Dua Polisi Naik Avanza Tabrak Pengendara Mio Hingga Tewas di Bawen

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan maut antara Toyota Avanza dengan sepeda motor Yamaha Mio terjadi di Jalan Bawen, Dusun Bejalen Baratm Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (10/1/2018).

Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor Mio nopol H 6477 TL meninggal dunia akibat luka yang cukup parah. Sementara penumpang Avanza tak mengalami luka serius. Mobil itu ditumpangi dua orang, yang keduanya merupakan polisi.

Korban meninggal diketahui bernama Wahyu Riyadi, warga Perum Leyangan Damai, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Dilansir Tribunjateng, tabrakan ini terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, mobil Avanza dikemudikan Widiyantoro (39) yang merupakan anggota Polri. Selain Widiyantoro, di dalam Toyota Avanza juga terdapat Kisroil, anggota Polri yang tinggal di Asrama Brimob Kalibanger, Kecamaan Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Saat itu diduga Avanza mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya. Saat menyalip mobil yang dikendarai warga Banjarsari, Banyumas ini, sampai melewati garis marka.

Namun tiba-tiba dari arah depan, muncul motor yang dikendarai korban. Akibatnya kecelakaan tak bisa terhindarkan, bahkan tubuh korban sampai terpental menabrak pembatas jalan, kemudian lanjut tabrak tugu Desa Bejalen, hingga terperosok ke dalam sawah di sisi kanan dari arah Ngampin-Bawen.

Korban mengalami luka yang sangat serius hingga meninggal di lokasi kejadian. Kisroil penumpang mobil Avanza juga mengalami luka memar di kepala.

Editor : Ali Muntoha

10 Rumah dan 1 Motor Terbakar di Pringapus Kabupaten Semarang

Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman di Dusun Krajan, Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Rabu (6/9/2017) . (Facebook)

MuriaNewsCom, Ungaran – Ada 10 unit rumah terbakar di Dusun Krajan, Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Rabu (6/9/2017) siang ini. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Info yang dihimpun, kronologi kejadian, Ristiono (31) warga setempat melihat api pada pukul 09.00 di dapur rumah milik Suliman. Saa itu, rumah milik Suliman sedang kosong. “Dengan cepat api membakar rumah, karena angin kencang sehingga api merambat ke rumah lain,” katanya.

Baca : Kebakaran Depan Rumah Dinas Gubernur, Mobil Mewah Hangus di Dalam Garasi 

Rumah lain yang ikut terbakar milik Yatimah, Napijan, Sumpeno, Ngateman, Kinem, Darto, Maji, Rusmin, dan Poyo. Api cepat merambat ke seluruh rumah di sekitarnya, karena semua rumah terbuat dari bahan kayu jati. Selain 10 rumah, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter juga ikut terbakar.

Baca : Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini 

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Seluruh penghuni rumah sedang keluar atau berladang di sekitar wilayah itu. Sembilan rumah sudah ludes terbakar, sedangkan satu rumah hanya terbakar di beberapa sudutnya saja.

Petugas pemadam kebakaran dan warga bahu membahu memadamkan kebakaran. Hingga siang ini, api telah berhasil dipadamkan. Sejumlah warga masih mengerumuni lokasi kejadian.

Editor : Akrom Hazami

Foto-Foto : Kecelakaan Karambol 5 Tewas di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

 

  1.  Warga Panik

Kepanikan warga usai kecelakaan terjadi di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

 

Warga terlihat panik saat kecelakaan terjadi. Mereka saling membantu korban di lokasi tersebut.

 

2. Lokasi Kecelakaan jadi Semrawut

Suasana semrawut usai kecelakaan terjadi di Bawen, Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Usai kecelakaan terjadi, suasana semrawut terjadi di lokasi kejadian. Selain akibat tabrakan keras, serta hiruk-pikuk warga dan pengendara. 

 

3. Warga di Lokasi Kejadian Panik

Sejumlah warga terlihat panik usai kecelakaan terjadi. (Grup WhatsApp)

 

Sejumlah warga dan pengendara panik usai kecelakaan terjadi. Mereka seolah tak percaya dengan kejadian maut tersebut. 

 

4. Polisi Siaga di Lokasi

Polisi tampak siaga di lokasi kejadian di Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Polisi siaga di lokasi. Selain untuk mengurai kemacetan, juga mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian. 

 

Ada 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

 

Gara-gara Utang, Pembunuhan Keji Terjadi di Bandungan Semarang

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso dan Kadiv Humas Polda Kombes Pol Djarod Padakova saat mengintograsi pelaku pembunuhan. (Tribunnewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Ungaran – Pembunuhan yang terjadi di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, terungkap sudah.  Yakni pembunuhan terhadap Mustaqim (30), warga Desa/Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Adapun pelaku yang berhasil ditangkap adalah Listiawan alias Iwan (27) warga Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dan Muhammad Abdul Kholiq (24) warga Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Keterangan Iwan kepada wartawan di Mapolres Semarang, Selasa (22/8/2017), korban Mustaqim saat itu meminjam sepeda motor milik Kholiq untuk digadaikan dengan mengatasnamakan Iwan. Seusai itu, setiap kali Iwan tanya apakah sepeda motor sudah ditebus atau belum. Korban selalu menjawab belum.

Iwan dan Kholiq pun akhirnya kesal dengan korban. Tak ada solusi lain bagi keduanya, selain menghabisi nyawa Mustaqim. “Sudah menolongnya, tapi tidak segera diupayakan untuk mengembalikan,” ujar Iwan.

Modus tersangka merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban, dengan mempersiapkan pisau dapur. Mereka membeli pisau di salah satu minimarket di Blotongan Salatiga. Keduanya bertemu korban di sekitar Bendungan Karanglo, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Khloiq memukul kepala korban dengan menggunakan cor-coran batu dari arah belakang kepala korban. Iwan menusuk korban dengan pisau dapur sebanyak 14 kali di dada korban. Korban pun meninggal dunia. Para tersangka yang masih kesetanan itu membuang korban di tempat kejadian perkara. Sebelumnya, kedua pelaku mengambil uang di dompet korban sebanyak Rp 250 ribu, dan mengambil ponsel milik korban. Mereka juga melarikan sepeda motor korban Suzuki FU nomor polisi H 4064 VI. Sepeda motor itu lantas dijual di wilayah Boyolali.

Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pelaku melarikan diri ke Bekasi Jawa Barat. “Tersangka akan dituntut dengan hukuman seumur hidup sesuai dengan Pasal 340 KHUP subsider 338 /170,” kata Djarod.

 

Editor : Akrom Hazami