barang ke luar kota hanya dilakukan sesekali.

Meski demikian, bukan berarti mereka beritirahat usaha. Saat kemarau datang, kesibukan keluarga ini berganti. Yakni, jualan air bersih yang ditempatkan dalam tangki penampungan dan dipasang dibak truk.

“Kalau kemarau, kita ganti sibuk jualan air. Didaerah sini, kalau kemarau sulit mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Teller BRI di Kudus yang Tolak Uang Receh Minta Maaf ke Rumah Nasabah, Persoalan Selesai

Screenshot keluhan tentang pelayanan BRI dari  Facebook Kiki Suryaningrum. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penolakan nasabah yang dilakukan salah satu teller BRI di Kudus, memasuki babak baru. Setelah kasus ini viral di media sosial, pihak BRI langsung mengambil sikap.

Petugas yang melakukan penolakan nasabah dengan alasan tak menerima uang recehan, langsung mendapat pembinaan. Tak hanya itu, petugas tersebut juga mendatangi rumah nasabah yang ditolak untuk meminta maaf.

Dari pertemuan itu pun didapatkan kesepakatan jika kasus tersebut sudah selesai.

Hal ini juga diamini Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, petugas khusus teller di Jekulo sudah datang ke rumah nasabah tersebut.  Tujuannya untuk menyelesaikan perkara yang menyangkut nama BRI.

“Kemarin siang langsung saya hubungi  unit Jekulo. Dan saya meminta langsung diselesaikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (21/12/2017).

Menurut dia, petugas yang menyebabkan keluhan pelanggan dipastikan akan diberikan pembinaan. Namun mengenai sanksi yang diberikan, ia enggan membicarakan karena yang memutuskan internal BRI.

Surat pernyataan yang ditulis nasabah BRI

Sementara itu, Kiki Suryaningrum, warga Kecamatan Jekulo yang mengeluhkan pelayanan BRI juga menganggap persoalan tersebut sudah selesai. Karena pihak BRI datang secara langsung ke rumahnya untuk meminta maaf dan menyelesaikannya.

“Sekitar jam 16.00 WIB petugas datang. Mereka berjanji untuk menelusuri petugas yang membuat saya kecewa,” ungkap dia.

Dia memastikan permasalahan sudah beres, bahkan dia sudah membuat surat pernyataan yang juga diunggah ke akun Facebook milik dia.

Sebelumnya Kiki memposting keluhan tentang pelayanan di kantor Teras BRI Jekulo, yang menolak nasabah karena uang yang di bawa pecahan di bawah Rp 50 ribu.

Editor : Ali Muntoha

Baca : VIRAL, BRI Jekulo Kudus Tolak Uang Pecahan di Bawah Rp 50 Ribu dari Nasabah, Begini Reaksi Nitizen

Sempat Kejar-kejaran, Mobil Berkaca Bolong Ini Ditinggal Kabur dalam Kondisi Menyala

Kaca belakang mobil Oddesey bolong saat terlibat aksi kejar-kejaran di Solo. (FB Info Cegatan Solo)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah video yang beredar di media sosial bikin heboh warga di kawasan Solo Raya. Dalam video terekam sebuah mobil Oddesey yang kaca belakangnya bolong

terlibat aksi kejar-kejaran.

Oleh netizen, mobil itu disebut dikendarai para perampok dan tengah kabur dari kejaran polisi. Ada juga yang menyebut jika mobil tersebut lari setelah terlibat tabrak lari.

Mobil berpelat nomor B 2934 BA itu, Senin (18/12/2017) kemarin ternyata ditemukan di Dukuh Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Saat ditemukan mesin mobil masih dalam kondisi menyala.

Sementara pengemudi dan penumpang mobil melarikan diri saat didekati warga. Saat ditemukan kaca bagian belakang samping pecah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto menyebut, mobil itu ditemukan warga sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu menurut dia, warga melihat seorang laki-laki dan perempuan langsung kabur dari dalam mobil.

“Mobilnya ditemukan di gang buntu. Di dalam mobil ada laki-laki dan perempuan yang langsung lari ke kebun tebu,” katanya kepada wartawan di sela rapat koordinasi lintas sektoral jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (19/12/2017).

Ia menyebut, warga sempat melakukan pengejaran dua orang yang kabur itu namun tidak tertangkap. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi sudah mendata ciri-ciri penumpang yang melarikan diri itu.

“Laki-laki perawakan tinggi. Perempuan sekitar 150 cm tingginya, pakai dres putih lari ke utara ke ladang tebu. Saksi (warga) mengejar tapi tidak didapatkan,” terang Henik.

Menurutnya, hingga kini jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyelidikan.

Kendati demikian, pihaknya mendapatkan informasi jika pengendara mobil terlibat aksi penipuan sehingga dilakukan pengejaran. Terkait siapa yang mengejar, Henik masih mengumpulkan keterangan.

“Informasi yang kita terima dari serse di Solo, semacam penipuan, dikejar dari Salatiga,” pungkas Henik.
Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai juga memastikan jika kasus tersebut bukan perampokan. Kondisi kaca pecah bukan karena tembakan, melainkan lemparan batu.

Editor : Ali Muntoha

Polantas di Semarang yang Terekam Peras Pemotor Dijebloskan ke Penjara

Aksi Bripka A anggota Satlantas Polrestabes Semarang yang terekam saat melakukan pungli kepada pengendara. (Youtube)

MuriaNewsCom, Semarang – Video oknum polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang yang viral, karena memeras seorang pengendara sepeda motor telah ditindak dan dijebloskan ke penjara.

Oknum polisi Bripka A itu terekam sedang melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan razia di daerah Mangkang, Kota Semarang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Bakharuddin membenarkan adanya pemerasan sebagaimana dalam video YouTube tersebut.

“Memalukan. Kapolresrabes dan saya sudah sepakat menjebloskan oknum tersebut ke dalam sel,” katanya.

Sementara Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memastikan, pihaknya telah tindakan tegas terhadap oknum tersebut. “Sudah saya perintahkan untuk segera disidang disiplin,” katanya.

Selain itu, Bripka A itu juga akan diberi sanksi berupa pemindahan dari Satlantas ke kesatuan lain.

Video pemerasan tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh pemilik akun Youtube Gaska Pelangi dengan judul “Oknum Polisi Pungli Kembali di Semarang”.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu, terlihat seorang oknum polisi yang meminta sejumlah uang kepada seorang pengendara kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas saat razia.

Pada kejadian di daerah Mangkang, Kota Semarang itu Bripka A meminta sejumlah uang kepada pengendara pelanggara lalu lintas tanpa memberikan bukti atau surat tilang.

Editor : Ali Muntoha

Berikut video aksi pungli yang dilakukan oknum polisi yang diunggah akun Youtube Gaska Pelangi

https://www.youtube.com/watch?v=3oJhmKx1ML0

Bikin Geger Warganet, Sepeda Motor Diparkir Terbalik di Klaten

Foto sepeda motor yang diunggah di Facebook.

MuriaNewsCom, Klaten – Ada-ada saja yang terjadi di Kabupaten Klaten ini. Yaitu, adanya sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan terbalik. Posisi sepeda motor yang tak semestinya itulah, bikin geger warganet. Terutama masyrakat Klaten.

Mulanya, info ini muncul dan jadi bahan pembicaraan di Info Cegatan Klaten (ICK) Minggu (12/11/2017). Salah satu anggota di grup itu, dengan nama akun Nardji mengunggah foto sepeda motor terbalik itu. Tak lupa, Nardji menuliskan keterangan di foto tersebut.

“Selamat pagi lur, info sepeda motor Supra tadi malam sampai sekarang ditinggal pemilknya, posisi di depan gardu listrik Babadan,” tulis Nardji.

Ada tiga foto yang diunggah saat itu. Terlihat sebuah sepeda motor Supra berpelat nomor AD 6526 EC. Dengan posisi sepeda motor terbalik. Nardji juga menceritakan asal-muasal adanya seorang pria yang meninggalkan sepeda motor itu. Mulanya pria pengguna sepeda motor berhenti di dekat areal gardu listrik Minggu dini hari pukul 00.00 WIB.

Nardji melihat pemilik sepeda motor itu langsung membalikkan sepeda motornya. Pria itu juga sempat tiduran di jalan. Ketika itu, Nardji yang melihat memilih mendiamkan. Nardji mengira jika itu dilakukan pria itu karena pengaruh alkohol. Pria tersebut langsung berjalan meninggalkan sepeda motornya.

Nardji mencari pria itu, tapi tak tahu. “Sempat juga mau dibawa orang lewat, tapi aku tegur dari dalam trus ga jadi. Akhirnya paginya tak bawa ke dalam, takut jadi tontonan,” tulis Nardji. Minggu pagi sepeda motor tersebut diamankan di dalam areal gardu listrik.

Sejumlah warganet bereaksi. Namun baru ada seorang yang mengaku mengetahui pemilik sepeda motor itu. Yaitu pemilik akun Sukarno yang meng-capture unggahan Nardji, pada Selasa (14/11/2017). “Ngapunten seng posting niki posisi ten pundi nggih? Ini sepeda motor teman saya, dicari keluarganya, atas kerjasamanya saya ucap terima kasih sebelumnya,” tulis Sukarno.

Sukarno sempat menjelaskan tentang pria yang memakai sepeda motor itu. Pria itu mengalami gangguan jiwa. Sampai saat ini, keluarga pemilik sepeda motor tidak tahu alasan sepeda motor itu ditinggal. Akhirnya, pria itu ditemukan di daerah Jatinom, Klaten.

Setelah mendapat informasi sepeda motor di Polsek Wonosari, sepeda motor terbalik itu sudah kembali ke pemiliknya Selasa sore sekitar pukul 16.20 WIB. Pemilik mengambil sepeda motor menggunakan mobil pikap.

Editor : Akrom Hazami

Viral, Pedagang Bubur Ayam Gratiskan Dagangannya Setiap Jumat

Agus Sutriyono, penjaja bubur ayam yang lagi viral, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. (Detik.com)

MuriaNewsCom, Salatiga – Pedagang bubur ayam di Kota Salatiga, menjadi viral di media sosial setelah kisah inspiratifnya ramai dibicarakan warga dunia maya (netizen). Si pedagang bubur itu dikabarkan menggratiskan dagangannya kepada semua pelanggan setiap hari Jumat.

Dilansir dari Solopos.com, kisah inspiratif yang lantas menjadi viral itu kali pertama dibagikan pengguna akun Facebook Tri Wahyono di dinding grup Facebook Kabar Salatiga, Jumat (20/10/2017) lalu. Dalam paparannya, ia mengaku kaget saat makan bubur di warung milik pedagang yang diketahui bernama Agus Sutriyono di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Pasalnya, meski tak memasang pemberitahuan bubur gratis, semua orang yang makan di warung milik Agus tak diminta uang sama sekali. Ia pun menjelaskan Agus memang memiliki prinsip memberi tanpa pamrih. “Ternyata [Agus] berprinsip memberi tidak akan berkekurangan itu benar adanya. Matursuwun Bapak mugi Gusti paring Berkah dumateng panjenengan,” tulis pengguna akun Facebook Tri Wahyono.

Tak pelak pujian dan sanjunga ramai-ramai dilontarkan warganet. Mereka juga kagum dengan sikap Agus, si penyaji kuliner bubur ayam di Salatiga yang beramal tanpa pamrih. “Subhanallah… Sungguh mulianya,” tulis pengguna akun Facebook Niah Nona Libra.

“Banyak orang kaya tapi miskin amalnya. Banyak juga orang miskin tapi banyak amalnya,” timpal pengguna akun Facebook Farid Kiply Adja.

“Jatuh cinta pada sebuah ketulusan. Allah maha adil,” tulis pengguna akun Facebook Septiana.

Bukan cuma itu, warganet juga ramai mendoakan Agus agar mendapatkan rezeki melimpah. Tak sedikit dari mereka yang mendoakan adalah orang yang pernah menerima kebaikan Agus. “Dulu pas aku dirawat di rumah sakit juga bapaknya ngasih ke semua pasien di sana, termasuk aku juga,” tulis pengguna akun Facebook Ananda Puspa.

“Subhanallah. Semoga dagangan bapak laris setiap harinya. Amin,” tulis pengguna akun Facebook Bu Zul Bu Zul.

Kiriman terkait penyaji kuliner bubur ayam di Kota Salatiga itu lantas menjadi viral di media sosial, baik Facebook maupun Instagram. Di media sosial Facebook, kisah inspiratif itu telah mendapatkan lebih dari 6.100likes, ratusan komentar, serta sudah dibagikan ratusan kali.

Editor : Akrom Hazami

Kapolres Kudus: Lihat Polisi Langgar Lalulintas, Upload ke Medsos dan Viralkan

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memeriksa kendaraan usai gelar pasukan operasi Zebra Candi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menjamin kegiatan Operasi Zebra Candi 2017 tak akan pandang bulu. Selain menyasar masyarakat umum, operasi ini juga diperuntukkan bagi petugas kepolisian.

Bahkan, jika ada petugas yang melanggar, masyarakat diminta untuk mengabadikannya lewat foto ataupun video. Selanjutnya, baik foto ataupun video diunggah ke media sosial untuk diviralkan.

“Jika ada petugas yang melanggar dan diketahui masyarakat, silakan direkam. Upload ke medsos masing-masing dan viralkan,” katanya kepada wartawan.

Baca: Pak Haji Penjual Miras Oplosan Asal Mlonggo Jepara Dikenai Pasal Berlapis

Menurut Kapolres, dengan langkah tersebut akan diketahui petugas yang melanggar. Dengan begiti petugas juga dapat diberikan hukuman sesuai dengan yang aturan.

Jika khawatir, ada cara lain yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan langsung melaporkan kepada petugas baik di Polsek maupun Polres beserta bukti-bukti yang dimiliki.

“Rekaman tersebut, dapat sebagai bukti akan pelanggaran yang berlaku. Jadi hukuman akan tetap diberikan. Untuk identitas pelapor, saya pastikan aman,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Viral, Beredar Foto Siswi Bercadar di Tegal, Ini yang Terjadi

Siswi mengenakan cadar mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Tegal. (Facebook)

MuriaNewsCom, Slawi –  Beredar foto siswi bercadar yang sedang berada di kelas. Foto itu terpajang di media sosial Facebook. Di keterangan foto tertulis,  SMK Attholibiyah Bumijawa Kabupaten Tegal.

SMK Attholibiyah ada di Jalan Mobok Karsih, Desa Muncanglarang, RT 001 RW 004, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Bangunan menyatu dengan kompleks Pondok Pesantren Attholibiyah.

Kepala SMK Attholibiyah, Kustanto Widyamoko, kepada wartawan membenarkan jika foto siswi bercadar yang jadi viral, memang benar adanya. Seperti di kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) itu, semua siswi memakai cadar hitam.

Seragam mereka bawahan abu- abu dan atasan putih beserta lambang osis di dada dan identitas sekolah. Kerudungnya sama seperti yang dikenakan siswi di sekolah lain, hanya saja ada tambahan kain cadar yang menutupi wajah.

“Foto (foto viral siswi bercadar) itu benar. Siswi sudah setahun atau dari 2016 memakai cadar, sebelumnya tidak,” kata Kustanto.

Pemakaian cadar yang dilakukan siswi juga merupakan keputusan dari pondok pesantren tersebut.  Sebab pihak pengasuh ingin agar siswi bisa lebih terjaga moralnya.

Ketua Yayasan Attholibiyah, Habib Sholeh Al Athos, mengatakan, cadar yang diberlakukan untuk siswi adalah inisiatif pondok. “Itu merupakan inisiatif dari pengasuh pondok,” kata Habib Sholeh.

Jadi bukan berarti pondok pesantren mengajarkan siswi mengikuti aliran paham radikal. Pengasuh pondok pesantren  khawatir jika pemakaian cadar tidak dilakukan, maka banyak yang berpacaran.

“Makanya, untuk menutup wajah, pemakaian cadar diberlakukan. Cukuplah suami mereka yang tahu wajah mereka,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

VIRAL, Buang Sampah di Sungai, Ibu-Ibu Ngamuk di Temanggung, Warganet Geram

Warga yang konangan hendak buang sampah di sungai di Temanggung. (Capture Facebook)

MuriaNewsCom, Temanggung – Viral, beredar video singkat. Video yang pertama kali dibagikan oleh akun facebook bernama Kang Ery itu ditonton dan dibagikan ribuan kali. Di video yang 2.407 kali dibagikan tampak mobil bak terbuka di tengah sebuah jembatan di Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Di video itu bermula mobil melaju dan terhalang oleh mobil pikap di tengah jembatan. Dalam kondisi itu, seorang ibu mengenakan baju merah dan berjilbab merah muda keluar dari dalam mobil dan mendekati pikap AA 1733 UY.

Di pikap itu, ada dua orang laki-laki berdiri di atas tumpukan karung berwarna kuning berisi sampah. Melihat apa yang dilakukan kedua laki-laki, ibu menegur aksi buang sampah mereka. “Mboten pareng dibuang mriki, mboten tempat sampah niki (Tidak boleh dibuang di sini, bukan tempat sampah ini,” tegur ibu.

Bukannya mematuhi, salah satu dari pria terus melanjutkan aksi membuang sampah setengah karung ke sungai. Satu temannya berusaha menutup wajah dengan kaos. Diketahui, ibu itu adalah anggota DPD RI dari Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi. Denty tidak ingin sampah yang dibuang di sungai terus berlanjut.

“Membina orang seperti itu, dirangkul, syukur-syukur bisa dijadikan duta lingkungan hidup atau duta kebersihan. Hal ini akan lebih bermanfaat bagi oknum itu sendiri dan masyarakat,” kata Denty dilansir dari detikcom.

 

Indonesia memiliki regulasi yang mengatur terkait sampah, yakni UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. UU tersebut juga memiliki turunan di tingkat daerah berupa perda.

“Di Temanggung juga ada Perda tersendiri soal sampah, yakni nomor 29 Tahun 2011. Artinya, membuang sampah bukan pada tempatnya itu kan termasuk salah satu wujud pelanggaran aturan daerah,” terangnya.

Sejumlah netizen bereaksi keras dengan aksi pembuangan sampah di sungai itu. Di antaranya pemilik akun Facebook Setyo Winarso menulis ‘Ayok diproses om toto’

Ada juga pemilik akun Dedi Falah yang menulis ‘Salut buat ibu tersebut……’

Tak jauh beda juga ditulis pemilik akun Yuan Picafeta yang menulis ‘Musnahkan’ . Sementara akun Missela Kurniawan menulis, ‘Aduh jan ora parenggg… msh byk yg begini to.’

Editor : Akrom Hazami

 

Ombudsman Lakukan Pemeriksaan Jembatan Batang Bambu di Kelurahan Sunggingan Kudus

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah saat memantau jembatan dengan dua bilah bambu di Kelurahan Sunggingan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

MurianewsCom, Kudus – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah melakukan pemeriksaan jembatan tidak layak di Kelurahan Sunggingan, Kabupaten Kudus.

Sebagaimana yang diketahui, beberapa hari terakhir media massa ramai memberitakan jembatan di Kelurahan Sunggingan terdiri dari dua batang bambu yang diikat dan sebatang bambu sebagai pegangan.

Jembatan dibangun atas inisiasi warga untuk mempermudah akses anak-anak menuju sekolah. Pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman Jawa Tengah ini merupakan bagian dari inisiatif atas prakarsa sendiri sebagai lembaga negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah telah meminta keterangan Kepala MI Mafatihul Ulum terkait lalu lintas penggunaan jembatan.

Menurut keterangan Yusuf Falah selaku Kepala MI Mafatihul Ulum, jembatan dibangun oleh wali murid secara swadaya untuk akses mengantar anak-anak ke sekolah. Apabila melewati jembatan layak yang telah ada, masyarakat harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer.

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah juga meminta keterangan Lurah Sunggingan terkait hal ini. Lurah menyampaikan bahwa pihak kelurahan pernah membahas dan mengajukan usulan pembangunan jembatan tersebut kepada Camat sejak Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2013.

Pada tahun 2016 dan 2017, Lurah telah kembali mengajukan usulan dalam Musrenbang. Diperkirakan pembangunan jembatan memakan biaya 800 hingga 1 milyar Rupiah.

Dalam kesempatan yang sama, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus terkait pembangunan jembatan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus menyampaikan pihaknya masih melakukan kajian dan analisa untuk mengevaluasi kemanfaatan pembangunan jembatan. Pemerintah Kabupaten Kudus telah melihat kondisi di lapangan.

Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu menyampaikan, sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sudah menjadi kewajiban  Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan kepastian dalam hal kajian dan analisa kemanfaatan pembangunan jembatan.

Ini mengingat sejak tahun 2013, Lurah Sunggingan telah mengajukan permohonan melalui Musrenbang dan belum memperoleh kepastian apakah pengajuan tersebut disetujui atau tidak. Apalagi, melihat kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakannya.

 Selanjutnya, Ombudsman Jawa Tengah melakukan monitoring tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kami imbau agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan jembatan tersebut dan sebaiknya menggunakan jembatan yang layak demi keselamatan sembari menunggu hasil kajian pemkab kudus.” tutup Sabarudin.

 

Editor: Supriyadi

BERITA PILIHAN SEPEKAN : Mobilio Tergilas Kontainer sampai Polisi Nyamar Hanya Demi Tangkap Penghina Presiden dan Agama

Kondisi Honda Mobilio yang tertimpa truk kontainer di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang. (Group FB MIK Semar)

MuriaNewsCom, Kudus – Jika Anda tak sempat membaca perkembangan berita-berita pekan ini, MuriaNewsCom telah merangkum berita-berita yang perlu Anda ketahui. Berikut ini berita pekan ini yang perlu Anda baca.

  1. Mobilio dan Motor Tergilas Truk Kontainer, Sopir Teriak-teriak saat Terjepit di Kabin

Kondisi Honda Mobilio yang tertimpa truk kontainer di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang. (Group FB MIK Semar)

 

Kecelakaan tragis terjadi di Arteri Yos Sudarso Semarang, Rabu (20/9/2017). Kontainer menggilas satu motor dan Honda Mobilio nopol H 8820 VF, hingga membuat sopir mobil nahas itu terjebak dan terjepit bodi mobil yang ringsek.

Simak beritanya di Mobilio dan Motor Tergilas Truk Kontainer, Sopir Teriak-teriak saat Terjepit di Kabin

Baca juga: Begini Akhirnya Nasib Sopir Mobilio yang Tergilas Truk Kontainer

Atau telusuri berita-berita seputar kecelakaan maut itu di sini

2. Polisi Nyamar Sebagai Dea untuk Nangkap Pemuda yang Hina Presiden dan Agamanya di Facebook

Kasubdit II Teddy Fanani menunjukkan bukti ujaran kebencian yang diunggah tersangka Slamet saat gelar perkara di Markas Ditreskrimum Polda Jateng di Banyumanik, Kamis (21/9/2017). (Antarajateng.com)

 

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah menangkap seorang pemuda pelaku ujaran kebencian berbau suku, agama, rasm dan antargolongan (SARA) melalui media sosial Facebook.

Baca berita selengkapnya di Polisi Nyamar Sebagai Dea untuk Nangkap Pemuda yang Hina Presiden dan Agamanya di Facebook 

Lalu, berita menarik pekan ini lainnya, bisa di simak sini 

Termasuk juga berita ini lho 

 

Editor : Akrom Hazami

VIRAL, Polwan Didekati Prajurit TNI di Karanganyar, Ada Apa?

Polwan Bripda Oryza memegang ban saat ban mobilnya diganti TNI di sekitar Alun-alun Karanganyar. Foto: Instagram puspentni

MuriaNewsCom, Karanganyar – Lagi viral di media sosial, foto seorang prajutit TNI membantu polwan di Alun-alun Karangangar, Selasa (12/9/2017). Mereka adalah anggota Babinsa Koramil 16 Colomadu Kodim 0727/Karangangar Serta Yulianto, dan anggota Polres Karanganyar Bripda Oryza.

Warganet ramai membahas foto itu. Ceritanya, Serda Yulianto menolong Bripda Oryza saat mengalami kempes ban mobilnya. Oryza diketahui baru melakukan pengaturan arus lalu lintas. Kemudian, Oryza hendak kembali ke Mapolres Karanganyar.

Ternyata ban mobinya mengalami kempes. Ban pun terpaksa harus diganti. Saat itu ada beberapa TNI mengingat lokasi dekat dengan markas TNI. Namun hanya seorang yang menghampirinya. “Aku turun cek bannya. Terus ada yang nyamperin, bantuin,” kata Oryza.

Anggota TNI itu bernama Serda Yulianto. Tanpa banyak basa basi, Yulianto langsung membantu mengganti ban mobil milik Oryza. Kejadian itu teryata telah difoto dan diposting ke Instagram @puspentni. Foto tersebut membuat warganet membicarakan isi foto tersebut.

Dandim 0727/Karanganyar Letkol CZi Santy Carsa Tarigan mengatakan, para anggotanya memang diharuskan terbiasa membantu siapapun yang kesulitan di mana pun tanpa terkecuali.Hal itu termasuk dalam tugas mengatasi kesulitan rakyat serta mempererat hubungan TNI-Polri.

“Ini salah satu implementasi dari sosok Babinsa yang sigap (Santun, inisiatif, gagah, aktif, dan peduli) yang merupakan salah satu harapan dari para pimpinan TNI-AD),” katanya.

Editor : Akrom Hazami

VIRAL, Buang Sampah 1 Truk ke Sungai Bogowonto Wonosobo

Warga melihat kondisi sungai Bogowonto yang jadi lokasi pembuangan sampah satu truk di Wonosobo. (wonosobozone)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Lagi viral, aksi buang sampah liar ke sungai Bogowonto Sapuran Wonosobo. Aksi itu terekam kamera. Tampak seorang pria dengan enaknya membuang sampah hingga berkarung-karung ke aliran sungai tersebut. Pria itu juga sadar kalau dirinya direkam saat membuang sampah. Bahkan sudah diingatkan. Lokasinya di sisi jalan alternatif Magelang-Wonosobo.

Karena video mendapat respons banyak dari warganet, polisi pun bereaksi. Polres Wonosobo melakukan penyelidikan aksi pembuangan sampah di sungai itu. Saat ini, polisi  telah mengamankan dua orang yang ada dalam video, Rabu (30/8/2017). Mereka berdua berinisial NI dan P. Hasil penyelidikan, mereka mengakui jika dalam video itu adalah benar mereka.

“Setelah mendapat informasi kami langsung lidik. Mereka sudah dimintai keterangan dan mengakui,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, Kamis (31/8/2017) dikutip dari tribunjateng.com.

Tampak di video itu, mobil truk bercat hijau tosca yang dipakai mereka untuk mengangkut sampah turut diamankan ke mapolres. Sementara ini, mobil itu masih diamankan dan terparkir di halaman mapolres. Sementara keduanya diperbolehkan pulang dan siap dipanggil kembali oleh penyidik untuk keperluan penyelidikan.

Perwira Urusan Subag Humas Polres Wonosobo Nanang Dwi Putro Wibowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, NI dan P mengakui perbuatannya. Di hadapan polisi, mereka mengaku membuang sampah di sungai dengan alasan kepraktisan karena sampah dianggap langsung hanyut atau lenyap terbawa arus.

Sampah berkarung-karung yang dibuang ke sungai itu berisi limbah jahe dan ubi talas yang tak terpakai. Kejadian yang terekam dalam video itu ternyata bukan peristiwa baru. Menurut pengakuan N, kejadian itu telah berlangsung sekitar 3 bulan lalu.

Polisi harus menggelar perkara itu terlebih dahulu sebelum menjerat terduga pembuang sampah dengan pasal pidana. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo untuk mendalami kasus tersebut karena berkaitan dengan isu lingkungan. “Sungai itu memang sering disalahgunakan warga untuk membuang sampah. Dengan kejadian ini semoga kesadaran warga untuk menjaga lingkungan meningkat,”katanya

Diketahui, sungai itu telah sering menjadi tempat pembuangan sampah. Seperti sampah sayur busuk, bangkai, dan lainnya. Sungai Bogowonto yang jadi viral itu di Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, Wonosobo. Warga di lokasi itu kerap mengingatkan agar tidak buang sampah di sungai. Sebab bau yang ditimbulkan amat menyengat dan menggangu indera penciuman warga setempat. Biasanya, jika sempat dan tidak hujan, warga membakar sampah buangan orang lain tersebut. Tapi sampah yang sulit dibakar itu biasanya adalah sampah sayuran basah.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo berharap polisi menindak tegas pelaku pembuangan sampah di sungai. “Ini tindakan membuang sampah di sungai bisa mengakibatkan dampak negatif luar biasa, merugikan ekosistem sungai sampai memicu banjir, sehingga saya sudah meminta kepada kapolres untuk menindak tegas pelakunya,” kata Agus.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk kades dan camat se-Wonosobo.  Komitmen Pemkab Wonosobo untuk serius membenahi kesadaran warga masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan juga diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Supriyanto.

Editor : Akrom Hazami

VIRAL, Kondisi Ibu Akibat Anaknya jadi TKI dan 12 Tahun Tak Pernah Ngabari

Sudardi (65) menunjukkan ijazah SD Joko Samuel, putranya yang tidak pernah pulang selama 12 tahun terakhir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri, Sudardi (65) dan Kasmi (63), warga Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, saat ini sedang dilanda kesedihan. Karena keduanya sudah hilang kontak dengan anaknya Joko Samuel (27) selama hampir 12 tahun lamanya.

Tidak jelas kabar dari sang buah hati bahkan sempat membuat Kasmi jatuh sakit. Diagnosa medis, Ibunda Joko Samuel ini mengalami gejala stroke.

Akibat sakit ini, Kasmi sehari-hari praktis tidak bisa beraktivitas berat. Untuk pergi ke kamar kecil, ia harus dipapah suaminya.

“Istri saya mulai sakit sejak empat bulan lalu. Semenjak sakit saya tidak bisa kerja jauh-jauh. Untuk sementara kerja apa saja dan makan juga seadanya,” kata Sudardi saat dikunjungi di rumahnya, Senin (14/8/2017).

Pasangan yang tinggal di rumah sederhana dari papan dan berlantai tanah ini memiliki dua orang anak. Anak pertama bernama Daryati sudah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu pada usia 38 tahun. Meninggalnya Daryati yang sudah memiliki dua orang putra ini makin menambah kesedihan kedua orang tua itu.

Sudardi menceritakan, sekitar tahun 2005, Joko Samuel yang saat itu duduk di bangku kelas III SMP dr Soetomo Karangrayung tidak lulus ujian akhir. Karena merasa malu, Joko tidak mau ketika diminta untuk ikut ujian ulang.

Tidak lama kemudian, ada beberapa teman dan tetangganya yang mengajaknya kerja jadi TKI ke Brunei Darussalam. Sebenarnya, Dardi sempat mencegah karena Joko diminta menamatkan sekolahnya dulu. Namun, karena anaknya punya kemauan kuat, akhirnya ia pun menyetujui rencana tersebut. Bahkan, sebagai bekal untuk bisa kerja jadi TKI, Dardi sempat menjual sepetak sawahnya.

“Waktu itu, sawahnya laku Rp 8 juta. Uangnya buat ongkos Joko kerja ke luar negeri,” kenang Dardi.

Beberapa tahun kemudian, teman Joko yang sebelumnya mengajak kerja ke luar negeri sudah pulang ke kampung. Saat ditanyakan kabar anaknya, mereka menyatakan jika Joko masih ada di Brunei dan mau tetap kerja. Selama di Brunei, Joko dan teman-temanya ternyata tidak bekerja dalam satu tempat. Tetapi berpencar lokasi.

Dardi menceritakan, sekitar tahun 2008, sempat kontak dengan anaknya lewat telepon di rumah salah satu perangkat desanya. Saat itu, samar-samar Dardi sempat mendengar kalau Joko posisinya ada di Pontianak dan hendak diajak kerja ke Malaysia oleh teman perempuannya. “Ceritanya, ketika sampai di Pontianak, Joko dapat kenalan. Katanya, mau kerja nanam pohon di Malaysia,” jelas Dardi.

Kedua orang tua itu hanya berharap agar keberadaan anaknya bisa terlacak. Dengan demikian, mereka bisa merasa tenang.

“Saya berharap, Joko bisa segera pulang. Kami sangat merindukannya,” kata Dardi.

Saat diminta menunjukkan foto anaknya, Dardi mengaku tidak punya. Satu-satunya barang yang ada foto Joko adalah ijazahnya saat lulus SD.

“Foto Joko sudah hilang. Dulu sempat ada beberapa. Sebelum tinggal di sini, saya sempat pindah tempat dua kali. Jadi, waktu pindahan banyak barang yang tercecer,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Mangin Budiono yang menemani kunjungan ke rumah Sudardi menyatakan, pihaknya akan mencoba mencari informasi lebih lanjut dengan teman-teman Joko saat awal pergi ke luar negeri. Dengan cara itu diharapkan, jejak untuk mencari keberadaan Joko akan bisa ditelusuri lagi.

Editor : Akrom Hazami

 

Video Parodi Aksi “Cetno” Bikin Ngakak

Salah satu screenshot adegan video parodi Cetno. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat video Cetno yang jadi viral di Kudus dan sekitarnya, awal pekan lalu. Yakni aksi pelajar yang marah kepada bapak-bapak akibat motor Honda Scoopy merah lecet terserempet sepeda motor milik bapak.

Kali ini, ada sebuah video memparodikan aksi Cetno tersebut. Netizen membuat video parody. Hasilnya, adegan demi adegan membuat penonton ngakak. Akun Instagram Entong Coin mengunggah video parodi itu, Selasa (14/2/2017). Kedua pemeran dalam video nampak apik mempraktikkan adegan Cetno. Video itu Diberikan judul “Cetno versi Ninja”.  “Ki lho lecet motorku (sambil menunjukkan motornya), Cetno,” ucap pria yang berseragam sekolah memparodikan siswa SMK.

Pemeran bapak menanggapi. “Iyo, iyo Nang, ora usah bentak-bentak wong tuwa. Tak cetno. Aku ki wong tuwa ojo dibentak-bentak. Lha motor elek,” jawab bapak.

Ada puluhan komentar dan ratusan penyuka usai video itu diunggah. Beberapa menilai video parodi tersebut sangat menghibur. Komentar yang membuat ngakak seperti pemilik akun Instagram uliwahyu_ps “iki ono opo upin ipin @entong_koin.

Komentar lain juga dilakukan oleh Intanmeylan menuliskan “jos mas, rizky_v_tory yang juga menulis Cah koploooane.. Sadar lee sadarr. Komentar lain juga ditulis pemilik akun priyo.dwiutomo yang menulis dalam komentar “kilho tanggamu keno virus #cetno.

Sebelumnya, kreativitas masyarakat juga dimunculkan dalam pembuatan meme.

Editor : Akrom Hazami

 

 

A post shared by entong coin (@entong_coin) on

Baca juga :

VIRAL, Siswa Bentak Bapak-Bapak Karena Motornya Lecet Terserempet di Kudus

5 Meme Cetno Ini lagi Ngehits di Kudus

Gara – gara Video Catno Kudus jadi Viral, Siswa jadi Begini

Kita Semua Terancam jadi Viral 

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

BELAKANGAN banyak orang mengucapkan kata “Viral”. Sudah pasti yang menjadi viral akan jadi buah bibir. Utamanya di dunia maya. Jika yang menjadi hal viral adalah hal baik, jelas itu jadi prestasi. Tapi bagaimana jika itu adalah hal buruk. Tentu, cacian, makian, atau bahasa akrabnya “bully” akan meninju deras kepada si buah bibir.

Banyak hal yang menjadi viral secara mudah. Lantas, sebenarnya kata “viral” itu artinya apa dan dari bahasa mana. Dikutip dari berbagai sumber, “Viral” berasal dari dua kata dalam Bahasa Inggris yaitu : “Virus” dan “Virtual”.

“Virus adalah satu kata dalam Bahasa Inggris yang memiliki arti penyakit yang disebabkan kuman virus. Sedangkan “Virtual” adalah satu kata dalam Bahasa Inggris yang memiliki arti tidak nyata. Atau penyebaran informasi atau komunikasi melalui dunia maya / media internet.

Dari penjelasan dua kata, kata “Viral” yang belakangan ini sering kita dengar dapat diartikan sebagai sesuatu hal informasi, kejadian, berita dan lainnya yang menyebar luas dan secara cepat sehingga diibaratkan seperti virus, dan dalam waktu yang singkat dapat menjadi gempar melalui dunia maya, internet atau media sosial.

Di Kudus, yang baru saja menjadi viral adalah Aksi Cetno. Yaitu aksi yang terekam di video menggambarkan siswa sedang membentak bapak-bapak. Akibat sepeda motornya diserempet. Ada satu kata terucap di video yakni “Catno”. Video yang direkam warga di Gebog Kudus langsung ramai, tak lama setelah diunggah di akun media sosial Facebook dan Instagram.

Warga di dunia maya Kudus terutama, langsung ramai-ramai bereaksi. “Cetno” menjadi viral seketika. Sebagian besar netizen menyayangkan sikap siswa SMK di video itu. Siswa tidak sopan dalam berucap kepada seorang bapak. Hal itu kian meruncing karena bapak juga berucap kalimat bernada tidak terima jika sebagai orang tua dibentak-bentak.

Tentu siswa SMK itu tak tahu jika apa yang terjadi sedang direkam melalui video. Mungkin kalau siswa itu tahu, sikapnya akan beda. Tapi semua sudah terlanjur. Sekarang yang terjadi, siswa itu merasa tertekan, dan dipojokkan lingkungan. Padahal, siswa telah meminta maaf kepada bapak-bapak itu tak lama usai kejadian. Siswa berharap semua yang terjadi tidak lagi diungkit-ungkit. Sebab dia merasa tak nyaman.

Lingkungan maya dan nyata, benar-benar menghukumnya. Tekanan dari berbagai pihak membuatnya tersudut. Sampai yang bersangkutan juga telah melayangkan surat pengunduran diri dari sekolah. Bahkan, siswa itu juga mendadak jadi pendiam.

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah,mari berhati-hati dalam bersikap, di mana saja dan dengan siapa saja. Sebab jika kita tak hati-hati, maka kita pun bisa menjadi viral. Sekali lagi, viral akibat hal buruk sangat menyakitkan bagi si pelaku. Kemajuan gadget atau gawai yang berkembang pesat, dan mudah dimiliki semua orang, membuat semuanya berpeluang jadi viral. Jadi hati-hatilah dan berwapada.

Jangan sampai kita menjadi viral buruk akibat ulah kita yang kebablasan. Atau mungkin akibat ulah kita yang gemar mengumbar marah, mengumbar salah, dan sejenisnya. Kontrol atau kita terancam jadi korban viral. (*)

 

5 Meme Cetno Ini lagi Ngehits di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Pada awal pekan ini terjadi viral di jagad maya Kudus, dan sekitarnya. Yakni soal beredarnya video seorang siswa yang membentak bapak-bapak di Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (12/2/2017). Di video itu memperlihatkan aksi seorang siswa yang memperlakukan bapak-bapak tak sopan di area Kecamatan Gebog, Kudus.

Aksi siswa salah satu sekolah menengah kejuruan di Gebog itu menuai banyak komentar netizen. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, menceritakan tampak dua orang mendekati sepeda motor Scoopy warna merah yang dikerumuni. Di antara yang mengerumuni adalah bapak yang ingin bertanggung jawab. Diketahui, bapak itu menyerempet sepeda motor siswa.

Aksi tersebut menimbulkan banyak reaksi. Siswa telah meminta maaf, dan itu dituliskannya dalam akun FB-nya Yulianto Nurkartiko. Namun saat ini beredar meme Cetno, begitu mereka mengistilahkan aksi di video itu. Dirangkum MuriaNewsCom dari berbagai sumber, berikut kumpulan meme itu.

  1. Teriakan CET noo…

 

 

2. CATNO ! Berhadiah

 

3. CETNOO jadi bungkus kemasan produk cat

 

 

4. Dan jadi komik

 

 

5. Iki Lo Licet

Baca juga

VIRAL, Siswa Bentak Bapak-Bapak Karena Motornya Lecet Terserempet di Kudus

 

VIRAL, Siswa Bentak Bapak-Bapak Karena Motornya Lecet Terserempet di Kudus

Salah satu adegan video hasil screenshoot soal siswa bentak-bentak bapak di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah video yang diunggah dalam akun Facebook Ilham Sapitrojati mendadak jadi viral, Minggu (12/2/2017).  Di video itu memperlihatkan aksi seorang siswa yang memperlakukan bapak-bapak tak sopan di area Kecamatan Gebog, Kudus.

Aksi siswa salah satu sekolah menengah kejuruan di Gebog itu menuai banyak komentar netizen. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, menceritakan tampak dua orang mendekati sepeda motor Scoopy warna merah yang dikerumuni. Di antara yang mengerumuni adalah bapak yang ingin bertanggung jawab. Diketahui, bapak itu menyerempet sepeda motor siswa.

“Iki lho licet, cetno! (ini lho lecet, cat,kan)” teriak siswa berseragam seraya menendang bagian bawah sepeda motornya.

“Wis gampang neng kono tak cetne, go rono tak cetke (Sudah gampang di sana saya cat kan. Bawa sana saya cat kan),” kata bapak yang dibentak-bentak siswa itu.

“ndi ana bengkel cet? (mana ada bengkel cat?),” sergah siswa dengan nada meninggi.

“Ayo go rono aja bentak-bentak. Aku wong tua aja bentak-bentak aku ga seneng. (Ayo dibawa sana jangan membenta-bentak. Saya orang tua jangan dibentak-bentak. Saya tidak senang,” jelas bapak.

Sontak usai melihat video itu, netizen ramai-ramai menuliskan kegeramannya atas ulah siswa itu. Postingan tersebut langsung menuai banyak komentar. Komentar pedas langsung diutarakan kepada siswa yang membentak bapak-bapak yang dianggap tak sopan dan keterlaluan.

Seperti halnya dikomentari nama akun FB Naga Fasha, dia menyebutkan kalau pemuda itu merupakan pemuda yang tidak sopan. Dia bahkan terlihat marah dan mengajak menghargai orang tua. “Ra sopan Karo wong tuo. Motorem gwo Rene ta obonge. Gantine anyarr.. org tua itu hrs d hrgai. Semoga menjadi pelajaran biar bisa mghargai org tua. Motor kredit mulane sentak2. Wkkwkkjj,” komentar dia

Akun lain Rangga Duwi Saputra mengatakan kalau dia tahu persis kejadian tersebut. “Tadi pas saya didepannya melihat kejadian itu saya paham betul gan, gini ceritanya, yg dr selatan anak sekolah pakai motor secupi pakai motor kenceng banget gak bisa mengendalikan remnya, yang dari utara “mbah nya pakai motor prima reting mati mau belok kanan sudah pelan” eeh taunya ada secupi merah gak bisa mengendalikan motornya terus nabrak “mbahny”, tulis dia.

Tak hanya itu, dia juga mengungkapkan kalau bukanya minta maaf malah dia marah-marah dan hendak memukul bapaknya. Tangannya terlihat menggenggam dengan hendak memukul.

Komentar lain juga terus menghujat sang pelajar yang kebanyakan melihat tidak punya tata Krama. Hal itu dianggap tak bisa dicontoh dan tidak sepantasnya dilakukan apalagi pelajar. Belakangan beredar video susulan jika siswa meminta maaf.

Editor : Akrom Hazami