Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Jepara Melejit

Suasana lelang ikan di TPI Ujung Batu, Kecamatan Jepara Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara ikut berpengaruh pada naiknya harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu. Meskipun demikian, kenaikan harga tak berlaku pada semua jenis ikan.

Maslikah (45) mengungkapkan, kenaikan itu lebih didominasi karena faktor alam. Namun ketika cuaca telah landai, harga-harga ikan tersebut kembali normal. 

“Cuaca belakangan ini memang gelombangnya tinggi, sehingga nelayan banyak yang tidak dapat tangkapan atau memilih tidak melaut. Sehingga tangkapannya agak berkurang,” tuturnya, Kamis (30/11/2017). 

Ia mencontohkan untuk ikan kembung yang biasanya didapatkan dengan harga Rp 600 ribu per basket (50kg), kini harganya mencapai Rp 900 ribu.

Hal itu diamini oleh pedagang lain Tunaisah (52). Menurutnya, kenaikan harga ikan di musim seperti ini menjadi hal yang wajar. 

“Kalau per kilogram, naiknya sekitar Rp 2.000-Rp 3.000, contohnya ikan petruk, gerandong, dan banyar, kalau harga awalnya Rp 15 ribu, sekarang naik Rp 17 ribu,” ungkapnya. 

Editor: Supriyadi

Cuaca Buruk, Penjualan Ikan di Jepara Lesu

Salah satu penjual ikan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jepara. Karena cuaca buruk, ikan yang dijual sedikit dan pendapatan mereka menjadi menurun. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu penjual ikan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jepara. Karena cuaca buruk, ikan yang dijual sedikit dan pendapatan mereka menjadi menurun. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Cuaca ekstrem yang terjadi di perairan laut Jepara akhir-akhir ini berdampak terhadap lesunya penjualan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jepara. Hal tersebut, disebabkan karena nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem tersebut.Akibatnya, para penjual ikan tidak mendapatkan pasokan ikan segar dari nelayan.

Salah satu penjual ikan di TPI Jepara Qulsum mengatakan, karena, pasokan ikan dari nelayan juga sedikit, maka, dirinya saat ini juga hanya menjual ikan seadanya, tidak seperti hari biasa.

“Lha gimana lagi, nelayan jarang yang melaut, karena cuaca buruk. Selain itu, ikan juga sangat sedikit atau jarang. Secara otomatis barang dagangan ini juga seadanya yang didapat dari nelayan yang melaut di sekitar TPI ini,” ungkapnya.

Dia menilai, dengan minimnya hasil tangkapan ikan tersebut, maka para konsumen juga enggan untuk membeli. Sebab, mereka tak ada pilihan banyak.

“Saat ini saya punya cumi dan tempurungan saja. Untuk cumi sendiri perkilonya sekitar Rp 50 ribuan, tempurungan per 5 ekornya sekitar Rp 35 ribuan. Padahal pembeli juga ingin ikan yang jenis lainnya,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, sebelumnya para pedagang ikan di TPI Jepara, setiap harinya bisa membawa pulang uang sebesar Rp 350 hingga Rp 475 ribu. Namun untuk cuaca buruk ini, pendapatan mereka menurun.

“Wah, kalau sebelum cuaca buruk, rata-rata pedagang ikan bisa membawa pulang sekitar Rp 350 ribu. Sebab saat itu memang banyak jenis ikan, banyak pilihan, dan ramai. Namun untuk saat ini ya sepi, ikan jarang, sulit didapat. Bahkan setiap hari tak sampai Rp 100 ribu yang di dapat. Sampai saat ini saja cumi-cumi saya masih ada yang belum laku,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono