Warga Bogotanjung Pati Tewas Tersambar Petir di Bengkok Kepala Desa

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus tewas di areal  persawahan bengkok kepala desa setempat  karena tersambar petir. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (31/1/2018).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gabus AKP Sutoto mengatakan, korban tewas diketahui bernama Sarmidi (50) warga Desa Bogotanjung RT 4 RW 2, Kecamatan Gabus. Saat kejadian korban diketahui sedang menggarap sawah di bawah guyuran hujan.

Markawi (60) dan Hartoyo (61), petani yang bekerja di sawah sekitar bahkan sempat mengajak korban berteduh di warung. Hanya saja, korban memilih untuk menyelesaikan garapannya dan menolah ajakan kedua rekannya tersebut.

”Sesaat kemudian terdengar Suara Petir dengan Suara yang sangat keras sebanyak dua kali. Setelah hujan reda kemudian Markawi kembali melanjutkan pekerjaannya di sawah dan melihat korban dalam keadaan tertelungkup di sawah,” kata Sutoto seperti dikutip dari laman Tribratanews Polres Pati.

Melihat hal itu, Markawi pun langsung meminta bantuan Hartoyo untuk memeriksa korban. Nahas, setelah di cek ternyata Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya keduanya langsung meminta tolong kepada warga sekitar.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dari Dr. Agus Supriyanto dari Puskesmas Gabus II, kematian korban murni karena tersambar petir. Di tubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bakar di bagian dada sebelah kanan dan punggung. Selain itu, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiyaan. Jadi korban murni meninggal akibat tersambar petir. Pihak keluarga juga sudah menerimakan kematian korban, serta tidak menuntut kepada pihak manapun,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

MuriaNewsCom, Jepara – Satu orang buruh tani di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang tewas tersambar petir, ketika sedang tandur (tanam padi) di sawah, Rabu (3/1/2018) siang. Sementara empat buruh lain yang berada di tempat  sama mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Desa Cepogo Ruskanto menuturkan, kelimanya merupakan warga RT/RW : 03/13. Saat menanam, hujan disertai petir telah mengguyur areal persawahan, namun mereka‎ tetap melanjutkan pekerjaan.

“Yang meninggal dunia bernama Sulastri. Sementara yang mengalami luka bakar adalah Satijah, Sukanah, Sujiyati dan Widodo,” ujarnya.

Menurut penuturan Ruskanto, saat menggarap sawah mereka terbiasa bergerombol guna mempercepat pengerjaan tandur. Setelah peristiwa, kelimanya termasuk korban meninggal dunia dibawa ke RSUP Rehata, Kelet.

Dua di antara korban yang mengalami luka bakar sudah diperbolehkan pulang. Sementara dua orang lain, masih harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara korban meninggal, diketahui terdapat luka bakar (gosong) di bagian dada. Jenazah yang bersangkutan kini telah dimakamkan di pemakaman desa setempat.

“Ini peristiwa yang jarang terjadi, karena di wilayah kami minim ancaman bencana. Termasuk sambaran petir mengingat wilayah kami berada di lereng Gunung Muria,” urainya.

Editor: Supriyadi

Warga Gempolsari Pati Tewas Tersambar Petir di Sawah

Petugas kepolisian dan TNI mengecek kondisi korban yang tersambar petir di areal persawahan Desa Gempolsari, Gabus, Pati, Rabu (28/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian dan TNI mengecek kondisi korban yang tersambar petir di areal persawahan Desa Gempolsari, Gabus, Pati, Rabu (28/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Pati, tewas di areal persawahan setempat karena tersambar petir. Mayat korban ditemukan penduduk setempat, Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban adalah Legiman (45), petani asal Dukuh Jatisari RT 3 RW 1, Desa Gempolsari. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang dari sawah, karena hujan deras mengguyur disertai petir.

Suparwi (50), petani setempat sempat melihat korban dalam perjalanan pulang dari sawah.  Tiba-tiba saja, saksi tidak melihat korban yang semula berjalan di sawah.

“Saya langsung cari keberadaannya. Setelah saya cari, saya temukan dalam posisi tergeletak dan sudah meninggal dunia. Saya langsung memanggil masyarakat yang masih ada di sawah,” ujar Suparwi.

Saat dilihat kondisinya, korban mengalami luka pada bagian kepala dan telinga kiri. “Telinga bagian kiri mengeluarkan darah. Kami langsung bawa korban ke rumahnya bersama petugas,” tuturnya.

Petugas kepolisian dari Polsek Gabus yang mendapatkan informasi dari masyarakat, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek dan melaksanakan koordinasi dengan perangkat desa setempat. Dari hasil olah medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan korban meninggal karena tersambar petir.

Editor : Kholistiono

Nelayan yang Tewas Sedang Seorang Diri di Laut Mencari Rajungan

Petir 2

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang nelayan bernama Suwito Hasyim Ashari (48), Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, tewas di tengah laut, pada pagi buta di hari Senin (25/4/2016) sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari kronologis yang dihimpun petugas kepolisian, korban Suwito diketahui pergi seorang diri mencari rajungan menggunakan perahu cukrik.

Pada saat yang bersamaan, ada sekitar delapan nelayan berangkat ke laut dengan tujuan yang sama, yaitu berburu rajungan. Setelah sampai di tengah laut, korban mengambil jebakan rajungan yang sudah dipasang sehari sebelumnya.

Saat hendak mengambil jaring, suara petir terdengar menggelegar dengan keras. Diduga, korban kaget dengan suara petir dan terjatuh.

”Menurut keterangan Sarno, salah satu saksi, dirinya juga kaget dengan petir itu. Nah, saat dia menoleh ke arah korban, korban tidak terlihat dari perahu. Saksi pun langsung memberi tahu teman-temannya untuk menengok korban,” ujar Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati, kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/4/2016).

Setelah didekati, korban ternyata sudah dalam keadaan telentang, dengan luka berdarah pada kepala dan telinga kiri mengeluarkan darah. Saat itu pula, teman-temannya membawa korban dan perahunya menepi.

”Usai mendapatkan laporan warga, petugas Polsek Tayu datang dan melakukan olah TKP bersama dengan tim medis dari Puskesmas Tayu. Kepala korban terbentur baut besi berdiameter 1 cm. Ada sisa rambut di baut itu,” pungkasnya.

Editor: Merie

Hindari Petir, Nelayan Tayu Ini Tewas Terbentur Baut Perahu

Petir

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang nelayan asal Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, Suwito (48), ditemukan tewas di atas perahu, Senin (25/4/2016) kemarin.

Suwito diduga meninggal, setelah menghindari suara petir yang menyambar saat tengah berlayar di Perairan Jawa. Ketika kaget dengan suara guntur dan mencoba menghindari, Suwito diduga terjatuh dan membentur baut hingga tewas.

”Saat kami sambangi, kepala bagian atas korban mengalami luka dan berdarah. Kepala bagian depan juga mengalami lecet. Selain itu, telinga sebelah kiri keluar darah,” ungkap Bawi, salah seorang saksi, Selasa (26/4/2016).

Setelah itu, Bawi bersama Sugito membawa korban menepi untuk mendapatkan bantuan dari warga setempat. Sejumlah warga kemudian memanggil tenaga medis dan petugas kepolisian dari Polsek Tayu.

”Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia setelah bagian kepala mengalami benturan keras. Ada luka dengan ukuran 10×1 cm pada kepala bagian atas dan tembus hingga tulang kepala,” kata dr Ida Dwi Winarni, tim medis dari Puskesmas Tayu.

Sementara itu dari identifikasi, kepala korban terbentur baut perahu yang terbuat dari besi dengan diameter 1 cm. ”Ada sisa rambut dalam baut itu. Diduga, korban terkejut ketika mendengar suara petir dan berusaha menghindar, tetapi jatuh ke belakan dengan posisi telentang,” imbuh Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor: Merie