Tukang Becak di Kudus Ini Bikin Emosi Polisi, Ngaku Gak Bisa Baca Tulis, Tapi Bisa Ngrekap Togel

Tersangka pengedar togel bersama barang bukti uang hasil jualan togel. (Dokumen Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Rasemin (54) pengedar togel yang ditangkap Polsek Bae sempat membuat emosi petugas yang menangkapnya. Bagaimana tidak, saat ditangkap pelaku berpura-pura tak bisa menulis sama sekali.

Kapolsek Bae AKP Sardi mengatakan, warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, itu tak hanya mengelak mengedarkan togel saar ditangkap petugas. Tapi pria paruh baya itu juga mengaku tak bisa baca tulis, karena hanya lulusan SD.

“Lha di usia 54 sekarang sudah lulus SD kan hebat. Masak lulusan SD tidak bisa baca, petugas jelas tak mempercayai hal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom Senin (6/11/2017).

Padahal, lanjut kapolsek, dalam tas yang dibawa tersebut terdapat sebuah bukti rekapan judi togel  dengan tulisan tangan. Saat ditunjukkan kepada tukang becak it, dia pun mengaku kalau itu tulisan tangannya.

“Setelah mengaku tulisanya, petugas juga memastikan dengan meminta menuliskan kembali. Dan ternyata tulisannya sama dan bisa menulis. Jadi dia berbohong,” ujarnya.

Kapolsek menambah, meski sudah mengaku bisa menulis, tukang becak itu masih mengelak kalau itu rekapan judi togel. Pelaku beralibi, kalau rekapan tulisan merupakan rekap hasil dia menarik selama seharian.

Baca : Tukang Becak di Pedawang Kudus Diciduk Polisi Karena Nyambi Jual Togel

Mendengar alasan tersebut, petugas kepolisian pun tak kehabisan akal mengungkap kasus itu. Petugas lalu meminta dia menceritakan selama menarik becak seharian tadi. 

“Pelaku biasanya mangkal di Pasar Kliwon, atau daerah lainnya seperti Pertigaan Pentol. Namun saat dia menejalaskan jumlah uangnya berbeda. Saat kembali ditanya pelaku mengaku kalau uang yang lebih ketlingsep (terselip) dalam tasnya,” jelasnya.

Akhirnya, setelah kembali dijelaskan petugas kalau uang tersebut terkumpul dalam satu tempat bersama dengan catatan togel, pelaku akhirnya mengakui kalau dialah yang mengedarkan. Dan kini, pelaku sedang diproses untuk dilimpahkan kepada Polres Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Tukang Becak di Pedawang Kudus Diciduk Polisi Karena Nyambi Jual Togel

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penarik becak warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, diciduk Polsek Bae, Minggu (5/4/2017) sore. Tukang becak bernama Rasemin (54) itu ditangkap lantaran nekat menjual kupon togel.

Kapolsek Bae AKP Sardi mengatakan, tersangka menjual togel di sela-sela menarik becak. Sasaran jualan togel, adalah masyarakat sekitar Pedawang dan sesama pengayuh becak.

“Menurut keterangan pelaku, Rasemin sudah lama berjualan judi jenis togel. Setidaknya, setengah tahun lamanya ia sudah menjadi pengedar togel,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (6/11/2017).

Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan adanya penjualan kupon judi togel di kawasan Pedawang. Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian mencari informasi dan bukti. Tak lama kemudian, pelaku akhirnya ditangkap petugas.

Pelaku ditangkap polisi beserta sejumlah barang bukti. Di antaranya, sebuah rekapan nomor yang ditulis pada sobekan kardus snack dan sejumlah uang hasil penjulan kupon judi togel yang diamankan pada tas slempang warna hitam cokelat.

Selain itu, petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp 35.000 lengkap dengan bolpoin. Uang tersebut juga disimpan dalam tas yang dibawa.

“Pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bobol Apotek, Warga Kudus Ini Nyamar Jadi Tukang Becak

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menunjukkan linggis kepada pelaku saat gelar perkara, Rabu (18/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tindakan AS (29) membobol apotek Viva, di Jalan R Agil Kumudya Kudus terbilang cukup rapi. Warga Kecamatan Kota ini bahkan menyamar menjadi tukang becak saat menjalankan aksinya.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dalam melancarkan aksinya, AS menyewa becak dengan harga Rp 5 ribu. Selanjutnya, becak tersebut di parkir di depan apotek.

”Selain untuk mengelabuhi warga dan petugas, becak tersebut juga digunakan untuk membawa barang-barang curian,” kata Kapolres Kudus saat gelar perkara, Rabu (17/10/2017).

Baca: Jambret Asal Jepara Tewas Terlindas Truk usai Jambret Ibu-ibu di Tenggeles Kudus

Selanjutnya, lanjut Kapolres, pelaku menggunakan linggis untuk mencongkel jendela apotek. Jendela tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku keluar masuk apotek untuk menggasak UPS komputer.

Di depan Kapolres, AS mengaku sudah menjual barang tersebut dengan harga Rp 200 ribu kepada temannya. Sedang untuk uangnya sudah habis digunakan untuk berfoya-foya.

“Awalnya yang dicari adalah uang, namun karena jumlah hanya Rp 41 ribu, pelaku memutuskan mengambil UPS tersebut,” ungkap Kapolres.

Kapolres Kudus menambahkan, dalam menangkap pelaku, petugas dibantu dengan rekaman CCTV Yang ada di apotek. Petugas lalu mencari pelaku dan berhasil ditangkap 02 Oktober 2017 jam 16.00 WIB.

“Korban merupakan seorang buruh swasta. Sedang aksi tersebut merupakan aksi kali pertama dilakukan olehnya. Pelaku diancam kurungan maksimal tujuh tahun lantaran melanggar Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan penggelapan,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Dikira Tidur, Tukang Becak di Pati Ini Meninggal Sambil Duduk di Dalam Becak

Polisi melakukan identifikasi korban yang meninggal di atas becak di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tukang becak ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017).

Korban diketahui bernama Suwarno (60), warga Desa Mintobasuki RT 3/RW 1, Kecamatan Gabus. Dia meninggal dalam keadaan duduk di dalam becak menghadap ke barat.

Sutimah (54), seorang penjual nasi di kawasan rambu lalu lintas Kali Anyar Pati yang menjadi saksi mengungkapkan, saat itu dia datang memberikan makanan kepada Suwarno.

Saat ditawari nasi, korban tidak menyahut sehingga dikira tengah terlelap tidur. “Saya sempat membangunkannya. Tapi kok tidak segera bangun,” kata Sutimah.

Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernapas. Denyut nadi pun tidak berdetak sehingga korban dipastikan sudah meninggal dunia.

Kaget karena korban meninggal dunia, dia melaporkan kejadian itu kepada Sutarno, warga Bendan, Kelurahan Pati Kidul. Polisi yang mendapatkan informasi langsung datang bersama dokter untuk melakukan pemeriksaan medis.

“Saat pertama ditemukan, korban sudah meninggal dunia 12 jam yang lalu. Mulut berdarah karena efek pembusukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan, korban meninggal dunia karena mengalami sakit,” ujar dr Luther, petugas medis dari Puskesmas Pati.

Sementara Kapolsek Pati Iptu Pujiati menyatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Jenazah langsung diserahkan pihak keluarga di Desa Mintobasuki.

Editor: Supriyadi