Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Warga Klitikan Grobogan yang Dilaporkan Hanyut

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dilaporkan hanyut kembali dilanjutkan, Senin (12/3/2018). Sejak pukul 07.00, tim SAR gabungan sudah bersiap melakukan penyisiran sungai Tuntang guna mencari keberadaan Yahmin alias Yatin (40), warga Dusun Meteseh, Desa Klitikan yang dua hari lalu dilaporkan hanyut.

”Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat. Semoga bisa kita temukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Menurut Masrichan, pada dua hari sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan. Selain disekitar lokasi yang diperkirakan jadi titik hanyut, pencarian juga dilakukan dengan penyisiran aliran sungai hingga radius 10 km. Namun, hasilnya masih nihil.

Upaya pencarian memang mengalami kendala dengan beratnya medan. Selain itu, kondisi korban yang diperkirakan masih memakai ransel berisi aki besar untuk nyetrum ikan dinilai juga jadi hambatan tersendiri. Hal ini bisa menjadikan tubuh korban sulit mengambang atau terapung karena ada beban seberat sekitar 10 kg.

Seperti diberitakan, penyisiran sungai Tuntang ini dilakukan menyusul adanya laporan orang hilang ke Mapolsek Kedungjati, Sabtu (10/2/2017). Sehari sebelumnya, Yatin sempat pamit pada istrinya Tri Puji (38) untuk mencari ikan di sungai menggunakan strum aki.

Namun, hingga keesokan hari, Yatin tidak kunjung pulang. Keberadaannya sudah dicari dirumah teman dan kerabatnya tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, mereka laporan ke Polsek Kedungjati karena Yatin diperkirakan hanyut disungai.

Editor: Supriyadi

Sudah 7 Hari Tak Ketemu, SAR Hentikan Pencarian Warga Randurejo Grobogan yang Hanyut

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SAR gabungan akhirnya mengakhiri operasi pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut. Penghentian itu dilakukan setelah upaya pencarian yang dilakukan selama tujuh hari terakhir tidak membuahkan hasil.

“Operasi pencarian oleh Tim SAR di Rendurejo kita tutup. Penutupan operasi dilakukan setelah tidak menemukan hasil sampai tujuh hari. Meski demikian, kami tetap memantau kondisi lapangan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, sejak Senin (8/1/2018) hingga Minggu (14/1/2018) kemarin, tim SAR gabungan sudah melakukan penyisiran Sungai Klampis guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang dilaporkan hanyut.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya tetapi dilakukan dengan berjalan kaki karena kondisi sungai cukup dangkal.

Tim SAR Gabungan berupaya keras melakukan penyisiran sungai Klampis di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon guna mencari seorang pemuda yang dilaporkan hanyut namun hasilnya nihil.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selama tujuh hari pencarian, penyisiran sudah dilakukan hingga radius hingga 40 km. Yakni, menyusuri sungai hingga ke wilayah Kecamatan Wirosari.

“Pencarian orang yang dilaporkan hanyut ini juga didukung banyak pihak. Termasuk masyarakat di sekitar aliran sungai juga ikut membantu tetapi hasilnya nihil,” jelas Masrichan.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (8/1/208) sore. Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah.

“Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

“Pada hari Minggu itu, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Hari ke-6, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Hanyut di Sungai Klampis Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut di sungai Klampis kembali dilanjutkan, Sabtu (13/1/2017). Sejak pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang hanyut sejak lima hari lalu.

”Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai dengan berjalan kaki karena airnya cukup dangkal. Selama lima hari sebelumnya, penyisiran sudah dilakukan hingga radius 20 km. Namun, hasilnya masih nihil.

”Pencarian hari keenam ini kita perpanjang radiusnya. Semoga bisa kita temukan,” jelasnya.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak enam hari lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore kemarin.

”Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

”Pada hari Minggu kemarin, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Tenggelam 18 Jam, Siswa MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Akhirnya Ditemukan

Petugas Gabungan mengangkat siswa MTs yang tenggelam di Sungai Lusi, Jumat (6/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian hari kedua terhadap siswa kelas I MTs Miftahul Huda yang dilaporkan tenggelam di sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (6/10/2017).

Bocah yang diketahui tenggelam sejak pukul 14.30 Kamis (5/10/2017) ditemukan setelah bedara di dasar sungai sekitar 18 jam, yakni pukul 09.15. Saat ditemukan, korban sudah mengambang ke permukaan air.

Begitu terlihat, petugas yang berada di atas perahu karet langsung mendekat. Selanjutnya, korban yang dievakuasi dan dimasukkan kantong jenazah yang sudah disiapkan diatas perahu karet.

”Korban tenggelam ditemukan tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.15 WIB. Lokasinya ditemukannya korban hanya berjarak sekitar 20 meter dari titik tenggelam,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Baca Juga: GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi  Grobogan

Korban ditemukan dalam keadaan bertelanjang dada dan memakai celana pendek warna hijau. Setelah dievakuasi ke daratan, korban yang diketahui bernama Bagus Dwi Kurniawan (13) langsung dibawa menuju rumah duka.

Jarak rumah korban dengan lokasinya tenggelam sekitar 700 meter. Kedatangan petugas yang mengantar jenazah langsung disambut isak tangis orang tuanya.

Baca Juga: Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang bermain dipinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor: Supriyadi

Pendaki yang Hilang 3 Hari di Gunung Slamet Ketemu, Begini Nasibnya

Kondisi Charis pendaki yang hilang di Gunung Slamet saaat ditemukan tim SAR Gabungan, Selasa (26/9/2017) malam. (Dokumen Tim SAR)

MuriaNewsCom, Slawi – Moh Charis Munandar (23) pendaki asal Desa Pegirikan, Kecamatan Talang, Kabupaten Talang, yang hilang di Gunung Slamet, sejak Minggu (24/9/2017)  akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan.

Pedaki yang tersesat selama tiga hari itu ditemukan, Selasa (26/9/2017) malam. Charis ditemukan dalam kondisi selamat, meski mengalami dehidrasi dan kelelahan.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, Charis ditemukan di atas Pos 2 jalur pendakian Guci tepatnya Jalur Permadi.

”Survivor ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB. Ia ditemukan tim SAR yang tengah turun dalam kedaan lemas dan dihidarasi,” katanya dalam rilisnya kepada media.

Ia mengatakan, saat hilang Charis hanya membawa bekal setengah botol air mineral, sehingga kondisinya lemas saat ditemukan.

Butuh waktu tiga jam untuk membawa Chalid sampai ke basecam pendakian Guci. Setelah tiba di basecamp sekitar pukul 21.30 WIB, Chalid langsung dibawa ke RSUD Slawi untuk diperiksa kondisi kesehatanya.

Baca : Pendaki Gunung Slamet Hilang Sudah 2 Hari, dan Kini …

Sementara Komandan Tim SAR Bumijawa, Abdul Khayyi, menuturkan saat ditemukan Charis tak membawa perbekalan atau pun mantel hujan. “Jaket yang dipakai basah, karena di atas gunung seirng hujan,” terangnya.

Menurutnya, Charis dan kelompoknya tidak meminta izin ke posko pendakian yang ada di Guci, baik di posko Kompak maupun Gupala.

Diberitakan sebelumnya, Charis sebelumnya mendaki bersama delapan orang rekannya dan seorang pemandu, Damuri, warga Tegal, melalui jalur Guci, Kabupaten Tegal. Delapan orang rekannya, adalah Khusnul Aqiqah (21), Galang Bela Nusa (19), Ahmad Willy (18), Rizki Reza Adam (17), A Zubaedi (27), Yuli Mulyawati (23), Miftah (25), dan Adi Sunanto (18)

Mereka mendaki pada Sabtu (23/9/2017), dan berhasil sampai puncak gunung pada Minggu (24/9/2017) pukul 09.00 WIB. Saat mereka turun itulah, Charis menghilang.

Editor : Ali Muntoha