Warga Desa Kedungbacin Blora dan TNI Karya Bhakti Bangun Drainase

 Warga dan TNI Blora melakukan Karya Bhakti membangun drainase di Desa Kedungbacin, Senin (19/12/2016). (Dok. Pendim 0721/Blora)

Warga dan TNI Blora melakukan Karya Bhakti membangun drainase di Desa Kedungbacin, Senin (19/12/2016). (Dok. Pendim 0721/Blora)

MuriaNewsCom,Blora – Dalam mewujudkan kedekatan antara TNI dengan rakyat, anggota Komando Rayon Militer (Koramil) Koramil 14/Todanan turut serta dalam Karya Bhakti Mandiri pembuantan drainase di desa binaanya, yaitu di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Senin (19/12/2016).

Kegiatan Karya Bhakti Mandiri pembuatan drianae tersebut diikuti warga setempat dan beberapa anggota TNI sebagai bentuk kebersamaan atau gotong-royong yang harus tetap dijaga serta ditingkatkan. Mereka bersama-sama melaksanakan kerja bakti dan bergotong-royong saling bahu membahu antara TNI dengan warga.

“TNI berasal dari rakyat, mengabdi untuk rakyat dan kembali kepada rakyat, permasalahan rakyat adalah permasalahan TNI juga. Untuk itu, tugas pokok TNI selain melakukan operasi militer dan selain perang (OMSP), TNI turut serta membantu pemerintah daerah dalam rangka menyejahterakan masyarakat,” ujar Danramil 14/Todanan Kapten Inf Suahmad.

Adapun salah satu cara menyejahterakan masyarakat tersebut, yakni dengan memajukan di bidang pembangunan dan peningkatan swasembada pangan nasional. Melalui Karya Bhakti, katanya,  juga bisa menumbukan kembali sifat gotong-royong dan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Karya bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri. Semua warga dengan segala latar belakang berkumpul untuk bersatu padu. Dalam Karya Bhakti inilah semua warga berkumpul dan bercengkrama layaknya sebuah keluarga. Karya Bhakti juga menyatukan warga yang jarang bertemu dan bersosialisasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Prajurit di Jajaran Kodim Blora Diminta Waspadai Lambang Palu Arit

Upacara awal bulan yang dilakukan oleh prajurit TNI Kodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Upacara awal bulan yang dilakukan oleh prajurit TNI Kodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Segenap prajurit dan PNS TNI di jajaran Kodim 0721/Blora diminta untuk senantiasa peka dan waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal juga sedang marak.

“Munculnya atribut-atribut palu arit bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya merupakan indikasi bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai. Kemasan pagelaran kesenian bernuansa komunis dan sejenisnya, adalah salah satu wujud nyata gerakan ideologi radikal yang harus kita cermati,” ujar Kasdim Kodim 0721/Blora Mayor Kav Burhanuddin, saat memabacakan amanat sambutan dari Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Santosa, pada upacara bendera awal bulan di halaman Makodim Blora, Senin (6/6/2016).

Begitu pula dengan aksi-aksi terorisme, yang masih melakukan gerakan baik tersembunyi atau terbuka. Memperhatikan masalah terorisme di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan semua komponen bangsa harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, kewaspadaan dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan terorisme.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikan, bahwa bangsa Indonesia telah menyatakan bahwa teroris tidak boleh hidup di Indonesia. Karena teroris merupakan salah satu ancaman dan terjadi secara sporadis. “Sekecil apapun aksi terorisme adalah gangguan terhadap rasa aman masyarakat dan gangguan terhadap proses pembangunan nasional,” imbuhnya.

Di sisi lain, penghormatan terhadap lambang negara berupa bendera merah putih saat upacara, tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial saja, tetapi harus dapat menjadi wahana untuk mempertebal nasionalisme dan mempertinggi patriotisme seluruh warga dan prajurit TNI.

Dalam amanat tersebut, juga disampaikan, bahwa semua prajurit TNI harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, dan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi disekeliling. “Seluruh jajaran TNI juga harus fokus  pada upaya pencegahan, maupun penanggulangan teroris,” ungkapnya.

 

Editor : Kholistiono

Lebih Dekat dengan Ika Yuni, Tentara Wanita Cantik yang Jago Nembak

Sertu (K) Ika Yuni. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sertu (K) Ika Yuni. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Senjata api barangkali identik dengan sosok yang gagah dan maskulin. Namun, sosok cantik di Blora ini telah akrab bertugas dengan senjata api, ialah Sertu (K) Ika Yuni.
Perempuan kelahiran 15 Juni 1987, Banggai, Sulawesi Tengah ini bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/ Blora.

Menjadi bagian dari TNI, katanya tak pernah terbayang semasa kecilnya. Karena, ketika itu dirinya bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Namun, ternyata, setelah usai menamatkan pendidikan tingkat SMA, dirinya justru mendaftarkan diri sebagai anggota TNI.

“Itu semua sudah panggilan jiwa, dan saya tidak menyangka kalau sampai saat ini jadi anggota TNI,” tuturnya.

Ia mendaftar sebagai anggota TNI dari jenjang Bintara. Pendidikannya ia tempuh di Kodiklat Bandung, sejak 2007 hingga 2008. Setelah usai dari pendidikan, ia bertugas di Kodiklat Bandung sampai 2014.

Ia kemudian berpindah tugas, karena harus mengikuti suaminya Letda Inf P. Siagian, yang juga bertuagas di Batalyon Infanteri 410/ Alugoro Blora.

Sebagai perempuan yang berkarir di bidang militer, tentu bukan pengalaman yang biasa bagi kaum hawa. Ia mengaku sangat bersyukur atas pengalam yang ia peroleh. “Tidak semua bisa merasakan pengalaman itu,” katanya.

Kemudian, mengenai pengalamannya dan skil menembak, ia dapatkan ketika pendidikan dan bertugas di Kodiklat Bandung. Bahkan, keahliannya menembak membuat banyak orang berdecak kagum.

Ia sering menjadi instruktur dalam pelatihan menembak di kalangan TNI sendiri. Ia juga mengaku, sudah sangat bersahabat dengan senjata api. Ia merupakan satu-satunya penembak handal perempuan yang ada di jajaran Kodim Blora.

“Selama di Bandung, saya sering diminta menjadi instruktur pelatihan menembak. Dan tentu sebagai wanita, itu hal yang sangat berharga bagi saya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TNI Blora Diawasi Biar Tak Pakai Narkoba

Penyuluhan narkotika dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan soal bahaya narkoba kepada personel Kodim Blora di Aula Makodim Blora, Kamis. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penyuluhan narkotika dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan soal bahaya narkoba kepada personel Kodim Blora di Aula Makodim Blora, Kamis. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Seluruh personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0721 Blora mendapatkan penyuluhan dari  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah di Aula Markas Kodim, pada Kamis (17/3/2016). Hal itu dilakukan sebagai upaya meminimalisasi penyalahgunaan narkotika.

Andi Sri Haryadi, pemateri dari BNN Provinsi Jawa Tengah mengatakan narkoba sudah masuk ke segala lini. “Barusan kita tahu, bupati saja ada yang menggunakan narkoba. Itu artinya narkoba sudah sangat mengancam,” kata Andi di hadapan personel TNI.

Ia juga mendefinisikan seluruh jenis narkoba dengan maksud seluruh personel bisa melek dan mengetahui akan bahaya setiap jenis narkoba. “Bahaya narkoba itu sendiri, bisa menyebabkan kematian. Bahkan dalam satu hari tak kurang dari 50 orang meninggal karena narkoba,” ujar dia.

Sementara Komandan Kodim Blora Letkol Inf Susilo mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan bentuk komando dari atasan. “Yang pasti kami ingin memastikan bahwa personel kami bisa mengetahui secara persis dampak narkoba. Juga, personel Kodim Blora tidak ada yang menggunakan narkoba,” pungkasnya.

Dalam program penyuluhan narkoba kali ini seluruh personel juga akan menjalani tes urine. Hal itu dilakukan guna memastikan bahwa satu persatu personil Kodim tidak ada yang mengkonsumsi narkoba.

Editor : Akrom Hazami

Terancam Gagal Panen, Begini Aksi Heroik Pak TNI Blora

Babinsa Koramil 14/Todanan melakukan aksinya di sawah. (ISTIMEWA)

Babinsa Koramil 14/Todanan melakukan aksinya di sawah. (ISTIMEWA)

 

BLORA – Di lahan seluas satu hektare (Ha) milik Daryanto, Poktani Makmur, terancam gagal panen. Ini desebabkan selain kurangnya pengairan, lahan tersebut lahan tadah hujan. Sedangkan musim hujan tahun ini sementara belum merata.

Perlu kerja keras untuk mempertahankan tanaman padi tersebut, yakni Serda Supari Babinsa Koramil 14/Todanan terjun ke lapangan, mereka bersama Daryanto, Ketua Poktani Makmur Dukuh Soronini, Desa Sonokulon, Kecamatan Todanan Blora melakukan pengairan di lahan tanaman padi seluas satu hektare yang hampir mengering.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan pengairan, sambil menunggu hujan turun, pengairan diambilkan dari sumur patek yang ada di sekitar lahan dengan cara, menarik selang sepanjang puluhuan meter. Ini usaha sementara yang harus dilakukan,” kata Babinsa Serda Supari, Kamis (31/12) di rilis pers yang dikirim.

Terpisah, Daryanto pemilik Lahan, menyatakan terima kasih kepada Babinsa Serda Supari yang berperan aktif membantu kesulitan masyarakat desa setempat. “Ini perlu dipertahankan,” ujarnya. (AKROM HAZAMI)

TNI Blora Turun ke Sawah Perangi Hama Blas

Babinsa Banjarejo memberikan penyuluhan bersama UPTD Pertanian Banjarejo, antisipasi hama blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Babinsa Banjarejo memberikan penyuluhan bersama UPTD Pertanian Banjarejo, antisipasi hama blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Serda Sabar Harjono Babinsa Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora bekerjasama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan dan Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Pertanian kecamatan Banjarejo turun ke sawah. Kegiatan tersebut untuk memberikan penyuluhan dengan melakukan penyemprotan tanaman padi di lahan seluas 2,5 hektare, milik Daman dan Narto kelompok tani Dukuh Temboro, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, Blora. Selasa (22/12/2015).

Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi padi adalah penyakit padi, salah satunya adalah penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Penyakit blas yang lazim disebut tekek (cekik) ini dapat menurunkan hasil secara nyata. Karena menyebabkan leher malai terganggu dan banyak terbentuk bulir padi hampa. Gangguan penyakit blas leher di daerah endemis, sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso.

”Adapun faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas diantaranya adalah iklim makro dan mikro, musim, suhu dan kelembapan, cara budidaya, lokasi, waktu tanam, dan varietas padi,” Jelas Mulyono Kepala UPTD Pertanian Banjarejo.

Terpisah Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Sukemi mengimbau dan mengajak para petani untuk selalu bekerjasama dan koodinasi dengan Babinsa, PPL, dan UPTD. Danramil berharap di kegiatan peyemprotan ini harus tuntas. Agar panen nantinya mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak gagal panen.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Barokah Jaya, Kasturi, mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Babinsa Koramil 03/Banjarejo Sabar Harjono, yang selalu aktif memberikan penyuluhan juga contoh kepada petani di desa ini. ”Tata cara melaksanakan penanggulangan hama pada tanaman padi agar tahan terhadap serangan hama,” tutur Kasturi. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Teror Natal dan Tahun Baru Siap Dihalau TNI Blora

Apel Minggu Militer di halaman Makodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Apel Minggu Militer di halaman Makodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah usai digelar pada 9 Desember lalu di Kabupaten Blora. Kini, agenda besar telah menanti.

Yakni menyiapkan diri menjelang Natal dan Tahun Baru. Salah satunya adalah personel Kodim 0721/Blora saat melaksanakan apel bersama di halaman depan Makodim setempat pada Senin (21/12/2015).

Apel yang dipimpin langsung oleh Dandim Letkol Inf Ariful Mutaqin, menyampaikan bahwa pihaknya mengucap syukur atas terlaksananya pilkada dari tahap awal hingga usai berjalan lancar, tertib dan kondusif.

Sementara, personel Kodim telah ditunggu dengan tugas pengamanan Natal dan pergantian malam Tahun Baru, Dandim menginstruksikan seluruh prajurit se-jajaran Kodim Blora untuk melaksanakan tugas Komunikasi Sosial (Komsos) untuk mengajak dan menghimbau forum kerukunan umat beragama (FKUB) agar saling membantu dan menjaga.

“Meski tugas pengamanan ini bersifat membantu Polres Blora, personel Kodim Blora tetap konsisten siap siaga setiap saat dibutuhkan. Saat bertugas utamakan berkomunikasi dengan masyarakat dan instansi terkait,” kata Dandim Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin.

Terpisah, Pasi Ops Kapten Inf Edi Hermato menambahkan, dalam rangka pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Kodim Blora menyiagakan satu peleton sejumlah 31 personel.

Selain itu ada beberapa personel bersinergi dengan Polri dan instansi terkait menempati pos-pos yang sudah ditentukan.

Apel tersebut merupakan apel rutin setiap bulan, yakni apel Minggu Militer. Satuan se-jajaran Kodam IV/Diponegoro melaksanakan kegiatan yang serupa, di setiap minggu ke empat seluruh prajurit di masing-masing satuan melaksanakan apel Minggu Militer.

Kegiatan ini dilakukan selain mengindahkan perintah pimpinan atas, untuk mengingat kembali dasar-dasar kemiliteran saat diterima di lembaga pendidikan.

“Di sisi lain para prajurit bisa bersilaturahmi dan temu kangen dengan sesama parajurit lainnya,” ujarnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Keren, Begitu Guyubnya TNI saat Terjun di Sawah

Dintanbunakikan dan TNI terjun ke sawah dalam penanaman padi serempak di Desa Getas, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Dintanbunakikan dan TNI terjun ke sawah dalam penanaman padi serempak di Desa Getas, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin terjun ke sawah guna melakukan penanaman padi serempak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Koramil 05/Cepu, Senin (7/12/2015).

Penanaman padi serempak dilaksanakan di Desa Getas, Kecamatan Cepu di luas lahan 137 hektare, yang merupakan wilayah binaan Koramil 05/Cepu. Penanaman padi serempak itu juga merupakan hasil kerja sama antara Kodim 0721/Blora, Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan perikanan (Dintanbunakikan) Blora, PPL Kecamatan Cepu, para gapoktan, dan instansi terkait.

Ariful mengungkapkan, penanaman padi serempak juga dilakukan di seluruh jajaran koramil se-Kabupaten Blora juga dalam rangka pendampingan upaya khusus padi jagung kedelai (upsus pajale). “Dengan demikian, maka usaha untuk mewujudkan ketahanan pangan akan terwujud di Kabupaten Blora,” ungkapnya.

Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti mengatakan, sinergi antara pihaknya dan TNI merupakan modal besar dalam rangka meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan.
Pihaknya juga mengajak petani untuk menanam serempak dengan sistem blok. Cara ini lebih mudah diterapkan dibanding tanam serempak seluruh hamparan, karena cakupan luasan lebih sempit.

“Tanam serempak hanya bisa dilakukan di wilayah berpengairan teknis dari waduk ataupun sungai Bengawan Solo, seperti Desa Getas mengandalkan air dari aliran sungai Bengawan Solo,” jelasnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)