Begini Cara Tukang Pijat Asal Jepara Kibuli Korbannya Hingga dapat Uang Ratusan Juta

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Agus Widodo si tukang pijit menipu puluhan orang dengan modus akan dijadikan relawan pijit haji dan akan diberangkatkan ke Mekah, dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Lalu bagaimana warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung itu melancarkan aksi tipu-tipunya itu?

Kepada petugas aksinya bermula ketika ia memiliki ide untuk menyurati Presiden Joko Widodo guna mengutarakan keinginannya untuk dapat menjadi relawan pijat haji. Surat yang ia kirimkan pada akhir Desember 2016, ternyata dibalas oleh Kesekretariatan Negara. 

“Awalnya saya menyurati Presiden Jokowi mengutarakan niat saya. Lalu dibalas oleh setneg untuk berkoordinasi dengan Kementrian Agama RI. Lalu saya pergi ke Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh kemudian suruh membuat proposal. Di sana bilangnya petugas cuma bagus-bagus gitu. Lalu saya mantab mengumpulkan murid kursus pijat, yang nantinya akan menjadi relawan. Kira-kira awal tahun ini, dan berangkatnya pada tanggal 7 Agustus 2017 lalu seharusnya,” katanya, Senin (19/9/2017). 

Baca Juga: Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Tanpa memperhatikan isi surat dan prosedur resmi, Agus potong kompas dengan mengumpulkan beberapa orang calon relawan tukang pijit. Untuk meyakinkan para korbannya, ia kerap kali membawa beberapa album foto, berisi pose dirinya dengan pejabat-pejabat tinggi. Di antaranya Presiden RI Joko Widodo, Pejabat Kabupaten Jepara bahkan bersama Kapolres Jepara.

Berbekal album foto tersebut, ia bahkan bergerilya mencari mangsa. Agus meyakinkan setiap orang yang ditemuinya untuk dapat menyerahkan uang mulai dari Rp 8 juta hingga belasan juta.

Dari sekian banyak banyaknya korban, ia mendapatkan uang hingga Rp 200 juta. Hanya, uang tersebut habis digunakan untuk pembuatan sertifikat, seragam, biaya tanggungan dan akomodasi.

Foto bareng presiden jadi salah satu alat yang digunakan Agus Widodo yakinkan korbannya menjadi relawan pijat hari. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengakui dalam album foto milik Agus terdapat foto dirinya.

“Saat itu sedang ada acara di pendapa Kabupaten. Nah ada seorang pejabat dari Kabupaten yang mengenalkan orang ini (Agus) kepada saya, bilangnya mau foto. Masa saya menolak kalau diajak foto orang. Tampilan dia (Agus) saat itu pun seperti pegawai negeri,” terangnya sambil melihat koleksi foto milik Agus. 

Baca Juga: 8 Bulan Beroperasi, Tukang Pijit Penipu Asal Jepara Ini Kantongi Uang 200 Juta

Namun saat dikonfirmasi dengan pelaku, Agus si tukang pijat menolak mengakui album foto tersebut merupakan senjata untuk menarik murid kursus pijat. Selain dua album foto, barang bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. 

Informasi yang dikumpulkan MuriaNewsCom, Agus memang sudah kondang sebagai pemijit panggilan di daerah Jepara. Ia juga sempat menggandeng beberapa instansi untuk menggelar pelatihan pijat. 

Namun, nasib berkata lain. Kini Agus Widodo harus meringkuk ditahanan akibat ulahnya mengumpulkan uang dan menggelapkannya Ia terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi

8 Bulan Beroperasi, Tukang Pijit Penipu Asal Jepara Ini Kantongi Uang 200 Juta

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi penipuan yang dilakukan tukang pijit Agus Widodo (49) warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung terbilang cukup besar. Dari hasil pengakuan tersangka, selama menjalankan aksinya tersebut, ia sudah mengantongi uang Rp 200 jutaan.

”Kurang lebih ada uang Rp 158 juta sampai Rp 200 jutaan. Tapi uang tersebut sudah habis, buat bolak-balik ke Jakarta, menginapkan murid di hotel, buat seragam dan sebagainya,” katanya kepada petugas, Selasa (19/9/2017). 

Padahal, aksi penipuan tersebut dilakukan mulai Januari 2017. Sementara para warga yang tertipu dijanjikan akan berangkat ke Tanah Suci bareng dengan jemaah haji di bulan Agustus.

Baca Juga: Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Hanya, janji manis itu ternyata sekedar janji. Sebanyak 50 murid sekaligus calon relawan pijit Haji abal-abal gagal berangkat.  Setelah jamaah haji tahun 2017 berangkat, mereka tak juga terbang ke Arab Saudi dan uang yang disetorkan amblas.

Oleh karenanya, warga Kerso, Kecamatan Kedung itu akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Jepara atas dugaan penipuan. 

”Memang saya salah langkah pak, tidak melalui jalur resmi. Kemarin saya hanya berbekal keyakinan, setelah menghadap Pak Presiden urusan tersebut bisa beres, ternyata harus ada prosedur resmi ke Kemenag. Kini uang yang sudah disetorkan kepada saya sudah habis,” tuturnya. 

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menyatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat. Tersangka menawarkan korban bisa berangkat ke Mekah sebagai relawan pijit. 

“Namun untuk dapat berangkat korban harus menyetor dana minimal Rp 8 juta rupiah. Akan tetapi setelah masa pemberangkatan jamaah haji dan memasuki pemulangan mereka tak juga diberangkatkan, dan uang yang disetorkan tak dapat kembali,” katanya.

Bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. Tersangka terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi

Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung diamankan polisi karena terbukti melakukan aksi penipuan berkedok relawan pijit jemaah haji, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Seorang tukang pijit bernama Agus Widodo warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung terpaksa meringkuk di tahanan Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).  Pria berusia 49 tahun itu terbukti melaksanakan aksi tipu-tipu berkedok relawan pijit haji.

Modusnya, ia membuka penerimaan murid kursus pijat jemaah haji. Setelah itu, ia menjanjikan mereka yang sudah dianggap lulus bisa berangkat ke Mekah . 

Hanya saja, untuk dapat pergi ke Mekah ada syarat yang harus dipenuhi, yakni dengan menyerahkan sejumlah uang. Nominalnya bermacam-macam, mulai dari delapan juta rupiah sampai ada yang belasan juta. 

”Saya tawarkan kepada mereka bisa menjadi relawan pijit ke Saudi Arabia tahun 2017. Namun yang bersangkutan harus memiliki sertifikat terlebih dahulu dan harus menyetor dana kepada saya dulu. Saya janjikan keberangkatan pada tangga 7 Agustus 2017,” katanya kepada petugas di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).

Janji manis itu ternyata sekedar janji. Sebanyak 50 murid sekaligus calon relawan pijit Haji abal-abal gagal berangkat.  Setelah jamaah haji tahun 2017 berangkat, mereka tak juga terbang ke Arab Saudi dan uang yang disetorkan amblas.

Oleh karenanya, warga Kerso, Kecamatan Kedung itu akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Jepara atas dugaan penipuan. 

”Memang saya salah langkah pak, tidak melalui jalur resmi. Kemarin saya hanya berbekal keyakinan, setelah menghadap Pak Presiden urusan tersebut bisa beres, ternyata harus ada prosedur resmi ke Kemenag. Kini uang yang sudah disetorkan kepada saya sebesar kurang lebih Rp 158 juta sampai Rp 200 juta sudah habis, buat bolak-balik ke Jakarta, menginapkan murid saya di hotel buat seragam dan sebagainya,” tuturnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menyatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat. Tersangka menawarkan korban bisa berangkat ke Mekah sebagai relawan pijit. 

”Namun untuk dapat berangkat korban harus menyetor dana minimal Rp 8 juta rupiah. Akan tetapi setelah masa pemberangkatan jamaah haji dan memasuki pemulangan mereka tak juga diberangkatkan, dan uang yang disetorkan tak dapat kembali,” katanya.

Bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. Tersangka terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi