Warga Margorejo Pati Kreasikan Terong jadi Makanan Ringan

 Kusmianingsih menunjukkan produk makanan ringan hasil olahan dari terong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kusmianingsih menunjukkan produk makanan ringan hasil olahan dari terong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sayur jenis terong selama ini dimanfaatkan sebagai olahan kuliner pendamping nasi, mulai dari sayur bening, sambal terong, dan beragam kuliner lainnya. Berbeda dengan Kusmianingsih (37), warga Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati yang berhasil menyulap terong menjadi makanan ringan.

Terong krispi, namanya. Saat ini, kreasi terong krispi buatan Kusmianingsih sudah mulai dipasarkan di pusat jajanan Pasar Pragola Pati. Rencananya, dia juga akan memasarkan ke berbagai minimarket di Kabupaten Pati.

“Ide bermula ketika melihat ketersediaan bahan baku terong begitu melimpah di pasar dengan harga yang cukup terjangkau. Saya kemudian berpikir, bagaimana kalau terong dijadikan makanan ringan. Dari sana, saya kemudian bereksperimen sendiri,” ujar wanita single parent yang akrab disapa Mbak Ning ini kepada MuriaNewsCom, Selasa (13/12/2016).

Dari hasil eksperimen, terong yang diiris tipis-tipis dan diberikan tepung dengan aneka bumbu khas Nusantara tersebut memiliki rasa yang enak, gurih dengan sensasi krispi. Dalam sehari, Mbak Ning sanggup memproduksi 50 bungkus terong krispi dengan ukuran 150 gram per bungkus.

Meski baru dikenalkan beberapa minggu ini, terong kripsi buatan Mbak Ning banyak dicari pembeli. Dalam sebulan saja, dia berhasil menjual sekitar 200 bungkus terong krispi dengan harga Rp 12 ribu per bungkus. Praktis, Mbak Ning memiliki omzet Rp 2,4 juta per bulan.

Padahal, Mbak Ning tidak hanya memproduksi terong krispi, tetapi juga aneka olahan makanan ringan lainnya, seperti stik. “Saat ini, pangsa pasar terong krispi sebatas di wilayah Pati saja. Kalau nanti banyak diminati, saya akan pasarkan ke luar wilayah Pati, termasuk melalui online,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Cara Membuat Pestisida Pengusir Hama dari Kentang

Sejumlah petugas dari Lab PHPT Pati memotong kentang untuk dijadikan pestisida alami. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas dari Lab PHPT Pati memotong kentang untuk dijadikan pestisida alami. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Selain dijadikan bahan dasar pembuatan keripik yang dikenal seantero dunia, kentang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pestisida pengusir hama secara alami.

Penganalisis Diagnosis Organisme Pengganggu Tumbuhan Lab PHPT Pati Tri Adji kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015) mengatakan, sari kentang yang dicampur gula melalui proses tertentu bisa menghasilkan semacam mikroba yang efektif membunuh berbagai macam hama pertanian.

”Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah, yaitu kentang dan gula. Kentang dipotong-potong biasa seperti kalau mau membuat sambal goreng. Selanjutnya direbus hingga sepuluh menit. Air rebusan itu diambil dan direbus lagi dengan gula. Setelah dingin dimasukkan ke sebuah alat fermentasi,” tuturnya.

Ia mengatakan, ekstrak kentang plus gula sebagai media untuk pengembangan agens hayati cendawan entomopatogen / antagonsi dengan cara difermentasi menggunakan alat fermentor. Setelah proses fermentasi berhasil dapat digunakan untuk pengendalian OPT tertentu.

Berita ini sekaligus meralat berita berjudul Ini Cara Membuat Pestisida Pengusir Hama dari Kentang. Dalam berita itu disebutkan hasil fermentasi harus ditampung dalam galon sehingga tidak terkontaminasi dengan bakteri atau jamur. ”Jangan gunakan ember, karena bisa terkontaminasi. Kalau mau tanya lebih lanjut soal alatnya, bisa datang ke Laboratorium PHPT Pati,” imbuhnya.

Dilihat dari aspek biaya, pemanfaatan pestisida dari kentang bisa lebih murah ketimbang pestisida kimia. Jika pestisida kimia dibanderol paling murah Rp 25 ribu per liter, pestisida dari kentang hanya menelan biaya Rp 10 ribu per liter.

”Tak hanya murah, tetapi juga ramah lingkungan dan hasil pertanian yang dipanen bisa organik, bebas residu kimia. Kentangnya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka makanan,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Ini Cara Membuat Pestisida Pengusir Hama dari Kentang

Sejumlah petugas dari Lab PHPT Pati memotong kentang untuk dijadikan pestisida alami. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas dari Lab PHPT Pati memotong kentang untuk dijadikan pestisida alami. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Selain dijadikan bahan dasar pembuatan keripik yang dikenal seantero dunia, kentang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pestisida pengusir hama secara alami.

Penganalisis Diagnosis Organisme Pengganggu Tumbuhan Lab PHPT Pati Tri Adji kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015) mengatakan, sari kentang yang dicampur gula melalui proses tertentu bisa menghasilkan semacam mikroba yang efektif membunuh berbagai macam hama pertanian.

”Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah, yaitu kentang dan gula. Kentang dipotong-potong biasa seperti kalau mau membuat sambal goreng. Selanjutnya direbus hingga sepuluh menit. Air rebusan itu diambil dan direbus lagi dengan gula. Setelah dingin dimasukkan ke sebuah alat fermentasi,” tuturnya.

Ia mengatakan, hasil fermentasi harus ditampung dalam galon sehingga tidak terkontaminasi dengan bakteri atau jamur. ”Jangan gunakan ember, karena bisa terkontaminasi. Kalau mau tanya lebih lanjut soal alatnya, bisa datang ke Laboratorium PHPT Pati,” imbuhnya.

Dilihat dari aspek biaya, pemanfaatan pestisida dari kentang bisa lebih murah ketimbang pestisida kimia. Jika pestisida kimia dibanderol paling murah Rp 25 ribu per liter, pestisida dari kentang hanya menelan biaya Rp 10 ribu per liter.

”Tak hanya murah, tetapi juga ramah lingkungan dan hasil pertanian yang dipanen bisa organik, bebas residu kimia. Kentangnya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka makanan,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)