Ratusan TKI Asal Jateng Kena Masalah Hukum di Luar Negeri

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri masih sangat banyak. Selama tahun 2017 saja, jumlah Tki dari Jawa Tengah yang bermasalah dengan hukum di luar negeri mencapai ratusan kasus.

Catatan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang mencatat, selama tahun 2017 setidaknya ada 297 kasus pelanggaran hukum yang menjerat TKI asal Jateng.

Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo menyebut, banyaknya TKI yang terkena masalah hukum ini sebagian besar karena bekerja di luar negeri secara ilegal. Selain itu mereka rata-rata juga tak mempunyai bekal pengetahuan yang cukup untuk bekerja di luar negeri.

Bahkan menurut dia, mayoritas yang terjerat hukum adalah pekerja ilegal. ” Sekitar 80 persen PMI (pekerja migran Indonesia) di luar negeri yang bermasalah adalah mereka yang berangkat secara ilegal,” katanya.

Ia menyatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membendung TKI ilegal, namun pihaknya mengaku membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Meski demikian, pihaknya juga tetap memberi bantuan hukum terhadap TKI yang bermasalah di luar negeri.

”Pengawasan pemberangkatan TKI yang tidak melalui BP3TKI tidak bisa hanya dilakukan oleh BP3TKI saja,” imbuh Suparjo.

Ia memastikan, bila calon TKI berangkat dengan cara legal dan melalui BP3TKI sudah tentu mereka berangkat dengan mendapatkan pengetahuan dan bekal kemampuan berbahasa yang lebih baik. Selain itu kontrol dan pendataan akan lebih mudah, sehingga bila terjadi sesuatu pemerintah Indonesia akan lebih cepat memberikan bantuan kepada mereka.

Editor : Ali Muntoha

Tiba Dini Hari, Jenazah TKI Grobogan yang Meninggal di Malaysia Langsung Dimakamkan

MuriaNewsCom, GroboganHarapan pihak keluarga agar jenazah Ika Ratna Desi Oktavia, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Taruman, Kecamatan Klambu, akhirnya terpenuhi. Setelah proses administrasi rampung, jenazah TKI berusia 20 tahun itu akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halamannya, Rabu (28/2/2018) dini hari.

Jenazah Ika yang dibawa pulang menggunakan mobil ambulans warna silver milik RS Sedyo Rahayu Yogkakarta tiba di rumah duka sekitar pukul 00.10 WIB. Isak tangis langsung terdengar begitu jenazah Ika yang sudah dikemas dalam peti kayu diturunkan dari mobil ambulans. Kedua orang tua serta adik TKI yang baru bekerja sekitar setahun itu sudah meninggal.

Setelah disemayamkan di rumah duka, dilanjutkan proses penyerahan jenazah pada pihak keluarga. Penyerahan jenazah dilakukan petugas dari BP3TKI Jateng didampingi pegawai Disnakertrans Grobogan serta perwakilan biro jasa yang menyalurkan Ika bekerja ke Malaysia. Usai penyerahan, jenazah Ika langsung dimakamkan dipemakaman umum desa setempat.

”Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah TKI atas nama Ika Ratna Desi Oktavia dari Malaysia berjalan lancar. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.,” kata Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto.

Nurwanto menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.  Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

”Setelah proses pemulangan dan pemakaman selesai, kami akan membantu mengupayakan agar semua hak-hak TKI itu bisa dipenuhi dan diserahkan pada pihak keluarga,” katanya.

Editor: Supriyadi

Kerja di Malaysia Jalur Ilegal, Pemulangan Jenazah TKW asal Grobogan Terkendala

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pemulangan jenazah Tasmi (43), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Sumberagung, Kecamatan Godong, Grobogan, yang dikabarkan meninggal dunia di Malaysia terkendala.

Soalnya, masih butuh pengurusan kelengkapan administrasi yang kemungkinan juga memerlukan waktu cukup lama.

“Kelengkapan administrasi yang bersangkutan sedang kami siapkan. Hal ini penting dilakukan sebagai salah satu persyaratan untuk memulangkan jenazahnya,” kata Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto, Sabtu (6/1/2017).

Menurut Nurwanto, dukungan admnistrasi diperlukan, karena dari hasil penelusuran yang dilakukan, Tasmi diduga berangkat ke Malaysia tidak lewat jalur resmi. Hingga saat ini, pihaknya belum berhasil menemukan perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkannya ke luar negeri.

Dari keterangan pihak keluarga, Tasmi berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2012. Sebelumnya, Tasmi sempat kerja di Kudus dan kemudian berkenalan dengan seorang teman asal Surabaya. Oleh temannya itulah, Tasmi kemudian diajak pergi ke Malaysia.

“Pihak keluarga juga tidak tahu berangkatnya lewat perusahaan mana. Mereka tahunya, Tasmi pergi kerja ke Malaysia karena diajak temannya,” jelasnya.

Nurwanto menjelaskan, dari pemberitahuan yang diterima, Tasmi itu sudah meninggal pada tanggal 2 Desember 2017 karena sakit. Pihak rumah sakit sempat kesulitan untuk menemukan indentitas lengkapnya, karena yang bersangkutan ternyata tidak memiliki paspor.

Setelah hampir satu bulan ditelusuri, identitas Tasmi akhirnya bisa diketahui. Yakni, dari adanya salinan ijazah SD milik Tasmi.

Baca : TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

Sebelumnya, pihak keluarga berharap agar jenazah Tasmi bisa segera dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya. Pihak keluarga yang berasal dari keluarga kurang mampu itu berharap agar pemerintah bisa membantu harapan mereka.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memulangkan jenazahnya. Tapi, ini mesti butuh proses. Hal ini juga sudah kita laporkan pada pihak BNP2TKI dan BP3TKI. Mudah-mudahan, jenazahnya bisa segera bisa dipulangkan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong.

Camat Godong Bambang Haryono menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat, Kamis (4/1/2018) siang kemarin. Kabar duka itu juga sudah disampaikan pada pihak keluarga di Desa Sumberagung.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

“Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman,” katanya.

Kepala Disnaker Grobogan Nurwanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Setelah dapat kabar, pihaknya segera memberitahu keluarganya untuk menyampaikan berita duka.

Selanjutnya, pihaknya juga masih melacak jejak keberangkatan korban sebagai TKI. Yakni, untuk memastikan perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya jadi TKI.

“Kita masih mengumpulkan kelengkapan administrasi terkait proses keberangkatan korban. Termasuk perusahaan yang memberangkatan kerja ke luar negeri. Hal ini kita perlukan untuk memudahkan proses pemulangan jenazah dan meminta pemenuhan hak-hak korban selama bekerja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Keluarga TKW Tewas Berharap Hak Almarhumah Dipenuhi

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Keluarga Saerah, TKW yang meninggal di Amman, Jordania, Rabu (26/8/2015), berharap agar hak almarhumah dipenuhi.
Kepala Desa Desa Karanggeneng Mulyadi mengatakan, pihak keluarga berharap agar hak-hak Saerah segera diberikan.

”Seperti gaji selama bekerja di Jordania,” kata Mulyadi di rumah duka, Rabu.

Selain itu, kata dia, pihak keluarga juga meminta agar pelaku pembunuhan Saerah dihukum berat sesuai perbuatan yang dilakukan.
Seperti diberitakan, Saerah binti Mukmin dikabarkan meninggal dunia di lokasi kerjanya di Kota Amman, Jordania. Pihak keluarga mendapat pemberitahuan meninggalnya korban pada (20/8). Kabar duka itu disampaikan melalui telepon dari pihak KBRI di Amman.

Beberapa hari lalu staf dari Kementerian Luar Negeri Dodo Ramdani dan staf BNP2TKI Jawa Tengah Rinto Srimulyono datang dan diantar mengunjungi keluarga korban di Desa Karanggeneng.

Berdasarkan penjelasan dua orang itu, kematian korban disebabkan adanya benturan benda tumpul di tengkuk kepala. Hal itu terjadi akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan istri majikan korban di Amman.
TKI yang lahir 28 Agustus 1990 itu berangkat mengais rezeki di Jordania pada bulan November 2009 lalu. Saerah berangkat kerja ke luar negeri melalui salah satu PJTKI di Jakarta.

Pada tahun pertama, Saerah lancar berkomunikasi dengan pihak keluarga. Komunikasi dengan keluarga mulai berkurang intensitasnya memasuki tahun 2011 hingga Saerah dikabarkan meninggal dunia. Saerah hampir empat tahun bekerja di luar negeri. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Jelang Zuhur, Jenazah TKW Tewas Dimakamkan

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Jenazah Saerah, TKW yang meninggal di Amman, Jordania, Rabu (26/8/2015) jelang zuhur dimakamkan. Saerah diketahui merupakan warga Dusun Gebangan, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan.

Kepala Desa Karanggeneng Mulyadi menyatakan, jenazah warganya itu tiba di rumah duka sekitar pukul 07.45 WIB. Petugas dari PJTKI yang memberangkatkan Saerah jadi TKI serta staf dari BNP2TKI ikut datang bersama mobil pengangkut jenazah. Begitu tiba, pihak keluarga langsung menyiapkan prosesi pemakaman.

“Setelah jenazah tiba, kita langsung persiapkan prosesi pemakaman. Menjelang zuhur atau sekitar pukul 11.30 WIB jenazah Saerah dimakamkan,” terang Mulyadi.

Kedatangan jenazah disambut suara isak tangis dari keluarga dan kerabat. Tepatnya saat peti jenazah TKI berusia 25 tahun itu diturunkan dari ambulans yang membawanya dari Jakarta.

Kedatangan jenazah Saerah ini memang di luar perkiraan. Sebab, sebelumnya belum ada kepastian kapan jenazah TKI yang sudah hampir empat tahun bekerja di luar negeri itu. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Jenazah TKW Tewas di Jordania Disambut Histeris Keluarga Grobogan

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saerah, TKI yang tewas di Jordania. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jenazah Saerah, TKI yang meninggal di Amman, Jordania, Rabu (26/8/2015) pagi tadi tiba di kampung halamannya di Dusun Gebangan, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan.

Suara isak tangis dari keluarga dan kerabat langsung pecah begitu peti jenazah TKI berusia 25 tahun itu diturunkan dari ambulans yang membawanya dari Jakarta.

Kedatangan jenazah Saerah ini memang di luar perkiraan. Sebab, sebelumnya belum ada kepastian kapan jenazah TKI yang sudah hampir empat tahun bekerja di luar negeri itu.

Pihak keluarga memang mengharapkan agar jenazah Saerah bisa dipulangkan secepat mungkin oleh pemerintah.

Kepala Desa Karanggeneng Mulyadi menyatakan, jenazah warganya itu tiba di rumah duka, Rabu, sekitar pukul 07.45 WIB. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)