Bupati dan Wabup Rembang Tinjau Pelaksanaan UN di Sejumlah Sekolah

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat berbincang-bincang dengan siswi SMP N 3 Lasem seusai pelaksanaan UNBK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah sekolah. Di antaranya SMPN 1 Lasem, SMK NU Lasem yang digunakan oleh siswa SMPN 2 Lasem, SMPN 3 Lasem dan SMP NU Lasem.

Setelah itu, bupati meninjau siswa MTs Lasem di MAN Lasem serta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) di  SMPN 1 Pancur. Sedangkan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto meninjau di SMPN 2 Rembang, SMP Muhammadiyah dan MTS Mualimin Mualimat di MA Mualimin Mualimat.

Dari hasil pantauan tersebut, menurut bupati, pada prinsipnya pelaksanaan ujian berjalan lancar. Dari segi jaringan sampai pantauan berakhir juga tidak mengalami masalah.

“Masing-masing ruang sudah disiagakan operator yang bertugas mengatasi trouble di komputer. Tadi ada satu komputer yang trouble tapi langsung ditangani oleh operatornya,” ujar Hafidz.

Di setiap sekolah, bupati juga melempar pertanyaan kepada sejumlah siswa terkait lebih memilih mana antara UN manual atau UNBK. Hasilnya, jawaban hampir semua siswa lebih memilih dengan sistem UNBK.

Abdul Hafidz menginginkan, di tahun 2018 semua SMP dan MTs sudah melaksanakan UNBK sesuai dengan intruksi dari Kementerian Pendidikan. Untuk itu, pemkab akan mulai menyiapkan sarana dan prasarananya di anggaran perubahan. Untuk sekolah naungan Depag akan berkomunikasi dengan Kemenag Rembang agar tidak ada permasalahan.

“Dari hasil tanya-tanya, kurang dari 5 persen yang cenderung memilih manual selebihnya memilih pakai komputer. Mungkin yang memilih manual itu karena dia belum ramah menggunakan komputer, untuk itu pemkab akan back up pengadaan komputer di perubahan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala SMPN 3 Lasem Estu Budi Winarni menyebutkan, sebanyak 192 siswanya mengikuti UN tahun ini di SMK NU Lasem karena baru memiliki 18 unit komputer. Harapannya, pemkab bisa membantu agar sekolah yang dipimpinnya bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Indira Duaty siswa SMPN 3 Lasem mengaku lebih senang melaksanakan UNBK dibanding dengan sistem manual. “Tidak perlu ngurek-ngurek dan pengerjaan jadi lebih cepat,”pungkasnya.

Rata- rata pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi, mengingat jumlah komputer yang terbatas. Minimal sekolah bisa melaksanakan UNBK mandiri jumlah komputer 1/3 unit dari jumlah siswa yang mengikuti UN.

Editor : Kholistiono

35 Sekolah di Rembang Ikuti UNBK Tingkat SMP

Ratusan siswa SMPN 1 Kaliori turun dari truk polisi sesampainya di SMAN 1 Rembang untuk mengikuti UNBK, Senin (2/5/2017).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 4.653 siswa dari 35 SMP dan MTs di Kabupaten Rembang, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar mulai hari ini, Selasa (2/5/2017).

Meski demikian, belum secara keseluruhan menggelar UNBK secara mandiri. Sebagian masih ada yang menginduk pada sekolah lain, karena, fasilitas komputer dan lainnya tidak memungkinkan untuk bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Seperti halnya SMPN 1 Kaliori. Untuk pelaksanaan UNBK, pihak sekolah masih menginduk ke sekolah lain, yakni ke SMAN 1 Rembang. Jarak antara SMPN 1 Kaliori dengan SMAN 1 Rembang sekitar 10 kilometer.

Terkait cukup jauhnya lokasi antarsekolah tersebut, pihak SMPN 1 Kaliori berinisiatif menggandeng pihak Polres untuk bisa menyediakan armada untuk mengangkut siswa yang akan ikut ujian nasional tersebut.

Kepala SMPN 1 Kaliori Nur Hasan mengatakan, dengan menggandeng pihak kepolisian, dinilai lebih aman bagi siswa. Apalagi, jalur Kaliori ke Rembang merupakan jalur pantura yang cukup rawan kecelakaan.

Menurutnya, untuk peserta UNBK dari SMPN 1 Kaliori sendiri sebanyak 270 siswa, yang terbagi menjadi dua gelombang. “Kita bagi menjadi dua sesi. Setiap sesinya ada 135 siswa. Gelombang pertama yang pagi dijemput lebih dahulu, pun demikian nantinya yang gelombang kedua juga dijemput,” katanya.

Sementara itu, Gito Siswoyo guru bidang komputer SMAN 1 Rembang mengatakan, untuk kesiapan pelaksanaan UNBK, pihaknya sudah sudah menyiapkan fasilitas ruang laboratorium, genset dan sebagainya.

“Kita saat ini siapkan genset untuk jaga-jaga di saat pemadaman listrik. Sedangkan laboratoriumnya sudah disiapkan sebanyak 4 lab,” bebernya.

Editor : Kholistiono

Siswa SMPN 1 Kaliori Bakal Dijemput Polisi untuk Ikuti UNBK

Ratusan siswa SMPN 1 Kaliori saat bersiap siap menuju SMAN 1 Rembang untuk simulasi UNBK beberapa waktu lalu dengan menggunakan armada dari Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dari puluhan sekolah menengah pertama di Rembang yang bakal mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah SMPN 1 Kaliori. Namun demikian, untuk pelaksanaan ujian itu, SMPN 1 Kaliori masih menumpang menggunakan fasilitas di SMAN 1 Rembang.

Terkait hal itu, ada 270 peserta ujian nasional dari SMPN 1 Kaliori yang harus pergi ke SMAN 1 Rembang untuk bisa melaksanakan UNBK. Jarak tempuh dari sekolah ke SMAN 1 Rembang sekitar 10 kilometer.

Dalam hal ini, pihak sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memfasiltiasi masalah transportasi. Nantinya, ratusan siswa yang bakal mengikuti ujian tersebut, bakal diantar dan dijemput dengan mobil dari Polres Rembang.

Hal itu dilakukan supaya keberangkatan siswa untuk menuju ke sekolah dapat berjalan lancar. Mengingat, jarak SMP menuju SMAN 1 Rembang melintasi jalur pantura yang dinilai rawan kecelakaan. Sehingga, dinilai lebih aman, jika siswa diangkut bersamaan dengan armada dari Polres Rembang.

Kepala SMPN 1 Kaliori Nur Hasan mengatakan, kerja sama dengan pihak polres mengenai antar jemput siswa yang akan mengikuti UNBK ini sudah sejak Februari lalu.

“Antar jemput itu sudah dilakukan sejak simulasi pertama pada Februari, simulasi kedua Maret dan nantinya akan dilanjutkan pada UNBK utama pada tanggal 2,3,4 dan 8 Mei mendatang. Kita menggandeng pihak kepolisian, demi keamanan anak-anak saat berangkat UNBK ,” katanya.

Dari informasi yang ada, dari ke 270 anak peserta UNBK tersebut, sudah disiapkan armada sebanyak 3 hingga 4 truk Polres Rembang.

“Untuk armadanya sendiri ada sebanyak 3 hingga 4. Dan nantinya, akan stand by mulai pukul 06.00 WIB di SMP. Setelah itu, berangkat menuju SMAN 1 Rembang pukul 06.30 WIB. Sesampainya di sana, nantinya anak anak akan mulai persiapan,” ungkapnya.

Kemudian,untuk antar jemput peserta UNBK tersebut, akan dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Mengingat, kegiatan UNBK tidak akan dilakukan secara bersama.

“Berhubung UNBK ini akan ada dua sesi, maka Pak Polisi tentunya akan mengantar dan menjemput dua kali. Yakni sesi pertama akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga 09.30 WIB. Sedangkan sesi kedua akan dimulai 10,00 WIB hingga 12.00 WIB,” bebernya.

Editor : Kholistiono

UNBK, Sekolah Siapkan Genset dan Laptop Cadangan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang mengimbau supaya 33 sekolah tingkat pertama, baik SMP dan MTs yang melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dapat menyiapkan genset dan laptop cadangan.

Pasalnya, melihat pengalaman yang ada di SMA dan SMK beberapa lalu, ada sedikit gangguan yang mendera di beberapa sekolah lantaran gangguan komputer.

Kabid Pembinaan SMP pada Disdikpora Rembang Ahmad Solhan mengatakan, setiap SMP dan MTs yang menggelar UNBK harus bisa mewaspadai gangguang yang ada.

“Kalau masalah error soal tidak bisa diunduh itu mungkin servernya yang error. Namun bila kendala mengenai listrik padam dan komputer error, maka sekolah harus menyiapkan laptop cadangan dan genset,” katanya.

Sebab menilik pengalaman beberapa waktu lalu di SMA maupun SMK, ada beberapa sekolah yang mengalami kendala komputer error. “Kalau di MA Annuroniyah kemarin komputernya yang error. Sehingga sekolah mengganti laptop cadangan. Sedangkan untuk listrik padam, memang kemarin kita tidak pernah mendapatkan laporan itu,” ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk tahun ini, dari jumlah keseluruhan SMP dan MTs yang ada di Rembang yakni 95 sekolah, baru ada sebanyak 33 sekolah yang melaksanakan UNBK.

“Dari 33 SMP dan MTs yang saat ini sudah mengikuti UNBK, yakni sebanyak 10 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 23 sekolah masih bergabung ke sekolah lainnya,” paparnya.

Dia menambahkan, khusus bagi sekolah yang menggabung UNBK di sekolah lain, tentunya juga harus bisa menyedialan laptop. “Dan jangan hanya menggantungkan sekolah itu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jadwal UNBK tingkat SLTP akan dilakukan pada tanggal 2,3,4 dan 8 Mei 2017 mendatang. Sehingga pihak Dindikpora berharap semua sekolah yang menggelar UNBK bisa menyiapkan segala sesuatunya.

Editor : Kholistiono

230 Siswa SMK di Rembang Hari Ini Ikuti UNBK Susulan

Siswa SMKN 1 Rembang jelang mengikuti UNBK susulan pada Rabu (19/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 230 siswa dari 5 SMK negeri dan swasta di Rembang, hari ini, Rabu (19/4/2017) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Rembang Gatot R mengatakan, 230 siswa yang mengikuti UNBK susulan tersebut, berasal dari SMKN 1 Rembang, SMK Umar Fatah, SMK Annuroniyah, SMK Muhammadiyah Lasem dan SMK NU Pamotan.

“Mereka ini mengikuti UNBK susulan itu pada mata pelajaran teori kejuruan. Sebab, pada pelaksanan UNBK Kamis (6/4/2017) lalu, server tak bisa berjalan dengan lancar. Sehingga pengunduhan soal tak bisa berjalan,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki, untuk SMKN 1 Rembang, mengikutkan 24 siswa, SMK Umar Fatah 140 siswa, SMK Annuroniyah 24 siswa, SMK Muhammadiyah Lasem 12 dan SMK NU Pamotan 30 siswa.

Menurutynya, untuk mata pelajaran teori kejuruan tersebut, masing-masing sekolah berbeda. Untuk SMK NU Pamotan mata pelajaran teknik audio video, SMK Muhammadiyah Lasem pelajaran perbankan syari’ah,
SMK Negeri 1 Remban, teknik konstruksi kayu, SMK Umar Fatah, rekayasa perangkat lunak dan  SMK Annurroniyah teknik audio video.

Sementara itu, Sri Fatmawati, Wakil  Kurikulum SMKN 1 Rembang mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK susulan secara serentak dilaksanakan hari ini. Hal tersebut dilakukan, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Panitia UNBK tingkat Jawa Tengah.

Editor : Kholistiono

Pelaksanaan UNBK di Rembang Molor Setengah Jam, Ini Sebabnya

Pelajar SMAN 2 Rembang sedang belajar di halaman sekolah jelang pelaksanaan UNBK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMA pada hari kedua, Selasa (11/4/2017) diwarnai dengan gangguan server (jaringan). Token untuk mengunduh soal mendadak tak bisa, sehingga pelaksanaan ujian di puluhan di wilayah Kabupaten Rembang terpaksa molor.

Seperti halnya yang terjadi di SMAN 2 Rembang. Ujian pada sesi pertama yang seharusnya sudah bisa dimulai pada pukul 07.30 WIB, terpaksa harus molor hingga 35 menit, karena adanya gangguan jaringan yang error.

“Hari ini mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. Dan memang pagi tadi sempat ada gangguan jaringan sekitar 35 menitan pada sesi pertama, namun, hal itu tidak berlangsung terlalu lama, sehingga ujian bisa dimulai,” ujar Sumarno, Kepala SMAN 2 Rembang.

Perlu diketahui, di SMAN 2 Rembang, peserta UNBK dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dimulai dari pukul 07.30-09.30 WIB. Sesi kedua, pukul 10.30 – 12.30 WIB dan sesi ketiga yakni pukul 14.00-16.00 WIB.

“Meski pada sesi pertama waktunya sempat molor, tapi itu tidak mengganggu jadwal pada sesi berikutnya, karena jeda waktu istirahat yang seharusnya 1,5 jam, ada yang terpotong menjadi satu jam. Pun demikian,hal ini tidak merugikan peserta soal waktu. Karena, waktu untuk mengerjakan tetap sama, yakni 2 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Hanum, salah satu siswi SMAN 2 Rembang jurusan IPS menyampaikan, jika pihak sekolah telah menggelar simulasi UNBK sebanyak tiga kali. Sehingga, dirinya bersama teman-temannya secara teknis sudah tahu dan siap untuk mengikuti UNBK.

“Untuk mempersiapkan UN ini, kita telah mempersiapkan diri dengan belajar dan berdoa. Dan mudah-mudahan, ini bisa berjalan lancar dan berhasil,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

SMK Umar Fatah Rembang Masih Tunggu Kejelasan UNBK Susulan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Karena terkendala masalah teknis, setidaknya ada 140 siswa SMK Umar Fatah Rembang harus megikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan. Namun demikian, terkait hal itu, hingga kini pihak sekolah masih menunggu kejelasan.

Kepala SMK Umar Fatah Rembang Syaiful Rohman mengatakan, hingga saat ini masih menunggu petunjuk. “UNBK susulan itu dilakukan lantaran pada Kamis (6/4/2017) kemarin ada kendala ketika siswa mau mengunduh naskah soal, yang tidak bisa berjalan lancar. Saat ini kita menunggu petunjuk apakah nantinya sistemnya sama atau bagaimana,” kata Syaiful.

Selain itu, ia juga memberikan imbauan kepada 140 siswa siswinya untuk bisa tenang dan tidak usah ragu dengan hasil UNBK yang sudah dijalani beberapa hari lalu.

“Kita imbau supaya siswa tetap optimis. UNBK susulan itu bukan karena kesalahan siswa. Namun itu kesalahan pusat. Dan itu juga rata-rata di SMK Rembang terkena imbasnya. Hanya saja kita tak tahu apakah SMK lainnya juga ada siswanya yang mengulang atau malah UNBK-nya sampai malam,” paparnya.

Selain itu, ia juga berharap supaya nantinya UNBK susulan yang akan digelar sekitar tanggal 18 hingga 19 April bisa berjalan dengan baik.

Editor : Kholistiono

Ratusan Siswa SMK Umar Fatah Rembang Bakal Ikuti UNBK Susulan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 140 siswa SMK Umar Fatah Rembang bakal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan pada 18 April mendatang.Hal ini, karena pada saat UNBK pada Kamis (6/4/2017) sebanyak 4 laboratorium di sesi pertama atau jam pertama mengalami kendala teknis.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMK Umar Fatah Rembang Syaiful Rohman kepada MuriaNewsCom. “Kemarin pada saat jam pertama atau sesi pertama memang ada kendala teknis. Itupun kendalanya secara global atau nasional. Jadi, bukan hanya di SMK ini saja,” katanya.

Kendala itu terjadi, katanya, ketika siswa akan mendownload soal, namun ternyata soal tersebut tidak bisa muncul. “Sebanyak 5 laboratorium, hanya ruang satu yang normal. Untuk ruang 2 hingga 5 sebagian error. Sedangkan untuk sesi dua dan tiga, semua labolatoriumnya bisa normal lagi,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk kendala di laboratorium 2 hingga 5 saat sesi pertama, bila dijumlah ada sebanyak 140 anak yang gagal mengikuti UNBK lantaran kendala teknis secara nasional.Untuk itu, mereka mengikuti UNBK susulan pada tanggal 18 dan 19 April mendatang, yang akan digelar di sekolah setempat.

Editor : Kholistiono

Baru Sekali Simulasi, Zaenal Grogi Ikuti UNBK

Tampak beberapa siswa SMKN 1 Rembang berada di teras sekolah usai mengerjakan soal UNBK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Hari ini, Selasa (4/4/2017) merupakan hari kedua pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat. Hal ini meninggalkan kesan tersendiri bagi siswa yang mengikutinya.

Zaenal misalnya. SMKN 1 Rembang ini mengaku grogi ketika melaksanakan UNBK, apalagi pada hari pertama kemarin. Hal itu karena, model ujian nasional tersebut harus menggunakan sistem komputerisasi. “Sempat grogi lah. Apalagi, simulasi yang diadakan hanya sekali, jadi masih kurang terbiasa,” ujarnya usai mengerjakan soal ujian, Selasa (4/4/2017).

Namun demikian, setelah hari pertama dilalui, katanya, hari ini sudah mulai berkurang groginya, karena sudah belajar dari pengalaman hari pertama. Sehingga, dirinya cukup enjoi mengerjakan soal, meski ada beberapa soal yang menurutnya sulit.

Untuk diketahui, untuk siswa SMK di Rembang yang terdaftar mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 2.694 siswa dari 24 SMK. Yakni 18 SMK swasta dan 6 SMK negeri.

Sri Fatmawati, Wakil  Kurikulum SMKN 1 Rembang mengatakan, untuk saat ini UNBK bisa berjalan lancar. Namun demikian, memang diakuinya ada beberapa siswa yang tampak grogi. “Kemarin ada salah satu siswa yang mengadu, bahwa saat waktu UNBK usai, komputernya tak bisa di log out. Dan ternyata itu ada jawaban yang belum terisi,” katanya.

Editor : Kholistiono

2018, Disdikpora Rembang Targetkan 50 Persen SMP dan MTs Laksanakan UNBK

Beberapa siswa saat mengikuti simulasi UNBK beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaMewsCom, Rembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang menargetkan, pada 2018 mendatang, sekolah menengah pertama yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bisa mencapai 50 persen.

Kabid Pembinaan SMP pada Disdikpora Rembang Ahmad Solhan mengatakan, untuk tahun ini, dari jumlah keseluruhan SMP dan MTs yang ada di Rembang yakni 95 sekolah, baru ada sebanyak 33 sekolah yang melaksanakan UNBK.

“Ke depan, dalam perkembangannya, tentu siswa dituntut untuk bisa mengikuti informasi dan teknologi. Untuk itu, kita targetkan sekolah yang bisa mengikuti UNBK juga bertambah. Sebab, pelaksanaan ujian nasional ini memang lama-kelamaan meninggalkan kertas,” katanya.

Menurutnya, dari 33 SMP dan MTs yang saat ini sudah mengikuti UNBK, yakni sebanyak 10 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 23 sekolah masih bergabung ke sekolah lainnya. “Memang masih banyak sekolah yang numpang di sekolah lain untuk pelaksanaan UNBK ini. Karena, mereka belum memiliki fasilitas komputer untuk menunjang UNBK,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

SMPN 1 Rembang Gelar Simulasi UNBK

Siswa SMPN 1 Rembang sedang mengikuti simulasi UNBK di SMKN Rembang, Selasa (21/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – SMPN 1 Rembang menggelar simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pelaksanaan simulasi kali ini, dilakukan di SMKN 1 Rembang, Selasa (21/3/2017).

Wakil Kepala SMPN 1 Rembang Edy Sri Irianto mengatakan, pelaksanaan simulasi dilakukan selama dua hari, yakni 20-21 Maret. Simulasi UNBK diikuti sebanyak 282 siswa. “Untuk UNBK kita masih numpang di SMKN 1 Rembang. Karena, kita belum memiliki fasilitas komputer yang bisa menunjang pelaksanaan UNBK. Sebelumnya, kami juga telah melaksanakan simulasi pada akhir Februari lalu,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, jika dalam simulasi kali ini, masih ada beberapa kendala yang dihadapi siswa. Hal itu terkait pengoperasian atau cara mengerjakan soal, yang masih ada beberapa siswa yang kurang begitu lancar. Sehingga, seharusnya menjawab soal, justru malah log out.

“Untuk itu, dengan adanya simulasi ini, kita berharap siswa bisa lebih lancar ketika nantinya mengerjakan soal pada pelaksanaan UNBK. Siswa kami berharap bisa mengingat apa yang dilakukan pada simulasi ini, dan tak bingung lagi nanti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

23 SMP dan MTs di Rembang Gelar UNBK Secara Gabungan

Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rembang Achmad Solhan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 23 dari 33 SMP dan MTs, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Rembang dipastikan tidak dapat menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri, namun akan dilaksanakan secara gabungan dengan SMA dan SMK serta MA.

“Ada 33 SMP dan MTs negeri maupun swasta yang akan melaksanakan UNBK pada Mei mendatang. Namun dari jumlah tersebut, hanya 10 sekolah yang bisa melakukan UNBK mandiri. Sedangkan 23 SMP dan MTs lainnya melakukan UNBK dengan meminjam fasilitas SMA/SMK/MA setempat,” ujar Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rembang Achmad Solhan.

Menurut dia, tidak dapatnya 23 SMP dan MTs tersebut menggelar UNBK secara mandiri bagi para siswanya, karena terkendala dengan peralatan komputer yang terbatas.

“Memang masih banyak sekolah yang kelengkapannya kurang untuk melaksanakan UNBK secara mandiri. Intinya semua SMP dan MTs sudah siap, walaupun harus meminjam fasilitas SMA dan SMK maupun MA,” kata dia.

Menurutnya, tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik untuk ujian nasional (UN) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Penyelenggaraan UN dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang untuk tingkat SMP.

Untuk UN SMP/MTs akan dirancang menjadi dua gelombang sebagai solusi untuk masalah kekurangan komputer. Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.

Berikut ini 23 SMP dan MTs yang mengikuti UNBK di sekolah lain :

  1. SMPN 1 Kaliori menggelar UNBK di SMAN 1 Rembang
    2. SMPN 2 Kaliori menggelar UNBK di SMK Muhammadiyah Rembang
    3. SMPN 2 Lasem menggelar UNBK di SMK NU Lasem
    4. SMPN 3 Lasem menggelar UNBK di SMK NU Lasem
    5. SMPN 1 Pamotan menggelar UNBK di SMA N 1 Pamotan
    6. SMPN 1 Rembang menggelar UNBK di SMK N 1 Rembang
    7. SMPN 3 Rembang menggelar UNBK di SMK Muhammadiyah Rembang
    8. SMPN 4 Rembang menggelar UNBK di SMK Muhammadiyah Rembang
    9. SMPN 5 Rembang menggelar UNBK di SMA N 2 Rembang
    10. SMPN 6 Rembang menggelar UNBK di SMK Al Mubaarok Rembang
    11. SMPN 2 Sale menggelar UNBK di SMKN 1 Sale
    12. SMPN 2 Sedan menggelar UNBK di SMKN 1 Sedan
    13. SMP Adi Sucipto Sale menggelar UNBK di SMKN 1 Sale
    14. SMP Al Yaqin Sluke menggelar UNBK di SMA Al Yaqin Sluke
    15. SMP Hamong Putra Lasem menggelar UNBK di SMK Yos Sudarso
    16. SMK Muhammadiyah Pamotan menggelar UNBK di SMK Muhammadiyah Pamotan
    17. SMP NU Lasem menggelar UNBK di SMK NU Lasem.
    18. MTs Negeri Lasem menggelar UNBK di MAN Lasem
    19. MTs Al Mubaaroq Rembang menggelar UNBK di SMK Al Mubaroq Rembang
    20. MTs Islamiyah Syafiiyah Sedan menggelar UNBK di MA Islamiyah Syafiiyah Sedan
    21. MTs Muallimin Muallimat menggelar UNBK di MA Muallimin Muallimat
    22. MTs Wali Songo Kaliori menggelar UNBK di SMK Wali Songo Kaliori
    23. MTs Arrohman 1 Bulu menggelar UNBK di MA Arrohman Bulu.

Sedangkan SMP dan MTs yang melaksanakan UNBK secara mandiri adalah :

  1. SMPN 1 Lasem
    2. SMPN 2 Rembang
    3. SMP Muhammadiyah Rembang
    4. SMP OV Slamet Riyadi Rembang
    5. MTs Negeri Pamotan
    6. MTs Negeri Sale
    7. MTs Negeri Sulang
    8. MTs Negeri Sumber
    9. MTs Al Anwar Sarang
    10. MTs Riyadlotut Thalabah Sedan

 

Editor : Kholistiono

Simulasi UNBK Tingkat SMP di Rembang Segera Digelar, Ini Jadwalnya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sebabanyak 33 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Rembang yang terdata sebagai sekolah yang akan menjalankan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), bakal menggelar simulasi pada tanggal 20 hingga 21 Maret 2017 mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang Ahmad Solhan mengatakan, simulasi itu nantinya akan bisa memberikan pengalaman bagi siswa. “Supaya siswa bisa lebih enjoy terlebih dahulu dengan simulasi ini. Sebab UNBK tingkat SLTP di Rembang itu baru pertama kali ini,” ungkapnya.

Dengan adanya UNBK yang akan digelar pada tanggal 2,3,4 dan 8 Mei mendatang, pibaknya juga berharap, semua siswa bisa menjalankan dengan maksimal.

“Harapannya ya, semua guru, petugas teknisi operasi komputer dan lainnya bisa memberikan simulasi dengan baik. Sehingga di saat UNBK yang resmi pada tanggal 2,3,4 dan 8 Mei berjalan, bisa menghasilkan nilai yang maksimal,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk simulasi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Semua siswa harus diarahkan, dibina serta diberikan pengalaman. “Sehingga di saat hari H UNBK, siswa tidak grogi dan bisa menjalankan UNBK dengan baik. Ya meskipun hasilnya tak menentukan kelulusan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Listrik Lasem Padam, 3 Sekolah Penyelenggara UNBK Terganggu

Siswa SMK NU Lasem mengerjakan soal UNBK kembali, setelah sempat terganggu dengan padamnya listrik selam 20 menit, Selasa (5/4/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Siswa SMK NU Lasem mengerjakan soal UNBK kembali, setelah sempat terganggu dengan padamnya listrik selam 20 menit, Selasa (5/4/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tiga sekolah di Rembang sempat terganggu dengan padamnya listrik di wilayah Lasem, Selasa (5/4/2016). Terjadinya listrik padam pada sif kedua sekitar pukul 10.35 WIB.

Ketiga sekolah yang terkena dampak padamnya jaringan listrik di wilayah Lasem, yakni SMK NU Lasem, SMK Avicenna Lasem, dan SMK Umar Fatah Punjulharjo Rembang. Beruntungnya, penanganan cepat dilakukan dari sekolah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah lain yang mengalami kasus serupa. Semuanya sudah berjalan lancar kembali,” ujar Kepala SMK NU, Arif Dimyati kepada MuriaNewsCom.

Kendati begitu, lanjut Arif, aktivitas pengerjaan ujian para siswa sempat terhenti sekira 20 menit untuk menyalakan listrik menggunakan genset. Sehingga, listrik kembali menyala sekira pukul 10.55 WIB.

“Ketika listrik padam, para siswa kami minta untuk tenang dan tidak khawatir. Mereka beristirahat sejenak sambil menunggu listrik menyala dengan genset,” imbuhnya.

Dijelaskan olehnya, meski listrik padam namun tidak mempengaruhi durasi waktu pengerjaan soal ujian. “Untuk aturannya, tidak mengurangi waktu pengerjaan ujian. Jadi, total waktunya tetap dua jam penuh,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami