Kantor BRI Kradenan Grobogan Rusak Diterjang Truk, Pelayanan Nasabah Tidak Terganggu

MuriaNewsCom, GroboganKantor BRI unit Kradenan di Kecamatan Kradenan, Grobogan mengalami kerusakan di bagian depan, Rabu (7/3/2018). Kerusakan terjadi pada tiang penyangga teras depan yang patah akibat diterjang truk pada dinihari.

Informasi yang didapat menyebutkan, rusaknya tiang bermula saat terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, ada sebuah truk yang nyelonong halaman kantor BRI Kradenan setelah sebelumnya menghindari motor dari arah berlawanan.

Akibat peristiwa ini, bodi truk sempat menghantam salah satu tiang penyangga teras hingga roboh. Pecahan tiang juga sempat memecahkan kaca di bilik ATM.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya kecelakaan di depan kantor BRI Kradenan tersebut. Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

“Hanya terdapat kerugian material saja. Yakni, kerusakan pada kendaraan dan sebagian bangunan kantor,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha menyatakan, meski ada tiang roboh akibat ditabrak truk, namun pelayanan pada nasabah tidak terganggu.

“Pelayanan hari ini tetap normal seperti biasa, tidak ada masalah. Dibagian teras ada empat tiang penyangga. Yang rusak hanya satu tiang saja. Ini, saya barusan pulang dari BRI unit Kradenan untuk mengecek kondisi disana,” katanya.

Menurutnya, untuk mesin ATM juga masih berfungsi normal. Sebelumnya, kaca pada bilik ATM pecah akibat terkena serpihan tiang yang roboh.

“Mesin ATM tidak masalah dan bisa dipakai transaksi. Kerusakan hanya pada kaca saja,” sambungnya.

Ia menambahkan, masalah kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya bangunan sudah terselesaikan. Sopir truk menyatakan sanggup mengganti tiang rusak dan kaca yang pecah.

Editor: Supriyadi

Kaget Disalip dari Kiri, Truk Bermuatan Lampu Listrik Terguling di Jalur Purwodadi-Semarang

Dua buah mobil derek berusaha mengevakuasi truk pengangkut lampu yang terperosok di Jalan Purwodadi-Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Purwodadi-Semarang, tapatnya di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kamis (14/12/2017). Sebuah truk tronton bernomor polisi B 9272 TDC keluar bahu jalan dan akhirnya terguling.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi setelah subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, truk warna putih melaju dari arah timur (Purwodadi) menuju Semarang dengan kecepatan sedang.

Sesampai di lokasi, ada mobil yang mencoba menyalip truk. Setelah hampir melewati truk, mobil tak dikenal itu mendadak mengambil jalur ke kiri karena dalam waktu bersamaan ada kendaraan didepannya.

”Tadi mobil yang nyalip bikin saya kaget. Kemudian saya coba banting stir ke kiri turun ke bahu jalan. Ternyata bahu jalannya ambles dan kendaraan saya terguling. Saya sendirian tadi,” kata sopir truk Agus Yudi Prasetio, warga Kebumen.

Agus menyatakan, sebelumnya ia sudah menempuh perjalanan dari Denpasar. Rencananya, ia akan mengirim muatan ke daerah Mranggen, Demak.

Meski tidak ada korban, namun kecelakaan ini sempat membikin kemacetan cukup panjang. Terutama, saat pemindahan muatan pada kendaraan lain, menjelang proses evakuasi truk bermuatan bolam listrik yang terguling tersebut.

”Dalam peristiwa kecelakaan truk itu tidak sampai menimbulkan korban. Sopirnya juga tidak mengalami luka. Ini, kita lagi selesai evakuasi truk yang terguling,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Editor: Supriyadi

Tabrak Truk Belok, Pedagang Sapi di Grobogan Tewas Seketika

Warga beserta petugas kepolisian mengerumuni tempat kejadian kecelakaan yang menewaskan pedagang sapi di Rejosari, Selasa (5/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora, Selasa (5/12/2017). Tepatnya, di sebuah komplek warung makan di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan.

Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor ini mengakibatkan satu korban jiwa. Korban tewas diketahui bernama Ngadiman (52), warga Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari. Korban yang dikenal sebagai pedagang atau bakul sapi itu tewas di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah di bagian kepala.

Baca: Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Informasi yang didapat dilokasi menyebutkan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu berawal saat ada truk dengan nopol K 1874 CA melaju dari arah barat. Sesampai di lokasi kejadian, truk bemuatan pasir itu bermaksud belok kanan ke komplek warung makan disebelah selatan jalan raya.

Dalam waktu bersamaan, korban yang mengendari sepeda motor Honda Megapro dengan nopol K 2334 KZ melaju kencang dari arah yang sama. Saat truk hendak belok, korban memaksakan diri untuk tetap menyalip.

Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena bodi truk sudah melewati batas tengah jalan. Lantaran jaraknya sudah terlalu dekat, motor yang melaju kencang itu langsung menabrak truk warna hijau tersebut.

Baca: Hindari Kubangan Air, Warga Senenan Jepara Tewas Terlindas Truk Dam

Akibat peristiwa ini, korban terpental dari atas kendaraannya hingga sampai di depan warung makan. Saat diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

“Saya tadi sudah menyalakan lampu sein saat mau belok. Namun, motor di belakang masih mencoba menyalip dan akhirnya menabrak truk saya,” kata Hendrik, sopir truk warga Desa Simo, Kecamatan Kradenan itu.

Tidak lama berselang, polisi sudah tiba dilokasi dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan sejumlah saksi. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sementara barang bukti kendaraan serta sopir truk juga diamankan petugas guna penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Diterima Kajari, Demontran Eksploitasi Air Pegunungan Muria Diminta Buat Laporan Resmi

Para demonstran menyampaikan aspirasi sambil membawa miniatur truk tangki bertuliskan Air Pegunungan Muria, Kamis (2/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan warga Kudus yang tergabung dalam Lembaga Aspirasi Publik menggelar aksi unjukrassa menuntut penghentian eksploitasi air Pegunungan Muria diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Herlina Setyorini, Kamis (2/11/2017).

Kajari baru itu menerima demonstran di Aula Kejaksaan. Dalam kesempatan tersebut, Kajari menyebutkan kalau masyarakat bisa langsung melaporkan secara resmi kepada kejaksaan jika ada persoalan.

“Silahkan dapat menyampaikan secara tertulis. Nanti akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya kepada pendemo.

Baca: Warga Kudus Jalan Mundur Sambil Narik ’Truk Tangki’ Tolak Eksploitasi Air Gunung Muria

Kajari menjelaskan keberadaan laporan dapat dijadikan sebagai bukti dalam penindakan. Sebaliknya, jika hanya disampaikan lisan, maka hanya sebatas informasi yang sifatnya tak  akurat dan tak kuat. Untuk itu, diharapkan dapat dilakukan secara resmi.

“Saya ucapkan terimakasih sudah datang, saya baru sepekan menjabat dan dengan adanya hal ini akan tahu informasi tentang Kudus. Namun jangan sedikit sedikit demo,” jelasnya.

Dalam hal tersebut, masa memberikan berkas kepada Kajari Kudus. Menyikapi hal tersebut Kajari belum bisa menentukan sikap, lantaran belum membaca berkas yang diterima.

Editor: Supriyadi

Pecah Ban, Truk Gandeng Bermuatan Kabel Listrik Terguling di Ngembal Kudus

truk gandeng bernopol L 8897 UK bermuatan kabel listrik terguling di lingkar Ngembal, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah truk gandeng bernopol L 8897 UK bermuatan kabel listrik terguling di lingkar Ngembal, Rabu (11/10/2017). Truk diketahui terguling, setelah sebelumnya terjadi pecah ban pada gandengan truk.

Kanit Laka Porles Kudus Iptu Ngatmin menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat truk sedang menikung dari arah selatan menuju timur. Namun saat belok, ban pada bak gandengan meletus hingga akhirnya truk terjungkal.

“Ban yang meletus sejumlah empat ban sekaligus, keempatnya pada sisi kiri bak gandeng bagian depan dan belakang. Kebetulan truk tersebut bannya rangkap,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, terjadinya letusan disebabkan pada ban truk yang memang sudah tak layak pakai. Ban yang sudah tipis dan usang, membuat udara yang panas menjadi ledakan. Apalagi, muatan yang dibawa sangatlah berat.

Kejadiannya, lanjut dia, sekitar jam 12.30 WIB. Beruntung, saat kejadian lokasi sekitar sepi, sehingga saat meledak  hingga terguling tak ada korban jiwa. Namun hingga jam 13.45 WIB, petugas menurut akses jalan untuk evakuasi truk.

“Truk tersebut berasal dari Semarang ke Surabaya. Sopirnya yang bernama Koslan (57) masih selamat dan akan kami minta keterangan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Truk Seruduk 6 Kendaraan di Jalur Nasional Tegal-Purwokerto, 10 Orang Luka

Warga mengerumuni truk dan mobil yang mengalami kecelakaan di Bumiayu, Brebes. (Facebook)

MuriaNewsCom, Brebes – Truk gandeng H 1317 PF muatan puluhan ton gandum mengalami rem blong, dan berakibat terjadinya kecelakaan lalu lintas. Truk itu menabrak enam kendaraan di jalur nasional Tegal-Purwokerto, tepatnya di Jalan Lingkar Bumiayu, Pagojengan, Paguyangan, Brebes, Kamis (7/9/2017).

Tabrakan melibatkan truk, bus,  mobil boks, mobil bak terbuka, serta dua sepeda motor. Tidak ada korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut. Namun ada sekitar 10 orang yang mengalami luka-luka. Korban luka dilarikan ke RSUD Bumiayu.

Baca : Begini Penampilan Polwan Cantik Saat Nyamar Jadi PSK dan Bekuk Mucikari di Rames Pati 

Keterangan Kepala Pos Lantas Bumiayu, Aiptu Sus Gundhi Atmika, mulanya truk gandeng melaju di jalan menurun. Sopir truk mencoba menginjak rem guna mengontrol kendaraan. Namun rem tak berfungsi. Truk pun melaju turun hingga menabrak kendaraan di depannya.

Warga mengerumuni bus yang guling di Bumiayu, Brebes. (Facebook)

 

Truk menabrak mobil boks, kemudian menabrak dua sepeda motor parkir, dan menabrak bus PO Dedy Jaya. Tidak berhenti di situ, sopir truk banting kemudi ke sebelah kiri arah terminal lama Bumiayu. Di terminal lama, truk menabrak mobil bak terbuka pengangkut gas elpiji, hingga akhirnya menabrak mobil pemadam kebakaran (damkar) yang tengah parkir.

“Truk yang melaju dari selatan remnya tidak berfungsi dan menabrak beberapa kendaraan yang di depannya sampai akhirnya menabrak mobil Damkar dan truk baru berhenti,” kata Sus.

Baca : Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya

 

Warga mengerumuni mobil yang mengalami kecelakaan di Bumiayu, Brebes. (Facebook)

 

Akibat tabrakan, bus sampai terguling dan melintang di tengah jalan. Sementara sepeda motor ringsek. Kendaraan lain yang ditabrak juga mengalami ringsek di beberap bagian.

Akibat kecelakaan, arus lalu lintas macet total lebih dari setengah jam. Sejumlah polisi mendatangi lokasi dan melakukan pengaturan arus.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Grobogan Temukan Truk Hilang, Ini Reaksi Mengejutkan Si Pemilik

Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi terlihat ceria sesaat sebelum kendaraannya yang hilang diserahkan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan gembira dirasakan Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Kegembiraan itu muncul setelah kendaraan truknya yang hilang beberapa bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Pengembalian barang bukti kejahatan pada pemiliknya itu dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Rabu (30/8/2017).

“Berkat kerja keras dari anggota dan dukungan masyarakat, truk yang dicuri akhirnya bisa ditemukan. Lain kali, harap berhati-hati dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan,” kata Satria saat menyerahkan replika kunci pada korban pencurian pada bulan April lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Satria juga menyerahkan satu barang bukti kejahatan berupa sepeda motor pada pemiliknya. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Kecamatan Grobogan itu dicuri orang pada bulan Februari 2015.

Menurut Satria, dalam kegiatan Operasi Jaran Candi 2017 yang dilangsungkan 27 Juli hingga 15 Agustus, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus curanmor di berbagai kecamatan. Dari pengungkapan kasus ini, ada 13 tersangka yang diamankan.

Kemudian, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Antara lain, 11 unit sepeda motor, 1 truk, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Selain kasus curanmor, kita juga mengungkap kasus penjambretan dan penganiayaan. Pelaku dan barang bukti hasil kejahatan berhasil kita amankan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Truk Standing di Grobogan, Polisi Bereaksi Seperti Ini

Truk standing saat mengangkut muatan berat di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panjie Gedhe Prabawa mengimbau pada para pengemudi kendaraan bak terbuka agar memperhatikan barang muatan yang dibawa. Imbauan itu dilontarkan seiring adanya kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan Watu Getuk Jatipohon di ruas jalan Purwodadi-Pati, sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat. Kendaraan itu akhirnya bisa diposisikan normal lagi setelah sebagian muatannya dipindahkan ke truk lain.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sebuah truk warna biru yang mengangkut puluhan batang glugu. Diduga muatannya terlalu banyak, bagian depan truk tersebut sempat jumping atau terangkat.  

“Kecelakaan yang terjadi disebabkan kendaraan kelebihan muatan. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah itu,” tegasnya, Jumat (11/8/2017).

Meski tidak menimbulkan korban, namun Panji meminta agar kejadian itu bisa dijadikan perhatian. Khususnya, bagi pengemudi atau pemilik kendaraan bak terbuka supaya tidak memaksakan memuat barang di luar ketentuan.

“Muatan barang dalam kendaraan bak terbuka itu ada batas tonasenya. Jadi tidak boleh asal muat sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Panji menambahkan, mengangkut muatan melebihi ketentuan bisa membahayakan. Tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang saja. Tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Dishub Jepara Kecolongan Ada Truk Pasir Melintas di Jalan Nasional

Sebuah truk melintas dengan santai di jalan nasional, Jl Jepara – Kudus, Selasa (20/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Lima hari jelang Lebaran, truk bermuatan material pasir nekat melintas Jl Jepara-Kudus, tepatnya di Kecamatan Tahunan, Selasa (20/6/2017) pagi.  Padahal, Dirjen Perhubungan darat telah mengeluarkan surat larangan beroperasi pada H-7 sampai H+7 bagi mobil galian atau barang tambang.

Praktis kondisi ini menyebabkan ketersendatan lalu lintas, di sekitar jalan nasional itu. Pantauan MuriaNewsCom, truk melintas dari SPBU Ngabul lurus menuju arah Jepara, pada pukul 09.00 WIB. 

Dengan santai, truk tersebut berjalan santai, meskipun melewati Mapolsek Tahunan.

Kabid Hubungan Darat Dishub Jepara Setyo Adhi mengaku kecolongan. Pihaknya berkata telah melakukan patroli, akan tetapi tak menemui pelanggaran tersebut. Mengetahui hal tersebut, ia akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Jalan tersebut memang jalan nasional, dan memang angkutan itu tak diperbolehkan melintasi jalan tersebut (jalan nasional),” kata dia.

Di samping koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satlantas Polres Jepara, pihaknya juga akan memperketat pantauan di pos pengamanan. 

Perlu diketahui, Surat edaran terkait jalur larangan melintas tercantum dalam SK bernomor SK.2717/.AD.201/DRDG/2017 tanggal 31 Mei. Didalamnya mengatur tentang operasional angkutan barang jelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Di dalamnya menjelaskan, pada H-7 sampai H+7 Lebaran mobil barang galian atau barang tambang dilarang melintas jalan nasional. Sementara barang angkutan umum sejenis kontainer dilarang melintas dari H-4 sampai H+3 lebaran.

Pengecualian berlaku pada angkutan bahan bakar gas, angkutan ternak, pos dan bahan pokok.  

Editor : Kholistiono

Truk Guling Akibat Serobot Antrean Jalan di Grobogan

Sebuah truk bermuatan sayuran dari Bondowoso Jatim dengan tujuan Pasar Pagi Purwodadi terguling di jalan Purwodadi-Blora, gara-gara nyelonong antrean (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tidak disiplin seorang pengemudi yang tidak mau antre di titik perbaikan jalan kembali membawa celaka, Jumat (7/4/2017). Sebuah truk bermuatan sayur-mayur terguling di lokasi perbaikan jalan Purwodadi-Blora di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan sekitar pukul 17.15 WIB.

Beruntung, tidak ada kendaraan atau orang yang tertimpa truk terguling tersebut. Truk dengan nomor polisi P 8403 H terguling di pelataran sebuah warung yang sudah tutup.

“Ini adalah satu contoh tindakan tidak disiplin karena tidak mau antre seperti lainnya. Untungnya, tidak ada korban dalam kejadian ini. Sopir kendaraan juga tidak mengalami luka. Muatan berupa sayuran juga aman karena ditutup terpal,” kata Kanit Patroli Polres Grobogan Ipda Afandi di lokasi kejadian.

Truk warna kuning yang dikemudikan Rudiyanto, warga Kalibagor, Situbondo Jatim tersebut melaju dari arah Blora menuju Purwodadi. Ketika sampai di lokasi proyek perbaikan jalan, arus dari timur dapat giliran berhenti.

Ketika kendaraan lainnya sudah tertib menunggu giliran, truk ini malah berupaya nyelonong antrean. Padahal dari arah berlawanan sedang dapat giliran jalan.

Untuk menghindari kemacetan, pengemudi bermaksud mengarahkan kendaraannya ke kanan, keluar dari jalan raya. Namun, roda depan sebelah kanan terperosok bahu jalan yang posisinya agak curam hingga akhirnya terguling.

“Kendaraan ini berangkat dari Bondowoso membawa sayuran dengan tujuan Pasar Pagi Purwodadi. Dari lokasi kecelakaan dengan tempat tujuan akhir sebenarnya tinggal 10 menit perjalanan. Tapi karena nyelonong antrean malah kena musibah. Hal ini hendaknya bisa jadi pelajaran bagi pengendara lainnya,” jelasnya.

Afandi meminta agar para pengendara bersabar dan tertib antre di titik perbaikan jalan. Pihaknya, juga sudah menerjunkan sejumlah personel untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.

“Saya minta semua pengendara bersabar. Jangan nyerobot antrean karena bisa membahayakan. Beberapa jam sebelumnya, juga ada mobil boks yang nyenggol kendaraan Innova karena nyelonong antrean. Lokasinya juga di sini,” tegasnya.  

Editor : Akrom Hazami

 

Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Truk yang Dikejar hingga Tewas di Undaan, Ternyata Dibeli 2 Hari lalu

Warga masih melayat di rumah korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Duka masih menyelimuti rumah Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban meninggal dunia lantaran mengejar truk yang dicuri, pada Rabu (22/2/2017) dini hari.

Dari info yang dihimpun, ternyata truk baru dibeli korban, dua hari hari. Truk bernopol H 1906 BE itu merupakan kendaraan seken. Rifai, saudara korban mengatakan, truk di rumahnya pada Minggu (19/2/2017) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, pada malam harinya selepas Magrib, korban mengadakan selamatan sebagai bentuk syukur karena bisa beli truk.

 “Truknya berwarna kuning pada kepalanya, sedangkan bak berwarna hijau. Itu baru dua hari yang lalu dibeli. Tujuannya untuk menunjang kerjanya,” kata Rifai kepada MuriaNewsCom di rumah duka, Rabu.

Korban merupakan petani di wilayahnya. Terkadang juga sebagai penebas padi. Korban juga melakoni usaha lainnya seperti sound system. Tujuan membeli mobil truk, adalah untuk memperoleh kemudahan dan melancarkan usahanya. Karena, jika harus menyewa saat ada orderan, jelas bakal mengeluarkan uang lebih banyak.

Nahas, truk pun dicuri. Korban yang berupaya mengejar pencuri justru mengalami kecelakaan lalu lintas. Hingga menyebabkan korban tewas. Meninggalnya korban membuat sedih keluarga. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak. Kedua buah hati korban duduk di bangku SMP dan SMA.

 Baca juga :  Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sementara, Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya info kejadian itu. Laporan juga sudah diterima pihak Polsek Undaan, dan segera dilakukan penelusuran atas hal tersebut. Dia berharap pelaku dapat segera ditemukan agar proses selanjutnya dapat dilakukan 

Editor : Akrom Hazami

 

Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sejumlah kerabat ikut melayat korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban tewas saat mengejar pencuri truk miliknya, Rabu (22/2/2017) dini hari.

Info yang dihimpun dari Rifai, paman korban, kejadian nahas pada pukul 03.00 WIB. Ketika asyik tertidur, korban mendengar suara mesin truknya menyala. Korban langsung bangun dan mendapati truknya dikendarai pencuri. Truk pun melaju keluar dari rumah korban.

“Padahal mobil truknya saat parkir itu, kepala truk sudah masuk ke garasi rumah. Hanya badan atau bak truk saja yang di luar rumah. Karena tempatnya tidak muat,” kata Rifai di rumah duka.

Korban seketika mengambil sepeda motornya warna hitam, guna mengejar pencuri. Truk melaju ke arah perkotaan Kudus. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Korban tancap gas maksimal agar bisa mengejar truknya.

Sesampainya di kawasan Tanjungkarang, Jati, atau tepatnya di dekat PT Colombo, korban berhasil mendekati truk. Saat korban berniat menyalip truk, pencuri bereaksi. Pencuri membanting kemudi truk ke kanan. Korban pun terpojok dan menabrak pohon di depan pabrik itu.

Korban pun terpental hingga dua meter dan tubuhnya menabrak papan pabrik di lokasi kejadian. Sementara itu, pencuri bablas meninggalkan korban.

Sepeda motor yang dikendarai korban rusak akibat terserempet truk di Kudus. (ISTIMEWA)

 

Sejumlah warga sekitar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Mardi Rahayu. Sejumlah warga yang mengenalinya juga memberi tahu keluarga. Medis menyatakan, korban mengalami luka patah pada kaki kanan, dan paha. Serta kepala bagian kiri mengalami luka.

Nyawa korban tak terselamatkan, sekitar pukul 04.00 WIB. Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya informasi kejadian. Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara kasus pencurian masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

 

Marak Kendaraan Tonase Besar Lewat Dalam Kota, Polisi Grobogan Luncurkan Program Dagelan

Petugas dari Satlantas Polres Grobogan menghentikan kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Satlantas Polres Grobogan menghentikan kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah program baru diluncurkan Satlantas Polres Grobogan. Program baru ini diberi label ‘Dagelan’ yang merupakan kependekan dari Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa mengatakan, progam Dagelan diluncurkan seiring banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintasi ruas jalan di wilayah Kabupaten Grobogan. Kondisi ini perlu disikapi serius karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar dengan muatan melebihi ketentuan tersebut dengan kendaraan lain.  

Di samping itu, ada pula kecelakaan tunggal yang menimpa kendaraan besar melebihi tonase tersebut. Seperti, kendaraan yang terguling atau terperosok bahu jalan. Hal ini terjadi karena lebar jalan yang ada memang cukup sempit. “Dari kondisi inilah, kita kemudian membuat program Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan atau disingkat Dagelan. Tetapi ini sesuatu yang serius, lho. Bukan, sebuah lelucon atau dagelan. Melalui program ini, kita berupaya untuk bisa menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan kendaraan berat,” terang Panji.

Dijelaskan, sesuai ketentuan, kondisi jalan yang ada di Kabupaten Grobogan masuk dalam kelas III. Dengan status seperti ini, hanya kendaraan dengan bobot maksimal 8 ton saja yang boleh melintas. Menurut Panji, banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas akan berdampak dengan rusaknya kondisi jalan dalam jangka panjang. Jika jalan rusak maka dampak selanjutnya bisa mengundang kecelakaan lalu lintas hingga mengancam keselamatan jiwa para pengendara.

“Terkait dengan kondisi inilah, kami mengimbau kepada kendaraan besar yang melebihi tonase agar tidak melintasi wilayah Grobogan. Kepada para pelanggar, kami nantinya akan melakukan penindakan,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami