Gerbang Tol di Semarang Beralih Nontunai, Begini Nanti Nasib Pegawainya

Petugas tengah melayani pengendara di gerbang tol di Kota Semarang. Petugas di gardu tol ini nantinya akan dipindah ke unit kerja lain di Jasa Marga Cabang Kota Semarang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Rencana pemerintah yang bakal menghilangkan pembayaran tunai di gerbang tol, bakal diikuti di seluruh gerbang tol di Kota Semarang. Seluruh gerbang tol di Kota Semarang bakal menerapkan pembayaran nontunai (E-Tol).

Deputi General Manager Operasional Jasa Marga Cabang Semarang, Aprimon mengakui, saat ini kemajuan penerapan sistem nontunai belum sampai 50 persen. Kendati demikian, pihaknya yakin program tersebut tetap bakal sukses.

Lalu bagaimana nasib para pegawai yang selama ini bertugas di gardu-gardu tol? Karena seiring keberadaan sistem nontunai ini, jasa mereka tak akan digunakan. Aprimon memastikan, para pegawai itu tak akan dipecat. Mereka akan dialihtugaskan ke unit-unit kerja yang lain.

“Ya, misalnya menjual kartu nontunai di gardu-gardu tol, atau di unit pemeliharaan. Pengguna jalan tol juga terus naik, dari semula 120 ribu kendaraan/hari menjadi 150 ribu kendaraan/hari,” katanya.

Jasa Marga Cabang Semarang mempekerjakan sekitar 60 pegawai di empat gerbang tol yang ada di Kota Semarang. Empat gerbang tol itu memiliki total 32 gardu, terdiri atas 14 gerbang tol otomatis (GTO) dan 18 gardu reguler.

Aprimon mengatakan, Jasa Marga bersama kalangan perbankan terus melakukan persiapan, termasuk alat pembayaran, serta layanan isi ulang kartu sehingga lebih memudahkan pengguna jalan tol.

“Peralatan untuk membaca kartu sangat diperlukan. Kalau alatnya tidak bisa kan susah. Bahkan, nanti ada yang bisa membaca semua kartu bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, masyarakat bisa melakukan “top up” atau isi ulang kartu nontunai dari seluruh perbankan di semua tempat sebagaimana sistem Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bersama.

Untuk uji coba, kata dia, Jasa Marga akan menerapkan sistem transaksi nontunai di sejumlah gerbang tol, yakni Gerbang Tembalan, Gayamsari, Muktiharjo, Manyaran, dan Banyumanik.

Baca : Bulan Depan, Masuk 2 Gerbang Tol di Semarang Ini Tak Bisa Bayar Cash

Regional Transaction and Consumer Head Bank Mandiri Region VII Jawa II Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Zedo Faly menyebutkan transaksi nontunai di ruas tol di Jateng terus meningkat.

Setidaknya, kata dia, sejak Januari hingga Juli 2017 mencapai Rp 90 miliar dan diperkirakan hingga Desember mendatang bisa mencapai Rp 270 miliar sehingga total tahun ini bisa sampai Rp 360 miliar.

“Kami optimistis transaksi nontunai di semua ruas tol di Jateng bakal naik 200 persen hingga akhir tahun ini, setelah transaksi nontunai diberlakukan mulai Oktober mendatang,” terangnya dikutip dari Antarajateng.com.

Editor : Ali Muntoha

Bulan Depan, Masuk 2 Gerbang Tol di Semarang Ini Tak Bisa Bayar Cash

Petugas kepolisian mengamati lalu lintas di gerbang tol Muktiharjo Semarang. Mulai 30 September gerbang tol ini mulai menerapkan pembayaran nontunai. (beritajateng.net)

MuriaNewsCom, Semarang – Akhir Oktober 2017 mendatang seluruh jalan tol di Indonesia akan menerapkan pembayaran nontunai. Namun tol yang ada di Kota Semarang, akan memulainya terlebih dahulu pada 30 September 2017 mendatang.

Belum semua gerbang tol yang ada di Kota Semarang yang akan menerapkan pembayaran menggunakan uang elektronik (kartu tol). Namun hanya baru gerbang tol Gayamsari dan Muktiharjo saja.

Meski demikian pada 31 Oktober mendatang seluruh gerbang tol akan menerapkan kebijakan itu, seiring dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah. Termasuk untuk gerbang Tembalang dan Manyaran.

General Manager Jasa Marga Cabang Semarang, Dwi Winarsa mengatakan, dua gerbang tol ini menjadi pilot project, sebelum program itu dilakukan secara serentak.

“Dua gerbang tol ini penggunaan nontunainya masih minim. Sehingga kami memulainya terlebih dahulu di sana,” katanya dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (31/8/2017).

Menurutnya, selama ini penggunaan nontunai paling banyak berada di gerbang tol Tembalang, yang persentasenya mencapai 40 persen. Empat gerbang tol itu memiliki total 32 gardu, terdiri atas 14 gerbang tol otomatis (GTO) dan 18 gardu reguler.

Baca juga : Tol Brebes-Gringsing Tak Bisa Dipakai untuk Pemudik pada Idul Adha

Gardu-gardu reguler ini nantinya akan dialihkan menjadi gerbang semi-otomatis (GSO). Gerbang semi otomatis ini nantinya tetap bisa melayani pembelian kartu tol bagi pengguna yang belum memiliki uang elektronik.

“Meski bernama semi-otomatis tapi pelayanannya tetap nontunai. Jadi kalau ada pengendara yang belum memiliki uang elektronik, bisa membeli kepada petugas yang ada di gerbang tersebut,” paparnya.

Secara bertahap, 18 GSO akan menjadi GTO yang menerima transaksi nontunai untuk semua golongan kendaraan. Dwi menyatakan butuh investasi yang cukup besar hingga mencapai total sekitar Rp 9 miliar. “Satu GTO investasinya Rp 500 juta, jadi butuk waktu,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha