Puluhan TNI di Pati Ini Piawai Menabuh Rebana

Puluhan anggota TNI menabuh rebana pada peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan anggota TNI menabuh rebana pada peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Puluhan prajurit TNI Kompi Senapan C Yonif Alugoro Pati yang tergabung dalam Tim Rebana Al Mantap menabuh rebana dalam pengajian memperingati Maulid Nabi di Markas Militer Alugoro, Jalan Pati-Tayu Km 1, Rabu (30/12/2015) malam.

Mereka berseragam prajurit, berkalung surban, dan piawai dalam menabuh rebana dengan melantunkan sholawat nabi. “Sebelum pengajian digelar, Tim Rebana Al Mantap Alugoro melantunkan sholawat nabi. Prajurit juga menjadi bagian dari masyarakat religius,” kata Koordinator Lapangan Pengajian Maulid Nabi Alugoro Bagus Nanang Novianto kepada MuriaNewsCom.

Pengajian yang diikuti sekitar 200 TNI alugoro, 50 TNI dari Kodim 0718 /Pati, 100 polisi, dan masyarakat umum tersebut menghadirkan KH Kusfur Faiz untuk ceramah tentang sejarah dan keteladanan nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad bukan hanya memiliki akhlak yang agung, tetapi juga kepiawaian dalam bela negara. Dengan mengetahui sejarah itu, kami berharap bisa meneladani kisah nabi,” imbuhnya.

Selain itu, pengajian maulid nabi itu menjadi cara bagi TNI Alugoro untuk mempererat silaturahmi antara TNI, Polri, dan masyarakat. “Selain meneladani nabi, ini menjadi cara bagi kami untuk menyatukan dan mempererat hubungan yang baik antara TNI, Polri dan masyarakat,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Tim Rebana Ini Tak Kalah Saing dengan Grup Band Manca Negara

Tim rebana Al Mubarok Qudsiyyah Kudus foto bersama usai latihan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim rebana Al Mubarok Qudsiyyah Kudus foto bersama usai latihan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Tak disangka grup musik tradisional rebana bisa menyaingi group band papan atas yang ada di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan oleh tim rebana Kudus Al Mubarok Qudsiyyah Kudus yang mempunyai fans club hingga luar negeri.

Ketua Al Mubarok Qudsiyyah Kudus Fauzul Khakim menjelaskan, memang saat ini pihaknya tidak memungkiri bahwa grup musik rebana ini bisa menggaet hati pendengan musiik yang ada di luar negeri.

Fans club yang diberi nama Mubarok Holic yang ada di luar negeri di antaranya ialah Hongkong, Malaysia, Brunei Darussalam dan beberapa negara di benua Asia lainnya. Selain itu grup rebana yang berdiri tahun 1997 tersebut, selalu memberikan up date lagu terbarunya lewat youtube agar para penggemarnya bisa langsung menikmati indahnya lantunan sholawat.

”Salah satu cara untuk bisa membuat penggemar serta pecandu sholawat ini bisa lebih loyal, maka kami tiap tahunnya membuat lagu baru ciptaan sendiri. Untuk saat ini kita sudah sampai album yang ke 10. Dan itupun nantinya album tersebut kita copy sejumlah 15 ribu keping dan kita jual,” paparnya.

Grup Al Mubarok yang beranggotakan sebanyak 20 personil tersebut selalu rutin berlatih. Untuk selalu mengeksplore kemampuannya dalam bermusik, terlebih untuk mengikuti perkembangan musik tradisional reban.

”Latihan rutin kami laksanakan tiap Rabu dan Kamis. Pada hari Rabu sebagi kegiatan ekstra, yang kegiatannya digabung dengan pemain dari siswa MTs dan MI Qudsiyyah Kudus. Sedangkan di hari Kamis, khusus untuk anggota Al Mubarok Senior, yang khusus untuk mengasah keterampilan notasi, musik, serta menciptakan kreasi baru,” ujarnya.

Hal senada diakui salah satu pelatih Al Mubaroq Qudsiyyah Kudus, M Yanis Khaidan. Dia mengungkapkan, dengan adanya fans club ini, secara tidak lagnsung memberikan citra baik terhadap perkembanag seni musik rebana di mata dunia Internasional.

”Dengan adanya para fans musik sholawat ini, bisa membuat mereka lebih dekat dengan Allah serta Rasulnya. Selain itu juga bisa mengangkat nama baik sekolah Qudsiyyah Kudus di kancah Internasional. (EDY SUTRIOYONO/TITIS W)