Hendak Buat Jamban, Warga Desa Jerukwangi Jepara Justru Tewas Tertimbun Kotoran

MuriaNewsCom, Jepara – Malang nian nasib Matrukan (40), niat hati  membuat septictank (jamban), namun justru maut menjemput. Warga Dukuh Banyarang, Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri ini, tewas setelah terkena material ambrolnya septictank di rumahnya, Senin (19/3/2018) siang.

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edhi membenarkan hal itu. Menurutnya, kronologi bermula ketika Matrukan hendak membuat jamban baru disebelah jamban lama. Diduga terlalu dekat, jamban baru yang baru dibikin justru menyebabkan jamban lama ambrol dan menewaskanya.

“Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, ketika itu korban (Matrukan) menggali lubang septictank baru yang jaraknya hanya satu meter dari jamban lama. Setelah menggali kurang lebih lima meter, saksi (Farid Setyawan) mengetahui ada rembesan air dari jamban lama. Hal itu diberitahukannya kepada korban, namun ia tak menghiraukannya. Tak lama jamban lama ambrol dan mengeluarkan kotoran lalu korban terkubur,” jelasnya, Senin sore, melalui pesan singkat.

Polisi menduga, kecelakaan tersebut terjadi karena lokasi antara jamban terlalu dekat. Terkait penyebab kematian, dr. Ghariza dari Puskesmas Bangsri menyebut korban meninggal karena kekurangan oksigen.

“Yang bersangkutan meninggal dunia, karena lemas kekurangan oksigen dan karena gas beracun (dari kotoran yang ada di septictank lawas),” ujarnya sesuai dengan diagnosa dokter.

Edhi menjelaskan, korban saat ini telah disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan. Adapun proses evakuasi dibantu dengan petugas BPBD Jepara dan petugas SAR.

Editor: Supriyadi

Pamit Cari Ikan, Warga Klitikan Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran sungai Tuntang di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Sabtu (10/2/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan orang hanyut yang dilayangkan ke Mapolsek Kedungjati. Orang yang dilaporkan hanyut bernama Yatin (40), warga Dusun Meteseh, Desa Klitikan.

Kapolsek Kedungjati AKP Sapto menyatakan, laporan adanya orang hilang yang diperkirakan hanyut di sungai diterima pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sehari sebelumnya, Yatin sempat pamit pada istrinya Tri Puji (38) untuk mencari ikan di sungai menggunakan strum aki.

Namun, hingga pagi tadi, Yatin tidak kunjung pulang. Keberadaannya sudah dicari di rumah teman dan kerabatnya tetapi hasilnya nihil.

“Pihak keluarga sudah mencari tetapi tidak ketemu. Akhirnya, mereka laporan ke Polsek Kedungjati,” katanya.

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Grobogan untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah itu, upaya penyisiran sungai Tuntang hingga radius 10 km sudah dilakukan tetapi hasilnya masih nihil.

“Hari ini tadi, upaya penyisiran sungai sudah dilakukan sampai ke pintu air Bendung Glapan di Kecamatan Gubug. Namun, hasilnya masih nihil,” katanya.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Maut di Jekulo Renggut Nyawa Turiman

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Jl Kudus-Pati tepatnya di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Sabtu (10/3/2018). Seorang pembonceng motor tewas, setelah terlindas sebuah mobil boks.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil boks bernomor polisi W 9193 US dan Honda Vario K 4226 OT. Ia menyebut, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Menurutnya, kedua kendaraan tersebut berjalan seurut dari arah barat menuju timur (Kudus ke Pati). Tepat di sebelah barat SPBU, terjadi penyempitan jalan.

“Kemudian motor yang dikendarai oleh Khumairoh (16) melambung (berpindah lajur) ke kiri.  Waktu itu pengendara memboncengkan ayahnya Turiman (50) yang duduk di bagian belakang. Saat melalui sisi kiri, stang dari Honda Vario tersenggol badan mobil truk boks. Oleng, kemudian pengendara jatuh ke kiri, sementara Turiman jatuh ke sebelah kanan, dan terlindas oleh mobil boks dibagian kepala. Helmnya pun pecah,” tuturnya.

Menurut Subakri, korban meninggal ditempat. Sementara putrinya, yakni Khumairoh hanya mengalami luka lecet.

Jasad dari Turiman lantas dibawa ke Rumah Sakit Nurul Syifa untuk divisum dan dipulasara.

Editor: Supriyadi

Antre Muatan Galian C, Sopir di Grobogan Tewas di Dalam Truk

MuriaNewsCom, GroboganAktivitas di lokasi galian C di Dusun Gandok, Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, sempat terhenti untuk beberapa saat, Rabu (28/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya sopir truk yang tewas dalam kendaraannya, saat menunggu antrean muatan.

Sopir tersebut diketahui bernama Sutrisno alias Dono (45), warga Dusun Piyak, Desa Genengadal. Sopir ini diketahui tewas dalam posisi duduk di jok dump truk bernomor polisi K 1357 JF.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa yang sempat menggegerkan warga itu diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Sekitar satu jam sebelumnya, korban sempat menelepon Muklis (55), rekannya sesama sopir truk untuk menanyakan posisinya. Rekan korban menjawab jika posisinya masih dalam perjalanan dari Penawangan menuju ke lokasi galian C.

Setelah sampai di lokasi galian C tersebut, Muklis sempat memanggil korban tetapi tidak ada sahutan. Selanjutnya, Muklis mengajak rekannya Heri Jumanto (42) untuk mendatangi truk guna mencari keberadaan korban.

Saat pintu truk dibuka, kedua orang ini mendapati korban dalam posisi duduk di kursi yang ada dibelakang stir. Namun, saat itu, korban tidak bereaksi apapun.

Setelah dicek, ternyata korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa itu, kemudian dikabarkan pada orang yang ada disitu dan dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Toroh AKP Sudarwati saat dimintai komentarnya membenarkan adanya sopir truk yang meninggal dalam kendaraannya tersebut. Menurutnya, dari olah TKP dan pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.

”Korban diduga meninggal karena sakit jantung. Dari keterangan yang kita dapat, korban sebelumnya memang punya riwayat sakit lemah jantung,” katanya.

Editor: Supriyadi

Tiba Dini Hari, Jenazah TKI Grobogan yang Meninggal di Malaysia Langsung Dimakamkan

MuriaNewsCom, GroboganHarapan pihak keluarga agar jenazah Ika Ratna Desi Oktavia, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Taruman, Kecamatan Klambu, akhirnya terpenuhi. Setelah proses administrasi rampung, jenazah TKI berusia 20 tahun itu akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halamannya, Rabu (28/2/2018) dini hari.

Jenazah Ika yang dibawa pulang menggunakan mobil ambulans warna silver milik RS Sedyo Rahayu Yogkakarta tiba di rumah duka sekitar pukul 00.10 WIB. Isak tangis langsung terdengar begitu jenazah Ika yang sudah dikemas dalam peti kayu diturunkan dari mobil ambulans. Kedua orang tua serta adik TKI yang baru bekerja sekitar setahun itu sudah meninggal.

Setelah disemayamkan di rumah duka, dilanjutkan proses penyerahan jenazah pada pihak keluarga. Penyerahan jenazah dilakukan petugas dari BP3TKI Jateng didampingi pegawai Disnakertrans Grobogan serta perwakilan biro jasa yang menyalurkan Ika bekerja ke Malaysia. Usai penyerahan, jenazah Ika langsung dimakamkan dipemakaman umum desa setempat.

”Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah TKI atas nama Ika Ratna Desi Oktavia dari Malaysia berjalan lancar. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.,” kata Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto.

Nurwanto menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.  Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

”Setelah proses pemulangan dan pemakaman selesai, kami akan membantu mengupayakan agar semua hak-hak TKI itu bisa dipenuhi dan diserahkan pada pihak keluarga,” katanya.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Taruman Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Ika Ratna Desi Oktavia (20), warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu.

Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

Kabar duka itu langsung disampaikan pada pihak keluarga di Desa Taruman. Namun, pihak keluarga ternyata juga sudah mendapat kabar duka dari rekan korban yang ada di Malaysia.

“Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC. Saat ini, jenazahnya masih berada di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Nurwanto, jenazah TKI tersebut rencananya akan dipulangkan ke tanah air, Selasa (27/2/2018) besok. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.

“Jenazah diterbangkan dari Malaysia, Selasa siang. Kemungkinan, sampai di rumah duka menjelang tengah malam,” katanya.

Editor: Supriyadi

Innalillahi, Balita 3,5 Tahun di Payaman Kudus Tewas Tersengat Listrik

MuriaNewsCom, Kudus – Imtiazza Nilna Muna (3,5) balita Dukuh Bancak RT 03 RW 02, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo tewas setelah memegang tiang listrik. Diduga kuat bocah cilik itu tewas karena tersengat aliran listrik.

Peristiwa itu, terjadi pada Kamis (22/2/2018) petang, sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban diketahui pergi bersama sang ayah Kusmanto (41) ke masjid setempat untuk salat.

Namun ditengah salat berjamaah, bocah tersebut justru malah bermain-main bersama teman-temannya, disekitar masjid. Sedangkan ayahnya tengah khusyuk salat.

Seusai salat barulah Kusmanto mengetahui kondisi anaknya, yang tergeletak disamping tiang listrik. Setelah dicek ternyata, tiang tersebut masih mengalirkan aliran listrik.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar membenarkan hal itu. Menurutnya, memang ada kejadian bayi tewas yang disebabkan menyentuh tiang yang masih teraliri listrik.

“Ada anak-anak meninggal tersengat tiang listrik. Kami kemudian meluncur untuk mengecek lokasi. Kami juga berkoodinasi dengan PLN agar mematikan aliran listriknya,” jelasnya, Jumat (23/2/2018).

Menurut pemeriksaan dokter, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Selain itu, posisi korban saat ditemukan, telentang.

Adapun korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum yang ada di kampung tersebut.

Editor: Supriyadi

Dikira Tidur, Warga Margomulyo Pati Tewas di Depan Kantor PPK Tayu

MuriaNewsCom, Pati – Amin Badu warga Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu ditemukan tewas di depan Kantor PPK Tayu, Selasa (20/2/2018). Jenazah korban kali pertama diketahui oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tayu saat patroli.

Dilansir dari laman resmi Polres Pati, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, personel Satpol PP Tayu sedang mengecek lingkungan Kecamatan dan menemukan korban dalam keadaan terlentang.

Karena dikira tidur, korban pun dibangunkan. Hanya saja, setelah dicoba beberapa kali ternyata tidak bangun. ”Akhirnya petugas mengecek denyut nadinya. Setelah dicek trnyata korban sudah tidak bernyawa,” katanya

Mengetahui hal itu, petugas kemudian menghubungi Kades Tayu Wetan, Puskesmas I Tayu, dan Polsek Tayu. Setelah diselediki, tidak ada tanda kekerasan apapun yang ada di tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.

”Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas I Tayu tidak ditemukan luka maupun kekerasan fisik. Kuat dugaan penyebab meninggal dikarenakan sakit. Diperkirakan korban sudah meninggal sejak pukul 03.00 WIB,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

Hindari Pemotor, 2 Mobil Boks di Grobogan Adu Banteng di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mobil boks terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora KM 8, Sabtu (3/2/2018). Kedua kendaraan boks yang melaju dari arah berlawan saling bertabrakan sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi kecelakaan masuk wilayah Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, ada salah satu pengemudi mobil boks yang dilarikan ke rumah sakit karena kakinya terluka akibat tergencet bodi kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula saat mobil boks dengan nomor polisi N 8690 TI yang melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Sesampai di sekitar lokasi, ada pemotor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba menyalip kendaraan warna kuning tersebut.

Pada saat bersamaan, ada mobil boks warna hijau dengan nomor polisi K 1842 CB melaju dari arah timur. Melihat ada motor yang nekat menyalip, sopir truk bernama Mukh Junet (28), warga Getasrejo, Kecamatan Grobogan mencoba mengerem untuk menghindari tabrakan dengan motor tersebut.

Upaya yang dilakukan sopir truk bermuatan air mineral itu memang membuahkan hasil. Namun, tindakan pengereman mendadak justru mengakibatkan posisi kendaraannya oleng ke arah kanan hingga melewati batas tengah jalan.

Salah satu mobil boks terperosok setelah adu banteng lantaran menghindari pemotor, Sabtu (3/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan mobil boks ini bertabrakan dengan mobil sejenis yang dikendarai Kasri (59), warga Kediri, Jatim. Sopir boks yang saat  itu tidak membawa muatan, sebenarnya sudah berupaya mengerem. Namun, jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Akibat tabrakan adu muka (adu banteng) ini, kedua kendaraan ringsek di bagian depan. Kerusakan mobil boks warna kuning lebih parah karena kendaraan ini sempat tercebur ke selokan di sebelah utara jalan raya.

Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, kecelakaan terjadi setelah kendaraan dari arah timur mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan pengendara motor tak dikenal yang mendahului mobil boks. Saat mengerem mendadak, kendaraan ini oleng akibat kondisi jalan yang licin.

”Saat kejadian, cuacanya sedang turun hujan sehingga kondisi jalan cukup licin. Jadi, saat mengerem mendadak, mobil boks dari arah timur sempat oleng ke kanan dan akhirnya bertabrakan dengan sesame kendaran boks dari arah berlawanan,” katanya.

Akibat kejadian itu, sopir truk yang bernama Kasri mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke Puskesmas Tawangharjo untuk mendapatkan pengobatan. Sedangkan, sopir truk yang lainnya kondisinya selamat dan tidak mengalami luka.

Editor: Supriyadi

Pria Asal Kaltim Tewas Tengkurap di Kamar Kos Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di sebuah tempat kos-kosan di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Kamis (1/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang penghuni kos yang diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kosnya sekitar pukul 11.30 WIB.

Penghuni kos yang meninggal adalah seorang pria berusia 62 tahun. Warga sekitar maupun penghuni lainnya belum begitu akrab karena pria tersebut baru sekitar beberapa bulan tinggal di tempat kos itu.

Korban diketahui meninggal dalam posisi tengkurap diatas kasur. Saat itu, kondisi kamar kos dalam keadaan terkunci. Meninggalnya korban diketahui saat pemilik kos bernama Suwarti (57) mengintip kamar lewat ventilasi jendela.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, korban diketahui bernama Harry sugeng kusbintoro yang bekerja sebagai wiraswasta. Korban tercatat beralamat di Gang Famili 3B, Kelurahan/Kecamatan Sangata Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan pria yang meninggal di dalam kamar kosnya di jalan Cempaka Purwodadi, Kamis (1/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dugaan ini diperkuat dengan adanya kartu berobat yang ditemukan di kamar kos. Dari kartu itu, pihaknya meminta keterangan pada dokter di tempat korban berobat sebelumnya.

”Kita sudah datangi tempatnya berobat. Korban sebelumnya sempat periksa karena mengalami sakit maag,” jelasnya.

Ia menambahkan, meninggalnya korban kali pertama diketahui oleh pemilik kos. Biasanya, korban pada jam itu sudah keluar dari kamarnya. Tetapi, hari ini, pemilik kos belum melihatnya keluar kamar sejak pagi.

Selanjutnya, pemilik kos mencoba mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan. Saat diintip dari ventilasi jendela, korban terlihat dalam posisi tengkurap tanpa ada tanda gerakan.

”Selanjutnya, pemilik kos tadi menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi. Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu kamar. Sesudah pintu terbuka, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambung Sugiyanto.

Jenazah korban selanjutnya akan diserahkan pada pihak keluarganya yang kebetulan tinggal di dalam kota Purwodadi. Yakni, kakak kandung dan kakak ipar korban. Baik kakak kandung maupun kakak iparnya menyatakan kalau sebelumnya korban memang sedang sakit.

”Pihak keluarga sudah berhasil kita hubungi agar mengambil jenazah korban yang ada di RSUD Purwodadi untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Warga Bogotanjung Pati Tewas Tersambar Petir di Bengkok Kepala Desa

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus tewas di areal  persawahan bengkok kepala desa setempat  karena tersambar petir. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (31/1/2018).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gabus AKP Sutoto mengatakan, korban tewas diketahui bernama Sarmidi (50) warga Desa Bogotanjung RT 4 RW 2, Kecamatan Gabus. Saat kejadian korban diketahui sedang menggarap sawah di bawah guyuran hujan.

Markawi (60) dan Hartoyo (61), petani yang bekerja di sawah sekitar bahkan sempat mengajak korban berteduh di warung. Hanya saja, korban memilih untuk menyelesaikan garapannya dan menolah ajakan kedua rekannya tersebut.

”Sesaat kemudian terdengar Suara Petir dengan Suara yang sangat keras sebanyak dua kali. Setelah hujan reda kemudian Markawi kembali melanjutkan pekerjaannya di sawah dan melihat korban dalam keadaan tertelungkup di sawah,” kata Sutoto seperti dikutip dari laman Tribratanews Polres Pati.

Melihat hal itu, Markawi pun langsung meminta bantuan Hartoyo untuk memeriksa korban. Nahas, setelah di cek ternyata Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya keduanya langsung meminta tolong kepada warga sekitar.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dari Dr. Agus Supriyanto dari Puskesmas Gabus II, kematian korban murni karena tersambar petir. Di tubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bakar di bagian dada sebelah kanan dan punggung. Selain itu, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiyaan. Jadi korban murni meninggal akibat tersambar petir. Pihak keluarga juga sudah menerimakan kematian korban, serta tidak menuntut kepada pihak manapun,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Pamit Cari Rumput, Warga Karangranyar Grobogan Tewas Tersengat Listrik

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa orang tewas akibat tersengat arus listrik terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Sabtu (27/1/2018). Korbannya diketahui bernama Jimin (43), warga yang tinggal di Dusun Jurug, RT 03, RW 08.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tragis itu diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan sejumlah warga dalam kondisi tergeletak di pematang sawah. Kondisi korban saat diperiksa sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Posisi tangan kiri korban masih terlihat memegang sabit yang menempel pada seutas kabel listrik. Kabel tersebut juga terlihat menempel pada leher korban sebelah kanan.

Kabel tersebut digunakan untuk menyalurkan listrik antar rumah warga yang jaraknya sekitar 200 meter, melewati areal persawahan. Kabel dibentangkan dengan diberi tiang penyangga dari bambu yang ditancapkan di pinggiran pematang sawah.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah luka yang terdapat pada tubuh korban merupakan luka bakar akibat sengatan arus listrik.

“Korban meninggal akibat kena sengatan arus listrik. Tidak ada tanda penganiayaan yang ditemukan. Setelah kita lakukan pemeriksaan, jenazah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Ia menyatakan, korban diketahui meninggalkan rumah hari Jumat atau sehari sebelumnya dengan tujuan mencari rumput untuk pakan ternak. Namun, hingga malam hari belum juga pulang.

Kemudian, pihak keluarga sempat mencari hingga ke sekitar kawasan hutan tetapi tidak berhasil menemukan keberadaan korban. Baru pada keesokan harinya itulah, korban ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pematang sawah.

Editor: Supiyadi

Tenggelam di Kedungombo, Remaja Nampu Grobogan Ditemukan Tak Bernyawa

MuriaNewsCom, GroboganPencarian orang tenggelam di kawasan Waduk Kedungombo yang dilakukan tim SAR gabungan sejak Sabtu (20/1/2018) akhirnya membuahkan hasil. Korban tenggelam bernama Arjuna Rinaldi (16), warga Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (22/1/2018) malam.

”Alhamdulillah, korban yang dilaporkan tenggelam sudah kita temukan tadi malam. Penemuan korban terjadi dalam pencarian hari ketiga,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Selasa (22/1/2018).

Korban yang masih tercatat sebagai pelajar SMK swasta di Gemolong, Sragen itu dilaporkan tenggelam pada Sabtu (20/1/2018). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB, setelah korban pulang sekolah.

”Saat itu, korban habis makan ikan bakar di kawasan karamba Waduk Kedungombo. Setelah itu, korban melepas pakaian dan hanya mengenakan celana pendek, lalu mandi ke waduk. Setelah itu, korban tidak muncul lagi sehingga dilaporkan pada tim SAR,” jelasnya.

Setelah dapat laporan, tim SAR dari beberapa kabupaten dan organisasi kemasyarakatan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Diperkirakan, korban sempat terseret arus dan tersangkut dibawah karamba sehingga menyulitkan upaya pencarian. Pada hari ketiga tubuh korban terlihat mengambang di permukaan air sekitar 5 km dari titik tenggelam.

Editor: Supriyadi

Hendak Buang Air Besar, Nenek 65 Tahun di Jepara Tewas Tercebur Jamban

MuriaNewsCom, Jepara – Sami binti Saini nenek 65 tahun tewas setelah tercebur kedalam jamban, ketika buang air besar, Jumat (19/1/2018). Sontak kejadian itu membuat warga di Desa Kepuk RT 2 RW 7, Kecamatan Bangsri‎ gempar.

Menurut seorang saksi Karyo bin Biyono (40) pertamakali ia mendapati jumbleng (lubang pembuangan kotoran yang menyatu dengan septictank) ambrol. Setelah ditelisik, ternyata ada orang yang berada di dalamnya.

“Selepas itu saya memberitahukannya kepada warga lain, yang kemudian berusaha memberi pertolongan dan melaporkan kepada pihak berwenang,” tuturnya.

Diduga, kematian korban karena tertimpa cor-coran jamban tersebut. Hal itu menyebabkan Sami meninggal ditempat kejadian.

Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan relawan dari Basarnas Jepara, Jepara Rescue, bersama warga dan kepolisian. Setelahnya, jenazah sempat diperiksa oleh dokter puskesmas Bangsri 2.

Dari pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain kecuali karena terjatuh dan tertimpa material cor-coran jamban. Setelah dievakuasi, jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dikebumikan.

Editor: Supriyadi

Kakek 73 Tahun Tewas Tengkurap di Tengah Sawah di Desa Pojok Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang petani ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tengah areal sawah di Desa Pojok, Kecamatan Pulokulon, Kamis (11/1/2018). Petani yang tergeletak dalam posisi tengkurap di pematang sawah itu diketahui bernama Karno, warga Pojok yang tinggal di Dusun Kasian RT 03, RW 07.

Saat ditemukan, petani berusia 73 tahun itu mengenakan celana warna hitam dan kaos abu-abu. Didekat tubuh korban masih terdapat cangkul miliknya yang diduga kuat digunakan untuk melakukan aktivitas sebelum meninggal.

Informasi yang didapat menyebutkan, kakek tersebut diketahui tewas di tengah sawahnya sendiri sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa itu awalnya diketahui oleh beberapa petani yang saat itu hendak menuju sawahnya.

Saat diperiksa, Karno ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Beberapa petani kemudian melaporkan kejadian itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, istri korban bernama Susanti (60) sudah tiba dilokasi kejadian.

Saat itu, Sutiyem kebetulan memang sedang mencari keberadaan suaminya. Ceritanya, sejak malam sekitar pukul 19.00 WIB, Karno pamit mau ke sawah untuk menangani hawa bawang merah yang biasanya menyerang pada malam hari.

Namun, hingga selepas Subuh, ia tidak kunjung pulang ke rumah hingga akhirnya dicari sampai ke areal sawah. Selama ini, korban memang seringkali berada disawah semalaman ketika musim tanam bawang merah.

Kapolsek Pulokulon AKP Juhari menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim Inafis Polres Grobogan dan Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal karena penyakit darah tingginya kambuh.

”Dari keterangan pihak keluarga, korban memang menerita penyakit darah tinggi sejak beberapa tahun terakhir. Setelah diperiksa, jenazah kita serahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

APV Tabrak Sepeda Motor di Gembong Pati, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Gembong – Pati KM 2 tepatnya di sebelah Timur SMP N Gembong, turut Dukuh Ngembes Desa Gembong Kecamatan Gembong, Pati, Kamis (04/12/2018).

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gembong, AKP Giyanto mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha 75 bernopol K 3406 CB dengan APV Pick Up dengan nopol H 1932 PL.

Saat kejadian, Suzuki APV Pick Up yang bermuatan dekorasi pengantin, berjalan dari arah Barat menuju ke Timur atau dari arah Gembong menuju Pati. Sepeda motor Yamaha 75 yang saat itu tidak dilengkapi lampu penerangan, berjalan dari arah sebaliknya yakni Timur ke Barat atau dari arah Pati menuju ke Gembong.

Baca: Rayakan Tahun Baru, Pemuda 24 Tahun Tewas Masuk Jurang Di Jepara

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Suzuki APV Pick Up berjalan terlalu ke Kanan, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha 75.

Selanjutnya Suzuki APV Pick Up yang dikendarai korban menabrak tiang telepon dan masuk ke kebun tebu warga, dengan posisi kendaraan berbalik arah.

Akibatnya, dua orang tidak tertolong jiwanya saat ditangani tim medis, dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Baca: Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

”Korban adalah pengemudi Suzuki APV Pick Up, Hadi Supriyanto (21) warga Desa Bermi RT 04/RW 03, Kecamatan Gembong, Pati. Korban mengalami hematum kepala dan meninggal dunia di Puskesmas Gembong,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polda Jateng.

Sedangkan korban kedua adalah Mulyono (65) pengendara motor Yamaha 75 warga Dukuh Muktisari RT 05/RW 02, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati. Korban mengalami luka robek di dagu, mulut dan hidung keluar darah, jari tengah kanan robek dan patah, bahu kanan patah.

”Korban sempat dibawa ke RS Mitra Bangsa Pati. Namun nyawanya juga tak tertolong”, imbuhnya.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Sumberagung Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Tasmi (43), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Godong.

Camat Godong Bambang Haryono menyatakan, pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat, Kamis (4/1/2018) siang kemarin. Kabar duka itu juga sudah disampaikan pada pihak keluarga di Desa Sumberagung.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit yang juga dilengkapi dengan hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Malaka, Malaysia.

“Pihak keluarga berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berharap agar jenazahnya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman,” katanya.

Kepala Disnaker Grobogan Nurwanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Setelah dapat kabar, pihaknya segera memberitahu keluarganya untuk menyampaikan berita duka.

Selanjutnya, pihaknya juga masih melacak jejak keberangkatan korban sebagai TKI. Yakni, untuk memastikan perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya jadi TKI.

“Kita masih mengumpulkan kelengkapan administrasi terkait proses keberangkatan korban. Termasuk perusahaan yang memberangkatan kerja ke luar negeri. Hal ini kita perlukan untuk memudahkan proses pemulangan jenazah dan meminta pemenuhan hak-hak korban selama bekerja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

MuriaNewsCom, Jepara – Satu orang buruh tani di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang tewas tersambar petir, ketika sedang tandur (tanam padi) di sawah, Rabu (3/1/2018) siang. Sementara empat buruh lain yang berada di tempat  sama mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Desa Cepogo Ruskanto menuturkan, kelimanya merupakan warga RT/RW : 03/13. Saat menanam, hujan disertai petir telah mengguyur areal persawahan, namun mereka‎ tetap melanjutkan pekerjaan.

“Yang meninggal dunia bernama Sulastri. Sementara yang mengalami luka bakar adalah Satijah, Sukanah, Sujiyati dan Widodo,” ujarnya.

Menurut penuturan Ruskanto, saat menggarap sawah mereka terbiasa bergerombol guna mempercepat pengerjaan tandur. Setelah peristiwa, kelimanya termasuk korban meninggal dunia dibawa ke RSUP Rehata, Kelet.

Dua di antara korban yang mengalami luka bakar sudah diperbolehkan pulang. Sementara dua orang lain, masih harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara korban meninggal, diketahui terdapat luka bakar (gosong) di bagian dada. Jenazah yang bersangkutan kini telah dimakamkan di pemakaman desa setempat.

“Ini peristiwa yang jarang terjadi, karena di wilayah kami minim ancaman bencana. Termasuk sambaran petir mengingat wilayah kami berada di lereng Gunung Muria,” urainya.

Editor: Supriyadi

Benahi PJU, Warga Purwosari Kudus Tewas Tersetrum di Tiang Listrik

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Supriyanto alias Seger, warga Kelurahan Purwosari RT 2 RW 7, Kecamatan Kota. Pria berusia 43 tahun itu tewas tersengat listrik saat memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) di kampungnya.

Ironisnya, ia meninggal dalam keadaan masih menempel di tiang listrik. Kondisi itu sempat menggegerkan warga setempat yang sebagian besar berada di rumah.

Sukiyono (51) tetangga korban mengungkapkan, korban pagi tadi memang membenahi listrik. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, dia mendapatkan kabar sudah meninggal saat memperbaiki penerangan.

“Tadi ada yang memberikan kabar kalau dia (Supriyanto) meninggal di tiang listrik. Setelah itu saya kemudian menuju lokasi untuk memastikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Sabtu (30/12/2017).

Suasana rumah duka korban tersengat listrik di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Karena menempel di tiang listrik, ia bersama sejumlah warga pun langsung membantu menurunkan dan membawajenazah korban ke rumah duka.

“Tadi menjadi bahan tontonan warga, karena yang mau menolong takut tersengat listrik,” ungkapnya.

Lokasi tersengat listrik, lanjut dia juga berada pada jarak yang tak begitu jauh dari rumahnya. Yaitu berjarak kisaran 300 meteran dan masih di Desa Purwosari Kecamatan Kota.

Disebutkan, kematian Seger meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Karena, selama ini Seger sebagai tulang punggung keluarga dan meninggalkan seorang istri bernama Marsi (42) dan ketiga anaknya.

Editor: Supriyadi

Serempet Sepeda, Pelajar Asal Growong Lor Pati Tewas Terlindas Truk

Kondisi korban yang terlindas truk di Jalan Pati-Juwana, Gadingrejo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pelajar asal Desa Growong Lor RT 1 RW 1, Juwana, Mohammad Wafiq Aditiyas (17), meninggal dunia di lokasi setelah terlindas truk di Jalan Pati-Juwana, Gadingrejo, Selasa (19//12/2017).

Korban menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka robek tidak beraturan pada tubuh, serta patah tangan dan kaki.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan terjadi saat korban melaju dari berada di belakang pengayuh sepeda angin dan truk fuso bernomor polisi E 9204 C.

“Dari keterangan yang kami himpun, korban hendak menyalip sepeda angin dan truk fuso. Tapi saat berada di antara keduanya, korban menyerempet sepeda angin dan terjatuh,” ungkap AKP Ikrar.

Saat terjatuh, posisi sepeda motor berada di pinggir jalan. Sementara korban terjatuh ke badan jalan dan separuh tubuhnya terlindas roda belakang truk fuso.

Setelah kejadian, pengayuh sepeda angin yang tidak diketahui identitasnya meninggalkan lokasi kejadian. Adapun pengemudi truk fuso, Rusja (61), warga Kampung Cangkol Selatan, Lemahwungkuk, Tangerang berhenti di tepi jalan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada pengguna jalan untuk memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya. Bila tidak memungkinkan untuk menyalip, sebaiknya lebih bersabar dan menunggu saat arus lalu lintas lengang.

Editor: Supriyadi

Penjaga Pintu Bendung Klambu yang Hanyut di Sungai Lusi Ditemukan Tewas

Tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran si sebelah barat pintu bendung Klambu, Jumat (15/12/2017)

MuriaNewsCom, GroboganProses pencarian penjaga Bendung Klambu bernama Samirin yang dilaporkan hanyut di Sungai Lusi hari kedua akhirnya membuahkan hasil, Jumat (15/12/2017). Korban akhirnya berhasil ditemukan tim SAR sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan tak bernyawa.

“Iya, barusan korban kita temukan. Lokasi penemuan sekitar 300 meter disebelah barat pintu bendungan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dalam dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa kilometer.

Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada TNI, Polri, relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara dan Tim SAR Kudus serta Demak.

“Penyisiran tadi sempat kita lakukan sampai Bendung Wilalung. Akhirnya, korban ditemukan masih dekat dengan titiknya terjatuh ke dalam sungai. Jenazah akan kita antarkan ke rumah duka,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi Kamis (14/12/2017) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan tongkat bambu.

Diduga, saat membersihkan sampah itulah warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai disebelah barat bendung.

Editor: Supriyadi

Keluarga Korban Mutilasi Asal Pati Bermimpi Buruk Sebelum Peristiwa Pembunuhan Terjadi

Ayah korban menunjukkan foto putri bungsunya, Nindy yang tewas dibunuh, dimutilasi dan dibakar suaminya sendiri di Karawang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib naas menimpa Siti Saidah (23) alias Nindy, warga Dukuh Sridono, Desa Srikaton RT 1 RW 5, Kecamatan Kayen, Pati. Dia tewas setelah dibunuh, dimutilasi dan dibakar suaminya sendiri di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, salah satu keluarga sempat bermimpi buruk tentang Nindy. Srimurwati, kakak pertama korban sempat didatangi adik bungsunya itu dalam mimpi.

Sehari sebelum kabar pembunuhan itu beredar di media sosial, Srimurwati bermimpi didatangi Nindy dalam kondisi berlumuran darah. Nindy seolah-olah meminta pertolongan.

“Saya malah tidak ada firasat apa-apa. Kakak pertamanya justru didatangi adiknya dalam keadaan berlumuran darah, seolah-olah minta tolong. Tidak tahunya, mimpi itu menjadi pertanda buruk bagi Nindy,” ungkap ibu korban, Nyami, Jumat (15/12/2017).

Nyami masih tidak kuasa menahan tangis. Kedua matanya masih terlihat lebam lantaran tangis. Dia tidak menyangka bila putri bungsunya itu meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan.

Sementara ayah korban, Saryadi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah. Dia sudah menyerahkan proses hukum kepada polisi.

Bagi Saryadi, peristiwa itu sudah menjadi takdir yang tidak bisa dihindari. Karena itu, dia mengikhlaskan kepergian putri bungsunya tersebut.

Editor: Supriyadi

Terpeleset, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Lusi Grobogan

Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi menyisir anakan Sungai Lusi untuk mencari bocah yang tenggelam, Jumat (8/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi dikagetkan dengan kabar tenggelamnya seorang bocah di anakan Sungai Lusi, Jumat (8/12/2017). Setelah mendengar kabar itu, puluhan warga segera berhamburan menuju lokasi untuk mencari keberadaan bocah berusia 7 tahun bernama  M Zaki Habibillah tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, kabar tenggelamnya bocah itu tersiar sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Zaki dan beberapa temannya sedang bermain plorotan dibawah jembatan yang ada diatas anakan sungai itu bersama beberapa temannya.

Saat bermain-main itulah, bocah kelas II SD itu terpeleset dan tercebur ke lokasi sungai yang kondisi airnya cukup dalam dan terseret arus. Melihat kejadian itu, salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, pegangan tangan sempat terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Tidak lama kemudian, tim SAR dari BPBD Grobogan sudah tiba dilokasi kejadian. Namun, sebelum tim SAR terjun ke sungai, korban tenggelam akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sudah ditemukan warga menjelang Jumatan sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi ditemukannya korban sekitar 100 meter dari titik tenggelam. Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka,” jelas Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Editor: Supriyadi

Tabrak Truk Belok, Pedagang Sapi di Grobogan Tewas Seketika

Warga beserta petugas kepolisian mengerumuni tempat kejadian kecelakaan yang menewaskan pedagang sapi di Rejosari, Selasa (5/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora, Selasa (5/12/2017). Tepatnya, di sebuah komplek warung makan di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan.

Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor ini mengakibatkan satu korban jiwa. Korban tewas diketahui bernama Ngadiman (52), warga Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari. Korban yang dikenal sebagai pedagang atau bakul sapi itu tewas di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah di bagian kepala.

Baca: Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Informasi yang didapat dilokasi menyebutkan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu berawal saat ada truk dengan nopol K 1874 CA melaju dari arah barat. Sesampai di lokasi kejadian, truk bemuatan pasir itu bermaksud belok kanan ke komplek warung makan disebelah selatan jalan raya.

Dalam waktu bersamaan, korban yang mengendari sepeda motor Honda Megapro dengan nopol K 2334 KZ melaju kencang dari arah yang sama. Saat truk hendak belok, korban memaksakan diri untuk tetap menyalip.

Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena bodi truk sudah melewati batas tengah jalan. Lantaran jaraknya sudah terlalu dekat, motor yang melaju kencang itu langsung menabrak truk warna hijau tersebut.

Baca: Hindari Kubangan Air, Warga Senenan Jepara Tewas Terlindas Truk Dam

Akibat peristiwa ini, korban terpental dari atas kendaraannya hingga sampai di depan warung makan. Saat diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

“Saya tadi sudah menyalakan lampu sein saat mau belok. Namun, motor di belakang masih mencoba menyalip dan akhirnya menabrak truk saya,” kata Hendrik, sopir truk warga Desa Simo, Kecamatan Kradenan itu.

Tidak lama berselang, polisi sudah tiba dilokasi dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan sejumlah saksi. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sementara barang bukti kendaraan serta sopir truk juga diamankan petugas guna penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Suasana di lokasi kejadian yang ada di Jl Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kamis (30/11/2017). (Tagana Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kecelakaan tunggal di Jl. Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan merenggut dua nyawa dan satu orang luka,  Kamis (30/11/2017) siang. Ketiganya merupakan pelajar SMKN I Kalinyamatan. 

Subhan anggota Tagana Jepara mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB, tepat jam pulang sekolah. Saat itu hujan lebat sedang mengguyur lokasi tersebut. 

Saat itu tiga orang anak menaiki satu motor Honda Supra X 125 bernopol K 2978 FQ. Mereka adalah M. Khoirudin Kelas X Elektronik 3, M. Afifudin Khelmi dan Ismail yang bersekolah ditempat yang sama.

Berniat menghindari hujan deras, motor yang ditumpangi tiga orang itu dipacu dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, kondisi angin dan jalanan yang licin terkena air hujan, menyebabkan motor yang mereka tumpangi tak terkendali. 

“Motor tersebut kemudian menabrak sebuah pembatas jembatan dan terlempar ke sungai yang berada di sisi jalan tersebut. Dua orang atas nama M. Khoirudin dan M Afifudin meninggal dunia ditempat kejadian. Sementara Ismail, yang berada di boncengan paling belakang hanya mengalami luka ringan,” tutur Subhan. 

Diketahui, kedua orang siswa yang meninggal beralamatkan di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Sementara seorang yang mengalami luka ringan yakni Ismail, diketahui beralamat di  Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan.

Subhan mengatakan, peristiwa tersebut kemudian ditangani oleh anggota Satpol PP, TNI dan Tagana yang sedang melakukan assesment kebencanaan, di Desa Gerdu, yang berada dekat dengan lokasi kejadian. 

“Saat kejadian, kami tengah melakukan assesment  kejadian bencana di Desa Gerdu. Kami saat itu bersama anggota Satpol PP dan TNI. Namun ditengah perjalanan ada kejadian kecelakaan tersebut,” urai Subhan. 

Editor: Supriyadi