SMP 1 Kudus Pastikan UNBK Tak Terganggu

Peringatan untuk tetap tenang terpampang jelas di salah satu pintu masuk ke ruangan SMP 1 Kudus karena siswa sedang mengerjakan UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peringatan untuk tetap tenang terpampang jelas di salah satu pintu masuk ke ruangan SMP 1 Kudus karena siswa sedang mengerjakan UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski sempat terdapat gangguan dua komputer mati, namun pihak sekolah mengklaim pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak ada gangguan. Apalagi, matinya komputer sudah diatasi dalam hitungan menit.

Kepala SMP 1 Kudus Achsan Noor mengunggulkan, pihaknya dalam mempersiapkan SMP 1 Kudus ke UNBK tidaklah mudah. Mulai dari komputer juga yang digunakan siswa juga sudah disiapkan jauh lebih banyak dari peserta di ruangan.

”Setiap ruang yang digunakan untuk UNBK, komputernya pasti kami kasih lebih. Tidak hanya satu dua, namun kami lebihkan hingga empat komputer. Hal itu untuk antisipasi adanya gangguan,” katanya

Dalam UNBK tahun ini, SMP 1 Kudus menggunakan empat ruangan dengan masing masing ruangan 30 komputer. Sedangkan, tiap ruang yang digunakan hanya 26 komputer, sesuai dengan kebutuhan kelas.

Menurutnya, selain menyiapkan komputer cadangan, hal yang dilakukan sekolah juga menyediakan genset. Satu genset disiagakan sekolah selama UNBK berkapasitas 50 ribu watt.

Selain genset, sekolah juga menyiapkan internet agar lancar dan stabil. Karena, UNBK juga mengandalkan stabilnya internet yang digunakan siswa.

”Sebenarnya kami juga sudah menyurati PLN dan pihak Telkom. Agar selama UN tidak ada gangguan sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Mengenai UNBK, dia mengaku siswa lebih menyukainya. Dengan waktu yang lebih efisien sehingga mampu membuat dalam mengerjakan UN lebih lancar dan cepat.

Editor: Supriyadi

BACA JUGADiduga Korslet, 2 Komputer UNBK SMP 1 Kudus Tiba-tiba Mati 

Guru di Kudus Dengarkan Ini, UNBK Bukan untuk Adu Gengsi

Para peserta UN SMP sedang mengerjakan UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para peserta UN SMP sedang mengerjakan UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski UNBK memiliki segudang keunggulan ketimbang Ujian Nasional (UN) tertulis atau Paper Based Test (PBT), namun untuk dapat mengikuti UN secara online itu tidaklah mudah. Sebab selain syarat yang disiapkan, sekolah juga harus merogoh kocek mahal lantaran biayanya sangat mahal.

Kepala Dinas pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto berpesan untuk sekolah jangan terlalu memaksakan untuk mengikuti UNBK. Sebab diakuinya untuk mempersiapkan saja membutuhkan anggaran yang tidak sedikit

”Kalau memang sekolah tidak bisa ya tidak masalah, hal ini bukanlah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah,” katanya kepada MuriaNewsCom

Besarnya biaya dapat terlihat dari fasiltas yang dibutuhkan. Mulai dari komputer yang minimal sepertiga jumlah siswa, kemudian ditambah lagi fasiltas internet yang mumpuni juga menjadi tambahan biaya.

Dengan demikian sekolah tidak usah gengsi jika tidak menggunakan UNBK. Sebaliknya, UNBK bukanlah untuk gaya gayaan atau gengsi semata.

“Sekolah itu untuk belajar dan mencari ilmu. Jadi bukan untuk gaya gayaan apalagi gengsi,” ujarnya.

Terlebih lagi, jika sekolah sampai menarik iuran untuk UNBK. Hal itu tidak dapat dilakukan lantaran tidak sesuai prosedur. Bahkan, pengadaan UNBK dari dana BOS juga tidak diperbolehkan karena bukan operasional sekolah.

”Banyak sekolah yang belum UNBK, ada 83.163 sekolah se jawa tengah yang masih belum UNBK. Itu tidak menjadi persoalan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Diduga Korslet, 2 Komputer UNBK SMP 1 Kudus Tiba-tiba Mati

Siswa SMP 1 Kudus mengerjakan Ujian Nasional dengan sistem UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Siswa SMP 1 Kudus mengerjakan Ujian Nasional dengan sistem UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan UNBK di SMP 1 Kudus di hari permana terjadi gangguan. Dua buah komputer yang digunakan siswa untuk ujian tiba-tiba mati.

Riski Liliantika, siswi SMP 1 Kudus mengatakan, saat mulai mengerjakan di shift pertama, dua komputer di ruangannya tiba tiba mati. Kondisi itu sempat menjadi perhatian siswa lantaran khawatir tak bisa mengerjakan UN.

”Komputer itu satu ruangan. Matinya tidak lama, sebab hanya satu menitan saja. Saat mati teman-teman juga panik karena takut kalau matinya lama,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengungkapkan jumlah komputer yang mati dua unit. Matinya dua komputer itu hampir bersamaan. Diduga, komputer yang mati lantaran korslet ringan.

Dia menjelaskan, meski sempat mati, namun tidak mengganggu berjalannya UNBK. Sebab, matinya hanya satu menit dan mengerjakan UNBK lebih cepat ketimbang UN biasa.

”Lebih enak Pakai UNBK. Lebih cepat pula, namun saat baru mengerjakan tadi sempat deg degan, karena baru kali pertama mengerjakan UN,” ungkapnya.

Dia berharap UN berikutnya berjalan lancar, sehingga proses mengerjakan soal juga dapat lebih maksimal lagi tanpa adanya gangguan dalam hal apapun.

Editor: Supriyadi

Antisipasi Listrik Mati, SMP di Kudus Diminta Sewa Genset dengan Dana BOS

Salah satu sekolah tengah menyediakan genset untukmengantisipasi adanya pemadaman listrik saat UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu sekolah tengah menyediakan genset untukmengantisipasi adanya pemadaman listrik saat UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus menginstruksikan agar sekolah yang melangsungkan kegiatan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat untuk menyewa genset. Khususnya, sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebab UNBK sangat tergantung dengan listrik.

Sekretaris Disdikpora Kudus Hartono mengatakan, saat ini kendala listrik padam memang sering terjadi di Kudus. Karena itu, ia menghimbau agar sekolah dapat menyediakan genset.

“Sebenarnya kami sudah menyurati PLN. PLN juga berjanji tidak memadamkan listik selama UN. Namun, faktor alam tidak dapat dihindari, sehingga perlu juga diwaspadai,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, jika tidak disediakan, dikhawatirkan UN akan tertunda. Dan jika waktunya selesai maka hanya jawaban yang sudah terpilih yang masuk dan terkirim.

Sementara, Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi meminta, sekolah tidak perlu risau dengan sewa genset. Sebab, sewa dapat menggunakan dana BOS.

”Sekolah bisa menggunakan BOS. Itu kan untuk kepentingan sekolah. Apalagi UNBK yang memang mengandalkan listrik,” ungkapnya.

Selain listrik, sebenarnya kendala adalah pada server internet. Namun pihak dinas juga sudah menyurati pihak telkom guna kelancaran internet. Selain itu, pihak sekolah juga dapat menyediakan lebih dari dua server, agar jika satu rusak masih bisa digunakan server lainnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Duh, Hanya ada 2 SMP di Kudus yang Gelar UN Berbasis Komputer 

Duh, Hanya ada 2 SMP di Kudus yang Gelar UN Berbasis Komputer

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus,Kasmudi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus,Kasmudi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Persiapan akhir terus dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk menggelar Ujian Nasional. Dari 111 sekolah yang menggelar UN, hanya ada dua yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

”Ada beberpa yang mengajukan, namun yang berhasil ada dua sekolah. Satu sekolah negeri yakni SMP 1 Kudus, sedangkan yang satu adalah sekolah swasta yakni Assaidiyah,” kata Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Ia menyebutkan, kedua sekolah tersebut dinyatakan lolos setelah mel;alui beberapa tahapan. Salah satunya memiliki fasilitas yang mumpuni. Seperti komputer yang tersedia cukup, serta jaringan yang mumpuni dengan server yang cukup pula.

Untuk jumlah komputer, lanjutnya, harus ada sedikitnya sepertiga dari jumlah siswa. Itupun belum termasuk dengan komputer cadangan jikalau ada yang macet.

Hanya, mengenai jumlah siswa yang mengikuti UNBK, ia tidak bisa menjawab persis lantaran data ada di sekolah dan rayon. ”Yang pasti dengan adanya sekolah yang menggelar UNBK pada tingkat SMP, membuat pelaksanaan UN SMP tahun ini terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Apalagi tahun semua menggunakan UN regullar,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap tahun depan akan ada SMP yang lebih banyak menggunakan UNBK. Sebab, cara tersebut lebih praktis dan akurat dibandingkan dengan UN biasa.

“Selain itu, SMP bekerja sama dengan SMA. Di Kudus itu kan banyak SMA yang  sudah UNBK. Jadi bisa menggunakan fasiltas itu. Hal semacam ini mulai digunakan di Surabaya,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : 15.456 Siswa SMP di Kudus Siap Ikuti UN

Video – Wow! SMA 1 Kudus Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Selenggarakan UNBK

Komisi D DPRD Kudus saat sidak di SMA 1 Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Komisi D DPRD Kudus saat sidak di SMA 1 Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat yang berlangsung 4-6 April, sebagian sekolah sudah menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Termasuk di Kudus, salah satunya adalah SMA 1.

Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer ini, merupakan kali pertama bagi SMA 1 Kudus. Bahkan, untuk bisa menyelenggarakan ujian dengan sistem komputerisasi ini, pihak sekolah harus menggelontorkan dana hingga ratusan juta.

Kepala SMA 1 Kudus Shodiqun mengatakan, setidaknya lebih dari Rp 200 juta telah dihabiskan dalam persiapan UNBK. Jumlah tersebut, belum lagi ditambah dengan fasilitas lainnya, agar UN berjalan lancar.

“Rp 200 juta sudah dihabiskan untuk membeli perangkat komputer. Itu saja kurang, lantaran komputer yang disiapkan lebih 100 unit,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, biaya tersebut bersumber dari bantuan pemerintah dan bantuan itu diberikan langsung ke rekening sekolah, kemudian dibelanjakan untuk perlengkapan sarana prasarananya.

Saat bantuan didapat, kata dia, pihaknya langsung bertemu dengan Presiden Jokowi. Sebab hanya beberapa sekolah saja yang mendapatkan bantuan semacam itu.

Selain bantuan dari Jakarta, untuk melengkapi kebutuhan UNBK, pihaknya juga meminta bantuan dari alumni. Pelibatan alumni ini, lantaran kebutuhan untuk membeli server UNBK, termasuk server cadangan.

“Kami hanya ada dua server, padahal kebutuhannya adalah delapan unit termasuk cadangan. Sehingga, enam server yang kurang, kami mintakan ke para alumni,” ungkapnya.

Tidak hanya server dan komputer, pihak sekolah juga membutuhkan genset guna mengantisipasi adanya pemadaman listrik. Untuk genset, pihaknya menyewa sejumlah dua unit. Untuk satu unit, harga sewanya sebesar Rp 1,750  juta per hari.

Editor : Kholistiono