Kapal Peserta Sail Indonesia Bersandar di Pulau Menjangan Besar

ilustrasi

ilustrasi

 

JEPARA – Kapal yacht peserta sail Indonesia dijadwalkan bersandar di Kepulauan Karimunjawa mulai Senin (5/10/2015) hingga Kamis (8/10/2015). Saat ini sudah ada sejumlah kapal dari beberapa Negara yang singgah di Kepulaun Karimunjawa.

Kepala Syahbandar Karimunjawa Agus Fuji mengatakan, pihaknya telah melakukan kordinasi dan melakukan pemantauan. Hasilnya, hari ini ada lima yacth yang bersandar di Karimunjawa. Saat ini kapal peserta sail bersandar di perairan Pulau Menjangan Besar.

”Kemarin sudah ada beberapa kapal. Tapi hari ini kami pastikan ada lima kapal yang bersandar di pulau Menjangan Besar,” ujar Agus kepada MuriaNewsCom, Senin (5/10/2015).

Menurutnya, meski sudah ada lima kapal yang bersandar di Kepulauan Karimunjawa, namun pihaknya mengaku belum dapat mengetahu kapal dari Negara mana saja yang singgah tersebut. Sebab, baru ada dua kapal yang laporan kepada pihaknya.

”Kami belum mengetahui pasti dari negara mana saja karena yang laporan baru dua kapal, dua yacth yang sudah lapor syahbandar Karimunjawa, yaitu kapal Fortuna Of Tamar dari Delaware, negara bagian Amerika Serikat dan kapal Alba dari Inggris,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Keren, Kapal Yacth Peserta Sail Indonesia Mulai Tiba di Karimunjawa

ilustrasi

ilustrasi

 

JEPARA – Kapal yacht dari berbagai Negara di dunia yang menjadi peserta sail Indonesia, mulai berdatangan di Kepulauan Karimunjawa. Camat Kamimunjawa M Tahsinul Khuluq mengatakan, sejak kemarin sudah ada beberapa kapal peserta sail Indonesia yang sampai di perairan Karimunjawa.

”Informasi yang saya terima dari lapangan, sudah ada yang sampai di wilayah kepulauan Karimunjawa,” ujar Tahsin kepada MuriaNewsCom, senin (5/10/2015).

Menurutnya, sedikitnya sudah ada sekitar sembilan kapal yacht yang sampai di Karimunjawa. Namun, tak semua kapal peserta sail Indonesia yang sampai di Karimunjawa bersandar. Ada sebagian dari mereka yang langsung melanjutkan perjalanan atau pergi dari wilayah Karimunjawa.

”Ada yang sudah pergi meninggalkan Karimunjawa. Tapi kalau melihat jadwalnya di Karimunjawa sampai Kamis nanti. Diprediksi akan ada lagi yang datang ke Karimunjawa,” ungkap Tahsin. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ratusan Wisatawan Tertinggal di Karimunjawa Selama Sepekan

KMP Siginjai bersandar di dermaga Kartini, karena gelombang masih tinggi kapal tidak diizinkan berlayar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

KMP Siginjai bersandar di dermaga Kartini, karena gelombang masih tinggi kapal tidak diizinkan berlayar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Selama sepekan terakhir ini akses transportasi laut rute Jepara – Karimunjawa lumpuh, lantaran gelombang air laut yang cukup tinggi. Akibatnya, ratusan wisatawan yang sebelumnya berangkat ke Karimunjawa tak dapat kembali ke daratan Jepara.

”Ada larangan berlayar bagi kapal, dan ada ratusan wisatawan yang ke Karimunjawa pada Senin pekan lalu. Otomatis, mereka tertahan di Karimunjawa sampai saat ini karena memang belum ada kapal yang berlayar,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Jepara, Sutana kepada MuriaNewsCom, Senin (5/10/2015).

Menurutnya, pihaknya memang tidak mengizinkan kapal berlayar jika kondisi gelombang air laut tinggi. Selama sepekan terakhir, memang diketahui gelombang air laut tinggi.

”Dari Selasa pekan lalu, gelombang maksimal sekitar tiga meter. Rata-rata diatas dua meter. Sehingga, kapal tidak diizinkan untuk berlayar,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Gelombang Tinggi, Transportasi ke Karimunjawa Terputus

KMP Siginjai saat ini berada di Dermaga Kartini. Lantaran gelombang laut tinggi, Syahbandar tak memberikan izin berlayar. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Gelombang air laut di perairan utara Jawa Tengah dan Karimunjawa sampai saat ini masih tinggi. Sehingga kapal yang melayani penumpang Jepara-Karimunjawa maupun sebaliknya tak diberikan izin berlayar oleh Syahbandar. Praktis, transportasi Jepara-Karimunjawa terputus.

Lanjutkan membaca