Ngantuk, Truk Bermuatan Bawang Putih di Grobogan Terguling ke Pinggir Sawah

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di sebelah barat jembatan Serang Penawangan, Rabu (17/1/2018). Sebuah kendaraan truk keluar dari bahu jalan dan terguling di pinggir sawah.

Kecelakaan yang menimpa truk dengan nopol BD 8722 KF di dekat pasar Semangka itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Truk warna merah itu bermuatan bawang putih.

Informasi yang didapat menyatakan, saat itu, truk yang dikemudikan Sutrisno itu sedang melaju dari arah barat menuju arah Purwodadi. Saat sampai di lokasi, tiba-tiba kendaraan itu terlihat keluar dari bahu jalan dan akhirnya terguling di pinggir sawah.

”Kondisi jalan tadi sedang sepi. Saya lhat truk itu mendadak keluar dari bahu jalan dengan sendirinya dan akhirnya terguling,” kata Herman, salah seorang pengendara yang kebetulan sempat melihat kejadian itu.

Tidak lama setelah kejadian, sejumlah anggota Satlantas langsung tiba dilokasi. Kebetulan, mereka saat itu sedang dalam perjalanan melintasi jalan Purwodadi-Semarang untuk melakukan patroli.

”Sopirnya juga tidak mengalami luka dan tadi kita bantu keluar dari kendaraan. Muatan yang ada dalam kendaraan untuk sementara kita pindahkan ke lokasi aman. Ini, kita lagi proses evakuasi truk yang terguling,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi di lokasi.

Dijelaskan, kendaraan tersebut berangkat dari Jakarta untuk mengantarkan bawang putih ke Sragen. ”Kemungkinan, sopirnya ngantuk sehingga tidak bisa menguasai kendaraan dengan baik. Kami mengimbau pada pengendara untuk beristirahat kalau merasa lelah atau mengantuk,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bekas Galian Bikin Celaka, Truk Trailer Terguling di Tikungan Mrico Kecut Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan terjadi di jalan raya Blora-Cepu, Jumat (12/01/2018). Sebuah truk trailer bermuatan batu bata putih terguling saat melintas di tikungan Mrico Kecut turut Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora.

Beruntung, tidak ada korban dalam musibah tersebut. Sopir truk bernama Sapuan (59), warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Rembang hanya mengalami luka ringan saja.

Kapolsek Jiken AKP Sularno mengatakan, awal mulanya kendaraan bernomor polisi B 9834 AQ tersebut melaju dari arah Cepu menuju ke Blora. Sesampainya di lokasi kejadian, truk berpapasan dengan kendaraan lain.

Saat itu, sopir truk berupaya mengambil jalur lebih ke kiri. Namun, karena lepas kendali roda truk justru ke luar bahu jalan.

Tanah di luar bahu jalan sebelumnya sempat digali untuk pipa PDAM dan kondisinya belum padat sempurna. Akibatnya, truk terperosok dan akhirnya terguling ke kiri.

Warga yang melihat kejadian itu pun langsung melaporkan ke Polsek Jiken. Warga juga membantu membersihkan muatan batu bata yang berserakan di tepi jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Selanjutnya, sopir yang mengalami luka diringan dibawa ke Puskesmas menggunakan mobol patroli guna mendapatkan perawatan.

Editor : Ali Muntoha

Dirawat Sehari, Satu Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan Meninggal

MuriaNewsCom, GroboganJumlah korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk dan sepeda motor di jalan Penawangan-Karangrayung, bertambah satu lagi. Korban yang sebelumnya mengalami luka parah, yakni Kiswanto (34) akhirnya meninggal dunia, Selasa (9/1/2018).

Informasi yang didapat menyebutkan, Kiswanto meninggal sekitar pukul 15.00 WIB. Pasca terjadinya kecelakaan, korban sempat dirawat intensif di ruang ICU rumah sakit Yakkum Purwodadi.

Dengan demikian, total korban meninggal dalam kecelakaan tersebut menjadi empat orang. Sehari sebelumnya, ada tiga korban yang meninggal. Yakni, Suharto (55), Suwardi (72), dan Supiah (60). Ketiga korban meninggal ini sudah dimakamkan pagi tadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Sejak kabar meninggalnya Kiswanto, puluhan warga langsung berdatangan ke rumah duka. Menjelang magrib, jenazah Kiswanto sudah sampai di rumah duka yang berada di pinggir jalan raya Desa Sambung-Godong.

”Rencananya, pemakaman akan dilakukan malam ini juga. Nanti habis magrib dimakamkan,” kata Sugiyanto, kerabat sekaligus teman sebaya korban.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor: Supriyadi

15 Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan dapat Santunan dari Jasa Raharja

MuriaNewsCom, Grobogan – Para penumpang truk yang menjadi korban kecelakaan maut di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja, Selasa (9/1/2018). Penyerahan santunan pada keluarga korban kecelakaan dilakukan Plt Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Tengah Abubakar Aljufri di balaidesa Sambung, Kecamatan Godong.

Acara penyerahan santunan juga dihadiri Kabag Sumda Polres Grobogan Kompol Budi Yuwono, pihak desa dan jajaran Muspika Godong.

Menurut Abubakar, santunan diberikan pada 15 orang yang jadi korban kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung yang terjadi pada Senin (8/1/2018) kemarin. Rinciannya, 3 korban meninggal dunia dan 12 korban mengalami luka-luka.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

”Seluruh korban terjamin Jasa Raharja dalam lingkup UU No. 34 Tahun 1964. Santunan yang diberikan senilai Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan untuk santunan korban luka-luka maksimal Rp 20 juta. Santunan sudah kita transfer ke rekening ahli waris masing-masing,” jelasnya.

Pihak Jasa Raharja juga juga sudah menerbitkan surat jaminan ke RS Yakkum Purwodadi. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini, masih ada beberapa korban yang menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Truk Bermuatan Puluhan Orang Yang Kecelakaan Di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor: Supriyadi

Korban Kecelakaan di Wolo Grobogan Bertambah; 3 Tewas, 9 Rawat Inap

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor di jalan Penawangan-Karangrayung, Desa Wolo, Kecamatan Penawangan bertambah satu lagi.

Korban yang sebelumnya luka parah, yakni Suharto (55) akhirnya tidak berhasil tertolong meski sempat menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Yakkum Purwodadi, Senin (8/1/2018).

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Sebelumnya, sudah ada dua korban tewas dalam kecelakaan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan tersebut. Yakni, Suwardi (72), dan Supiah (60). Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, hingga pukul 21.00 WIB, jumlah korban meninggal ada 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

”Sebanyak 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan. Untuk korban yang meninggal dunia ada 3 orang,” tegasnya.

Menurut Panji, pihaknya sudah mengamankan sopir truk yang terlibat kecelakaan. Sopir truk diketahui bernama Destiawan Sugiharto (42), warga Sambung, Kecamatan Godong sudah diamankan.

”Barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita evakuasi. Untuk sopirnya juga sudah kita amankan guna diminta keterangannya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Baca: Truk Bermuatan Puluhan Orang Yang Kecelakaan Di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

Truk Bermuatan Puluhan Orang yang Kecelakaan di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

MuriaNewsCom, Grobogan – Truk yang mengalami kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung mengangkut puluhan penumpang. Versi warga, jumlah penumpangnya sekitar 40 orang.

Sedangkan dari rilis polisi, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu hanya mengangkut 25 penumpang. Semua penumpang dan sopir tercatat merupakan warga Desa Sambung RT 01, RW 01, Kecamatan Godong.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di ruas jalan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Sedangkan tiga orang lainnya kondisinya kritis dan penumpang yang terluka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

”Kami tadi rencananya mau nengok tetangga yang sakit. Namun, ditengah jalan malah dapat musibah,” kata Sunardi, salah satu penumpang selamat yang ditemui di RS Yakkum Purwodadi.

Penumpang yang berada di bak truk tidak hanya orang tua saja. Sebagian diantaranya adalah anak-anak dan remaja.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang di Wolo Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan yang terjadi di jalan raya Penawangan-Karangrayung boleh dibilang cukup mengerikan. Tercatat ada 2 korban tewas dan 3 orang kritis serta beberapa lainnya luka-luka.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

“Truk bermuatan sekitar 25 orang dari arah barat menuju Penawangan. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” jelas Kanit Laka Polres Grobogan Iptu Candra.

Editor: Supriyadi

Truk Bermuatan Orang  Terguling di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018). Kecelakaan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Selain itu, tiga orang lainnya kritis dan belasan penumpang luka-luka. Saat ini mereka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Semua korban merupakan penumpang truk dengan nopol K 1472 JP. Sopir truk bernama Wawan (37) serta belasan penumpang lainnya dikabarkarkan hanya mengalami luka ringan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba banting setir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan Di Jalan Purwodadi-Blora

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

”Truk bermuatan sekitar 25 orang dari arah barat menuju Penawangan. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” jelas Kanit Laka Polres Grobogan Iptu Candra.

Editor: Supriyadi

Pecah Ban, Truk Gandeng Bermuatan Kabel Listrik Terguling di Ngembal Kudus

truk gandeng bernopol L 8897 UK bermuatan kabel listrik terguling di lingkar Ngembal, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah truk gandeng bernopol L 8897 UK bermuatan kabel listrik terguling di lingkar Ngembal, Rabu (11/10/2017). Truk diketahui terguling, setelah sebelumnya terjadi pecah ban pada gandengan truk.

Kanit Laka Porles Kudus Iptu Ngatmin menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat truk sedang menikung dari arah selatan menuju timur. Namun saat belok, ban pada bak gandengan meletus hingga akhirnya truk terjungkal.

“Ban yang meletus sejumlah empat ban sekaligus, keempatnya pada sisi kiri bak gandeng bagian depan dan belakang. Kebetulan truk tersebut bannya rangkap,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, terjadinya letusan disebabkan pada ban truk yang memang sudah tak layak pakai. Ban yang sudah tipis dan usang, membuat udara yang panas menjadi ledakan. Apalagi, muatan yang dibawa sangatlah berat.

Kejadiannya, lanjut dia, sekitar jam 12.30 WIB. Beruntung, saat kejadian lokasi sekitar sepi, sehingga saat meledak  hingga terguling tak ada korban jiwa. Namun hingga jam 13.45 WIB, petugas menurut akses jalan untuk evakuasi truk.

“Truk tersebut berasal dari Semarang ke Surabaya. Sopirnya yang bernama Koslan (57) masih selamat dan akan kami minta keterangan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Bak Truk Bermuatan Pupuk Terguling di Jepara

Bak truk bermuatan pupuk terguling di jalan protokol Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah bak truk bernomor polisi AE 8162 UB terguling di jalan protokol, yang berada di Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Sabtu (8/7/2017). Praktis kondisi tersebut menyebabkan kemacetan, terlebih lagi posisinya berada di tanjakan. 

pantauan MuriaNewsCom, pada pukul 13.00 WIB, banyak kendaraan yang lalu lalang dari arah Jepara (selatan), harus berhenti menunggu kendaraan dari utara lewat. Tidak terlihat adanya petugas ataupun pemilik dari bak truk yang berada di sekitar tempat kejadian untuk mengantisipasi hal tersebut. Meskipun demikian, safety cone (kerucut pengaman) sudah dipasang untuk sekadar mengingatkan pengguna jalan. 

Noval, warga setempat mengatakan, kejadian berlangsung pada Sabtu dini hari. Diduga truk gandeng yang memuat pupuk urea tersebut tak kuat menanjak. Selain menanjak, alur jalan tersebut juga menikung ke arah kiri.

“Kemungkinan sudah dari tadi pagi buta, setelah pukul 00.00 WIB. Itu truk gandeng. Tapi untuk gandengannya yang bagian depan tidak celaka, sudah melanjutkan perjalanan,” kata dia. 

Warga lain, Legiman mengaku tak tahu pasti akan awal mula peristiwa itu. Namun demikian, menurut penuturannya, di ruas jalan tersebut memang seringkali ada kecelakaan serupa.

“Sering terjadi seperti itu, kemarin-kemarin juga ada kendaraan yang tidak kuat menanjak lalu terguling,” ungkapnya. 

Editor : Kholistiono

Truk Guling Bikin Jalur Nasional di Kudus Macet

Pengguna kendaraan menghindari truk guling di Jalan Kudus-Pati Km 9, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna kendaraan menghindari truk guling di Jalan Kudus-Pati Km 9, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Arus lalu lintas di jalur pantura Kudus macet, Selasa (4/10/2016). Penyebabnya adalah truk muat tebu guling, di jalan Kudus-Pati Km 9 Desa Bareng, Jekulo. Kemacetan mengular 5 km.

Pantauan MuriaNewsCom, kemacetan terjadi dari arah barat ke timur. Tepatnya dari pertigaan Ngembal sampai Desa Bareng. Lamanya proses evakuasi bangkai truk juga memicu parahnya kemacetan arus lalu lintas.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menimpa truk nopol K 1422 JB itu. Penuturan supir truk, Sukad, truk tiba-tiba guling saat sedang melaju dengan kecepatan normal. “Awalnya tidak ada masalah, tapi tiba – tiba truk guling, tepat di sebelah jembatan Bareng ini,” kata Sukad kepada MuriaNewsCom di lokasi kejadian.

Ban depan bagian kanan truk lepas. Kemudian ban itu  menggelinding. Untungnya tidak ada pengguna jalan yang kena ban tersebut. Sendi Wahyu (16) pemilik truk, mengatakan, sebelumya kendaraan dalam kondisi normal. Truk meluncur dari Loram ke Trangkil Pati. Tapi saat di Bareng, truk terguling.

Kanit Lantas Polsek Jekulo Ipda Rudi Hartanta beserta anggota, tampak ikut membantu evakuasi. “Truk terguling dari arah barat  berjalan  ke arah timur, penyebab truk terbalik dikarenakan baut ban kanan belakang hancur dan lepas semua sehingga ban lepas dari tempatnya,” kata Rudi.

Editor : Akrom Hazami

Kernet Tewas saat Kecelakaan Truk Guling di Ngembalrejo Kudus

laka 2

Bangkai truk yang mengalami kecelakaan di jalur pantura, Ngembalrejo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Luka parah yang dialami kernet truk guling, Sutopo (40) asal Blitar Jatim, akhirnya meninggal. Sutopo tidak tertolong lantaran luka serius yang terjadi di kepalanya.

Kejadian kecelakaan di jalan Kudus Pati turut Desa Ngembalrejo Bae, pagi tadi sebelumya mengakibatkan luka parah pada kernet truk. Sayangnya, saat dilarikan ke rumah sakit, Kernet meninggal dunia.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai melalui Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan kalau kernet mengalami luka yang serius. Kepalanya terbentur keras hingga terjepit bodi depan mobil.

“Akibatnya luka serius pada bagian kepala kernet. Dan kami sudah melarikannya ke RS Mardi Rahayu untuk segera mungkin mendapatkan pertolongan,” katanya.

Ervina, pengguna jalan yang kebetulan dilokasi kejadian menuturkan, kalau kernet sudah tidak sadarkan diri saat ditolong petugas. Namun dia tidak tahu, apakah kernet masih hidup atau sudah meninggal.

Atas adanya kecelakaan, polisi mengimbau kepada pengguna kendaraan untuk lebih berhati hati. Sebab, jalur tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Baik roda dua, empat maupun lebih.

“Kalau memang sudah merasa lelah, ngantuk, senjatanya istirahat dulu. Jangan dipaksakan untuk berkendara. Sebab akibatnya dapat fatal jika masih dipaksakan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Braak, Truk Guling di Kandangmas Kudus

laka 1

Warga mengerumuni lokasi kejadian truk guling di Kandangmas Kudus.  (Foto Mamad, Warga Kandangmas)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah truk muatan kertas terguling di Sudo, Kandangmas, Kudus, Sabtu (16/7/2016) pagi. Insiden tersebut murni kecelakaan tunggal.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Salah seorang warga setempat, Mamad kepada MuriaNewsCom, mengatakan, kecelakaan terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. “Kecelakaannya tadi pagi,” kata Mamad.

Kronologi kejadian, truk diketahui menanjak salah satu titik jalan di desa tersebut. Truk ternyata tak kuat menanjak.  Dari keterangan sopir kepada warga, truk sudah tiga kali mencoba menanjak. Tapi tak mampu juga melintasi jalan tanjakan.

“Truk akhirnya meluncur mundur. Ketika itu, ada sebuah sepeda motor di belakangnya. Beruntung, sopir bisa menghindari sepeda motor,” ujar Mamad.

Truk pun terguling. Sejumlah muatannya diselamatkan dengan memindahkannya. Kecelakaan itu menjadi tontonan warga setempat.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Di Lokasi Truk Guling di Jalan Lingkar Kudus Ternyata Warga Biasa Berdoa

Jpeg

Warga melihat bangkai kendaraan truk yang guling di jalur lingkar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Dukuh Bancak, Desa Payaman, Mejobo, Kudus, Somad (40) mengatakan, warga biasa melakukan kegiatan doa di lokasi kejadian. Tujuannya supaya kecelakaan tidak sering terjadi. Sebab dari penuturan warga, kecelakaan kerap melanda lokasi itu.

“Warga biasa melakukan hajatan (selamatan). Yakni berdoa supaya lokasi tidak sering terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Somad di lokasi kejadian, Selasa (26/4/2016).

Dia mengaku melihat kejadian truk boks tanpa muatan bernomor polisi B 9241 FCB terguling. “Pas masih di sawah, saya juga sempat melihat itu. Yakni truk tersebut beriringan dengan mobil pribadi dengan kecepatan sedang. Namun saya tidak tahu apakah itu Avanza atau apa? Namun setelah di tikungan bancak, kedua kendaraan itu sama-sama menepi ke kiri. Mungkin jalannya terlalu licin lantaran hujan. Sehingga keduanya banting setir ke kiri. Akan tetapi truk tersebut langsung oleng dan terguling,” ujarnya.

Dia menilai, jalur lingkar yang menikung, khususnya berada di wilayah Bancak ini memang harus diwaspadai. Sebab tikungan itu terlalu tajam. Tidak heran jika di lokasi itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Ugal-ugalan di Tikungan, Truk Guling di Jalan Lingkar Kudus 

Ugal-ugalan di Tikungan, Truk Guling di Jalan Lingkar Kudus

Jpeg

Warga melihat kondisi truk guling di tikungan Bancak, Payaman, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Truk boks tanpa muatan bernomor polisi B 9241 FCB yang dikemudikan oleh Yudi (33) warga Tangerang, Banteng, terguling di Jalan Lingkar Kudus, Selasa (26/4/2016). Lokasi tepatnya berada di tikungan Bancak, Payaman, Kecamatan Mejobo. Atau sebelah utara Polsek Mejobo Kudus.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Karena bodi truk mengalami ringsek.

Dari informasi yang dihimpun, truk melaju dari arah Surabaya, Jatim, menuju Boyolali, untuk mengambil daging. Namun truk pun mengalami apes karena terguling. Yudi (33) pengemudi truk mengatakan, saat melintas di tikungan Bancak, kendaraannya nahas. Saat itu jalan licin, dan hujan masih turun. “Jalan benar-benar licin,” kata Yudi.

Menurutnya sebelum kecelakaan, truk berjalan beriringan dengan Toyota Avanza. Truk di lajur kiri dan Avanza di lajur kanan. Begitu kedua kendaraan hendak melintas tikungan Bancak. Yudi pun mengaku mengurangi laju kendaraan. Lantas dia tiba-tiba membanting setir ke kiri.

Ternyata pengemudi Avanza  membanting setir ke kiri. Karena khawatir truk dipepet, Yudi terus membanting setir ke kiri lagi. Kebetulan jalan di lokasi licin, truk pun guling. Pengemudi Avanza langsung tancap gas. Beruntung, Yudi tidak mengalami luka serius. Kecelakaan itu berakibat jalur menjadi tersendat.

Polisi masih melakukan penyebab kecelakaan. Yudi sampai sekarang masih dimintai keterangan polisi.

Editor : Akrom Hazami

Video – Truk Guling ke Sawah di Kecapi Jepara Malah jadi Tontonan

Sejumlah warga ada yang menonton dan membantu mengevakuasi kayu muatan truk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga ada yang menonton dan membantu mengevakuasi kayu muatan truk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Truk bermuatan sarat kayu sisa mebel H 1 535 QE. Truk tersebut terguling dan terperosok di area persawahan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (25/2/2016) sore. Beruntung, sopir dan empat penumpang truk tersebut dalam kondisi selamat.

Salah seorang saksi yang juga warga setempat, Suriyah menceritakan, truk tersebut awalnya melaju dari arah utara ke selatan. Saat berada di jalan tanjakan, truk tersebut tak kuasa melaju hingga akhirnya berjalan mundur dan terguling di sawah.

“Di belakang truk itu ada kendaraan lain tapi berhasil menghindar dengan belok ke kiri. Sedangkan truk itu, terus berjalan mundur,” ujar Suriyah kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).
Menurut dia, sebelum akhirnya masuk ke sawah sedalam lebih dari dua meter, truk itu sempat menabrak pembatas jembatan. Namun, kerasnya benturan membuat pembatasan jembatan roboh dan truk langsung terperosok ke dalam sawah.

“Saya melihatnya miris. Tapi kok beruntung sopir dan kernetnya selamat,” imbuh Suriyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, truk nahas itu dikemudikan oleh Simen, warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Akibat peritiwa ini, arus lalu lintas di lokasi kejadian mengalami kemacetan panjang.

Sementara itu, warga setempat masih melakukan pembongkaran muatan truk. Itu dilakukan agar truk ringan saat dievakuasi. Sedangkan sang sopir mendapatkan bantuan dari warga untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka-luka.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Truk Tercebur di Sungai Jepara Usai Sopirnya Pulang dari Nonton Orkes Dangdut 

Rem Blong, Truk Terguling di Jalan Jepara-Bangsri

Truk terguling di Jalan Jepara-Bangsri (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Truk terguling di Jalan Jepara-Bangsri (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di Bumi Kartini. Setelah sore tadi terjadi kecelakaan karambol, kini terjadi truk terguling yang diduga karena rem blong dan akibatnya dua ban truk tersebut sampai copot.

Truk tersebut diketahui bermuatan batu bernomor polisi L 9749 UV terguling usai menabrak tiang listrik di Jalan Jepara-Bangsri, tepatnya di jalan lingkar dekat Bundaran Mulyoharjo, Jumat (13/11/2015) sore tadi. Selain ban truk copot, kernet truk bernama Sulis (42) mengalami patah tulang kaki hingga dirawat di RSI Sultan Hadirin.

”Saya bersama teman saya baru menyadari jika rem blong pas di depan RSI Sultan Hadirin. Sampai di Bundaran Mulyoharjo, saya sengaja membanting truk kearah kanan karena di depan ada banyak pengendara lain dan rumah penduduk,” terang Supir truk, Suryono Widodo (40) warga Tulakan Kecamatan Donorojo.

Dia juga memastikan berkendara tidak dalam keadaan mengantuk.Akibat kejadian ini, kondisi truk rusak parah. Usai menabrak tiang listrik hingga roboh, truk terguling. Roda depan terlepas dan muatan tumpah.Supir truk dirawat intensif di UGD RSI Sultan Hadlirin karena mengalami patah tulang kaki.

Akibat lainnya, tiang listrik bertanda JP2-106/48 itu roboh, aliran listrik di Desa Mulyoharjo, Kuwasharjo dan sekitarnya padam. Polisi lalu lintas berjaga untuk mengatur arus lalu lintas. Sedangkan petugas PLN langsung datang untuk mengecek kondisi transmisi.

Sampai berita ini ditulis, truk belum dapat dievakuasi dan masih dalam pengamanan pihak kepolisian dari Satlantas Polres Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)