Polres Jepara Perketat Pengamanan Usai Teror Blok M

 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memperketat penjagaan seusai teror yang penusukan yang menimpa anggota Brimob, di Masjid Falatehan Kebayoran Baru-Jakarta, Jumat (30/6/2017) lalu. Pengetatan termasuk pada fasilitas layanan umum seperti pembuatan SKCK, SIM dan masjid Kholilurahman yang ada di kompleks Mapolres. “Polda Jateng sudah memberikan direktif (arahan) untuk meningkatkan kewaspadaan. Ada peningkatan jumlah personel yang mengamankan. Sistem pengamanan juga diberlakukan sistem covering. Jadi yang mengamankan lalulintas ada itu personel pengamanan terbuka atau tertutup yang melindungi,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia mengatakan pengetatan pengamanan Mapolres  tidak lantas mengurangi kenyamanan pelayanan masyarakat. Ia menyebut, akan ada pemeriksaan khusus bawaan warga yang ingin membuat surat keterangan. 

Masjid polres digunakan umum untuk salat jumat, pelayanan umum sim dan perpanjangan stnk dan sebagainya agar tetap dilayani secara ramah, namun ditingkatkan pengamanannya. Tasnya ditinggalkan diluar,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, peningkatan pengamanan juga dilakukan di jajaran Polsek yang ada di Jepara. 

Editor: Supriyadi

Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa terduga teroris berhasil ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari. Dari beberapa terduga teroris tersebut salah satunya ternyata ditangkap di wilayah Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono dikabarkan juga ikut diamankan.

Kabar penangkapan terduga teroris di Desa Ketangirejo tersebut sempat bikin kaget warga. Sebab, mereka tidak mengenal sosok Sugiyono.

Dari keterangan warga, Sugiyono dan istrinya, sama-sama bukan berasal dari desa itu. Ibu mertuanya yang bernama Suyati saat ini memang tinggal di Desa Ketangirejo setelah menikah lagi dengan Suhadi, warga setempat. Sebelumnya, Suyati merupakan warga dari Kecamatan Karangrayung.

Sugiyono bersama istri dan ketiga anaknya belum lama berada di rumah mertuanya. Selama berada di rumah mertuanya, pasangan suami istri itu jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Kepala Desa Ketangirejo Slamet Susanto kepada wartawan menyatakan, proses penangkapan berlangsung lancar tanpa ada perlawanan. Menurutnya, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, dia didatangi personel kepolisian berpakaian sipil.

“Sekitar lima sampai enam orang yang datang ke rumah untuk memberitahukan penangkapan. Terkait ini, saya minta agar penangkapan tidak menimbulkan kegaduhan dan kepanikan warga,” jelasnya pada wartawan.

Menurut Slamet, Sugiyono bukan warganya tetapi berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Dia berada di desanya untuk bertamu ke rumah mertuanya. “Selama ada di sini tidak pernah keluar rumah dan laporan ke RT atau RW,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Pejabat di Rembang Ngaku Diteror Wartawan Gadungan

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang  Sri Sugiyarti (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang Sri Sugiyarti (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tak hanya terjadi di Kabupaten Pati pejabat mendapatkan teror wartawan gadungan yang meminta sumbangan. Baru-baru ini, seorang oknum yang mengaku wartawan bernama Aris, menelepon Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang Sri Sugiyarti menggunakan nomor 085 231 595 071, dengan tujuan meminta sumbangan uang.

Alasan meminta sumbangan yang digunakan oknum tersebut, untuk biaya pengobatan rekannya yang sakit ginjal dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Karyadi Semarang.
Lantaran merasa diteror melalui sambungan telepon, Sugyiarti terpaksa mematikan ponselnya untuk sementara waktu. “Dia sudah tiga kali menelfon, meminta uang supaya dikirim melalui nomor rekening,” ungkapnya, Senin (22/2/2016).

Sugiyarti mengaku, sejak awal dirinya merasa curiga, sehingga tidak sampai mengirimkan uang. Apalagi dia tidak merasa kenal dengan penelepon. Sugiyarti juga telah langsung kroscek ke Bagian Humas Setda dan wartawan koran yang bersangkutan. “Ternyata memang tidak ada wartawan sakit dan membutuhkan bantuan,” imbuhnya.

Menurutnya, dibalik peristiwa tersebut, setidaknya menjadi semacam kewaspadaan bersama, terutama di kalangan pejabat Pemkab Rembang. “Jangan mudah percaya terhadap informasi dari penelepon atau kedatangan seseorang belum dikenal,” katanya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang Johan Nurwicaksono membenarkan modus percobaan penipuan semacam itu beberapa kali terjadi. “Ketika tidak ditanggapi, pelaku sering mengirimkan kata-kata jorok yang tidak pantas melalui pesan pendek. Anehnya, dia pun tidak mengetahui dari mana pelaku mengantongi nomor HP para pejabat,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Teroris, Perbatasan Kudus Dijaga Polisi

Polisi melakukan kegiatan antisipasi masuknya teroris di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi melakukan kegiatan antisipasi masuknya teroris di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Meski dilakukan penjagaan ketat, namun bukan berarti Kudus masuk dalam daftar wilayah yang kurang aman. Sebab dengan adanya pengamanan yang dilakukan justru lebih mengamankan Kudus.

Kasat Sabhara pada Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, pengamanan yang dilakukan bukan hanya di mapolres. Melainkan juga di beberapa wilayah di Kudus secara keseluruhan.

“Khususnya daerah perbatasan wilayah,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, kondisi Kudus kini masih dalam keadaan aman. Namun sesuai dengan instruksi yang dilakukan, maka pengamanan di berbagai lini tetap dilakukan.

Sebelumnya, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan adalah siaga satu. Sebagai bentuk bahwa semua daerah waspada adanya teror.

“Khususnya daerah keramaian serta perbatasan. Sehingga pengambilan kami tingkatkan untuk kenyamanan masyrakat,” ungkapnya.

Mengenai jumlah petugas yang disiagakan, kata Yunaldi secara keseluruhan sepertiga petugas polres Kudus. Sedangkan untuk masa selesai siaga satu, belum ditentukan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Gultor TNI Dikerahkan Sebagai Antisipasi Teror Pemilu 2014

JAKARTA-TNI menyiapkan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) untuk pengamanan Pemilu 2014. Tim Gultor dari berbagai matra di TNI itu, Jumat (24/1) mulai menggelar latihan dengan sandi ”Waspada Nusa V”.
”Latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan menjawab permasalahan terkait aksi teroris di objek vital strategis,” kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Boy Syahrir Qamar saat membuka Latgultor itu di Lapangan Batalyon 461 D Jati Kuncoto, Halim Perdanakusuma, kemarin.

Lanjutkan membaca