TPA Sampah di Ngembak Grobogan Kini Dilengkapi Jembatan Timbang, Ini Kegunaannya

MuriaNewsCom, GroboganSejumlah fasilitas pendukung saat ini sudah dimiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. Salah satunya adalah keberadaan  jembatan timbang di lokasi tersebut.

Kasi Penanganan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman menyatakan, sebelumnya memang sudah ada penataan lokasi TPA dengan anggaran sekitar Rp 18 miliar yang berasal dari kementerian PUPR.

Selain penataan tempat pengolahan sampah, dana dari Kementerian PUPR juga dialokasikan untuk pembuatan sarana pendukung. Seperti, jalan menuju zona, kantor, musola, tempat cuci truk, laborat, tower air, pagar kawat sekeliling dan lampu penerangan bertenaga surya.

Selain itu, pihaknya meminta bantuan lagi untuk melengkapi sarana dan prasarana di TPA. Antara lain, berupa jembatan timbang, pembuatan jalan tambahan di lahan TPA, khususnya menuju zona sampah baru. Kemudian, bronjong kawat untuk penahan tumpukan sampah yang lama supaya tidak longsor.

Dijelaskan, keberadaan fasilitas pendukung, khususnya jembatan timbang memang sangat diperlukan. Sebab, dengan pengelolaan model controlled landfill yang diterapkan saat ini perlu mengetahui berapa banyak volume sampah di kolam pembuangan.

Pada model controlled landfill, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat berat menjadi sebuah sel. Secara berkala, sampah yang sudah dipadatkan akan ditutup dengan lapisan tanah setebal 5-10 cm. Misalnya tiap tiga hari atau seminggu sekali.

Penutupan ini bertujuan agar sampah tidak terlihat, mengurangi munculnya bau dan lalat. Setelah dilapisi tanah, diatasnya nanti ditimbun sampah lagi dan begitu seterusnya sampai zona penuh.

”Idealnya, sebelum ditimbun tanah sampah yang akan masuk ditimbang dulu. Dengan demikian, kita bisa mengetahui berapa volume sampah yang sudah ada di kolam pembuangannya. Untuk bisa mengetahui jumlah volume sampah memang harus ada jembatan timbangnya dan saat ini sudah tersedia,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pemilik Lahan Setuju Ganti Rugi, Kawasan TPA Grobogan Bakal Tambah Luas

Pemilik lahan untuk perluasan TPA mendapat penjelasan masalah besarnya ganti rugi yang disampaikan dinas terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pemilik lahan untuk perluasan TPA mendapat penjelasan masalah besarnya ganti rugi yang disampaikan dinas terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya Pemkab Grobogan untuk memperluas lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, pada tahun 2016 akhirnya bisa berjalan mulus.

Ini, setelah pemilik lahan di sekitar TPA yang akan dijadikan lokasi perluasan menyetujui besarnya harga ganti rugi.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, penambahan kawasan TPA tahun ini seluas 2,2 hektare. Lahan yang berada pada 31 bidang tanah ini dimiliki oleh 29 orang. Areal perluasan ini berada disisi utara kawasan TPA.

“Soal lahan untuk perluasan ini sudah tidak ada masalah. Hari Jumat (24/6/2016) kemarin, kita lakukan pertemuan dengan pemilik lahan dan mereka semua sudah sepakat dengan harga yang ditawarkan. Dengan tambahan lahan ini, luasan TPA nanti akan mencapai 9,9 hektar,” ungkap Chanif melalui Kabid Kebersihan Jalan dan Lingkungan Noer Rochman.

Harga ganti rugi lahan yang sudah disepakati besarnya Rp 92.000 per meter persegi. Besarnya harga ini ditentukan oleh pihak ketiga, yakni dari lembaga penilai jual beli.

Selain itu, pemilik tanah juga akan mendapatkan ganti rugi tanaman yang tumbuh dilahan miliknya. Besarnya ganti rugi tanaman tumbuh ini disesuaikan dengan Perbup No 8 tahun 2013 tentang ganti rugi tanaman tumbuh.

Jumlah uang yang diterima 29 pemilik lahan perluasan TPA bervariasi. Paling sedikit berkisar Rp 50 juta dan terbanyak sampai Rp 100 juta.

Dana ganti rugi lahan dan tanaman tumbuh nantinya tidak akan diberikan dalam bentuk tunai. Tetapi akan ditransfer ke rekening bank para pemilik lahan. Untuk pembayaran ganti rugi tersebut, pihak DCTK menggandeng kerja sama dengan Bank Jateng.

“Saat ini, kita masih menyelesaikan urusan administrasi dengan pemilih lahan. Begitu masalah administrasi selesai semua, dana ganti rugi akan langsung kita salurkan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Perluasan Lahan TPA Sudah Disiapkan

Penjaga TPA sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, menunjukkan sisa lahan yang bisa digunakan untuk perluasan. (MURIA NEWS / DANI AGUS)

GROBOGAN – Perluasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi ternyata sudah jadi perhatian dari dinas terkait. Sebab, kondisi TPA yang luasnya sekitar 4,5 hektare itu hanya tinggal beberapa persen saja yang bisa dijadikan tempat pembuangan sampah.

Lanjutkan membaca

Lahan TPA Grobogan Butuh Perluasan

Tempat pembuangan akhir sampah di Grobogan. (MURIA NEWS / DANI AGUS)

GROBOGAN – Makin banyaknya volume sampah dinilai sejumlah pihak harus disikapi Pemkab Grobogan, melalui dinas terkait. Salah satunya yakni memperluas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. Hal itu perlu dilakukan mengingat lahan TPA ini saat ini sudah terlihat sempit seiring banyaknya sampah yang dibuang disitu.

Lanjutkan membaca