Dandim Kudus: Haram Bagi TNI Dukung Calon di Pilkada

MuriaNewsCom, Kudus – Dandim 0722/Kudus Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo menegaskan netralitas TNI merupakan hal mutlak. Oleh karenanya, ia mengingatkan anak buahnya untuk tak sekalipun memihak pada calon yang akan berlaga di Pilkada Jateng 2018.

Hal itu disampaikan Sentot dihadapan anak buahnya, Jumat (26/1/2018) di Makodim Kudus. Menurutnya, sebagai prajurit haram untuk berpihak apalagi sampai mengarahkan pilihan bahkan untuk anak istri sendiri.

“Haram bagi kita (prajurit TNI) menyuruh atau memilihkan calon (bupati, wabup, gubernur dan wagub) meskipun kepada anak dan istri kita. Mereka punya hak pilih, persilakan mereka memilih sesuai kehendak hat‎i nurani mereka sendiri,” tegasnya.

Prajurit, lanjut Sentot, berperan dalam kontestasi pilkada sebagai personel pengamanan. Ia memastikan tidak ada satupun dari prajuritnya yang terlibat memberi dukungan apapun pada satu dari sekian banyak calon pemimpin daerah.

Bagi yang mereka yang terbukti tak bersikap netral, maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi.

“Tugas utama TNI adalah menjaga kondusifitas Pilkada. Oleh karenanya, kami akan selalu siaga pasang mata dan telinga terutama mengawasi ancaman provokasi,” tuturnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Dandim 0722 Kudus menuntut anak buahnya bersinergi dengan pihak kepolisian. Hal itu agar dalam menangani segala bentuk ancaman akan selalu kompak dan solid.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Apresiasi Peran TNI dalam Program Percepatan Pembangunan di Pedesaan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyalami mantan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning yang jabatannya akan digantikan Letkol Arm Teguh Cahyadi (kanan). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, jajaran TNI khususnya dari Kodim 0717 Purwodadi dinilai punya peran besar dalam membantu program percepatan pembangunan di pedesaan.

Salah satunya melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat menghadiri acara lepas sambut Dandim 0717 Purwodadi di pendapa kabupaten, Kamis (7/12/2017) malam.

Jabatan Dandim baru diemban oleh Letkol Arm Teguh Cahyadi yang sebelumnya bertugas di Akmil Magelang. Sementara pejabat lama Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning akan mengemban tugas baru di Mabes TNI Angkatan Darat.

Menurut Sri, melalui program TMMD terbukti mampu membantu mewadahi dan mewujudkan aspirasi kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Melalui TMMD juga dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dan memantapkan budaya gotong royong.

”Saya berharap, peran dan kerjasama yang erat, intensif dan sinergis antara TNI dan pemkab serta dukungan partisipasi aktif masyarakat ini bisa terus dilanjutkan. Kepada Dandim baru saya ucapkan selamat datang di Grobogan. Untuk Dandim lama, kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini dan semoga sukes ditempat baru,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Peringati Hari Sumpah Pemuda, TNI Kudus Ajak Pelajar Nonton Bioskop

Anggota Kodim berfoto bersama usai nonton film di bioskop Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Huda)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pelajar di Kudus, diajak menonton bioskop oleh Kodim 0722 Kudus, Sabtu (28/10/2017). Kegiatan itu untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Film itu adalah Merah Putih Memanggil (MPM). Sebuah film tentang tentara Indonesia yang membebaskan tawanan oleh teroris.

Pasiter Kodim 0722 Kudus Kapten infanteri Heru Cahyono, mengatakan film tersebut dipilih agar masyarakat tahu bagaimana TNI bekerja. Harapannya masyarakat bisa lebih mencintai TNI. 

“TNI bisa besar karena dicintai masyarakat. Tanpa adanya masyarakat, hal itu tidak mungkin bisa,” katanya di Kudus.

Menurut dia, film yang ditonton merupakan film perjuangan tentara Indonesia. Dengan penonton yang diajak dari kalangan pelajar SMA, dan kalangan pemuda dari IPNU-IPPNU Kudus.  Pihak Kodim telah menonton film itu hingga empat kali.

Editor : Akrom Hazami

Brimob yang Tembak Mati 2 Rekannya Lalu Bunuh Diri di Blora Ternyata Bermotif Utang

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Kasus penembakan sesama brimob hingga menewaskan tiga anggota saat pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB lalu, mulai mendapat titik terang.

Motif yang simpang siur di masyarakat bahkan sudah terjawab. Ini menyusul statemen Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan motif penembakan terhadap sesama personel Brimob itu adalah masalah utang.

“Untuk sementara motif pribadi. Masalah stres karena utang,” kata Tito Pernyataan tersebut diungkapkan dalam rapat kerja bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017) seperti dikutip tempo.co.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Tito juga menegaskan soal teknis penggunaan senjata api untuk anggota Polri diatur dalam aturan internal yang sangat ketat.

Tak hanya itu, peraturan Kapolri juga mengatur pertanggungjawaban hingga laporan penggunaan senjata api sangat ketat. Karenanya, jika masih ditemukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi yang keras.

“Kami hanya berharap insiden tidak membuat publik mengeneralisir soal perilaku anggota Polri keseluruhan, karena di lingkungan Polri ada ribuan yang menggunakan senjata dan tidak ada masalah selama ini. Hanya satu oknum yang melanggar,” tegas Tito seperti dilansir tribunnews.com.

Baca: Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Sebelumnya, Selasa (10/10/2017), terjadi penembakan  personel Brimob di daerah penambangan minyak dan gas Sarana Gas Trembul (SGT01), Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam insiden tersebut, tiga personel Brimob yang bertugas di area penambangan minyak tersebut tewas. Ketiganya adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Kepala (Bripka) Bambang Tejo (36).

Salah satu saksi mata, karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan, pukul 18.30 WIB terdengar rentetan tembakan 20 kali. Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya. Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang tergeletak di depan tenda Pam Brimob.

Baca: Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

Redi menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen. Sedangkan Brigadir Slamet mengaku saat mandi, dia mendengar suara letusan senjata. Penasaran, Brigadir Slamet bergegas ke sumber suara.

Brigadir Slamet diperintahkan oleh Brigadir Kepala Bambang untuk meninggalkan tempat untuk menyelamatkan diri. Ketiga jenazah masih berada di Blora dan belum ada informasi akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.

”Iya (masih di Blora). Belum ada info (dibawa ke RS Bhayangkara Semarang),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Rabu (11/10/2017) dini hari.

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Firasat Keluarga Sebelum Anggota Brimob Pati Ini Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Begini Firasat Keluarga Sebelum Anggota Brimob Pati Ini Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Suasana pemakaman Brigadir Budi Wibowo di TPU Sugihrejo, Gabus, Pati, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pihak keluarga ternyata sudah memiliki firasat sebelum anggota Brimob Pati, Brigadir Budi Wibowo tewas ditembak rekannya sendiri di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul, Ngawen, Blora, Selasa (10/10/2017) malam.

Paman korban, Sukijan mengungkapkan hal itu di sela-sela prosesi pemakaman jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) Sugihrejo, Kecamatan Gabus, Pati, Rabu (11/10/2017) pukul 13.00 WIB.

“Putra sulungnya yang sekolah PAUD sempat sakit panas dan tidak mau makan karena kangen ayahnya. Waktu itu, Budi berangkat ke Jakarta sebelum ada peristiwa di Blora,” ungkap Sukijan.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Namun, firasat buruk lainnya diakui tidak ada. Semua berjalan normal seperti hari-hari biasa. Keluarga tidak menyangka bila rasa kangen putra sulung Brigadir Budi menjadi partanda buruk.

Brigadir Budi merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Sejak kecil, dia diasuh kakeknya karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya merantau di luar negeri.

Setelah dewasa, Brigadir Budi menjadi kebanggaan keluarga setelah diterima sebagai anggota polisi. Karenanya, kepergian Brigadir Budi menyimpan duka yang mendalam bagi keluarga.

Baca: Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Diberitakan sebelumnya, Brigadir Budi bersama dua anggota Brimob lainnya tewas di kawasan sumur pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) Blora sekitar pukul 18.30 WIB. Belum diketahui motif dari penembakan yang menewaskan tiga anggota Brimob tersebut.

Namun, kabar yang beredar menyebutkan, Bripka Bambang Tejo menembak diri sendiri setelah menembak dua anggota Brimob lainnya, Brigadir Budi dan Brigadir Ahmad Supriyanto.

Editor: Supriyadi

Baca: Brigadir Budi Sempat Video Call dengan Istri, Sejam Sebelum Tewas Ditembak Sesama Anggota Brimob Pati

Brigadir Budi Sempat Video Call dengan Istri, Sejam Sebelum Tewas Ditembak Sesama Anggota Brimob Pati

Jenazah Brigadir Budi Wibowo saat akan dikebumikan di TPU Sugihrejo, Gabus, Pati, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Brimob Subden IV Pati asal Sugihrejo, Gabus, Brigadir Budi Wibowo sempat melakukan video call dengan istri, satu jam sebelum meninggal dunia ditembak sesama anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul, Ngawen, Blora, Selasa (11/10/2017) malam.

Purwanto, kakak sepupu korban mengungkapkan hal itu kepada wartawan seusai prosesi pemakaman di TPU Sugihrejo. “Sempat video call dengan istri jam 17.30 WIB,” ujar Purwanto.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Sang istri tidak menduga bila video call tersebut menjadi momentum terakhir pertemuannya dengan suami. Namun, sang istri tidak bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.

Purwanto mewakili keluarga mengaku sudah merelakan kepergian korban. Pasalnya, insiden tersebut diakui sebagai sebuah musibah yang tidak bisa dihindari.

Baca: Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Dia menceritakan, sang istri sempat bertegur sapa dengan suami melalui video call pada pukul 17.30 WIB. Setelah itu, pihak keluarga mendengar kabar bila Brigadir Budi sudah tiada.

Jenazah Brigadir Budi dikebumikan di TPU Sugihrejo sekitar pukul 13.00 WIB. Puluhan polisi mengikuti prosesi pemakaman kedinasan yang dihadiri perwakilan Polda Jawa Tengah dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan beserta jajarannya.

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Suasana Rumah Duka Brigadir Budi Wibowo di Sugihrejo Pati

Sungai Silugangga Juwana Mulai Menyempit, Ini yang Dilakukan Anggota TNI

Anggota Koramil Juwana membersihkan sampah di kawasan Sungai Silugangga, Jumat (29/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sungai Silugangga Juwana yang bermuara di Laut Utara Jawa saat ini mulai menyempit. Selain faktor sedimentasi, pendangkalan dan penyempitan disebabkan sampah yang menumpuk.

Akibat penyempitan dan pendangkalan, akses untuk kapal-kapal yang berlabuh di Sungai Silugangga terganggu. Jika dibiarkan, kondisi itu akan menggangu pendapatan ekonomi di sektor perikanan.

Hal tersebut yang membuat anggota TNI AD dari Koramil Juwana melakukan aksi bersih-bersih sampah di Sungai Silugangga, Jumat (29/9/2017). Aksi itu juga melibatkan polisi dan masyarakat.

“Selain daerah agraria, Pati itu wilayah maritim. Sebagian besar ekonominya juga ditopang dari hasil laut. Kalau akses kapal tersumbat karena sampah, ini jelas berbahaya,” ucap Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi.

Karena itu, dia mengerahkan sedikitnya 70 orang dari TNI, polisi, kecamatan, syahbandar, keamanan laut, TPI dan masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan sampah yang menyumbat Sungai Silugangga.

Dia berharap, masyarakat Kabupaten Pati semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Pasalnya, muara Sungai Silugangga menjadi pusat bagi berlabuhnya kapal-kapal nelayan.

Terlebih, penyumbatan sungai Silugangga mengakibatkan banjir besar yang melanda sejumlah kecamatan di Pati pada musim penghujan.

Editor: Supriyadi

VIRAL, Polwan Didekati Prajurit TNI di Karanganyar, Ada Apa?

Polwan Bripda Oryza memegang ban saat ban mobilnya diganti TNI di sekitar Alun-alun Karanganyar. Foto: Instagram puspentni

MuriaNewsCom, Karanganyar – Lagi viral di media sosial, foto seorang prajutit TNI membantu polwan di Alun-alun Karangangar, Selasa (12/9/2017). Mereka adalah anggota Babinsa Koramil 16 Colomadu Kodim 0727/Karangangar Serta Yulianto, dan anggota Polres Karanganyar Bripda Oryza.

Warganet ramai membahas foto itu. Ceritanya, Serda Yulianto menolong Bripda Oryza saat mengalami kempes ban mobilnya. Oryza diketahui baru melakukan pengaturan arus lalu lintas. Kemudian, Oryza hendak kembali ke Mapolres Karanganyar.

Ternyata ban mobinya mengalami kempes. Ban pun terpaksa harus diganti. Saat itu ada beberapa TNI mengingat lokasi dekat dengan markas TNI. Namun hanya seorang yang menghampirinya. “Aku turun cek bannya. Terus ada yang nyamperin, bantuin,” kata Oryza.

Anggota TNI itu bernama Serda Yulianto. Tanpa banyak basa basi, Yulianto langsung membantu mengganti ban mobil milik Oryza. Kejadian itu teryata telah difoto dan diposting ke Instagram @puspentni. Foto tersebut membuat warganet membicarakan isi foto tersebut.

Dandim 0727/Karanganyar Letkol CZi Santy Carsa Tarigan mengatakan, para anggotanya memang diharuskan terbiasa membantu siapapun yang kesulitan di mana pun tanpa terkecuali.Hal itu termasuk dalam tugas mengatasi kesulitan rakyat serta mempererat hubungan TNI-Polri.

“Ini salah satu implementasi dari sosok Babinsa yang sigap (Santun, inisiatif, gagah, aktif, dan peduli) yang merupakan salah satu harapan dari para pimpinan TNI-AD),” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Ajari Pola Hidup Bersih, TNI Kodim 0733 Semarang Bangun Jamban untuk Warga

Warga Kalisegoro, Gunungpati Semarang yang belum memiliki jamban mendapat bantuan pada TMMD Reguler Ke-99 Tahun 2017 yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (foto : Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Prajurit Kodim 0733 BS Semarang pada Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 Tahun 2017 di kelurahan kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang berhasil membuat jamban untuk rumah-rumah warga yang belum memilikinya.

Dandim 0733 BS Semarang melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Inf Suradi mengatakan bahwa kegiatan jambanisasi merupakan over prestasi dari kegiatan sasaran fisik TMMD.

“Semula tidak ada program jambanisasi, namun karena warga ada yang belum memiliki jamban dan kami rasa perlu dibuatkan di rumah mereka maka kami lakukan dengan dukungan dana partisipasi dari masyarakat sendiri”, ungkap kapten Inf Suradi.

Menurutnya ada 6 unit jamban yang kini telah dibangun dan ada pada rumah warga.Dengan adanya jamban di rumah masing-masing maka warga tidak lagi kebingungan ketika hendak buang hajat pada malam hari.

Biasanya menurut Suradi, warga melakukannya di sungai atau jamban darurat. Setelah memiliki jamban maka mereka tidak akan repot lagi bila harus ke jamban pada malam hari.

Keberadaan jamban juga untuk mengurangi bertebarannya bakteri yang muncul karena pola hidup tidak sehat. (NAP)

 

Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Iku Perangi Masalah Sosial

Warga Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang diajak memahami mengenai fungsi dan tugas lembaga masyarakat di lingkungan desanya.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sosialisasi kepada masyarakat tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi lembaga masyarakat di lingkungan desa menjadi salah satu program yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Seperti yang dilaksanakan Selasa (25/7) di TMMD Kelurahan Kalisegoro, setidaknya 50 warga mengikuti sosialisasi pengenalan kelembagaan masyarakat yang menitik beratkan pada peran-perannya.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Semarang Djaka Sukawijana, ada beberapa lembaga masyarakat seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK), Lembaga
Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMDILKMK) atau sebutan nama lain mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

“Ada pula Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Tim penggerak PKK yang bermita dalam mengembangkan dan memberdayakan keluarga,”ujarnya.

Selain itu, juga ada karang taruna yang mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. Baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diminta untuk lebih paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kelembagaan masyarakat yang ada disetiap ke lurahan. “Penekanan pada gejala sosial anak-anak remaja, biasanya kami (Pemkot Semarang) sering menggandeng karang taruna dalam pendekatannya,”imbuh Djaka.

Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin berharap, agar masyarakat dapat lebih mengetahui peran dari masing-masing kelembagaan masyarakat. ”Dengan mengetahui pera dari masing-masing kelembagaan masyarakat, maka warga bisa ikut serta mengontrol dan ikut serta dalam pembangunan,” ujarnya. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

TMMD di Kalisegoro Gunungpati, Kodim 0733 Semarang Terjunkan 150 Personel

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI untuk melaksanakan program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri dari, bebebagi kesatauan, diantaran Kodim, Arhanudse, Yonkav, Zeni, dan lainnya. “Total kita terjunkan 150 personel,” ujarnya, Rabu (5/7/2017) saat meninjau lokasi TMMD.

Dia menjelaskan, selain personel dari TNI juga dibantu masyarakat sekitar. Hal itu membuktikan kedekatan TNI dengan masyarakat.

Menurut Kapten Inf Suradi, seluruh personel diterjunkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan berbabgai kegiatan mulai dari pembangunan fisik dan non fisik. “Sasaran kita adalah rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan jembatan, serta dibidang kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama berjalannya program TMMD beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

Asah Kemampuan, TNI Kudus Latihan Menembak

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus 2017 mengasah ketrampilan menembak. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus 2017 juga tetap membina kemampuan diri dalam ketrampilan menembak. Hal itu dilakukannya di sela-sela kegiatan Pra TMMD di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Jumat (24/3/2017), Satgas TMMD Reg ke 98 dengan penuh semangat mengikuti tahapan latihan menembak senjata ringan ( Latbak Jatri). Hal itu merupakan program latihan Triwulan ke-1 tahun 2017, yang diselenggarakan oleh Staf Operasional Kodim 0722/Kudus.

Latihan untuk meningkatkan kemampuan menembak secara perorangan, dengan menggunakan senjata ringan jenis senapan. Adapun lokasinya di lapangan tembak Bhayangkara, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Dandim 0722/Kudus melalui Danramil 02/Jati Kapten Arh Suprapto, yang bertindak sebagai Komandan Latihan ( Danlat ) mengatakan, Latbak Jatri ini merupakan salah satu bentuk pembinaan personel, khususnya dalam bidang latihan, dengan latihan yang terprogram dan terencana setiap triwulannya.

“Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan diri bagi personel Kodim 0722/Kudus beserta koramil jajarannya. Oleh sebab itu semua wajib untuk mengikuti latihan menembak senjata ringan, yang rutin dilaksanakan sekali dalam waktu tiga bulan,” katanya dalam rilis persnya.

Menurut Pasiopsdim 0722/Kudus Kapten Inf Ibnu selaku Koordinator Latbak Jatri Triwulan ke-1, kegiatan latihan tersebut diselenggarakan selama tiga hari. Mulai Rabu, (22/3/2017) sampai dengan Jumat (24/3/2017).

Materi menembak senapan jenis M-16 A1 jarak 100 meter, dengan tiga sikap yaitu tiarap, duduk dan berdiri, Sedangkan menembak pistol dengan sikap berdiri jarak 25 meter. Selama pelaksanaan latihan, prajurit yang ikut menembak diawasi langsung secara ketat oleh Pimpinan penembak( Pibak ) dan Pengawas Lajur.

Selain itu, Kasdim 0722/Kudus Mayor Inf Sagimin juga turut mengingatkan anggotanya, untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan dalam pelaksanaan latihan.

“Walaupun anggota bertugas di satuan teritorial dan bukan di satuan tempur, namun prajurit tetap dituntut mahir dalam menembak dan harus terbina serta terjaga, Menembak merupakan salah satu kemampuan perorangan yang harus dimiliki setiap prajurit, tanpa terkecuali. ” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

TNI dan Warga Bangun Jalan di Desa Kandangmas Kudus

Anggota TNI bersama warga membuat jalan di Desa Kandangmas, Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus –  Anggota Koramil 07/Dawe Kodim 0722/Kudus bersama warga secara bahu- membahu membuka lahan untuk membuat jalan baru yang nantinya berfungsi sebagai jalan dekat.

Dalam pelaksanaan pra TMMD Reguler ke-98 tahun 2017 rencananya akan membuka jalan baru sepanjang 1.000 meter,lebar 3 meter, ketebalan beton 20 cm yang menghubungkan Dukuh Masin ke Dukuh Sudo, Desa Kandangmas, yang awal mulanya hanya merupakan jalan setapak.

“Dengan pembuatan jalan baru ini,akan lebih mudah untuk dilalui kendaraan mobil maupun motor dan jaraknya akan lebih dekat, kata Yanto, perangkat Desa Kandangmas.

Adanya jalan baru ini, kata dia, kendaraan yang mengangkut hasil bumi dan perkebunan tidak perlu lagi memutar sehingga bisa menerabas lewat jalan baru ini.

Babinsa Kandangmas Serka Jumeno menuturkan,  TMMD Reguler ke-98 ini merupakan wujud dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.  “Di mana saat rakyat membutuhkan tenaga,TNI siap membantu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hari Valentine, Polisi Berikan Bunga untuk TNI di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memberikan bunga untuk kedua TNI yang berkendara di alun-alun setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Kudus benar-benar memanfaatkan momen Hari Valentine, 14 Februari, untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama. Seperti halnya yang dilakukan di Alun-alun Kudus, Selasa (14/2/2017).

Sejumlah pengguna jalan mendapatkan hadiah dari polisi. Seperti bunga, makanan cokelat, dan helm. Di antara pengguna jalan yang menerima hadiah adalah TNI. Dua orang TNI menerima bunga dari Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. Kedua TNI itu tampak tersenyum menerima hadiah tersebut.

Seorang warga, Marsinah, juga mendapatkan hadiah ketika melintas di alun-alun. Dia mendapatkan bunga dan cokelat. “Senang sekali di Hari Valentine semacam ini dapat hadiah. Apalagi hadiahnya langsung dari polisi di jalan, jadi semakin menyenangkan,” ujarnya.

Apa yang dilakukan polisi pada Hari Valentine, kata dia, sangat jarang dilakukan. Dia berharap agar yang dilakukan polisi tidak hanya saat momen itu saja. Tapi saat di hari-hari biasa.

Andy Rifa’i mengatakan, hari Valentine dirayakan dengan berbagi kasih sayang. Dan bagi polres khususnya Satlantas, keselamatan pengendara di jalan adalah hal yang penting. Untuk itu, dalam perayaan hari Valentine juga dilakukan dengan membagikan helm.

“Kami ada puluhan helm yang dibagikan dengan berbagai ukuran. Yaitu helm untuk anak-anak dan helm untuk orang dewasa,” katanya di kawasan Simpang Tujuh Kudus.

Menurutnya, untuk helm anak-anak dibagikan kepada sejumlah anak yang diajak mengendarai  motor. Helm dibagikan kepada anak-anak untuk mengajarkan sejak dini arti keselamatan berlalu lintas dengan cara mengenakan helm.

Sementara helm dewasa, juga jumlahnya puluhan. Berbeda dengan helm anak-anak yang dibagikan secara cuma-cuma. Untuk helm dewasa dibagikan kepada pengendara yang helmnya sudah rusak atau kusut. Helm lama diganti dengan helm baru dari pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Hari Valentine, Polres Kudus Bagi-bagi Bunga, Cokelat dan Helm

Pembinaan Pangkalan, Koramil 03/Banjarejo Blora Cetak Batako

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora –  Markas Koramil perlu memperhatikan lingkungan yang bersih dan ramah. Hal itu diharapkan berdampak pada masyarakat sekitar agar bisa berinteraksi dan bersinergi denganTNI AD, khususnya tingkat Koramil.

Hal inilah yang dilakukan Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora yang dipimpin langsung Komandan Koramil (Danramil) Kapten Chb Sudiyono melaksanakan pembinaan pangkalan (markas Koramil) kepada  personelnya.

Pembinaan pangkalan yang dilaksanakan Koramil 03/Banjarejo, yakni seusai apel pagi sebelum para Babinsa melaksanakan pembinaan di wilayah binaannya masing-masing. Terlebih para anggota diwajibkan cetak batako bersama-sama. “Kegiatan ini  dilakukan setiap hari bagi anggota yang tidak kena dinas dalam hukumnya wajib,” kata Danramil Kapten Chb Sudiyono, saat apel, Selasa (31/1/2017).

Para anggota terlihat sangat antusias melaksankan pekerjaan tersebut. Kegiatan itu tidak terlepas dukungan Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo. Bukti nyatanya adalah Dandim seusai olahraga tenis lapangan, beranjak ke Koramil langsung gabung bersama anggota cetak batako bersama-sama.

Di sela-sela kegiatan tersebut Dandim mengharap semua Koramil jajaran Kodim Blora, bisa bersaing dengan sehat. “Serta mempertahankan Koramilnya agar tetap bersih, indah dan nyaman,” kata Susilo.

Danramil Banjarejo Kapten Chb Sudiyono menyampaikan, tujuan dari kegiatan pembuatan batako tersebut direncakan akan dipergunakan bangun Aula Kantor Persit dan musala Koramil. Mengingat kedua bangunan gedung itu sangat penting dan saat ini belum ada. “Untuk menunjang kegiatan tersebut anggaran dari swadaya Koramil setempat ,” ujar Sudiyono

Editor : Akrom Hazami

“Bela Negara Tidak Harus Angkat Senjata dan Militerisme”

disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017).  (ISTIMEWA)

Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Wujud (manifestasi) anak bangsa dalam membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bisa bermacam-macam bentuknya. Tidak mesti harus dengan mengangkat senjata.

Itulah poin penting yang disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017). “Bela negara tidak harus dengan senjata dan militerisme. Anda jadi anak yang baik, jadi mahasiswa yang baik, itu juga bagian dari bela negara,” katanya di rilis pers yang dikirim ke MuriaNewsCom.

Di hadapan sekitar seribu peserta yang terdiri atas mahasiswa, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Jawa Tengah, ormas keagamaan serta organisasi kepemudaan, Kasdam mengemukakan, dalam hal pembangunan bangsa, mahasiswa dan generasi muda diharapkan mengambil  peran.

“SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia sangat hebat. Saya yakin, Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan luar negeri. Selain itu,Indonesia juga sangat kaya (dengan sumber daya alam). Indonesia surga dunia, semua ada di sini,” paparnya.

Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Firli yang menjadi salah satu narasumber dalam kesempatan itu berpesan, agar para generasi muda menjaga diri dari serangan cyber. “Serangan cyber sangat dahsyat. Saya minta generasi muda, khususnya mahaaiswa bisa memilah dan memilih informasi yang diterima,” katanya.

Dia menambahkan, mahasiswa dan generasi muda harus menilai informasi yang diterima, apakah benar atau salah, dan apakah ada manfaatnya atau tidak. “Kalau informasi itu benar dan ada manfaatnya, silakan bagikan
(ke publik). Tetapi jika informasi itu tidak benar, mengandung unsur provokasi, menghasud dan menyebar kebencian, maka hapus saja. Ini pesan saya menghadapi cyber crime.

KH Ahmad Badawi Basyir, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, menyampaikan, Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal satu sama lain.

‘’Ada yang menarik di Indonesia. Tidak pernah ada Nabi yang lahir atau diutus di Indonesia, tetapi pemeluk Islamnya sangat besar dan tidak pernah ada pertikaian antarsekte keagamaan yang terjadi. Ini karena di Indonesia ada yang namanya kiai,’’ paparnya.

Menurutnya. kiai tidak sekadar orang yang alim, tetapi juga panutan umat. ‘’Semakin takwanya kuat, komitmen kebangsaannya semakin kuat. Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air itu bagian dari pada iman,’’
terangnya.

Sementara itu, selain dihadiri ribuan mahasiswa dan generasi muda, hadir pula pada kesempatan itu Komandan Kodim 0722/ Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Editor : Akrom Hazami

Kantor Koramil Undaan Dipenuhi Tanaman Sayuran

 Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo menerapkan pola ketahanan pangan untuk para anggotanya. Hal itu diwujudkan dengan memperbanyak tanaman sayuran, yang berada di halaman samping kantor Koramil setempat.

Sri mengatakan, pihaknya sudah menggalakkan penanaman sayuran sejak Mei 2016 lalu. Penanaman berbagai jenis sayuran telah dilakukan di satu lokasi. “Kami menanam cabai, tomat, terong, serta kangkung. Ini adalah tanaman sayur yang kami tanam selain buah-buahan,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin (9/1/2017). 

Dalam setahun ini sudah berhasil memanen hingga beberapa kali. Bahkan untuk cabai yang harganya kini lambung tinggi, tidak terlalu berpengaruh. Sebab tanaman cabai cukup banyak dibanding tanaman lainnya. Sedikitnya 70 tanaman cabai sudah ditanam di halaman.

Berbagai jenis cabai yang ditanam, adalah cabai kriting, cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau. Semuanya tumbuh subur lantaran mendapat perawatan yang serius. Termasuk juga dengan pemupukan yang dilakukan secara teratur.

Dikatakan, penanaman ini juga termasuk dalam Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPS). Yakni minimal anggota TNI harus mampu mencukupi kebutuhan secara sendiri, minimal untuk anggota sendiri.

Belakangan ini terdapat instruksi dalam perihal perwujudan ketahanan pangan. Dengan yang demikian, maka pihaknya tinggal melanjutkan kegiatan penanaman sayuran, yang mampu dimanfaatkan oleh anggota. “Peningkatan tetap dilakukan, dan dengan penanaman sayuran ini maka 18 petugas termasuk saya juga dapat memanfaatkannya di kebutuhan harian,” jelasnya.

Diceritakan, sebenarnya dulu pernah ada yang bilang kalau tanaman bakalan mati sebelum berbuah. Karena, tanah yang digunakan adalah tanah padas yang dianggap tak cocok untuk bercocok tanam. Namun pernyataan itu ditepis dengan hasilnya yang melimpah. “Meski berbuah banyak namun kendala masih juga banyak. Seperti serangan hama tikus, yang banyak merusak tanaman yang ada. Khususnya tanaman kangkung,” ujarnya.

Selain hama, curah hujan tinggi, juga mampu merusak sebagian lahan tanaman. Sehingga belakangan produksi panen mengalami penurunan jumlah.

Editor : Akrom Hazami

 

Staf Khusus Panglima TNI Mendadak Berkunjung ke Smansa Purwodadi

 Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana SMAN 1 (Smansa) Purwodadi mendadak heboh, Sabtu (7/1/2017). Hal ini terkait adanya tamu istimewa ke sekolah tersebut. Tamu istimewa ini merupakan perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Namanya, Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI.

Kehadiran perwira dengan pangkat bintang satu dipundak itu dalam rangka memberikan motivasi pada siswa Smansa. Perwira ini juga menyampaikan pemahaman pada siswa tentang arti pentingnya bela negara dan cinta tanah air.

Penyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas itu ditanggapi dengan serius oleh ratusan siswa yang duduk lesehan di aula Smansa. Beberapa siswa bahkan terlihat ada yang sempat mencatat materi yang disampaikan dalam blocknote.

Sebelumnya, sempat terjadi kehebohan ketika tamu ini memperkenalkan jati diri. Ternyata, perwira tinggi TNI ini asalnya dari Grobogan. Tepatnya, dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Desa ini berada sekitar 5 km di sebelah timur kota Purwodadi.

Tidak lama kemudian, ratusan siswa bertepuk tangan hampir bersamaan. Ini setelah Adi mengungkapkan kalau dirinya merupakan alumni dari Smansa tahun 1980. “Wah, hebat. Ternyata Jenderal ini orang Grobogan dan alumni Smansa,” kata beberapa siswa dengan nada bangga.

Usai mengenalkan jati diri, Adi juga sempat menceritakan riwayat tugasnya selama menjadi anggota TNI. Sejak berkarir di TNI mulai 27 September 1987, Adi pernah bertugas di berbagai tempat. Mulai dari Bandung, Jakarta, Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan hingga Papua.

Setelah acara selesai, suasana di aula juga masih heboh lagi. Pasalnya, banyak siswa yang berebut untuk bisa foto bersama. Dengan ramah, Adi melayani permintaan foto bareng siswa dan para guru. “Kebetulan, saya sedang pulang kampung karena pas ada acara keluarga. Kemudian, teman-teman meminta saya untuk memberikan penyuluhan pada siswa. Hari ini, saya di SMAN 1 dan kemarin sempat juga di SMPN 1 Purwodadi. Saya merasa senang bisa dilibatkan untuk memberikan motivasi pada adik-adik,” kata perwira yang tanggal lahirnya bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda itu.

Menurut Adi, saat ini banyak persoalan yang menimpa generasi muda. Seperti masalah kenakalan, menurunnya jiwa nasionalisme, pergaulan bebas dan narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian serta penanganan dari banyak pihak.

“Kepada adik-adik selalu saya tekankan untuk menjauhi kegiatan yang tidak membawa manfaat. Mereka harus fokus belajar karena nantinya akan jadi generasi penerus bangsa. Dengan belajar sungguh-sungguh apa yang mereka cita-citakan akan lebih mudah tercapai. Saya berharap, kedatangan singkat ini bisa membawa manfaat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Smansa Purwodadi Bidang Kesiswaan Ambar Susilowati menyatakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kesediaan Brigjen Adi Sudaryanto yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan pengarahan pada para siswa.

“Saat tahu beliau pulang kampung, kami langsung menghubungi supaya bisa menyempatkan waktu ke Smansa. Ternyata, beliau bersedia dan kami merasa mendapat kehormatan dan anak-anak juga merasa senang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Areal Padi Diserang Wereng, Tentara Grobogan Beraksi

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan tak biasa terlihat di areal persawahan Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jumat (6/1/2016). Sejumlah anggota TNI yang berbaur dengan para petani setempat untuk menyemprot tanaman padi. Penyemprotan itu dilakukan lantaran ada sebagian tanaman yang mulai diserang hama wereng.

Kepala Desa Karangrejo Sri Hartati mengatakan, areal tanaman padi yang diserang wereng belum begitu luas. Namun, pihaknya langsung melaporkan serangan hama pada petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian TPH Grobogan.

“Serangan wereng ini bisa berkembang cepat kalau tidak segera ditangani. Makanya, begitu ada kabar wereng menyerang, saya langsung koordinasi dengan PPL,” katanya di lokasi.

Menurutnya, laporan yang disampaikan langsung direspons dengan cepat. Selain menyediakan bantuan obat, dinas terkait juga mengajak petani untuk menyemprot tanaman padi yang terkena wereng secara serempak.

“Saya mengucapkan terima kasih dengan cepatnya penanganan yang dilakukan. Dalam penanganan hama wereng, petani juga dibantu anggota Babinsa dari Koramil Sulursari,” imbuhnya.

Sementara itu, PPL Dinas Pertanian TPH Grobogan Mustagfirin menyatakan, pihaknya mengapresiasi cepatnya laporan yang disampaikan para petani berkaitan dengan serangan wereng. Sebab, jika laporannya lebih lambat diterima maka areal yang terserang bisa cepat meluas. Sebab, perkembangan wereng memang berlangsung cepat.

“Areal yang terkena wereng hanya beberapa hektare saja dan tingkat serangannya belum begitu parah. Kita harapkan, dengan penanganan ini hama wereng bisa teratasi,” ungkapnya.

Untuk penanganan wereng tadi, ada sekitar 40 petani yang diajak melakukan gerakan penyemprotan serempak. Selain itu, kegiatan juga didukung sejumlah anggota Koramil Sulursari.

Dengan penyemprotan serempak maka jangkauan penanganan hama bisa lebih luas. Hal ini di sisi lain bisa menekan penyebaran wereng ke areal padi lainnya.

Dijelaskan, tanaman padi yang ada di sawah saat ini umurnya beragam. Yakni, mulai 50-60 hari. Perbedaan umur tanaman ini disebabkan tidak serempaknya masa tanam yang dilakukan petani.

Editor : Akrom Hazami