Tangkapan Ikan Turun, Hasil Lelang di TPI Juwana Malah Meningkat

MuriaNewsCom, Pati РMeski hasil tangkapan ikan selama 2017  di TPI Juwana berkurang dibandingkan 2016, namun hasil lelang ikan malah mengalami kenaikan. Bahkan, perbandingan lelang cukup besar.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengatakan,  selama 2017 hasil lelang jumlahnya mencapai Rp 198,17 miliar. Sedang untuk 2016, nilai transaksi untuk ikan hanya diangka Rp 192,89 miliar saja.

“Jumlah ikan yang cenderung berkurang dari tangkapan akan berdampak pada harga yang tinggi pula saat lelang diselenggarakan,” katanya

Hanya, berdasarkan data hasil produksi ikan di TPI Unit II Juwana selama lima tahun terakhir, hasil produksi ikannya memang naik turun. Beberapa faktor sangat berpengaruh khususnya soal cuaca.

Tertulis, selama 2013, total hasil tangkapan nelayan yang dilelang cukup tinggi mencapai 15,15 juta kg. Padahal, saat 2014 turun drastis menjadi 5,54 juta kg saja.

Sementara  2015, hasil tangkapan ikan melonjak tinggi menjadi 17,38 juta kilogram. Dan 2016 kembali naik menjadi 19,33 juta kg.

Editor: Supriyadi

TPI Juwana Ditarget Hasilkan PAD Rp 5 Miliar Selama 2017

 Suasana pembongkaran ikan di TPI Unit II Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Suasana pembongkaran ikan di TPI Unit II Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari TPI Unit II Juwana bisa tembus di angka Rp 5 miliar selama 2017. Target tersebut naik Rp 900 juta dari target Rp 4,1 miliar pada 2016.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengaku optimis bisa memenuhi target tersebut. Sebab, pihaknya bisa memperoleh pendapatan Rp 5,5 miliar dari yang ditargetkan Rp 4,1 miliar selama 2016. Artinya, PAD yang bersumber dari TPI Unit II Juwana mengalami surplus Rp 1,4 miliar pada 2016.

“Kami sangat optimis bisa memenuhi target Rp 5 miliar. Dari delapan TPI yang ada di Pati, kami selalu menyumbang pendapatan paling besar. Di sini, banyak kapal purse seine yang bongkar,” ujar Riyanto, Kamis (2/2/2017).

Menurutnya, harga lelang ikan di TPI Unit II Juwana cukup tinggi sehingga banyak kapal pengangkut ikan yang bongkar ikan di sana. Hal itu yang membuat pendapatan di tempat tersebut lebih tinggi ketimbang TPI lainnya di Kabupaten Pati.

“Harga lelang di sini cukup bagus dibanding di daerah lain. Makanya, banyak kapal dari Juwana sendiri atau daerah lain yang ikut melelangkan hasil tangkapannya di TPI Juwana Unit II,” tuturnya.

Bahkan, dengan harga lelang yang tinggi, banyak kapal dari Juwana yang memilih bongkar di Bali atau Situbondo, kemudian mengirim hasil tangkapannya ke Juwana dengan kendaraan truk. Langkah itu ditempuh supaya mereka bisa secepatnya kembali melaut, tanpa harus kembali ke Juwana.

Editor : Kholistiono

5 Kapal di TPI Juwana Hangus Terbakar

Kondisi kebakaran yang menghabiskan lima kapal di Juwana, Jumat (10/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Kebakaran hebat terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana, Jumat (10/7/2015) sore. Dalam kebakaran tersebut, sedikitnya lima kapal hangus dilalap si jago merah.

Hingga saat ini, sebanyak lima unit pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati dan Damkar PT Garuda diterjunkan. Namun, api tersebut terus berkobar lantaran angin bertiup kencang.

“Saat terjadi kebakaran, ada satu unit pemadam kebakaran yang datang. Sepertinya satu unit damkar belum bisa mengatasi api yang terus meluap dan menjalar dengan cepat. Akhirnya, ada tiga damkar lagi yang datang menyusul,” ujar Saiful Rohmat, warga setempat saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, posisi kapal saling berhimpitan dan kandas, sehingga api cepat menjalar dari satu kapal ke kapal lainnya. Hal tersebut diperparah dengan kondisi angin yang bertiup kencang.

Menurut informasi yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, kelima kapal yang terbakar tersebut, satu kapal jenis frizer dan empat kapal cantrang.

Warga sempat panik atas insiden tersebut. Pasalnya, tempat kejadian perkara (TKP) juga berdekatan dengan SPBU solar. Kerugian atas peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar. (LISMANTO/KHOLISTIONO)