Mau Tahu Hasil Tes Urine Para Anggota Dewan Kudus?

kudus-tes urine-2 (e)

Anggota DPRD Kudus sedang mengantre untuk mengetahui hasil tes urine yang dilakukan petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Jumat (29/7/2016) malam. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kudus telah melaksanakan tes urine, untuk mengetahui apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak, malam ini. Dan hasilnya bisa dibilang melegakan bagi mereka.

Pasalnya, dari tes urin yang dilakukan kepada anggota tersebut, semuanya dinyatakan negatif. Alias tidak ada yang terbukti mengonsumsi narkoba. Karena itu, wajah-wajah para anggota dewan juga terlihat sumringah karenanya.

Sejak pukul 20.00 WIB, satu persatu anggota dewan yang hadir dalam rangka rapat paripurna pengesahan APBD Perubahan 2016 itu, diambil sampel urinenya. Mereka ditempatkan di lantai bawah gedung DPRD Kudus.

Saat datang, mereka langsung diminta untuk buang air kecil dahulu, kemudian menyerahkannya ke petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah yang bertugas malam itu.

Tes sendiri berlangsung tidak sampai satu jam untuk semua anggota. Dan hasilnya, menurut Kasi Intelejen BNNP Jateng Kompol Meilian Rahmadi, adalah negatif semua.

”Dari pemeriksaan yang kita lakukan, hasilnya sudah langsung bisa diketahui. Dan tadi memang hasilnya semua urine dinyatakan negatif,” katanya kepada sejumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Menurut Meilian, tes urine yang dilakukan itu, juga cukup ampuh untuk mengetahui apakah seseorang mengonsumsi narkoba atau tidak. ”Karena meski dia memakai seminggu lalu, masih bisa terdeteksi. Dan ada lima item yang akan terdeteksi melalui tes urine ini. Jadi, jangan diragukan,” jelasnya.

Ditanya apakah tes urine sudah cukup untuk mengetahui seseorang memakai narkoba atau tidak, Meilian mengatakan jika hal itu sudah cukup. Jadi tidak perlu tes yang lebih spesifik lagi, seperti tes rambut.

”Tes rambut hanya diberlakukan kepada orang-orang khusus, yang kemudian memang terdeteksi menggunakan narkoba. Namun untuk kalangan biasa atau awam, cukup dengan menggunakan tes urine ini saja. Sudah cukup, kok,” paparnya.

Meilian meyakini bahwa kalangan anggota dewan Kudus sudah memahami bahwa narkoba adalah barang yang terlarang. Sehingga akan menjauhinya atau tidak mengonsumsinya. ”Mereka pasti paham bahayanya. Jadi, akan menghindarinya,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Ketua DPRD Kudus : Tes Urin Itu Butuh Biaya yang Tak Sedikit

Mas'an, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom)

Mas’an, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom)

 
  MuriaNewsCom, Kudus – Wacana mengenai tes urin terhadap anggota dewan yang dilontarkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus, nampaknya membutuhkan proses yang cepat. Sebab, hal ini terganjal dengan adanya anggaran.

Ketua DPR Kudus Mas’an mengatakan, tes urin untuk anggota DPRD bisa saja dilaksanakan, namun hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Tes urin itu membutuhkan anggaran, dan kami tidak memilikinya. Jadi untuk dalam waktu dekat ini belum bisa dilaksanakan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Wacana adanya tes urin terhadap anggota dewan ini, tak lepas dari adanya kabar, bahwa ada salah satu anggota dewan yang digerebek polisi, yang ketika itu diduga sedang pesta sabu. Kabar ini, juga menjadi perbincangan, baik di dewan sendiri maupun masyarakat umum.

Bahkan, Ketua DPRD sempat mengancam, jika ada anggotanya yang terbukti menyalahgunakan narkoba, maka akan dilakukan pemecetan. Hal itu sudah menjadi aturan, sehingga patut untuk ditegakkan,” ujar Mas’an.

Editor : Kholistiono