Keluarga Tak Mau Jenazah Edy Diautopsi

Polisi tengah mengidentifikasi mayat korban. Tapi, keluarga tidak mau jenazah dilakukan autopsi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi tengah mengidentifikasi mayat korban. Tapi, keluarga tidak mau jenazah dilakukan autopsi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Peluru senapan angin yang mengenai dada kanan Edy Susanto (33), warga Dukuh Gatelan, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa meninggalkan luka berdiameter 1,5 cm. Lokasi tembak itu berada di posisi 6 cm dari papila kanan, 8 cm dari sutura kosta dan 12 cm dari klafikula.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, perut dan dada pada batas normal. Punggung, kepala dan pantat dalam keadaan normal. Dada kanan terdapat luka berdiameter 1,5 cm,” ujar dr Novia Kartikasari, petugas medis dari Puskesmas Wedarijaksa I kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Ia mengatakan, korban meninggal karena peluru kaliber 4,5 mm bersarang di dada kanannya. “Keterangan lebih detail tidak bisa kami sampaikan, karena keluarga tidak mau bila korban dilakukan autopsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum sudah mengamankan barang bukti berupa lima pucuk senapan milik korban dan keempat temannya yang menjadi saksi.

“Senapan gas yang mengenai dada korban tidak bermerek dengan peluru kaliber 4,5 mm. Pihak keluarga sudah menerima kematian korban,” paparnya.

Dia mengatakan, kejadian tertembaknya Edy, bermula ketika korbanbersama empat temannya melakukan perburuan di kawasan tambak, Desa Tluwah, Kecamatan Juwana.

“Mereka berburu hewan. Sampai di area tambak, mereka melihat seekor biawak di dalam air. Korban langsung menembak biawak tersebut. Merasa tembakannya mengenai sasaran, korban bergegas menangkap biawak,” tutur Sulis.

Senapan yang digunakan untuk menembak itu kemudian disandarkan pada tanggul dengan laras senapan menghadap langit. Sementara itu, Edy gagal menangkap biawak dan ingin mengambil senapan untuk ditembakkan pada biawak kembali.

Saat itu, temannya bernama Karnoto berada di jarak satu meter dari korban. Saat mengambil senapan, tiba-tiba Karnoto mendengar letusan dan segera mendekati korban dengan bertanya, “Ada apa?”

Sembari memegang dada kanannya, korban sempat menjawab, “Untung saja tidak ada pelurunya.” Namun, korban tiba-tiba saja lemas dan rubuh. Mengetahui dada korban berdarah, teman-teman korban membawanya ke rumah sakit setempat.

“Nahas, nyawa korban tidak bisa diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit setempat. Jenazah korban dibawa pulang rumah sekitar pukul 14.00 WIB kemarin,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Gara-gara Hewan Ini, Warga Sukoharjo Pati Tertembak Sendiri Hingga Tewas

Senapan yang digunakan untuk berburu Edy dan kawan-kawannya di kawasan Juwana hingga menyebabkan Edy tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Senapan yang digunakan untuk berburu Edy dan kawan-kawannya di kawasan Juwana hingga menyebabkan Edy tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Edy Susanto (33), warga Dukuh Gatelan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia tewas setelah senapan angin dengan peluru kaliber 4,5 milimeter yang digunakan untuk berburu biawak menembus dadanya sendiri.

Kapolres Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom mengatakan, kejadian itu bermula dari perburuan Edy bersama empat temannya di kawasan tambak, Desa Tluwah, Kecamatan Juwana.

“Mereka berburu hewan. Sampai di area tambak, mereka melihat seekor biawak di dalam air. Korban langsung menembak biawak tersebut. Merasa tembakannya mengenai sasaran, korban bergegas menangkap biawak,” tutur Sulis, Sabtu (30/1/2016).

Senapan yang digunakan untuk menembak itu kemudian disandarkan pada tanggul dengan laras senapan menghadap langit. Sementara itu, Edy gagal menangkap biawak dan ingin mengambil senapan untuk ditembakkan pada biawak kembali.

Saat itu, temannya bernama Karnoto berada di jarak satu meter dari korban. Saat mengambil senapan, tiba-tiba Karnoto mendengar letusan dan segera mendekati korban dengan bertanya, “Ada apa?”

Sembari memegang dada kanannya, korban sempat menjawab, “Untung saja tidak ada pelurunya.” Namun, korban tiba-tiba saja lemas dan rubuh. Mengetahui dada korban berdarah, teman-teman korban membawanya ke rumah sakit setempat.

“Nahas, nyawa korban tidak bisa diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit setempat. Jenazah korban dibawa pulang rumah sekitar pukul 14.00 WIB kemarin,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Dalami Tewasnya Warga Wedarijaksa Pati yang Tertembak Senapan Angin Sendiri

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum melihat senapan angin yang menyebabkan warga Desa Sukoharjo tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum melihat senapan angin yang menyebabkan warga Desa Sukoharjo tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati saat ini tengah mendalami penyebab tertembaknya Edi Susanto (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati hingga meninggal dunia, Sabtu (29/1/2016).

Pihak kepolisian sampai saat ini masih menduga Edi tertembak ketika memompa senapan anginnya sendiri. “Kami menduga, kejadian itu bermula saat korban hendak memompa senapan anginnya untuk menembak hewan buruan. Tapi nahas, senapan angin dengan peluru kaliber 4,5 milimeter yang dipompa itu tiba-tiba meletus dan mengenai dadanya sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Kendati begitu, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Sementara, kami simpulkan itu memang kecelakaan akibat kelalaian sendiri. Tapi, kami masih mendalami masalah kecelakaan itu,” tambahnya.
Ia menambahkan, informasi yang diterima dari pihak rumah sakit menyatakan Edi sudah dalam keadaan meninggal dunia saat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Budi Agung Juwana.

“Korban sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Luka tembak memang cukup vital karena mengenai dada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Paman Korban Tertembak Senapannya Sendiri Minta Jenazah Divisum

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Edi Susanto (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia meninggal dunia, setelah dada kanannya tertembak peluru senapan berburu kaliber 4,5 milimeter, Jumat (29/1/2016).

Menurut paman korban, Suharno, Edi bersama dengan tiga temannya tengah berburu binatang di kawasan Juwana. Saat memompa senapan seharga Rp 5 juta yang diperoleh dari Bandung, Jabar, tersebut, peluru diduga melesat dan mengenai dadanya.

“Itu bedil gas dengan putaran sampai seratus kali. Saya juga tidak tahu sendiri kok sampai begitu. Cuma, informasinya Edi pegang-pegang senapan hingga mengenai dadanya sendiri,” ujar Suharno saat ditanya MuriaNewsCom.

Ia meminta agar jenazah korban divisum untuk memastikan penyebab kematian Edi. “Saya minta jenazah divisum, biar jelas. Jangan sampai sudah dikebumikan, nanti dibongkar lagi untuk autopsi,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengaku keluarga korban sampai sekarang sudah merelakan kepergian korban. “Edi itu anak pendiam. Orangnya baik,” paparnya.

Editor : Akrom Hazami

Berburu Hewan, Warga Sukoharjo Pati Tewas Tertembak Peluru Senapannya Sendiri

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, bernama Edi Susanto (35) meninggal dunia diduga karena tertembak senapan anginnya sendiri saat berburu di kawasan Juwana, Pati, Jumat (29/1/2016).

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, Edi meninggal setelah peluru ukuran 4,5 kaliber menembus dada kanannya. Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Budi Agung Juwana, tapi nyawanya tidak tertolong saat sampai di rumah sakit.

“Saya tidak tahu kronologinya. Saya hanya menjemput jenazah di rumah sakit. Hanya, saya lihat ada bekas tembakan pada bagian dada kanan,” ujar Mustari, Staf Pemerintahan Desa Sukoharjo.

Ia mengatakan sudah menjemput jenazah di rumah sakit sekitar jam 14.00 WIB. “Saya ikut menjemput sekitar pukul 14.00 WIB. Senapannya cukup besar,” imbuhnya.

Sampai berita ini turun, jenazah sudah disemayamkan di rumah duka. Warga berbondong-bondong melayat di rumah duka.

Editor : Akrom Hazami