Latihan Tempur Prajurit Alugoro jadi Ajang Manunggal dengan Masyarakat

Seorang prajurit TNI yang tengah berlatih tempur di Kawasan Hutan Desa Ronggo, praktis tidak terlihat karena sengaja ditutup daun-daun kering. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang prajurit TNI yang tengah berlatih tempur di Kawasan Hutan Desa Ronggo, praktis tidak terlihat karena sengaja ditutup daun-daun kering. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kegiatan latihan uji siap tempur bagi anggota TNI dari Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro di Kawasan Hutan Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, pada 07-09 September 2016 menjadi ajang untuk manunggal bersama masyarakat.

Pasalnya, para prajurit mengikuti kegiatan karya bakti, termasuk olahraga voli dan sepak bola dengan warga Desa Ronggo, usai mengikuti uji siap tempur. Tak hanya itu, ratusan pasukan tempur juga membaur dengan masyarakat dengan mengadakan pengobatan massal.

“Ada beberapa rangkaian kegiatan di Desa Ronggo. Pertama, latihan uji tempur bagi prajurit Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit. Kedua, kita ingin manunggal bersama rakyat dengan ragam kegiatan seperti voli, sepak bola, dan pengobatan massal,” ujar Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Joseph Robert Giri.

Sementara itu, Dansimayon 410/Alugoro Serka Bagus Nanang menambahkan, Kawasan Hutan Desa Ronggo dipilih menjadi area latihan karena daerah tersebut terpencil. Justru dengan itu, para prajurit bisa menjalin komunikasi dengan kemanunggalan TNI-rakyat di desa terpencil.

“Masyarakat sangat antusias sekali, karena baru pertama kali desa tersebut dijadikan sebagai ajang untuk latihan tempur bagi prajurit TNI. Antuasiasme terlihat ketika kita mengadakan kegiatan bersama, seperti karya bakti, olahraga, dan pengobatan massal,” pungkas Serka Bagus.

Editor : Kholistiono

 

Ratusan Prajurit TNI Latihan Uji Siap Tempur di Ronggo Pati

Sejumlah prajurit Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro mengikuti latihan uji siap tempur di kawasan hutan Desa Ronggo, Jaken, Jumat (09/09/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah prajurit Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro mengikuti latihan uji siap tempur di kawasan hutan Desa Ronggo, Jaken, Jumat (09/09/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 170 prajurit TNI dari Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro mengakuti latihan uji siap tempur di Kawasan Hutan Barisan, Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Pati. Latihan tempur yang diadakan sejak Rabu (07/09/2016) tersebut selesai pada Jumat (09/09/2016).

Komandan Batalyon Infanteri 410/Alugoro Letkol Inf M Heri Amrullah mengatakan, latihan uji siap tempur bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit Batalyon Infanteri 410/Alugoro. “Kemampuan tempur seorang prajurit harus diuji supaya lebih profesional,” kata Heri.

Dalam latihan tersebut, semua prajurit dibekali dengan materi tempur. Materi itu menjadi bekal bagi para prajurit untuk berlatih di kawasan hutan belantara dekat dengan pemukiman Desa Ronggo.

“Kualitas tempur prajurit harus ditingkatkan. Sebagai prajurit, kita harus siap melaksanakan tugas di manapun dan kapan pun demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutur Heri.

Hal sama disampaikan Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Joseph Robert Giri. Menurutnya, latihan tempur menjadi wahana untuk meningkatkan profesionalisme seorang prajurit untuk keutuhan NKRI. “Satu harapan kami, latihan uji siap tempur yang diadakan di hutan Desa Ronggo bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Puluhan Prajurit TNI Andil Dalam Gerakan Percepatan Tanam Padi di Margorejo Pati

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan prajurit TNI dari Koramil 12/Margorejo dan Kodim 0718/Pati ikut membantu petani mempercepat tanam padi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Sabtu (30/7/2016).

Gerakan percepatan luas tambah tanam padi tersebut diharapkan bisa membantu petani mempercepat masa tanam, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Pati pada masa tanam ketiga. Pasalnya, memasuki musim kemarau ini ternyata masih ada hujan sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

“Pada MT ketiga ini, mestinya musim kemarau. Namun, masih ada hujan karena ada La Nina atau semacam kemarau basah. Sebelum itu berakhir, petani harus segera menanam padi mumpung air masih melimpah. Karena itu, kita bantu tanam padi biar lebih cepat,” ujar Pelda Kunaryoto, Babinsa Desa Ngawen.

Ia berharap, agar Babinsa bisa selalu bersinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, kelompok tani hingga pemilik lahan. Dengan demikian, sinergi itu bisa dirasakan manfaatnya kepada para petani yang menjadi pahlawan ketahanan pangan.

Menanggapi hal itu, pemilik sawah, Ramijan mengaku banyak terbantu dengan adanya program kemanunggalan TNI dan rakyat, termasuk petani. Sedikit banyak, prajurit TNI yang saat ini ditugaskan untuk mengawal ketahanan pangan bisa memperkuat sektor pertanian.

“Kalau dulunya kita sering impor beras, saat ini Indonesia sudah mulai ekspor beras. Itu tidak lepas dari sinergitas yang dilakukan pemerintah, TNI, dan petani untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Ramijan.

Editor : Kholistiono

 

Kurangi Global Warming, Prajurit TNI Tanam Pohon di Srikaton Pati

Sejumlah prajurit TNI tengah mencangkul tanah untuk menanam pohon di Desa Srikaton, Jaken. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah prajurit TNI tengah mencangkul tanah untuk menanam pohon di Desa Srikaton, Jaken. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati mengerahkan bintara pembina desa (babinsa)`di berbagai daerah untuk mengurangi pemanasan global dengan menanam sejuta pohon. Salah satunya, kegiatan tanam pohon di kawasan TPU Desa Srikaton, Kecamatan Jaken, Pati, Sabtu (7/5/2016).

Puluhan bibit pohon yang ditanam berasal dari Koramil 16/Jaken dan swadaya desa. Adapun bibit pohon keras yang ditanam, di antaranya mahoni, jati, dan trembesi.

Pohon keras itu diharapkan bisa mengikat tanah dengan baik, sehingga bisa mengantisipasi banjir dan kekeringan. Selain itu, pohon keras dikenal sebagai penghasil oksigen yang lebih banyak sehingga bisa mengurangi dampak global warming.

Tak hanya itu, sejumlah pohon buah juga ditanam seperti mangga, jambu air, dan jambu biji. Selain untuk penghijauan, buah dari tiga jenis tanaman itu diharapkan bisa dimanfaatkan warga setempat.

“Ada tujuh prajurit yang kita libatkan untuk menanam pohon di Desa Srikaton, Jaken. Satu Babinsa desa setempat dan enam prajurit di antaranya dari Koramil Jaken. Kegiatan itu menjadi bagian dari agenda Kodim untuk menghijaukan Kabupaten Pati,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Sementara itu, Kepala Desa Srikaton Endah Dwi Winarni mengaku senang dengan agenda yang dicanangkan prajurit di bumi mina tani. Hal itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat terkait dengan pentingnya penghijauan.

“Penghijauan memang harus digalakkan. Dari pohon, banjir dan kekeringan bisa diantisipasi. Dari pohon pula, udara yang kita hirup sehari-hari kaya akan oksigen dan bebas polusi,” tukasnya.

Editor: Supriyadi

Antisipasi Narkoba, Ratusan TNI di Pati Dites Urine

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI dari Kodim maupun Koramil yang bertugas di wilayah teritorial Pati tes urine di Aula Suluh Bakti Makodim Pati, Senin (18/4/2016).

Kegiatan itu dihadiri sedikitnya 115 personel TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati. Mereka diminta untuk menyerahkan urine pada sebuah wadah, kemudian diserahkan petugas Dinkes.

Dari 115 prajurit TNI yang dites urine, semuanya dinyatakan negatif dari narkoba. “Semua anggota TNI harus tes urine. Kalau terbukti ada anggota yang mengonsumsi narkoba, dia pasti dikenakan sanksi yang berat. Namun, hari ini hasilnya semuanya negatif dan bebas narkoba,” ujar Pasintel Kodim Pati, Lettu Inf Yahudi kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, Indonesia saat ini sudah dinyatakan darurat narkoba. Setiap harinya, 50 orang Indonesia meninggal karena narkoba. Karena itu, anggota TNI diminta untuk tes urine supaya tubuh TNI bebas dari narkoba.

“Agenda ini sudah menjadi instruksi dari pusat. Anggota TNI harus bebas dari narkoba. Bila kedapatan mengonsumsi narkoba akan dikenakan sanksi yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan demikian, anggota TNI bisa ikut mengajak masyarakat untuk menyatakan tidak pada narkoba,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Program TMMD dan Karya Bhakti TNI di Pati Jos

Bupati Pati Haryanto menandatangani selesainya program TMMD dan karya bhakti TNI di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menandatangani selesainya program TMMD dan karya bhakti TNI di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan Karya Bhakti TNI di Pati tahun ini dinilai kelebihan prestasi. Artinya, program yang dilakukan prajurit TNI untuk membangun desa tersebut melebihi target yang ditentukan.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto. “Dalam realisasinya, program TMMD dan Karya Bhakti TNI tahun ini overprestasi. Semua berjalan lancar dan melebihi target,” ujar Haryanto, usai menutup agenda Karya Bhakti TNI di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Rabu (6/4/2016).

Tahun ini, ada dua desa yang mendapatkan program karya bhakti TNI, yaitu Desa Dadirejo, Margorejo dan Desa Tanggel, Winong. Pengerjaan jalan desa mulai dilakukan pada 4 Maret 2016 lalu dan selesai 6 April 2016.

Total anggaran dua desa tersebut mencapai Rp 713,8 juta. Desa Dadirejo mendapatkan anggaran sebesar Rp 370 juta dan Desa Tanggel senilai Rp 361,8 juta. “Anggaran itu diambil dari APBD kabupaten dibantu dengan swadaya masyarakat. Di Dadirejo, swadaya masyarakat mencapai Rp 30 juta dan swadaya di Tanggel sebesar Rp 21,8 juta,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Dalam operasional kegiatannya, sedikitnya ada 80 TNI dibantu komunitas dan masyarakat desa setempat untuk melakukan pembangunan. Kegiatan itu meliputi dua sasaran, yakni fisik dan nonfisik.

“Di Darirejo, sasaran fisik yang diselesaikan adalah betonisasi jalan desa dengan ukuran 883x3x0,12 meter, gorong-gorong ukuran 6×0,6 meter, dan pembuatan prasasti ukuran 1,5×0,6×2 meter,” imbuhnya.

Di Desa Tanggel, sasaran fisik meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1,89 kilometer dengan luas tiga meter, rehap dua unit Poskamling ukuran 2x2x3 meter, dan pembuatan prasasti berukuran 1,2×0,8×2,5 meter.

“Sasaran nonfisik kedua desa tersebut, antara lain penyuluhan keluarga berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat, penyuluhan antiradikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Anggota TNI Kodim 0718/Pati Kejar ‘Saridin’ Hingga Hutan Belantara

Anggota TNI yang berperan sebagai prajurit kadipaten Pati tengah syuting adegan pengejaran Saridin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota TNI yang berperan sebagai prajurit kadipaten Pati tengah syuting adegan pengejaran Saridin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 30 personel TNI dari Kodim 0718/Pati mengejar Saridin di kawasan hutan belantara Semampir dan Guyangan, Kamis (24/3/2016). Hutan belantara pada masa lalu itu diambil di Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo dalam adegan syuting film Saridin.

Mereka tampak menikmati peran sebagai prajurit Kadipaten Pati pada zaman Sultan Agung. Membawa tombak dan mengejar Saridin yang saat itu berlari karena akan dihukum Bupati Pati.

Dandim 0718/Pati Letkol InfAndri Amijaya Kusuma kepada MuriaNewsCom mengaku, peran anggotanya itu menjadi wujud menyatunya TNI dan masyarakat. “Itu partisipasi anggota TNI di bidang budaya yang pada akhirnya berujung pada manunggalnya TNI dan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, sutradara film tersebut, Alman Eko Darmo mengatakan, pelibatan anggota TNI dalam agenda syuting film Saridin dinilai sangat pas. Sebab, mereka berperan sebagai prajurit seperti profesinya saat ini.

“Postur tubuhnya kekar dan gagah. Sudah sesuai dengan perannya. Hanya saja, dia memerankan peran sebagai prajurit masa lalu dengan mengenakan pakaian adat Jawa, tanpa pakaian loreng,” kata Alman.
Ia menambahkan, beberapa adegan yang di lakukan anggota TNI sebagai prajurit Kadipaten Pati, antara lain adegan mengejar Saridin di hutan-hutan belantara, menjadi prajurit yang tewas semampir di pagar, menggantung Saridin, dan mengejar Saridin sampai Desa Guyangan. Ketoprak yang dipadu dengan seni sinematografi tersebut terdiri dari dua episode dalam 22 adegan.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Puluhan Prajurit TNI dari Kodim Pati Jadi Artis Dadakan Dalam Syuting Film Saridin

Puluhan Prajurit TNI dari Kodim Pati Jadi Artis Dadakan Dalam Syuting Film Saridin

Sejumlah anggota TNI Pati memerankan peran sebagai prajurit dalam syuting film Saridin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota TNI Pati memerankan peran sebagai prajurit dalam syuting film Saridin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 30 personil TNI dari Kodim 0718/Pati menjadi artis dadakan dengan berperan sebagai prajurit zaman Syeh Jangkung saat mengikuti syuting film Saridin, Kamis (24/3/2016).
Pasintel Kodim Lettu Inf Yahudi mengatakan, TNI memang mesti hadir di setiap lini masyarakat. Bukan soal ketahanan pangan dan pengamanan teritorial saja, tetapi juga budaya.

“Ini menjadi bagian dari partisipasi prajurit TNI di bidang budaya. Kebetulan ada syuting film Saridin yang menjadi sosok legendaris di Pati, kita ikut berpartisipasi dengan menjadi pemeran para prajurit pada zaman Saridin,” ujar Yahudi kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, peran prajurit pada masa lalu tentu berbeda dengan prajurit zaman modern. Karena itu, mereka melepas baju doreng khas TNI dan berganti kostum dengan prajurit masa lampau dengan membawa tombak.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma ikut hadir dan memberikan dukungan kepada anggotanya yang berperan sebagai prajurit pada zaman pemerintahan Sultan Agung. “Ini bagus untuk kemajuan budaya Pati. Kami sepenuhnya mendukung dengan mengikutkan anggota kami,” tuturnya.
Sementara itu, Alman Eko Darmo, sutradara film tersebut mengaku menggarap film Saridin sebagai upaya untuk menggugah ingatan warga Pati tentang sosok Saridin yang begitu legendaris. Hal itu diharapkan bisa membangkitkan gairah sejarah dan budaya di Pati.

Editor : Kholistiono

Musim Bencana, Prajurit TNI di Pati Siaga

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengecek peralatan siap siaga bencana di Makodim Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengecek peralatan siap siaga bencana di Makodim Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI di Pati menyatakan siap untuk ikut membantu menangani kemungkinan adanya bencana yang melanda di Kabupaten Pati. Hal itu kembali ditegaskan saat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengunjungi Pati, Kamis (11/2/2016).

“Semua prajurit TNI saat ini siap membantu jika ada kemungkinan bencana. Itu sudah menjadi bagian tanggung jawab sebagai anggota TNI,” ujar Jaswandi kepada MuriaNewsCom.

Cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi yang disertai angin lebat saat ini memang rawan terjadi banjir dan longsor. Karena itu, semua prajurit TNI sudah disiagakan untuk ikut membantu menangani bencana.

Sejumlah peralatan yang digunakan untuk mengevakuasi bencana banjir juga sudah disiagakan di Markas Kodim 0718/Pati. Salah satunya, sekoci lengkap dengan perlengkapannya, rompi pelampung dan lain sebagainya.

“Kami juga melakukan peninjauan posko bencana alam dan posko brigade tanam di Makodim Pati. Semuanya sudah lengkap dan siap membantu bila ada kemungkinan bencana alam,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami