Rektor UISI Sebut Penanaman Pohon Kurang Bermanfaat

Rektor Universitas International Semen Indonesia (UISI), Prof. Dr-Ing. Herman Sasongko ketika sambutan dalam pelepasan KKN UISI Angkatan ke III di di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Rabu (20/1/2016).(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Rektor Universitas International Semen Indonesia (UISI), Prof. Dr-Ing. Herman Sasongko ketika sambutan dalam pelepasan KKN UISI Angkatan ke III di di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Rabu (20/1/2016).(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Rektor Universitas International Semen Indonesia (UISI), Prof Dr-Ing Herman Sasongko menyebut program konservatif kurang bermanfaat, Rabu (20/1/2016).

Hal tersebut disampaikan kepada awak media menjelang pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lantai IV Gedung Setda Rembang. Sebanyak 153 mahasiswa UISI, rencananya akan disebar ke 30 desa di Kecamatan Gunem dan Kecamatan Bulu.

Herman mengatakan penanaman pohon sebagai program konservatif yang diulang-ulang oleh setiap universitas merupakan kegiatan yang kurang bermanfaat. “Itu seperti membangunkan sesuatu yang life stillnya tidak lama, cepat rusak, dan kurang bermanfaat,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, ratusan mahasiswa KKN UISI diberi misi untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang potensi daerah dan masyarakat, termasuk kelemahannya. “Selanjutnya, informasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh CSR Semen Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena itu, Herman menegaskan KKN angkatan ke III UISI, tidak menyasar pembangunan fisik tetapi difokuskan membuka wacana berpikir masyarakat yang disebutnya sebagai spirit dari UISI sendiri, yakni hidupmu harus menghidupi yang lain.

“Tahap pertama, membuka jendela etalase hidup yang maju bagi masyarakat. Bagaimana mencari informasi bisnis dan memajukan kehidupannya. Kedua, menginformasikan potensi diri, ada usaha perkayuan,” tegasnya.

Sementara terkait pemilihan lokasi di Rembang, Herman menyatakan adanya pembangunan pabrik PT Semen Indonesia menjadi alasan kuat pemilihan tempat di Rembang. “Rembang adalah salah satu tempat yang mana akan kami buka anak perusahaan besar dari korporasi Semen Indonesia,” tandas Herman.

Selain itu, Herman menilai setiap masyarakat di sekitar pabrik semen harus siap menerima industrialisasi. “Setiap kita memiliki instansi baru di manapun, orang berpikir bahwa masyarakat di sekitarnya harus siap menerima industrialisasi, yaitu ikut merasakan manfaatnya menjadi lebih maju,” pungkasnya

Editor : Akrom Hazami