Innalillahi, Balita 3,5 Tahun di Payaman Kudus Tewas Tersengat Listrik

MuriaNewsCom, Kudus – Imtiazza Nilna Muna (3,5) balita Dukuh Bancak RT 03 RW 02, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo tewas setelah memegang tiang listrik. Diduga kuat bocah cilik itu tewas karena tersengat aliran listrik.

Peristiwa itu, terjadi pada Kamis (22/2/2018) petang, sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban diketahui pergi bersama sang ayah Kusmanto (41) ke masjid setempat untuk salat.

Namun ditengah salat berjamaah, bocah tersebut justru malah bermain-main bersama teman-temannya, disekitar masjid. Sedangkan ayahnya tengah khusyuk salat.

Seusai salat barulah Kusmanto mengetahui kondisi anaknya, yang tergeletak disamping tiang listrik. Setelah dicek ternyata, tiang tersebut masih mengalirkan aliran listrik.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar membenarkan hal itu. Menurutnya, memang ada kejadian bayi tewas yang disebabkan menyentuh tiang yang masih teraliri listrik.

“Ada anak-anak meninggal tersengat tiang listrik. Kami kemudian meluncur untuk mengecek lokasi. Kami juga berkoodinasi dengan PLN agar mematikan aliran listriknya,” jelasnya, Jumat (23/2/2018).

Menurut pemeriksaan dokter, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Selain itu, posisi korban saat ditemukan, telentang.

Adapun korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum yang ada di kampung tersebut.

Editor: Supriyadi

Benahi PJU, Warga Purwosari Kudus Tewas Tersetrum di Tiang Listrik

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Supriyanto alias Seger, warga Kelurahan Purwosari RT 2 RW 7, Kecamatan Kota. Pria berusia 43 tahun itu tewas tersengat listrik saat memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) di kampungnya.

Ironisnya, ia meninggal dalam keadaan masih menempel di tiang listrik. Kondisi itu sempat menggegerkan warga setempat yang sebagian besar berada di rumah.

Sukiyono (51) tetangga korban mengungkapkan, korban pagi tadi memang membenahi listrik. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, dia mendapatkan kabar sudah meninggal saat memperbaiki penerangan.

“Tadi ada yang memberikan kabar kalau dia (Supriyanto) meninggal di tiang listrik. Setelah itu saya kemudian menuju lokasi untuk memastikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Sabtu (30/12/2017).

Suasana rumah duka korban tersengat listrik di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Karena menempel di tiang listrik, ia bersama sejumlah warga pun langsung membantu menurunkan dan membawajenazah korban ke rumah duka.

“Tadi menjadi bahan tontonan warga, karena yang mau menolong takut tersengat listrik,” ungkapnya.

Lokasi tersengat listrik, lanjut dia juga berada pada jarak yang tak begitu jauh dari rumahnya. Yaitu berjarak kisaran 300 meteran dan masih di Desa Purwosari Kecamatan Kota.

Disebutkan, kematian Seger meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Karena, selama ini Seger sebagai tulang punggung keluarga dan meninggalkan seorang istri bernama Marsi (42) dan ketiga anaknya.

Editor: Supriyadi

Tersengat Listrik di Pasar Rogowangsan Pati, Tukang Bangunan Dilarikan ke Rumah Sakit

Petugas tim medis saat menangani korban tersengat listrik di sebuah ruko kawasan Pasar Rogowangsan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tukang bangunan asal Semarang, Munawar (50), tersengat listrik saat memplester tembok bangunan di kawasan ruko Pasar Rogowangsan Pati, Rabu (6/12/2017).

Edi Santoso, salah satu saksi mengungkapkan, Munawar saat itu sedang memplester dinding bagian atas ruko. Berhubung dekat dengan kawat listrik PLN, dia berinisiatif membungkusnya dengan pipa peralon.

Pemasangan pipa pertama, kedua dan ketiga berhasil dengan baik. Namun, pada pemasangan keempat, kabel listrik menyentuh dada Munawar hingga tersengat dan jatuh.

Korban masih sadar sehingga sempat berjalan dan pergi ke rumah sakit, sesaat setelah terjatuh tersengat listrik. Dari hasil pemeriksaan medis, dia mengalami luka bakar sebanyak 38 persen.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Karyadi Semarang untuk mendapatkan penanganan intensif. Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi langsung mengamankan barang bukti seperti peralon.

Petugas PLN, Harno dan Abdul Rohman yang hadir di lokasi menyatakan, korban tersengat kawat listrik bertegangan 2.000 kv. Beruntung, nyawa korban masih bisa diselamatkan.

Editor: Supriyadi

Tersengat Listrik, 1 Pekerja di Jepara Tewas, 1 Luka Parah

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib nahas dialami dua dari dari empat pekerja yang sedang merenovasi rumah Kasiatun, warga RT 12/RW 2 Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara. Keduanya menjadi korban sengatan listrik. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka parah.

Korban meninggal diketahui bernama Selamet Gunarto, 30, warga RT 1 RW 2 Desa Bandungrejo. Sementara, satu korban lagi yang mengalami luka parah adalah Miftahul Wahab, 37, kakak dari korban meninggal.

Keduanya diketahui tersengat listrik saat melakukan persiapan proses pengecorang di lantai dua rumah Kasiatun.

“Saat kejadian, empat orang pekerja sedang melakukan pekerjaan renovasi rumah. Dua orang ini sedang menata dan mengukur besi untuk ngecor di lantai dua, tiba-tiba besi yang dipedang Miftahul Wahab menyentuh kabel listrik,” ujar Kapolsek Welahan AKP Usman Junaedi kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, Usman membeberkan, peristiwa bermula dari, Slamet Sunarso (adik) melihat kakaknya tersengat listrik, dia berusaha menolong. Miftahul Wahab (kakak) berhasil selamat setelah jatuh terpental dari lantai dua. Justru, sang adik, Selamat Gunarto, tewas dengan luka bakar akibat aliran sengatan listrik.

“Adiknya yang mau menolong malah menjadi korban meninggal. Sementara kakaknya mengalami luka bakar di tangan kiri, patah pergelangan kaki kiri, dan luka bengkak di pipi kiri,” ungkap Usman.

Korban luka, Usman melanjutkan, langsung dilarikan ke PKU Mayong. Namun, lantaran parahnya luka, Miftahul Wahab langsung dirujuk ke RSI Kudus.

“Sebetulnya ada empat pekerja, tapi dua yang lainnya ada di bawah sedang menyiapkan adonan cor,” kata Usman.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang dia terima dari warga setempat, tahun lalu satu pekerja di rumah Kasiatun juga menjadi korban sengatan aliran listrik. Saat itu, pekerja sedang membangun rumah Kasiatun.

Editor: Supriyadi

Main Bola, Seorang Bocah Berusia 12 Tahun Tewas Tersengat Listrik

Ilutrasi Listrik

Ilutrasi Listrik

 

GROBOGAN – Nasib nahas menimpa Khoirul Mukminin, warga Desa Manggarwetan, Kecamatan Godong, Minggu (2/1/2016) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat asik main bola di halaman rumah tetangganya, bocah berusia 12 tahun itu tewas tersengat aliran listrik.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, korban bersama beberapa temannya terlihat asik main bola di halaman rumah tetangganya, Sugeng. Peristiwa nahas bermula saat mencoba menangkap bola, tangan korban justru menyambar seutas kabel lampu penerangan jalan yang disalurkan dari rumah hingga ke depan pelataran.

Setelah menyentuh kabel, korban yang masih duduk kelas I MTs itu langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Melihat kejadian ini, bocah-bocah lainnya lantas berteriak minta tolong.
Mendengar jeritan tersebut, warga sekitar kemudian berbondong-bondong menuju ke lokasi kejadian. Salah seorang warga kemudian memutuskan aliran listrik di rumah Sugeng yang saat itu dalam kondisi kosong.

Oleh warga, korban yang tersengat listrik sebenarnya hendak dilarikan ke Puskesmas Godong. Namun, hal itu tidak jadi dilakukan lantaran setelah diperiksa, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat diperiksa, jari manis tangan kiri korban terdapat luka seperti terbakar.

Sementara itu, Kapolsek Godong AKP Ngadiyo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, kejadian itu murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.
”Kami mengimbau kepada warga untuk mengawasi aliran listrik ketika ditinggal pergi. Hal ini supaya tidak menimbulkan kerugian pada orang lain,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Pasang Reng, Tukang di Rembang Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

kesetrum

 

REMBANG – Juwadi (45) warga RT 01, RW 07 Dukuh Nyikaran, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang tewas mengenaskan. Juwadi tewas akibat tersengat listrik saat memperbaiki atap rumah berlantai dua di desa setempat, Kamis (5/11/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Sulang AKP Mohamad Mansur mengungkapkan, kejadian bermula saat korban memasang reng kayu untuk atap rumah milik H Marjuki (62) warga Desa Lambangan Wetan, Kecamatan Bulu. Bersama dua  orang rekan kerjanya, korban naik ke lantai dua yang digunakan sebagai usaha mebel tersebut, untuk meneruskan pekerjaan memasang reng kayu untuk atap. Sedangkan dua rekannya masing-masing  Abdul Kornen dan Zaenal Abidin bekerja di lantai  bawah.

”Baru beberapa saat mulai bekerja tiba-tiba saya mendengar suara ledakan trafo. Bersamaan itu terdengar suara brak  lantaran khawatir. Kemudian saya mengecek ke lantai dua  dan benar saat tiba di lantai dua, melihat Juwadi sudah dalam keadaan tergeletak dengan kondisi luka bakar. Karena terkena kabel induk tegangan tinggi yang melintas di atas atap lantai dua yang sedang diperbaiki dengan jarak sekitar 50 cm dengan atap,” papar Zaenal Abidin.

Sementara itu, kapolsek Sulang AKP Mohamad Mansur saat dikonfirmasi MuriaNewsCom mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi serta setelah dilakukan visum dokter Pukesmas Sulang beserta tim indentifikasi dari Polres Rembang, korban meninggal karena luka bakar serius akibat tersengat listrik.

”Sehingga kejadian ini memang murni kecelakaan kerja,” ungkapnya. (TITIS W)