Biar Terjamin, Warga Grobogan yang Minat Jadi TKI Diminta Berangkat Sesuai Prosedur

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada sejumlah faktor yang menyebabkan masih ada tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersandung masalah ketika bekerja di luar negeri. Salah satu penyebabnya, para TKI itu ternyata banyak yang berangkat melalui prosedur yang tidak resmi, tanpa melibatkan dinas atau instansi terkait.

”Pemerintah membolehkan warganya untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKI. Tetapi, perlu diingat agar mengurus keberangkat sebagai TKI sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Hal ini untuk menjamin keamanan dan perlindungan pada TKI itu sendiri,” kata Deputi Perlindungan BPN2TKI Teguh Hendro Cahyono, saat menyampaikan sosialisasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (27/1/2018).

Sosialisasi dengan tema ‘Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman’ di Balaidesa Kedungrejo itu juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan. Hadir pula, Direktur Sosialisasi Kelembagaan BPN2TKI Agustinus Gatot Hermawan, Kepala BP3TKI Semarang Suparjo dan Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto dan Kades Kedungrejo Miftahul Huda.

Teguh menyatakan, banyaknya TKI yang tidak menempuh prosedur itu tentunya sangat disayangkan. Soalnya, jika TKI berangkat tidak melalui prosedur resmi maka besar kemungkinan identitas yang bersangkutan dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atau calo. Kondisi itu akan menyulitkan pihak keluarga atau pemerintah jika dikemudian hari ada masalah yang menimpa TKI tersebut.

“Jadi, ketika ada orang yang menawarkan iming-iming kerja jadi TKI dengan gaji tinggi, jangan langsung percaya. Teliti dulu kebenarannya. Bila perlu konsultasi dengan Pak Kades atau kantor Dinas Tenaga Kerja setempat,” cetusnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 300 orang yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan remaja putri setempat. Diantara undangan perempuan ini, ternyata ada puluhan orang yang sebelumnya sudah pernah merasakan suka duka jadi TKI di berbagai negara. Bahkan, ada yang sampai bekerja jadi TKI sampai enam tahun di Saudi Arabia.

“Saya sudah pernah enam tahun kerja di Riyadh, Arab Saudi. Hasilnya, bisa beli sawah, bangun rumah dan biaya sekolah anak. Sekarang sudah tidak pingin lagi jadi TKI,” kata Tami, mantan TKI yang hadir dalam sosialisasi itu.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto menambahkan, minat warga Grobogan bekerja jadi TKI masih cukup tinggi. Indikasinya, tiap tahun masih ada sekitar 500 orang yang mengurus proses keberangkatan jadi TKI.

“Animo kerja jadi TKI memang masih tinggi. Berdasarkan data kami, saat ini ada sekitar 3 ribu warga Grobogan yang kerja jadi TKI di berbagai negara,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Jenazah TKI Asal Desa Jambon Grobogan yang Meninggal di Korea Dipulangkan Malam Ini

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pemulangan jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan yang meninggal dunia di Korea Selatan berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Info terbaru, proses pemulangan jenazah TKI atas nama Yosi Ashari sudah dimulai hari ini di Korea.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, pemberitahuan pemulangan jenazah sudah diterima lewat faximile. Kemudian, surat itu sudah diteruskan pada perangkat Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon hingga sampai keluarganya yang tinggal di Dusun Mangsulan.

TKI berusia 28 tahun itu dikabarkan meninggal Minggu (21/1/2018). Yosi meninggal di Rumah Sakit Fatimah Kota Dong Daegu, Korea Selatan. Kabar meninggalnya Yosi saat ini juga sudah banyak diunggah lewat media sosial.

Nurwanto menjelaskan, jenazah TKI tersebut diterbangkan dengan pesawat dari Bandara Incheon Korea pukul 10.35 waktu setempat. Diperkirakan pesawat sampai bandara Soekarno-Hatta pukul 15.45 WIB.

Baca : TKI Asal Desa Jambon Grobogan Meninggal di Korea Selatan

”Dari Jakarta, jenazah akan diterbangkan dengan pesawat terakhir menuju bandara A Yani Semarang. Kita perkirakan tiba di Semarang jam 20.50 WIB. Setelah itu, jenazah diantarkan pulang ke kampung halamannya pakai ambulans. Kemungkinan, sampai rumah duka tengah malam atau dinihari ini,” jelasnya.

Nurwanto menjelaskan, dari data yang didapat, Yosi merupakan TKI legal atau resmi. Identitasnya sudah tercatat dalam data base BNP2TKI. Yosi tercatat berangkat kerja ke Korea tahun 2014.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Desa Jambon Grobogan Meninggal di Korea Selatan

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Korea Selatan. TKI yang meninggal tercatat atas nama Yosi Ashari, warga Dusun Mangsulan, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon.

TKI berusia 28 tahun itu dikabarkan meninggal Minggu (21/1/2018). Yosi meninggal di Rumah Sakit Fatimah Kota Dong Daegu, Korea Selatan. Kabar meninggalnya Yosi saat ini juga sudah banyak diunggah lewat media sosial.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto ketika dimintai komentarnya membenarkan kabar adanya seorang TKI yang meninggal tersebut. Informasi yang didapat, Yosi meninggal karena sakit.

Menurutnya, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban di Desa Jambon untuk menyampaikan kabar duka. Namun, pihak keluarganya ternyata sudah tahu karena mendapat telepon dari rekan korban yang masih bekerja di Korea.

Nurwanto menjelaskan, dari data yang didapat, Yosi merupakan TKI legal atau resmi. Identitasnya sudah tercatat dalam data base BNP2TKI. Yosi tercatat berangkat kerja ke Korea tahun 2014.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan BNP2TKI dan BP3TKI Jateng untuk mengurus kepulangan jenazahnya. “Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar jenazahnya bisa segera dipulangkan dan mengurus hak-hak korban. Tapi, ini mesti butuh proses dan kita sedang siapkan dukungan administrasi yang diperlukan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jenazah TKI Sumberagung Grobogan yang Meninggal di Malaysia Tiba di Kampung Halaman

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pemerintah untuk memulangkan jenazah Tasmi (43), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Sumberagung, Kecamatan Godong, Grobogan yang meninggal di Malaysia membuahkan hasil. Setelah menempuh proses panjang, jenazah Tasmi akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halamannya, Jumat (19/1/2018) malam.

Proses pemulangan jenazah dari Malaysia dimulai sejak Jumat Pagi. Oleh pihak KBRI, jenazah dibawa pulang menuju Jakarta menggunakan pesawat. Dari Jakarta, jenazah kembali dinaikkan pesawat penerbangan terakhir menuju bandara A Yani Semarang.

Baca: TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

Kemudian, dari Semarang jenazah dibawa pulang menggunakan mobil ambulans milik Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jateng menuju Desa Sumberagung.

Ambulans warna hitam dengan nomor polisi H 9592 RG tiba dirumah duka sekitar pukul 23.10 WIB. Suasana haru langsung terlihat ketika jenazah Tasmi yang sudah dikemas dalam peti kayu warna putih diturunkan dari mobil ambulans.

Sebelum jenazah datang, sanak keluarga dan ratusan warga sudah berada dirumah duka. Rencananya, proses pemakaman akan dilangsungkan siang ini, Sabtu (20/1/2018).

”Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah dari Malaysia hingga rumah duka berjalan lancar. Sebelumnya, proses pemulangan jenazah sempat terkendala karena harus melengkapi berbagai persyaratan administrasinya,” kata Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto yang ikut hadir dalam proses penyerahan jenazah pada pihak keluarga tersebut.

Baca: Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

Menurut Nurwanto, dukungan admnistrasi diperlukan karena dari hasil penelusuran yang dilakukan, Tasmi diduga berangkat ke Malaysia tidak lewat jalur resmi atau ilegal. Dari keterangan pihak keluarga, Tasmi berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2012.

Sebelumnya, Tasmi sempat kerja di Kudus dan kemudian berkenalan dengan seorang teman asal Surabaya. Oleh temannya itulah, Tasmi kemudian diajak pergi ke Malaysia.

”Pihak keluarga juga tidak tahu berangkatnya lewat perusahaan mana. Mereka tahunya, Tasmi pergi kerja ke Malaysia karena diajak temannya,” jelasnya.

Nurwanto menjelaskan, dari pemberitahuan yang diterima, Tasmi sudah meninggal pada tanggal 2 Desember 2017 karena sakit. Pihak rumah sakit sempat kesulitan untuk menemukan indentitas lengkapnya karena yang bersangkutan ternyata tidak memiliki paspor. Setelah hampir satu bulan ditelusuri, identitas Tasmi akhirnya bisa diketahui. Yakni, dari adanya salinan ijazah SD milik Tasmi.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong.

Camat Godong Bambang Haryono menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat, Kamis (4/1/2018) siang kemarin. Kabar duka itu juga sudah disampaikan pada pihak keluarga di Desa Sumberagung.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

“Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman,” katanya.

Kepala Disnaker Grobogan Nurwanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Setelah dapat kabar, pihaknya segera memberitahu keluarganya untuk menyampaikan berita duka.

Selanjutnya, pihaknya juga masih melacak jejak keberangkatan korban sebagai TKI. Yakni, untuk memastikan perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya jadi TKI.

“Kita masih mengumpulkan kelengkapan administrasi terkait proses keberangkatan korban. Termasuk perusahaan yang memberangkatan kerja ke luar negeri. Hal ini kita perlukan untuk memudahkan proses pemulangan jenazah dan meminta pemenuhan hak-hak korban selama bekerja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Gabus Pati Mendadak Tewas di Korea Selatan

 

TKi

Suasana duka di rumah korban di Desa Gabus RT 1 RW 2, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gabus RT 1 RW 2, Kecamatan Gabus bernama Sutejo Wibowo (27) dikabarkan tewas di Korea Selatan.

Eko Susilo, kakak korban saat ditemui MuriaNewsCom di kediamannya, Rabu (29/6/2016) mengatakan, keluarga mendapatkan kabar kematian Sutejo dari Kementerian Luar Negeri pada Selasa (28/6/2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya dan keluarga kaget dan tidak percaya perihal meninggalnya Sutejo. Sebab, dia sehat-sehat saja dan setiap hari selalu telepon rumah untuk menanyakan kabar. Waktu mendapatkan kabar, jenazah adik saya sudah berada di kamar mayat di salah satu rumah sakit di Korea,” ungkap Eko.

Dikatakan, saat itu Sutejo tidur di kamarnya di apartemen perusahaan tempat bekerja. Seorang teman mengingatkan untuk bekerja, tetapi Sutejo bilang mendapatkan jatah kerja sif malam.

“Temannya sudah pulang kerja dan menyambangi adik saya untuk kembali mengingatkan kerja, ternyata sudah meninggal dunia. Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenlu dan KBRI untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Eko sebetulnya diberikan kesempatan pihak perusahaan untuk berangkat ke Korea dan menyepakati adanya autopsi dan kepolisian setempat. Namun, ia lebih memilih untuk menyerahkan kepada KBRI karena butuh waktu yang cukup lama bila dirinya berangkat ke Korea.

“Kalau saya berangkat ke Korea, saya harus mengurus visa dan segala macamnya. Itu butuh waktu yang cukup lama, sehingga untuk proses autopsi dan lainnya kami serahkan KBRI Seoul,” imbuhnya.

Saat ini, rumah duka sudah terpasang tenda tratak. Rencananya, keluarga akan mengadakan pengajian dan doa bersama di rumah duka mulai malam ini.

Editor : Akrom Hazami

Jenazah TKI Grobogan Tiba dan Dimakamkan di Kampung Halaman

uplod jam 11.30 TKI tewas (e)

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah ditunggu sebulan lamanya, jenazah Suparti, TKI asal Grobogan yang meninggal di Taiwan akhirnya tiba. Jenazah perempuan 35 tahun itu tiba di kampungnya, Desa Gundi, Kecamatan Godong Selasa (26/4/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah disemayamkan di rumah duka, pagi ini Rabu (27/4/2016), dilangsungkan acara pemakaman. Jenazah Suparti dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. “Acara pemakaman baru saja selesai. Prosesi pemakaman sudah dimulai jam 09.30 WIB tadi,” kata Kades Gundi Muslihin.

Semula memang ada rencana untuk melangsungkan pemakaman tidak lama setelah jenazah tiba. Namun, rencana itu tidak jadi dilangsungkan. Soalnya, kedatangan jenazah sudah larut malam. Oleh sebab itu, proses pemakaman diputuskan pagi harinya. “Semula, jenazah dikabarkan datangnya sore. Tetapi ternyata baru tiba jelang dini hari,” jelasnya.

Menurutnya, kedatangan jenazah warganya itu didampingi sejumlah petugas. Yakni, dari BP3TKI dan Disnaker Jateng. “Untuk hak-hak korban dalam waktu dekat akan diserahkan pada pihak keluarga. Pihak BP3TKI nanti akan membantu pengurusannya,” sambung Muslihin.

Menurutnya, Suparti dikabarkan meninggal Sabtu (26/3/2016) di Taiwan karena sakit. Meski penyebab kematian sudah jelas, namun berdasarkan aturan di Taiwan, semua kasus kematian warga diputuskan melalui sidang pengadilan lebih dahulu.

“Sidang pengadilan sudah selesai seminggu hari lalu. Setelah sidang, jenazahnya baru boleh dibawa pulang ke tempat asal. Makanya, setelah sebulan jenazahnya baru bisa dipulangkan,” jelasnya.
Muslihin menyatakan, pihak BP3TKI beberapa waktu lalu juga sudah mengunjungi pihak keluarga korban. Mereka sudah menjanjikan akan mengurus semua hak korban selama bekerja jadi TKI.

Editor : Akrom Hazami
Ilustrasi

Baca juga :
Hari Ini, Jenazah TKI Grobogan Suparti Dipulangkan ke Tanah Air 

Jenazah Suparti, TKI Grobogan Segera Dipulangkan ke Godong

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan jenazah TKI asal Grobogan, Suparti, warga Desa Gundi, Kecamatan Godong yang meninggal di Taiwan rencananya akan segera dilakukan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Gundi Muslihin saat dihubungi wartawan.

“Proses pemulangan salah satu warga saya sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Meski belum ada kabar resmi, namun sekitar satu pekan lagi diperkirakan jenazah sudah bisa diterbangkan ke tanah air,” ungkapnya.

Menurutnya, perempuan 35 tahun itu dikabarkan meninggal di Taiwan karena sakit, Sabtu (26/3/2016). Meski penyebab kematian sudah jelas, namun berdasarkan aturan di sana, semua kasus kematian warga diputuskan melalui sidang pengadilan lebih dahulu.

“Sidang pengadilan sudah selesai beberapa hari lalu. Setelah sidang, jenazahnya baru boleh dibawa pulang ke tempat asal,” jelasnya.

Muslihin menyatakan, pihak BP3TKI beberapa waktu lalu juga sudah mengunjungi pihak keluarga korban. Mereka sudah menjanjikan akan mengurus semua hak korban selama bekerja jadi TKI.

Sementara itu, jenazah satu TKI lainnya, yakni Suwiknyo ternyata sudah dipulangkan ke tanah air pada Minggu (10/4/2016) malam lalu. Keesokan harinya, jenazah warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan itu langsung dimakamkan.

“Jenazah warga saya yang meninggal dunia di Korea Selatan sudah dimakamkan Senin (11/4/2016) lalu. Almarhum dikabarkan meninggal di kamar kontrakannya pada hari Senin (4/4/2016),” kata Kades Karangwader Ahmad Sjafi’i.

Editor : Akrom Hazami
Baca : TKI Grobogan Tewas di Korsel, Jenazahnya Segera Dipulangkan ke Penawangan

TKI Grobogan Tewas di Korsel, Jenazahnya Segera Dipulangkan ke Penawangan

Jenazah Suwiknyo yang sudah dimasukkan dalam peti, disalati sejumlah warga Indonesia di Korea Selatan.  (Istimewa)

Jenazah Suwiknyo yang sudah dimasukkan dalam peti, disalati sejumlah warga Indonesia di Korea Selatan. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jenazah Suwiknyo, TKI asal Grobogan yang meninggal di Korea Selatan (Korsel) rencananya akan dipulangkan ke tanah air dalam waktu dekat.

Hal itu bisa dilakukan lantaran berdasarkan penyelidikan dari pihak kepolisian setempat, tidak ditemukan tanda kejahatan atas kematian warga warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan tersebut.

Dikutip dari situs kepokorea.com, juga sudah muncul kepastian jika jenazah pemuda 29 tahun itu diberangkatkan dari Korsel, Minggu (10/4/2016). Jika rencana itu lancar, maka Senin (11/4/2016) malam diperkirakan sudah tiba di kampung halamannya.

Dalam situs tersebut juga terpajang foto pelaksanaan salat jenazah Suwiknyo yang dilakukan beberapa warga Indonesia di Korea. Pelaksanaan salat jenazah sudah dilakukan Jumat (8/4/2016).
Sementara itu, Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono ketika dimintai komentarnya menyatakan, sampai hari ini, belum ada pemberitahuan resmi terkait kepulangan jenazah TKI yang meninggal di kamar kontrakannya tersebut, pada Senin (4/4/2016).

“Kabarnya memang jenazahnya segera tiba. Tetapi kami belum dapat kabar resmi. Biasanya, kalau jenazah mau dipulangkan kita dapat pemberitahuan dan diminta ikut mendampingi proses penyerahan pada keluarganya. Selama ini, proses pemulangan jenazah TKI yang meninggal di Korea Selatan itu memang lebih cepat dibandingkan dari negara lainnya,” jelasnya.

Disinggung soal pemulangan jenazah satu TKI lainnya, yakni Suparti, warga Desa Gundi, Kecamatan Godong, Sartono menegaskan jika belum ada kepastian. Perempuan 35 tahun itu dikabarkan meninggal Sabtu (26/3/2016) di Taiwan karena sakit.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Kisah Pilu di Balik Tewasnya TKI Grobogan Tewas di Korsel

Satu TKI Asal Grobogan Meninggal Dunia di Korea Selatan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana haru mengiringi kedatangan jenazah Joko Budiyanto, seorang TKI asal Grobogan yang meninggal di Korea Selatan. Jenazah warga Dusun Kepoh, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon itu tiba di kampung halamannya pada Jumat (25/3/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

Beberapa saat setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah pria 34 tahun itu langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat. ”Menjelang tengah malam jenazahnya langsung dimakamkan. Persiapan pemakaman ini sudah kita lakukan sejak siang harinya, begitu dapat kabar kalau jenazah akan tiba Jumat malam,” kata Kepala Desa Karangharjo Suparman.

Menurutnya, warganya itu dikabarkan meninggal dunia Sabtu (19/3/2016) lalu di salah satu rumah sakit di Korsel lantaran sakit. Kabar duka diterima keluarganya dari pihak KBRI sekitar pukul 09.00 WIB atau tidak lama setelah Joko dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Keberangkatan Joko jadi TKI di Korsel ini sudah kali keduanya. Sebelumnya, dia sudah kerja jadi TKI di sana selama empat tahun. Setelah kontraknya selesai, Joko kembali ke kampung halamannya. Namun, beberapa waktu kemudian, dia berangkat jadi TKI lagi dan bekerja di sebuah pabrik baja.

”Kalau tidak salah, Joko baru di sana sekitar satu tahunan. Sebelumnya, dia sudah pernah kerja di sana sampai berhasil menyelesaikan kontraknya. Jadi, ini adalah kali keduanya jadi TKI di Korea,” imbuh Suparman.

Editor : Titis Ayu Winarni

Para Mantan TKI Ini Dilatih Jadi Juragan Sapu

Mantan TKI dapat pelatihan bikin sapu rayung dari jerami. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Mantan TKI dapat pelatihan bikin sapu rayung dari jerami. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 20 perempuan yang dulunya sempat bekerja jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) mendapatkan pelatihan kewirausahaan pembuatan sapu rayung dari bahan jerami. Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung NU Grobogan itu, digelar oleh Fatayat NU setempat bekerjasama dengan BP3TKI Semarang.

Untuk melatih para mantan TKI jadi pengusaha sapu rayung, pihak penyelenggara kegiatan mendatangkanPemilik Usaha Dagang (UD) Waluda Sinar Plastik Vinasari Kusumaningrum. Pengusaha ini, dikenal sukses membuat produk sapu rayung dan pangsa pasarnya sudah merambah manca negara.

”Sengaja kami memilih Vinasari Kusumaningrum jadi instruktur karena dirinya ahli bikin sapu rayung dan sudah memiliki pasar sendiri. Harapannya nanti, para peserta pelatihan nantinya dapat dijadikan mitra bisnisnya,” kata Ketua Fatayat NU Sofiyatun.

Dijelaskan, pelatihan untuk mantan TKI itu digelar selama lima hari. Dengan adanya pelatihan yang baru digelar itu diharapkan akan muncul UMKM baru yang nantinya bisa menampung tenaga kerja. Secara tidak langsung kondisi ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. (DANI AGUS/TITIS W)

Puluhan Mantan TKI Grobogan Diberikan Motivasi Bisnis dan Pelatihan Wirausaha

Pelatihan untuk para mantan TKI Grobogan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelatihan untuk para mantan TKI Grobogan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 25 orang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Pulokulon mendapat pelatihan kewirausahaan selama sepekan. Yakni, mulai hari ini hingga Sabtu (24/10/2015) mendatang. Pelaksanaan pelatihan mantan TKI tersebut dilangsungkan di LPK Koreanindo yang ada di Dusun Semen, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon.

Acara pelatihan yang diselenggarakan BNP2TKI melalui BP3TKI Provinsi Jawa Tengah itu dibuka Kepala Desa Pulokulon Kandar. Setelah itu para peserta mendapat motivasi bisnis yang disampaikan Arif Budianto dari UMKM Center Jawa Tengah.

Menurut Arif, para mantan TKI tersebut sebenarnya sudah punya salah satu bekal untuk memulai usaha. Yakni, bekal berupa uang hasil dari jerih payahnya mengais rezeki di negeri orang. ”Kebanyakan mereka ini mengirimkan gaji yang didapat selama bekerja ke rumah. Jadi, sedikitnya modal usaha sudah mereka miliki,” kata Arif.

Meski demikian, syarat lain yang diperlukan untuk membuat usaha belum dimiliki para mantan TKI itu. Yaitu, keberanian dan tekad untuk memulai usaha meski hanya skala kecil. Selain itu, kebingungan menentukan jenis usaha juga dialami para mantan TKI.

Oleh sebab itu, dalam pelatihan tersebut, pihaknya sempat memberikan banyak gambaran jenis usaha yang bisa dilakukan. Terutama, usaha yang membutuhkan modal sedikit dan tidak perlu keterampilan khusus. Antara lain, usaha pembuatan makanan ringan, minuman, jasa, dan peternakan.

”Tahap pertama, para mantan TKI ini harus kita beri motivasi dan wawasan dulu. Setelah itu, mereka diberikan pelatihan teknis lebih lanjut. Jika mereka mau berusaha, kami dari UMKM Center Jateng siap membantu pemasaran produk yang dihasilkan,” cetus pria asal Kudus itu.

Ditambahkan, kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. Selain dari UMKM Center Jateng, pelatihan wirausaha untuk mantan TKI juga diberikan dari lembaga lain. Seperti, lembaga perbankan, dinas peternakan, dan pengusaha peternakan ayam Jowo Super (Joper). (DANI AGUS/TITIS W)