Pencarian Penjaga Pintu Bendung Klambu yang Hanyut di Sungai Lusi Dilanjutkan

Tim SAR gabungan sedang bersiap melakukan pencarian korban hanyut di kawasan Bendung Klambu, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan Proses pencarian penjaga Bendung Klambu bernama Samirin yang dilaporkan hanyut di Sungai Lusi kembali dilanjutkan, Jumat (15/12/2017). Sehari sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari pagi sampai menjelang petang, tetapi hasilnya masih nihil.

“Ini kita sedang bersiap melakukan pencarian korban tenggelam. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro.

Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dalam dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa kilometer.

Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada TNI, Polri, relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara dan Tim SAR Kudus serta Demak.

“Rencana hari ini kita akan melakukan penyisiran sampai Bendung Undaan, Kudus,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan tongkat bambu. Diduga, saat membersihkan sampah itulah warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai disebelah barat bendung.

Editor: Supriyadi

Tim Basarnas Ikut Bantu Pencarian Orang Mancing Hilang di Sungai Lusi

Tim Basarnas ikut melakukan pencarian orang hilang di Sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim Basarnas ikut melakukan pencarian orang hilang di Sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian orang hilang ketika mancing di pinggiran Sungai Lusi, tepatnya dibawah jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Jengglong, Purwodadi dan Desa Menduran, Kecamatan Brati kembali dilanjutkan pagi ini, Rabu (9/3/2016). Pencarian kali ini melibatkan tim Basarnas yang didatangkan dari Jepara.

“Semalam, kita sudah berupaya menyisir pinggiran sungai untuk mencari orang yang dilaporkan hilang. Tetapi, pencarian itu belum membuahkan hasil dan kali ini kita lanjutkan lagi,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang ikut naik perahu karet bersama anggota Basarnas dan BPBD Grobogan.

Pencarian yang dimulai pukul 09.00 WIB ini difokuskan lewat jalur air. Dua perahu karet menyisir sungai, mulai dari bawah jembatan gantung menuju kearah barat megikuti aliran air.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/3/2016) petang, seorang warga Jengglong Timur bernama Kalijo Tulus atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Jo dilaporkan hilang saat mancing tidak jauh dari rumahnya.

Menurut penuturan warga, seharian itu, Mbah Jo dan beberapa orang lainnya terlihat memancing ikan dibawah rerimbunan pohon bambu.

Menjelang magrib, beberapa orang merasa curiga karena sandal dan perlengkapan memancing milik Mbah Jo masih ada disitu. Tetapi pemiliknya tidak ada disitu, termasuk ketika dicari di rumahnya ternyata belum pulang.

Baca juga : Misterius, Mbah Jo Hilang saat Mancing di Bawah Pohon Bambu di Kali Lusi Grobogan

Editor : Kholistiono

Asyik Foto-foto di Air Terjun Tadah Hujan Pati, Remaja Ini Terpeleset dan Tewas

Jenazah korban usai diperiksa petugas medis. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah korban usai diperiksa petugas medis. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Air terjun tadah hujan yang berlokasi di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati memakan korban. Satu orang warga Desa Winong, Kecamatan Pati meninggal setelah terpeleset dan tercebur ke bawah air terjun, Rabu (27/1/2016).

Rifan Dwi Fachtony (22) meninggal dunia, setelah kehabisan napas karena terjebur di bawah air terjun saat foto-foto bersama ketiga temannya. Hal itu diamini Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

“Informasi yang kami terima, saat itu korban bersama dengan tiga temannya sedang bermain di Air Terjun Tadah Hujan. Mereka berfoto-foto bersama. Tiba-tiba korban terpeleset dan memegang temannya bernama Darmawan yang akhirnya ikut tercebur. Temannya bernama Candra kemudian menolong Darmawan menggunakan kayu dan berhasil. Setelah itu, Candra mencoba menolong korban,” ujar Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

Sayangnya, korban tidak berhasil meraih tongkat yang diulurkan Candra hingga tenggelam. “Candra dan teman-temannya langsung meminta tolong kepada warga sekitar, tetapi korban sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas RSUD Kayen dr Miftahul Jannah mengatakan, korban meninggal karena kemasukan air dan kekurangan oksigen. “Saat kami periksa, badan korban sudah biru karena kemasukan air dan kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono