Jangan Sedih, Peserta UN Paket B di Kudus yang Tak Lulus Bisa Mengulang Tahun Depan

Para peserta Ujian Nasional kejar paket B melakukan ujian dengan serius. (MuriaNewsCom)

Para peserta Ujian Nasional kejar paket B melakukan ujian dengan serius. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski dipastikan tidak dapat lulus tahun ini dalam kejar Paket B, peserta UN tersebut masih memiliki kesempatan mengikuti UN lagi. Sebab, tahun depan peserta yang tahun ini absen dapat mengikuti ujian.

Hal itu sudah menjadi aturan pemerintah. Sehingga, mereka yang masih tetap mengizinkan ijazah dan lulus dapat mengikuti UN pada tahun berikutnya.

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Moch Soleh, mengatakan UN Paket B tahun depan masih dilaksanakan. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengikuti ujian.

”Itu cara satu satunya. Jadi silakan nanti dapat berkoordinasi dengan LKBM masing masing agar dapat mengikuti UN pada tahun depan,” katanya.

Terkait hal itu, tugas LKBM juga bertambah. Mengingat para peserta juga masih takut meminta izin, sehingga dia menginstruksikan kepada LKBM supaya lebih memotivasi peserta agar dapat mengikuti UN.

Pada pelaksanan UN kejar paket tahun ini, terkumpul peserta sejumlah 117 peserta. Ratusan peserta tesebut tersebar di lima rayon di Kudus dengan delapan satuan pendidikan.

”Para peserta itu mengikuti UN selama tiga hari dengan dua mata pelajaran. UN juga dimulai sore dengan jam 13.30 hingga 18.00,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Sebelum UN, Ternyata Siswa SLB di Rembang Melakukan Hal Ini

Sebelum UN (e)

Siswa SLBN Rembang sedang mengikuti UN (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seperti halnya sekolah reguler, peserta ujian nasional (UN) tingkat SMP yang diikuti siswa berkebutuhan khusus di Rembang juga melaksanakan ujian sesuai dengan jadwal, yakni pada 9-11 Mei.

Kepala SLBN Rembang Suwarto mengatakan, mengenai waktu pelaksanaan UN tak ada perbedaan dengan sekolah reguler. Begitupun dengan persiapan sebelum UN, pihaknya juga telah menyiapkan anak didiknya, salah satunya dengan mengadakan try out.

“Kami juga mengadakan try out, karena ini memang penting, supaya peserta didik kita juga tahu cara pengisian LJK yang benar itu seperti apa. Baik cara penulisan nama atau lain sebagainya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, untuk jumlah peserta UN semuanya ada tujuh siswa, yakni penyandang tunanetra, tunarungu, tunawicara dan tunadaksa. “Sebenarnya ada 17, namun yang sepuluh mengikuti ujian sekolah, karena penyandang tunagrahita dan ganda,” imbuhnya.

Dirinya yakin, peserta didiknya dapat mengikuti UN dengan maksimal.Bahkan, katanya, semangat anak didiknya untuk mengikuti UN sangat tinggi.

“Semangat mereka luar biasa untuk mengikuti UN, dan jauh-jauh hari mereka memang sudah tahu akan ikut UN. Sehingga, mereka juga mempersiapkan diri dengan baik, dan semoga hasilnya juga baik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 7 Siswa SLBN di Rembang Ikuti UN SMP  

8 Peserta UN Paket B di Kudus Tak Lulus

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Disdikpora Kudus Moch Soleh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Disdikpora Kudus Moch Soleh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Delapan siswa paket B yang mengikuti Ujian Nasional (UN), dipastikan tidak lulus tahun ini. Semuanya tidak lulus lantaran tidak mengikuti UN, karena lebih memilih mundur dari pada mengerjakan soal.

Kabid Pendidikan Non Formal Informal pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Moch Soleh mengatakan, delapan siswa dari kejar paket B yang mundur dari UN,  dengan alasan bekerja. Baik itu bekerja sebagai buruh pabrik, buruh lepas, hingga ikut suami merantau.

Padahal, lanjutnya, perusahaan sudah melakukan komunikasi dengan dinas dengan memberikan izin mengikuti UN. Namun, ia menduga sebagai karyawan, mereka terlalu takut jika meminta izin sehingga memilih absen.

”Mereka pilih bekerja ketimbang mengikuti UN. Jadi tidak bisa mengikuti UN semenjak hari pertama hingga hari ini,” kata Soleh, kepada MuriaNewsCom.

Otomatis, dengan tidak mengikuti UN maka tidak dapat lulus. Sebab syarat kelulusan adalah mengikuti UN tidak dapat dipenuhi oleh para peserta UN kejar paket B.

Sholeh menambahkan, kedelapan peserta itu berasal dari berbagai tempat. Yakni warga Desa Dukuhwaringin Dawe satu orang, warga Desa Jepang lima orang dan dua orang lainnya berasal Kaliwungu.

”Itu sudah menjadi pilihan mereka, jadi tidak dapat berbuat apa apa. Kecuali kalau sakit, dengan dilengkapi surat dokter dapat diupayakan mengikuti susulan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

7 Siswa SLBN di Rembang Ikuti UN SMP 

slb (e)

Siswa SLB Rembang sedang mengikuti ujian nasional (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tujuh siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Rembang mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2016.

Kepala SLBN Rembang Suwarto, mengatakan, untuk siswa SMPLB terdapat 17 orang. Namun, hanya tujuh siswa penyandang tunarungu,tunawicara, tunanetra dan tunadaksa yang ikuti UN. Sepuluh siswa lainnya hanya mengikuti ujian sekolah karena menyandang tunagrahita dan ganda.

“Hanya tujuh siswa yang ikut UN hingga hari ketiga ini. Sebenarnya ada sepuluh siswa lagi, namun karena tunagrahita dan ganda, sesuai peraturan hanya menjalani ujian sekolah,” paparnya, Rabu (11/5/2016).

Ia merinci, dari 17 siswa SMPLB, baik yang mengikuti ujian nasional maupun ujian nasional, yakni penyandang tunanetra ada dua orang, tunarungu dan wicara empat orang, tunadaksa satu orang, tunagrahita delapan orang dan ganda dua orang.

Ia mengungkapkan, untuk jalannya pengawasan UN, pihaknya memberlakukan pengawasan silang internal sekolah. Kemudian, untuk waktu pelaksanaan ujian, untuk masing-masing mata pelajaran, katanya, diberikan waktu hingga dua jam.

Sejauh ini, dirinya juga menyatakan, jika tak ada kendala yang berarti terhadap pelaksanaan UN yang diikuti siswanya.

Editor : Akrom Hazami

SMP 1 Kudus Pastikan UNBK Tak Terganggu

Peringatan untuk tetap tenang terpampang jelas di salah satu pintu masuk ke ruangan SMP 1 Kudus karena siswa sedang mengerjakan UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peringatan untuk tetap tenang terpampang jelas di salah satu pintu masuk ke ruangan SMP 1 Kudus karena siswa sedang mengerjakan UNBK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski sempat terdapat gangguan dua komputer mati, namun pihak sekolah mengklaim pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak ada gangguan. Apalagi, matinya komputer sudah diatasi dalam hitungan menit.

Kepala SMP 1 Kudus Achsan Noor mengunggulkan, pihaknya dalam mempersiapkan SMP 1 Kudus ke UNBK tidaklah mudah. Mulai dari komputer juga yang digunakan siswa juga sudah disiapkan jauh lebih banyak dari peserta di ruangan.

”Setiap ruang yang digunakan untuk UNBK, komputernya pasti kami kasih lebih. Tidak hanya satu dua, namun kami lebihkan hingga empat komputer. Hal itu untuk antisipasi adanya gangguan,” katanya

Dalam UNBK tahun ini, SMP 1 Kudus menggunakan empat ruangan dengan masing masing ruangan 30 komputer. Sedangkan, tiap ruang yang digunakan hanya 26 komputer, sesuai dengan kebutuhan kelas.

Menurutnya, selain menyiapkan komputer cadangan, hal yang dilakukan sekolah juga menyediakan genset. Satu genset disiagakan sekolah selama UNBK berkapasitas 50 ribu watt.

Selain genset, sekolah juga menyiapkan internet agar lancar dan stabil. Karena, UNBK juga mengandalkan stabilnya internet yang digunakan siswa.

”Sebenarnya kami juga sudah menyurati PLN dan pihak Telkom. Agar selama UN tidak ada gangguan sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Mengenai UNBK, dia mengaku siswa lebih menyukainya. Dengan waktu yang lebih efisien sehingga mampu membuat dalam mengerjakan UN lebih lancar dan cepat.

Editor: Supriyadi

BACA JUGADiduga Korslet, 2 Komputer UNBK SMP 1 Kudus Tiba-tiba Mati 

Bupati Blora Ajak Siswa SMP Junjung Tinggi Kejujuran saat UN

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat menjadi momen tersendiri bagi Bupati Blora, Djoko Nugroho. Orang nomor satu di Blora tersebut menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 1 Menden.

Dalam kesempatan tersebut Djoko menekankan, dalam mengerjakan soal saat UN yang terpenting adalah kejujuran dan percaya diri. Tanpa itu, tak ada gunanya UN digelar.

”Saya harap siswa bisa jujur dalam mengerjakan soal,” kata Djoko Nugroho (9/5/2016)

Selain itu, ia berharap, agar siswa yang saat ini sedang melaksanakan UN bisa lulus semua dengan hasil nilai yang memuaskan. ”Nilai yang mereka dapatkan saya harap dari hasil mereka sendiri, bukan dari hasil curang,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, bahwa UN merupakan evaluasi akhir yang harus dilalui setiap pelajar agar mengetahui sejauh mana kemampuan selama menempuh pendidikan formal. “Agenda tahunan ini saya harap siswa tidak menjadikannya momok. Namun, menjadi penyemangat dengan mensiasatinya dengan belajar yang giat,” pengkasnya.

Dalam tinjauan tersebut, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, didampingi oleh Achmad Wardoyo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Blora. Setelah meninjau pelaksaan UN di SMP Negeri 1 Menden Kokok juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di  SMP Negeri Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Guru di Kudus Dengarkan Ini, UNBK Bukan untuk Adu Gengsi

Para peserta UN SMP sedang mengerjakan UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para peserta UN SMP sedang mengerjakan UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski UNBK memiliki segudang keunggulan ketimbang Ujian Nasional (UN) tertulis atau Paper Based Test (PBT), namun untuk dapat mengikuti UN secara online itu tidaklah mudah. Sebab selain syarat yang disiapkan, sekolah juga harus merogoh kocek mahal lantaran biayanya sangat mahal.

Kepala Dinas pendidikan Jateng Nurhadi Amiyanto berpesan untuk sekolah jangan terlalu memaksakan untuk mengikuti UNBK. Sebab diakuinya untuk mempersiapkan saja membutuhkan anggaran yang tidak sedikit

”Kalau memang sekolah tidak bisa ya tidak masalah, hal ini bukanlah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah,” katanya kepada MuriaNewsCom

Besarnya biaya dapat terlihat dari fasiltas yang dibutuhkan. Mulai dari komputer yang minimal sepertiga jumlah siswa, kemudian ditambah lagi fasiltas internet yang mumpuni juga menjadi tambahan biaya.

Dengan demikian sekolah tidak usah gengsi jika tidak menggunakan UNBK. Sebaliknya, UNBK bukanlah untuk gaya gayaan atau gengsi semata.

“Sekolah itu untuk belajar dan mencari ilmu. Jadi bukan untuk gaya gayaan apalagi gengsi,” ujarnya.

Terlebih lagi, jika sekolah sampai menarik iuran untuk UNBK. Hal itu tidak dapat dilakukan lantaran tidak sesuai prosedur. Bahkan, pengadaan UNBK dari dana BOS juga tidak diperbolehkan karena bukan operasional sekolah.

”Banyak sekolah yang belum UNBK, ada 83.163 sekolah se jawa tengah yang masih belum UNBK. Itu tidak menjadi persoalan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Diduga Korslet, 2 Komputer UNBK SMP 1 Kudus Tiba-tiba Mati

Siswa SMP 1 Kudus mengerjakan Ujian Nasional dengan sistem UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Siswa SMP 1 Kudus mengerjakan Ujian Nasional dengan sistem UNBK, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan UNBK di SMP 1 Kudus di hari permana terjadi gangguan. Dua buah komputer yang digunakan siswa untuk ujian tiba-tiba mati.

Riski Liliantika, siswi SMP 1 Kudus mengatakan, saat mulai mengerjakan di shift pertama, dua komputer di ruangannya tiba tiba mati. Kondisi itu sempat menjadi perhatian siswa lantaran khawatir tak bisa mengerjakan UN.

”Komputer itu satu ruangan. Matinya tidak lama, sebab hanya satu menitan saja. Saat mati teman-teman juga panik karena takut kalau matinya lama,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengungkapkan jumlah komputer yang mati dua unit. Matinya dua komputer itu hampir bersamaan. Diduga, komputer yang mati lantaran korslet ringan.

Dia menjelaskan, meski sempat mati, namun tidak mengganggu berjalannya UNBK. Sebab, matinya hanya satu menit dan mengerjakan UNBK lebih cepat ketimbang UN biasa.

”Lebih enak Pakai UNBK. Lebih cepat pula, namun saat baru mengerjakan tadi sempat deg degan, karena baru kali pertama mengerjakan UN,” ungkapnya.

Dia berharap UN berikutnya berjalan lancar, sehingga proses mengerjakan soal juga dapat lebih maksimal lagi tanpa adanya gangguan dalam hal apapun.

Editor: Supriyadi

Kamu Perlu Tau, UN Bagi Siswa Sekolah Luar Biasa Setara UN Reguler

Tiga Siswa SMPLB di Jepara mengikuti UN hari pertama, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tiga Siswa SMPLB di Jepara mengikuti UN hari pertama, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun 2016 ini, ada tiga siswa sekolah luar biasa tingkat SMP di Kabupaten Jepara yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Jepara, Suwandi mengatakan, secara umum pelaksanaan UN bagi siswa tuna rungu sama dengan siswa di sekolah reguler.

”Misalnya, jumlah mata pelajaran yang diujikan ada empat. Yaitu Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris,” kata Suwandi kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Menurutnya, selain masalah jumlah mata pelajaran yang sama. Secara pengawasan juga sama dengan pelaksanaan UN regular. Pengawasan dilakukan secara silang dari sekolah lain, dan dilakukan secara ketat.

”Pelaksanaannya masih sama dengan regular. Sehingga ketika nantinya mereka lulus bisa melanjutkan sekolah di sekolah regular,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain berkesempatan melanjutkan ke sekolah reguler, ditambahkan Suwandi, siswa lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMA juga nantinya memiliki kesempatan belajar di bangku kuliah. Setiap tahun pihaknya menerima promosi dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

”Tapi kelihatannya belum banyak lulusan kami yang berniat melanjutkan pendidikan sampai jenjang kuliah. Selesai SMA langsung memilih bekerja,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Video – MTs N 1 Kudus Siapkan Umroh dan Motor Gratis untuk Peraih Hasil UN Terbaik

 

MuriaNewsCom – Banyak cara untuk memotivasi siswa yang mengikuti UN supaya mengerjakan UN sebaik-baiknya. Salah satunya dengan menyediakan paket perjalanan umroh gratis dan sepeda motor bagi peraih hasil terbaik UN.

Hal itu juga yang dilakukan oleh MTs Negeri 1 Kudus. Demi menggungah kemampuan terbaik siswa Madrasah di Kudus ini menyediakan umroh dan sepeda motor gratis untuk peraih UN terbaik.

Kepala MTs N 1 Kudus Ali Musyafak mengatakan, sebuah tiket dan satu unit sepeda motor sengaja disiapkan pihak sekolah untuk memotivasi siswa. Namun, untuk mendapatkannya tidaklah mudah, sebab madrasah memberikan syarat yang harus dipenuhi siswa.

”Jika siswa di sini ada yang peringkat pertama Jateng, maka ia berhak tiket umroh gratis. Namun jika hanya terbaik se-Kudus, maka yang diberikan hanya sepeda motor matic Honda Vario,” katanya kepada MuriaNewsCom

Cara semacam itu, dianggap sesuai untuk mendorong siswa mendapatkan hasil yang maksimal. Para siswa dinilai lebih serius belajar untuk menjadikan terbaik, sehingga nantinya mampu memenangkan iming iming yang diberikan pihak madrasah.

Bahkan, bukan hanya kelas IX saja yang berkeinginan. Namun keinginan adik adik kelas yang juga ada hadiah lantaran terbaik di UN. Sehingga pihak madrasah mengupayakan dilakukan tiap tahun ada hadiah.

”Tahun kemarin Vario saja, tapi belum bisa diambil lantaran belum bisa menjadi yang terbaik. Beda dua poin saja dengan yang terbaik se-Kudus. Namun tahun ini para siswa lebih serius menghadapinya,” ujarnya.

Dia mengatakan, total siswa yang berkompetisi memperebutkan Umroh dan Vario sejumlah 374 siswa. Jumlah itu merupakan jumlah keseluruhan yang mengikuti UN disana. Meski hadiah sangat besar, pihak sekolah mengaku tidak menyalahi aturan. Sebab sumber biaya pribadi, tanpa biaya bos dan bantuan sekolah lainnya.

Editor: Supriyadi

Tiga Siswa Luar Biasa di Jepara Ikuti UN SMP

Tiga Siswa SMPLB di Jepara mengikuti UN hari pertama, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tiga Siswa SMPLB di Jepara mengikuti UN hari pertama, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga siswa yang sekolah di SMP Luar Biasa (SMPLB) di Kabupaten Jepara mengikuti Ujian Nasional (UN). Sedangkan siswa yang lainnya, hanya mengikuti ujian sekolah.

“Tahun ini hanya tiga siswa yang mengikuti UN. Sedangkan siswa lainnya, yakni 16 siswa hanya mengikuti ujian sekolah saja,” ujar Kepala Sekolah LB, Suwandi kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Menurut dia, siswa yang bisa mengikuti UN hanya ada tiga kategori, yakni tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa. Sedangkan tuna grahita hanya ujian sekolah.

Hanya, untuk di Jepara, ketiga siswa yang mengikuti UN merupakan siswa tuna rungu. Sementara, 16 siswa tuna grahita sehingga hanya mengikuti ujian sekolah.

”Kebetulan tahun ini siswa kami hanya tuna rungu, Untuk siswa yang tuna grahita hanya mengikuti ujian sekolah,” kata Suwandi.

Dia menambahkan, siswa tuna grahita tidak mengikuti UN, karena kemampuan berfikir anak-anak tersebut di bawah rata-rata. Nantinya, setelah lulus dari SMPLB, siswa tuna grahita tidak dapat melanjutkan ke sekolah reguler.

“Tapi kalau tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa kalau nilainya bagus bisa melanjutkan ke SMA reguler, tidak harus di SMALB,” imbuh Suwandi.

Editor: Supriyadi

Disdikpora Kudus Minta Penjagaan Naskah UN di Sub Rayon Diperketat

Caption//Petugas siap berjaga di sub rayon bersama personel polisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Caption//Petugas siap berjaga di sub rayon bersama personel polisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Hartono mengimbau supaya penjagaan naskah UN di Sub Rayon harus diperketat.

”Pengambilan Naskah UN oleh Masing masing Sub Rayon ke Disdikpora dilakukan Minggu (8/5/2016) besok, maka malamnya harus dijaga dengan ketat. Baik itu bersama semua anggota Sub rayon yang terdiri dari kepala sekolah atau guru di masing masing Sub Rayon atau dengan aparat keamanan. Itu supaya perjalanan UN hari Senin (9/5/2016) dapat lancar,” katanya.

Sementara itu, dirinya juga mengimbau, supaya semua siswa meningkatkan belajar dan percaya diri dengan kemampuannya.

”Untuk menjalankan UN dengan baik, lancar dan aman, maka semua siswa harus rajin belajar dan percaya akan kemampuannya,” ujarnya.

Ia pun berharap, UN di tahun pelajaran 2015-2016 tingkat SMP/MTs ini dapat berjalan dengan baik tanpa ada kejadian apapun. Baik itu yang UN secara tertulis maupun secara komputerisasi.

Editor: Supriyadi

Video – Polisi Bersenjata Kawal Pengiriman Naskah UN ke-35 Kabupaten/Kota se-Jateng

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengiriman naskah Ujian Nasional (UN) ke 35 Kabupaten/Kota se-Jateng dipastikan aman. Pasalnya, selain petugas Disdik Jateng, personel polisi bersenjata lengkap ikut dikerahkan untuk memastikan keamanan naskah ke tujuan dengan dengan aman dan utuh.

”Jadi kami juga dikawal oleh petugas kepolisian bersenjata lengkap saat pengiriman. Karena itu, saya pastikan naskah UN aman,” kata Kepala Disdik Jateng Nur Hadi Amiyanto, Sabtu (7/5/2016).

Selain itu, lanjutnya, dokumen tersebut sifatnya sangat rahasia. Sehingga harus diberikan pengamanan ekstra ketat. Dengan begitu, naskah tak bisa diambil oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

”Petugas polres masing masing daerah juga membantu mengamankan. Jadi tidak bisa dibocorkan apalagi sampai dibuka sebelum waktunya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Dicetak di Kudus, Disdik Jateng Pastikan Naskah UN SMP Sudah Tersebar di Jateng

Kepala Disdik Jateng Norhadi saat memberikan lebel di kendaraan pengiriman naskah UN. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Disdik Jateng Norhadi saat memberikan lebel di kendaraan pengiriman naskah UN. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pendidikan Jawa Tengah mulai melakukan distribusi naskah Ujian Nasional (UN) untuk wilayah Jateng yang dicetak di Pura Kudus, Sabtu (7/5/2016) dini hari. Pengiriman naskah dilakukan mulai pukul 00.00 WIB hingga siang ini. Hal itu sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yakni H – 2 UN.

Kepala Disdik Jateng Nur Hadi Amiyanto mengungkapkan, sesuai dengan prosedur H – 2 naskah harus mulai disalurkan ke kabupaten. Untuk itulah pada hari ini dilakukan pembangunan naskah soal ke Dinas Pendidikan di 35 Kabupaten dan Kota.

”Pagi ini juga sudah ada yang sampai, sebab pengiriman paling jauh cilacap dan itu juga dikirim pertama dibandingkan dengan daerah lainnya,” katanya.

Menurutnya, pada UN kali tingkat SMP ini, diikuti 733.581 siswa. Jumlah itu terdiri dari siswa SMP sejumlah 377.924. Siswa MTs 120.176, SMPLB 190 dan sisanya Paket B 15. 481 siswa. Sedangkan untuk sekolah, mencapai jumlah 83.163 sekolah negeri dan swasta.

Seperti halnya untuk tingkatan SMA, untuk tingkatan SMP juga tidak diketahui berapa paket soal yang disiapkan. Hal itu lantaran sangat ketat dan rahasianya naskah soal UN.

Dia pun mengimbau kepada siswa yang melangsungkan UN mulai Senin mendatang, untuk tidak menerima bocoran atau kunci jawaban. Sebab hal itu dinilai tidak benar lantaran soal sangat rahasia.

”Selain itu soal juga banyak jenis ynag juga dirahasiakan. Jadi tidak bisa membocorkan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

18.629 Siswa SMP di Jepara Bersiap Ikuti UN

Ilustrasi. (MuriaNewsCom)

Ilustrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah pertama (SMP) akan mulai digelar pekan depan. Saat ini sudah dipastikan sekitar 18.629 siswa tingat SMP sederajat bersiap untuk mengikuti agenda tiap tahun tersebut.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Ali Maftuh menjelaskan, sebanyak 18.629 siswa tingkat SMP sederajat bersiap mengikuti UN. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.994 merupakan siswa SMP. Sementara peserta UN siswa Mts sebanyak 8.635.

”Siswa SMP yang akan mengikuti UN berasal dari 79 SMP dan 100 MTs yang ada di Kabupaten Jepara. Ditambah satu SMP Luar Biasa dan enam SMP. Namun, semua siswa SMP Terbuka mengikuti UN bergabung dengan sekolah lain,” ujar Ali, Rabu (4/5/2016).

Selain siswa dari enam SMP Terbuka, lanjut Ali, peserta UN dari SMP MIS Jabal Nur Bandengan, SMP IT Amal Insani, MTs Islamic Center, MTS Salafiyah Al Ikhlas Krapyak, MTS Nahdlatus Shibyan, MTs Urwatil Wutsqo serta MTs Nurul Islam, juga akan mengikuti UN gabungan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan UN akan dimulai Senin 9 Mei pekan depan. Secara umum, pelaksanaan UN tahun ini tidak jauh berbeda dengan lalu. Sistem pengawasan dilakukan secara silang. ”Secara teknisnya sama tidak ada yang berbeda,” kata Ali.

Ali menambahkan, pada pelaksanaan UN tahun ini, hanya satu sekolah yang akan mengelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Yaitu MTs Balekambang Kecamatan Nalumsari.

Editor: Supriyadi

 

UN Selesai, Kepala Sekolah Lega

Para siswa berkumpul dengan teman-temannya usai UN. Foto diambil di salah satu SMP di wilayah Bae, Kudus. (MURIANEWSW/HANA RATRI)

Kategori: Pendidikan

KUDUS – Ujian Nasional (UN) tingkat SMP tahun ajaran 2014/2015 yang berakhir pada hari ini berjalan lancar di beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Kudus, misalnya SMP 1 Jati Kudus dan SMP 1 Mejobo. 

Lanjutkan membaca

Peserta UN SMP Optimistis Lulus

Para peserta UN SMP kali ini merasa optimistis bisa lulus. Sebab, hasil UN kali ini bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. (MURIANEWS / DANI AGUS)

GROBOGAN – Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, para peserta UN SMP kali ini merasa optimistis bisa lulus. Sebab, hasil UN kali ini bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Lanjutkan membaca