Pejabat dan Pelaku Usaha dari Kalteng Timba Ilmu Budidaya Kedelai ke Grobogan

Kabid Tanaman Pangan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Sumarli (baju merah) mendapat penjelasan proses pembuatan tempe higienis di RKG. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengembangan tanaman kedelai lokal yang dilakukan Dinas Pertanian Grobogan dalam beberapa tahun terakhir ternyata mengundang daya tarik dari di sejumlah pihak.

Salah satunya dari pejabat Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan pelaku usaha dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menyempatkan datang ke Grobogan untuk belajar soal kedelai.

Rombongan sebanyak 20 orang belajar kedelai di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Rombongan dari Kalteng dipimpin Kabid Tanaman Pangan Sumarli.

Kedatangan tamu dari Kalteng diterima Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Grobogan Sunanto. Ikut mendampingi rombongan dari Kalteng, Kasi Pasca Pangan dan Pengolahan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Cisilia Sunarti.

Selama berada di RKG, mereka mendapat banyak penjelasan dari Sunanto mengenai budidaya kedelai lokal varietas Grobogan. Setelah itu, rombongan diajak melihat proses produksi tempe dan tahu higienis serta beragam makanan ringan dari bahan kedelai.

“Selama berada disini, kita bantu semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan tamu kita dari Kalteng ini. Terus terang, saya merasa bangga ada rombongan dari jauh yang memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budidaya kedelai. Harapan saya, apa yang didapat dari sini bisa secepatnya diaplikasikan di Kalteng,” cetusnya. 

Sementara itu, pimpinan rombongan dari Kalteng Sumarli menyatakan, tujuan utama datang ke Grobogan ingin menimba ilmu masalah kedelai. Namun, pihaknya juga ingin belajar budidaya tanaman pangan lainnya, seperti Jagung dan Padi. Sebab, selama ini Kabupaten Grobogan merupakan salah satu sentra penghasil padi, jagung, dan kedelai 

atau Pajale.

Dijelaskan, salah satu hal yang ingin dikembangkan di Kalteng adalah penanganan produk pasca panen. Seperti membuat aneka makanan dari hasil tanaman pangan. Salah satunya, membuat tempe dari bahan kedelai lokal. Oleh sebab itu, dalam rombongannya ada beberapa pelaku usaha pembuatan makanan dari bahan pangan.

“Apa yang sudah dilakukan Dinas Pertanian Grobogan ini sangat bagus. Jadi, tidak hanya budidaya saja tetapi juga pengembangan hingga pasca panennya. Hal inilah nantinya akan coba kita terapkan, yakni pengembangan komoditas sekaligus terintegrasi dengan pengolahan pasca panen,” terangnya.

Editor: Supriyadi

150 Pelaku IKM di Kudus Timba Ilmu ke Boyolali

Sejumlah pekerja industri rumahantengah menjahit bahan kain untuk membuat celana. (MuriaNewsCom)

Sejumlah pekerja industri rumahantengah menjahit bahan kain untuk membuat celana. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kudus mengajak 150 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) ke Boyolali. Ratusan pelaku usaha tersebut ditujukan untuk belajar lebih serius tentang pengembangan produk.

Kabid Industri Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Koesnaeni mengatakan, Boyolali merupakan kabupaten yang memiliki pengembangan usaha cukup bagus. Karena itu pelaku usaha diharapkan bisa menimba ilmu untuk membuat usahanya laris manis.

”Rencananya selain pelatihan, para pelaku usaha akan melakukan kunjungan sesuai dengan bidang usahanya masing-masing. Misalkan, pengusaha tahu ya mereka kunjungannya ke IKM yang mengolah tahu. Begitupun yang lainnya,” katanya

Ia mengatakan, acara nimba ilmu ke Boyolali ini, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Dinas. Sebelum diajak ke sana, peserta dilatih terlebih dahulu guna mendapatkan bekal, barulah diajak studi lanjut.

”Pelatihan dimulai Senin (9/5) sampai kemarin. Para pelaku diberikan materi teori mulai Senin (9/5) sampai Rabu (11/5),” ungkapnya.

Ia mengakui, dengan adanya kunjungan IKM ke Boyolali untuk mengetahui kreasi dan inovasi pengusaha di sana. Sehingga, peserta pelatihan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Harapannya, dengan adanya studi banding mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Yang nantinya akan membuat produk semakin menarik dan berkembang.

Editor: Supriyadi