TKI Asal Taruman Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Ika Ratna Desi Oktavia (20), warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu.

Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

Kabar duka itu langsung disampaikan pada pihak keluarga di Desa Taruman. Namun, pihak keluarga ternyata juga sudah mendapat kabar duka dari rekan korban yang ada di Malaysia.

“Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC. Saat ini, jenazahnya masih berada di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Nurwanto, jenazah TKI tersebut rencananya akan dipulangkan ke tanah air, Selasa (27/2/2018) besok. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.

“Jenazah diterbangkan dari Malaysia, Selasa siang. Kemungkinan, sampai di rumah duka menjelang tengah malam,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jenazah TKI Asal Desa Jambon Grobogan yang Meninggal di Korea Dipulangkan Malam Ini

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pemulangan jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan yang meninggal dunia di Korea Selatan berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Info terbaru, proses pemulangan jenazah TKI atas nama Yosi Ashari sudah dimulai hari ini di Korea.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, pemberitahuan pemulangan jenazah sudah diterima lewat faximile. Kemudian, surat itu sudah diteruskan pada perangkat Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon hingga sampai keluarganya yang tinggal di Dusun Mangsulan.

TKI berusia 28 tahun itu dikabarkan meninggal Minggu (21/1/2018). Yosi meninggal di Rumah Sakit Fatimah Kota Dong Daegu, Korea Selatan. Kabar meninggalnya Yosi saat ini juga sudah banyak diunggah lewat media sosial.

Nurwanto menjelaskan, jenazah TKI tersebut diterbangkan dengan pesawat dari Bandara Incheon Korea pukul 10.35 waktu setempat. Diperkirakan pesawat sampai bandara Soekarno-Hatta pukul 15.45 WIB.

Baca : TKI Asal Desa Jambon Grobogan Meninggal di Korea Selatan

”Dari Jakarta, jenazah akan diterbangkan dengan pesawat terakhir menuju bandara A Yani Semarang. Kita perkirakan tiba di Semarang jam 20.50 WIB. Setelah itu, jenazah diantarkan pulang ke kampung halamannya pakai ambulans. Kemungkinan, sampai rumah duka tengah malam atau dinihari ini,” jelasnya.

Nurwanto menjelaskan, dari data yang didapat, Yosi merupakan TKI legal atau resmi. Identitasnya sudah tercatat dalam data base BNP2TKI. Yosi tercatat berangkat kerja ke Korea tahun 2014.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Desa Jambon Grobogan Meninggal di Korea Selatan

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Korea Selatan. TKI yang meninggal tercatat atas nama Yosi Ashari, warga Dusun Mangsulan, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon.

TKI berusia 28 tahun itu dikabarkan meninggal Minggu (21/1/2018). Yosi meninggal di Rumah Sakit Fatimah Kota Dong Daegu, Korea Selatan. Kabar meninggalnya Yosi saat ini juga sudah banyak diunggah lewat media sosial.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto ketika dimintai komentarnya membenarkan kabar adanya seorang TKI yang meninggal tersebut. Informasi yang didapat, Yosi meninggal karena sakit.

Menurutnya, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban di Desa Jambon untuk menyampaikan kabar duka. Namun, pihak keluarganya ternyata sudah tahu karena mendapat telepon dari rekan korban yang masih bekerja di Korea.

Nurwanto menjelaskan, dari data yang didapat, Yosi merupakan TKI legal atau resmi. Identitasnya sudah tercatat dalam data base BNP2TKI. Yosi tercatat berangkat kerja ke Korea tahun 2014.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan BNP2TKI dan BP3TKI Jateng untuk mengurus kepulangan jenazahnya. “Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar jenazahnya bisa segera dipulangkan dan mengurus hak-hak korban. Tapi, ini mesti butuh proses dan kita sedang siapkan dukungan administrasi yang diperlukan,” katanya.

Editor: Supriyadi

TKI dari Sumberagung Grobogan yang Meninggal di Malaysia Sudah Bekerja 4 Tahun

MuriaNewsCom, GroboganProses keberangkatan Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong menjadi TKI ke Malaysia masih terus dilacak. Pihak keluarganya juga tidak begitu mengerti dengan perusahaan yang menyalurkannya bekerja ke Malaysia.

”Seingat saya, dulu ada yang menawari kerja ke Malaysia. Kira-kira, sudah ada empat tahun berangkatnya ke Malaysia,” kata Sripah (70), ibu kandung Tasmi saat ditemui wartawan dirumahnya, Jumat (5/1/2018).

Selama berada di Negeri Jiran, Tasmi sempat berkomunikasi beberapa kali dengan pihak keluarganya. Komunikasi terakhir dilakukan akhir November 2017 lalu. Saat itu, Tasmi meminta kiriman uang untuk biaya berobat karena sedang sakit.

”Permintaan itu tidak bisa dituruti karena keluarga disini juga tidak punya uang. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi dari Tasmi. Kalau komunikasi biasanya lewat saya,” kata Sukarman (54), salah satu kerabat korban.

Sripah yang selama ini tinggal sendirian dirumah karena suaminya sudah tiada. Sripah hanya dikaruniai satu orang anak, yakni Tasmi yang dikabarkan sudah meninggal di Malaysia tersebut.

Tasmi sebelumnya sempat menikah tetapi tidak dikaruniai anak. Setelah bercerai dengan suaminya, Tasmi kemudian memutuskan bekerja jadi TKI ke Malaysia.

Kades Sumberagung Susilo menyatakan, kabar meninggalnya Tasmi diterima pihak keluarga, Kamis (4/1/2018) kemarin. Selain keluarga, pihak desa juga mendapat pemberitahuan perihal meninggalnya Tasmi yang disampaikan petugas dari Disnakertrans Grobogan.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

Pihak keluarga berharap agar jenazah Tasmi bisa segera dipulangkan untuk dimakamkan dikampung halamannya.

”Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman. Ini, saya sedang membantu menyiapkan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Terkena Ledakan Tabung Pabrik, TKI Asal Gembong Pati Meninggal di Taiwan

Suasana kepulangan jenazah korban di rumah duka, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Sentul RT 4 RW 2, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati bernama Kurnianto (25), mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia di Taiwan. Jenazah TKI bernomor paspor A6437202 tersebut tiba di rumah duka, Selasa (14/3/2017).

Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengatakan, Kurnianto bekerja di Taiwan sejak November 2013. Dia diberangkatkan PT Wahana Karya Suplaindo Jakarta Utara dan bekerja di perusahaan sparepart kendaraan bermotor.

“Pada 9 Agustus 2016 lalu, Kurnianto mengalami kelecakaan kerja, terkena tumpahan minyak panas. Saat itu, tabung pabrik meledak. Korban mengalami luka bakar 90 persen,” ungkap AKP Giyanto kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/3/2017).

Kurnianto lantas dirawat di Rumah Sakit (RS) Zhung Shan Medical University di Taichung Taiwan selama enam bulan. Pada 1 Maret 2017 sekitar pukul 16.36 waktu setempat, Kurnianto akhirnya menghembuskan napas yang terakhir.

“Jenazah kemudian dibawa dari Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan menggunakan mobil ambulans RSUD Dolopo. Jenazah diserahkan Haryono, perwakilan dari PT Wahana Karya Suplaindo,” tuturnya.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Selama ini, Kurnianto dikenal sebagai pemuda yang baik dan peduli kepada keluarga.

Editor : Kholistiono

Jenazah Suparti, TKI Grobogan Segera Dipulangkan ke Godong

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan jenazah TKI asal Grobogan, Suparti, warga Desa Gundi, Kecamatan Godong yang meninggal di Taiwan rencananya akan segera dilakukan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Gundi Muslihin saat dihubungi wartawan.

“Proses pemulangan salah satu warga saya sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Meski belum ada kabar resmi, namun sekitar satu pekan lagi diperkirakan jenazah sudah bisa diterbangkan ke tanah air,” ungkapnya.

Menurutnya, perempuan 35 tahun itu dikabarkan meninggal di Taiwan karena sakit, Sabtu (26/3/2016). Meski penyebab kematian sudah jelas, namun berdasarkan aturan di sana, semua kasus kematian warga diputuskan melalui sidang pengadilan lebih dahulu.

“Sidang pengadilan sudah selesai beberapa hari lalu. Setelah sidang, jenazahnya baru boleh dibawa pulang ke tempat asal,” jelasnya.

Muslihin menyatakan, pihak BP3TKI beberapa waktu lalu juga sudah mengunjungi pihak keluarga korban. Mereka sudah menjanjikan akan mengurus semua hak korban selama bekerja jadi TKI.

Sementara itu, jenazah satu TKI lainnya, yakni Suwiknyo ternyata sudah dipulangkan ke tanah air pada Minggu (10/4/2016) malam lalu. Keesokan harinya, jenazah warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan itu langsung dimakamkan.

“Jenazah warga saya yang meninggal dunia di Korea Selatan sudah dimakamkan Senin (11/4/2016) lalu. Almarhum dikabarkan meninggal di kamar kontrakannya pada hari Senin (4/4/2016),” kata Kades Karangwader Ahmad Sjafi’i.

Editor : Akrom Hazami
Baca : TKI Grobogan Tewas di Korsel, Jenazahnya Segera Dipulangkan ke Penawangan

2 TKI Grobogan  Meninggal di Korsel dan Taiwan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua orang TKI asal Grobogan dikabarkan meninggal di luar negeri. Satu TKI meninggal di Taiwan, dan satunya di Korea Selatan (Korsel).

Informasi yang didapat menyebutkan, TKI yang meninggal di Taiwan bernama Suparti, warga Desa Gundi, Kecamatan Godong. Perempuan 35 tahun itu dikabarkan meninggal Sabtu (26/3/2016).

“Memang benar, ada satu warga kita yang bekerja jadi TKI di Taiwan meninggal dunia. Dari keterangan pihak sana dan keluarganya, TKI bernama Suparti ini meninggal karena sakit sesak nafas,” ungkap Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso didampingi Kepala Bidang Penempatan Perluasan dan Produktivitas Kerja (Penluker) Sugeng Mulyanto saat ditemui di kantornya, Selasa (5/4/2016).

Jenazah Suparti, sampai saat ini masih berada di Taiwan. Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan agen yang memberangkatkan dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jateng untuk memproses pemulangan jenazah.

Menurut Andung, pihak keluarga Suparti yakni ayahnya Suparmin juga sudah mengirimkan surat agar Dinsosnakertrans membantu pemulangan jenazah. Selain itu, pihak keluarga juga berharap agar hak-hak Suparti ketika bekerja bisa diberikan sepenuhnya.

“Kita akan bantu semaksimal mungkin untuk memulangkan jenazah. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah bisa dipulangkan ke tanah air. Soal hak korban pasti juga akan kita bantu untuk menguruskan. Suparti ini sudah kedua kalinya kerja jadi TKI,” imbuh Andung.

Sementara itu, satu TKI yang meninggal di Korea Selatan adalah Suwiknyo, warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan. Pemuda 29 tahun itu diketahui meninggal dunia Senin (4/4/2016) sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

“Saya belum tahu kalau ada TKI yang meninggal di Korea atas nama Suwiknyo ini. Sampai saat ini kami belum dapat pemberitahuan resmi. Coba nanti saya akan koordinasi dengan BP3TKI Jateng,” kata Andung.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Ahmad Sjafi’I ketika dihubungi lewat ponselnya membenarkan jika warganya yang jadi TKI di Korea Selatan meninggal dunia.

“Beberapa saat tadi, pihak keluarga baru saja dihubungi KBRI di Korea Selatan yang mengabarkan berita meninggalnya Suwiknyo. Warga saya ini kabarnya meninggal dunia Senin (4/4/2016) kemarin,” katanya.

Editor : Akrom Hazami