Dua Petugas Dilarikan ke IGD Pascaledakan di RSUD Soewondo Pati

Petugas tengah membersihkan puing-puing sisa ledakan almari pendingin jenazah, Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua petugas RSUD Soewondo Pati dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) pascaledakan lemari pendingin mayat di luar instalasi pemulasaran jenazah, Sabtu (14/10/2017).

Namun, Wakil Direktur RSUD Soewondo Tuti Ingniaty memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Kedua petugas yang dilarikan ke IGD disebut hanya mengalami kaget.

“Tidak ada korban. Hanya ada dua petugas yang kaget dan dibawa ke IGD. Satu petugas memang punya kelainan jantung, sehingga kaget waktu ada ledakan,” ungkap Tuti.

Baca: Lemari Pendingin Mayat RSUD Soewondo Pati Meledak

Dua petugas tersebut diketahui bernama Agus Hermanto (33), warga Sidoharjo dan Siti Kholisoh (26), warga Sambirejo. Keduanya sempat pingsan karena mendengar suara ledakan yang sangat keras.

“Setelah mengamankan dua petugas yang kaget, kita langsung melakukan perbaikan-perbaikan dan evakuasi lokasi kejadian,” papar Tuti.

Kondisi lemari pendingin jenazah sendiri sudah mengalami kerusakan sebelum mengalami ledakan. Karena itu, lemari tersebut ditaruh di luar instalasi pemulasaran jenazah.

Sumber lain menyebutkan, ledakan disebabkan kondisi freon pada lemari pendingin jenazah terlalu penuh. Akibatnya, lemari meledak dan memporak-porandakan bangunan di sekitarnya.

Editor: Supriyadi

Baca Juga: Ini Penyebab Lemari Pendingin Jenazah RSUD Soewondo Meledak

Ini Penyebab Lemari Pendingin Jenazah RSUD Soewondo Meledak

Wakil Direktur RSUD Soewondo Pati Tuti Ingniaty menjelaskan peristiwa lemari jenazah yang meledak, Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lemari pendingin jenazah yang terletak di luar instalasi pemulasaran jenazah RSUD Soewondo tiba-tiba meledak pada Sabtu (14/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Wakil Direktur RSUD Soewondo Tuti Ingniaty mengatakan, peristiwa itu terjadi saat petugas akan mengecek kerusakan lemari pendingin jenazah. Petugas mengambil gas untuk melakukan pengecekan bagian lemari pendingin jenazah yang rusak.

“Saat mengecek itu, kemungkinan nutupnya kurang kencang, kemudian meledak. Beruntung tidak ada korban,” ujar Tuti.

Baca: Lemari Pendingin Mayat RSUD Soewondo Pati Meledak

Sementara pihak humas RSUD Soewondo SOebagyo menjelaskan, petugas sempat mencampur oksigen dan oli sebelum ledakan itu terjadi.

“Mesinnya pendingin ada semacam oli, itu kita mau masukkan gitu. Oksigen kalau dicampur oli kan bisa terjadi ledakan,” papar dia.

Soebagyo juga mengaku sempat mendengar ledakan kencang, kendati ia berada di ruangan. Setelah dicek, ternyata suara ledakan itu muncul di luar ruang instalasi pemulasaran jenazah.

Akibat ledakan tersebut, teras luar instalasi pemulasaran mengalami kerusakan yang cukup parah. Ternit mengalami rontok dan genteng berjatuhan.

Editor: Supriyadi

Lemari Pendingin Mayat RSUD Soewondo Pati Meledak

Petugas tengah membersihkan puing-puing sisa ledakan almari pendingin jenazah, Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lemari pendingin jenazah di RSUD Soewondo Pati meledak, Sabtu (14/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sumber MuriaNewsCom yang enggan disebut namanya mengatakan, suara ledakan kencang menggema di seluruh kompleks rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata suara ledakan itu muncul dari ruang penyimpanan jenazah.

“Suara ledakannya kencang sampai terdengar jauh. Itu terjadi tadi pagi sekitar jam 09.00 WIB,” ujar dia.

Dari pantauan di lokasi kejadian, kondisi lemari pendingin jenazah itu hancur berkeping-keping. Tak hanya itu, atap depan ruang pemulasaran jenazah mengalami rontok seperti terkena ledakan bom.

Baca: Berantas Peredaran Uang Palsu di Pati, Kapolsek Sukolilo Ini Nyamar Jadi Pembeli Upal dan Kehilangan Rp 2 Juta

Ledakan itu juga menyebabkan genteng atap berjatuhan. Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Untungnya tidak ada jenazah yang disimpan dalam almari. Kalau ada mayatnya bisa bangun lagi dia,” ucap sumber.

Belum diketahui secara pasti penyebab meledaknya almari pendingin jenazah. Hingga berita ini turun, belum ada tanggapan dari pihak manajemen RSUD Soewondo.

Editor: Supriyadi

Terkait Satu Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu yang Disebut Warga Rembang, Ini Kata Kasat Reskrim

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Densus 88 Mabes Polri kembali mengamankan salah satu terduga pelaku penyerangan bom bunuh diri Terminal Kampung Melayu. Pelaku tersebut berinisial R alias B tersebut, informasinya berasal dari Rembang, Jawa Tengah.

Namun demikian, hingga saat ini, belum diketahui secara pasti, jika Rembang yang disebut-sebut oleh pihak kepolisian tersebut, merupakan Kabupaten Rembang atau daerah lainnya.

Informasinya, R ditangkap pada tanggal 27 Mei 2017 di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Pria tersebut diduga memiliki kaitan dengan pelaku teror bom Kampung Melayu.

R alias B diamankan sekitar pukul 14.40 WIB, saat bersama anaknya dan dibonceng oleh temannya berinisial K di Cibubur. R sempat diamankan karena diduga berkomunikasi dengan Ahmad Sukri (AS), salah satu pelaku bom Kampung Melayu.

Sontak, tertangkapnya R ini membuat sebagian warga di Kabupaten Rembang heboh. Beberapa netizen langsung mengunggah adanya informasi tertangkapnya R yang merupakan warga Rembang.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak Polres Rembang, R yang terduga komplotan pelaku pengeboman di Kampung Melayu  tersebut merupakan warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. “Berdasarkan informasi, itu warga Kecamatan Rembang,Kabupaten Purbalingga Mas” jelasnya.

Editor : Kholistiono

5 Peristiwa Gegerkan Kudus saat Januari 2016

MuriaNewsCom, Kudus –  Ada  beragam peristiwa yang terjadi selama Januari 2016 di Kabupaten Kudus. MuriaNewsCom mengumpulkannya untuk Anda sebagai pengingat.

1. Seorang pria tiba-tiba menggorok lehernya sendiri di tengah jalan tepatnya di Jalan Pedurungan Tengah V-A. Peristiwa itu menghebohkan warga karena banyaknya darah yang keluar dan bercecer. Kejadian pada Selasa (5/1/2016) dengan nama korban Endro purnomo (31) warga Dukuh Grogol RT04 RW04, Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

 

2. Pencuri mata uang Malaysia Ringgit di Kudus ditangkap. Totalnya 600 Ringgit serta uang Rp 7,5 juta. Pencuri di salah satu rumah di Kudus tertangkap di Solo. Korban adalah Roy Tamtama (39) Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo Kudus seorang karyawan swasta. Polisi menggelar kasus ini pada 22 Januari 2016.

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

3. Kirab 30 kelenteng se Indonesia yang mengikuti kegiatan dari Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, 24 Januari. Berbagai kelenteng menampilkan aksinya masing-masing. Termasuk di antaranya adalah aksi Kera Sakti beserta rombongan yang diperagakan oleh peserta kirab.

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

4. Paket diduga bom gegerkan warga Kudus. Yakni paketan berupa bungkusan kardus yang dikirmkan oleh jasa paket ke alamat Jalan Hos Cokroaminoto Desa Mlati Lor RT 2 RW 2, Kecamatan Kota, 28 Januari 2016. Paket itu ternyata adalah tumpukan gelas plastik.

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

5. Sebanyak 55 orang eks Gafatar asal Kudus dipulangkan dari Kalimantan, 29 Januari 2016. Mereka dijemput Pemkab Kudus dari Donohudan, Boyolali. Kedatangan mereka disambut Bupati Kudus, Musthofa di pendapa pemkab.

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

 

Editor : Akrom Hazami

Ada Kabar Bom Tapi Warga Malah Mendekat, Ini Jawaban Polres Kudus

Polres Kudus ketika mengamankan sebuah bungkusan yang diduga bom di Melati, Kecamatan Kota, Kudus kemarin Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polres Kudus ketika mengamankan sebuah bungkusan yang diduga bom di Melati, Kecamatan Kota, Kudus kemarin Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar adanya bom yang sempat menghebohkan warga Kudus kemarin Kamis (28/1/2016), terbilang aneh. Sebab mendengar kabar itu, masyrakat bukannya menghindar atau melarikan diri, melainkan mereka malah mendekat dan menyaksikan.

Melihat hal itu, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, masyarakat dihimbau supaya menjauhi dari lokasi kejadian. Cara yang dilakukan kemarin sudah berbagai hal mulai dari mengungsikan warga dari rumah hingga memasang gari polisi.

”Kami sudah meminta masyarat untuk menjauh dari daerah yang mungkin berpotensi. Dan untuk batasannya, kami memasang police line yang mengelilingi daerah yang diduga ada barang yang tidak diinginkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, petugas juga disiagakan di sekitar daerah lengkap dengan senjata. Mereka menghalau warga yang hendak datang untuk melihat karena dianggap berbahaya.

Pihak kepolisian mengucapkan terimakasih kepada warga yang melaporkan hal tersebut. Dia berharap warga lainnya dapat melakukan hal yang sama, jika mendapati hal yang demikian.

”Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Seperti halnya kemarin, dan syukur isinya bukan bom. Jadi warga tidak perlu khawatir. Meski demikian kami berharap jika menemukan hal yang mencurigakan langsung lapor kepada petugas,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, keamanan masyarakat merupakan prioritas. Sebab keberadaan petugas adalah untuk mengayomi dan membantu masyrakat secara umum. Kasus tersebut masih diselidiki petugas kepolisian. Meski demikian dia meyakinkan Kudus masih dalam taraf aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Amri, warga Rendeng, Kecamatan Kota yang menyaksikan hal itu mengatakan penasaran dengan kabar itu. Sehingga dia langsung datang ke lokasi untuk melihatnya secara langsung karena dekat dengan rumahnya.

”Iya kemarin penasaran, jadi lihat langsung datang karena ramai. Bahkan bukan hanya saya tapi banyak yang menyaksikannya,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Paket Diduga Bom di Kudus Bikin Gempar, Ternyata Ini Lho Isinya

Polisi memperlihatkan barang yang dikira bom di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Polisi memperlihatkan barang yang dikira bom di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Paket yang diduga bom di Jalan HOS Cokroaminoto Kudus, sempat menggegerkan warga kota setempat, Kamis (28/1/2016).

Sebelumnya, paket yang ditujukan ke Sugiyanto, pengontrak rumah Samini, memang membuat gempar.

Paket diterima Selfi (22), kerabat Samini, memang amat mencurigakan. Selain warga Kudus gempar, polisi juga dibuat pusing. Tak tanggung-tanggung, polisi khusus diturunkan.

Paket mencurigakan itu akhirnya dibawa ke Mapolres Kudus. Anggota polisi dan warga cemas. Takut jika paket itu benar-benar bom dan akan meledak seperti tragedi di Sarinah, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Polisi dari penjinak bahan peledak (jihandak) pun berupaya mengeksekusi. Paket dibuka perlahan-lahan. Dan terlihat isinya. Yaitu gelas plastik untuk kemasan air minum.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan tim Jihandak untuk mengambil barang itu. Dan setelah dibawa ke kantor polisi serta dibuka, ternyata barang itu berisi gelas plastik. “Berupa gelas plastik,” kata Kurniawan.

Untuk gelas plastik itu, polisi akan mengamankannya lebih dulu guna menyelidikinya lebih dalam. Pihaknya meminta agar warga tetap tenang. Serta diminta untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan lainnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kudus digegerkan dengan penemuan paket yang diduga bom di Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis.

Editor : Akrom Hazami

Rumah Tahanan Purwodadi Disterilkan dari Paham Radikalisme

Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono saat menyampaikan pembinaan pada penghuni Rutan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono saat menyampaikan pembinaan pada penghuni Rutan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Upaya mencegah penyebaran paham radikalisme di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tetapi, para penghuni rumah tahanan (rutan) Purwodadi.

Mereka mendapatkan pembinaan dari anggota Polres Grobogan. Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Rutan Purwodadi, Selasa (19/1/2016) itu dilakukan dalam rangka memberikan wawasan pada para penghuni.

“Untuk mencegah paham radikalisme ini salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembinaan. Selain pada penghuni rutan, pembinaan juga kita lakukan di sekolah, pesantren, rumah kos dan masyarakat umum,” ungkap Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono.

Menurutnya, pembinaan itu dilakukan sebagai tindak lanjut adanya peristiwa teror bom yang terjadi di Jakarta beberapa hari lalu.

Diharapkan, dengan pembinaan ini, para penghuni rutan nantinya tidak ikut dalam gerakan terlarang setelah mereka bebas.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Keamanan Rutan Purwodadi Bambang Sugiyono menambahkan, jumlah penghuni rutan saat ini ada 140 orang. Dari jumlah ini, 6 orang di antaranya adalah perempuan.

Selama ini, para penghuni rutan selalu mendapat pembinaan rutin. Baik pembinaan mental dan rohani serta keterampilan.

“Tidak ada penghuni yang terkait kasus terorisme. Kebanyakan tersangkut masalah pidana umum dan narkoba,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Bawa Peluru Asli dan Pistol, 4 Warga Pati Kena Razia Teroris di Jepara

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Empat orang warga Pati kena razia teroris saat anggota polisi Jepara melakukan kegiatan dampak bom Sarinah, Jakarta.  Hal itu karena mereka dianggap membahayakan orang lain.

Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi mengatakan, penangkapan warga asal Pati yakni di Desa Mulyoharjo. Penangkapan karena polisi menemukan barang mencurigakan.

“Yaitu dua pistol mainan, peluru asli lima buah, senjata tajam satu buah yang dibawa oleh empat orang asal Pati yang mengendarai mobil Avanza,” kata Slamet, Selasa (19/1/2016).

Aparat kepolisian dari Polres Jepara memang beberapa hari terakhir melakukan razia teroris ke sejumlah kendaraan di beberapa titik di jalan raya yang berada di Jepara. Razia yang dimulai sejak 14 Januari 2016 lalu itu, ada sejumlah barang yang disita, seperti pistol dan pedang yang ditemukan selama razia.

Saat polisi merazia di wilayah Desa Ngabul, polisi juga menemukan senjata tajam berupa pedang dalam mobil yang ditumpangi tiga orang asal Sleman Yogyakarta yang melintas di jalan Ngabul. “Sedangkan untuk miras, kami temukan di salah satu warung makan di kawasan terminal lama di Jepara,” terang Slamet.

Razia dilakukan sejak informasi mengenai tindak terorisme mengemuka seiring dengan adanya kasus di Jakarta beberapa waktu lalu.  Sejak saat itu, menurut dia, setiap malam Polres Jepara menggelar razia. “Ada sejumlah barang bukti yang kami sita, seperti pistol mainan, peluru asli, pedang, dan miras,” ujar Slamet.

Dia menambahkan, selain barang bukti yang diamankan, pihaknya juga mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan. Terutama yang diketahui membawa pistol dan peluru di mobilnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ruang ISIS dan Gafatar Dipersempit , Polisi Razia di Jalanan Pati-Gembong

Petugas gabungan dari empat polsek dibantu Polres Pati menggelar razia ISIS dan Gafatar di Jalan Pati-Gembong, Senin (18/1/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan dari empat polsek dibantu Polres Pati menggelar razia ISIS dan Gafatar di Jalan Pati-Gembong, Senin (18/1/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu, Gembong dan dibantu dengan petugas Polres Pati menggelar razia di Jalan Raya Pati-Gembong, Senin (18/1/2016). Razia itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan terorisme seperti ISIS, termasuk organisasi terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Kapolsek Gembong AKP Sugino yang memimpin operasi tersebut mengatakan, Jalan Pati-Gembong biasa menjadi akses alternatif Pati-Kudus di luar pantura. Karena itu, jalur tersebut menjadi salah satu target operasi ISIS dan Gafatar.

“Jalan Pantura sudah diamankan petugas dari Polres Pati dengan melakukan penebalan pasukan bersenjata di sejumlah titik. Padahal, akses menuju Pati bukan hanya bisa dilewati dari pantura saja. Inilah yang kami antisipasi,” kata Sugino saat ditanya MuriaNewsCom.

Dalam razia tersebut, sejumlah pengendara yang lewat diperiksa identitasnya. Tak hanya itu, bagasi sepeda motor dan mobil juga diperiksa untuk mengantisipasi adanya kemungkinan bahan peledak, senjata tajam, dan narkoba.

“Semua kami periksa, mulai dari bagasi hingga kartu pengenal diri, baik KTP maupun kartu anggota organisasi. Dari hasil razia, belum ditemukan adanya tanda-tanda anggota ISIS maupun Gafatar. Ke depan, operasi akan kami tingkatkan,” pungkasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Teroris, Perbatasan Kudus Dijaga Polisi

Polisi melakukan kegiatan antisipasi masuknya teroris di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi melakukan kegiatan antisipasi masuknya teroris di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Meski dilakukan penjagaan ketat, namun bukan berarti Kudus masuk dalam daftar wilayah yang kurang aman. Sebab dengan adanya pengamanan yang dilakukan justru lebih mengamankan Kudus.

Kasat Sabhara pada Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, pengamanan yang dilakukan bukan hanya di mapolres. Melainkan juga di beberapa wilayah di Kudus secara keseluruhan.

“Khususnya daerah perbatasan wilayah,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, kondisi Kudus kini masih dalam keadaan aman. Namun sesuai dengan instruksi yang dilakukan, maka pengamanan di berbagai lini tetap dilakukan.

Sebelumnya, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan adalah siaga satu. Sebagai bentuk bahwa semua daerah waspada adanya teror.

“Khususnya daerah keramaian serta perbatasan. Sehingga pengambilan kami tingkatkan untuk kenyamanan masyrakat,” ungkapnya.

Mengenai jumlah petugas yang disiagakan, kata Yunaldi secara keseluruhan sepertiga petugas polres Kudus. Sedangkan untuk masa selesai siaga satu, belum ditentukan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Keamanan Perbatasan Diperketat, Polisi Rembang Temukan Pengendara Bersenjata Tajam

 

Polres Rembang Gelar Operasi Cipta Kondisi di Perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur, Jumat (15/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Polres Rembang Gelar Operasi Cipta Kondisi di Perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur, Jumat (15/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Pasca aksi pengeboman dan penembakan di Sarinah Jakarta yang menewaskan 7 orang Kamis (14/1/2016) kemarin, Polres Rembang langsung memperketat pengamanan di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.

Operasi cipta kondisi digelar Polres Rembang di tapal batas Provinsi, masuk Desa Temperak Jumat (15/1/2016). Ratusan kendaraan yang melintas baik sepeda motor maupun mobil pribadi dan truk angkutan barang, tak luput dari pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, SIM, STNK, dan barang bawaan.

Dalam operasi tersebut, ditemukan 28 pelanggaran, satu di antaranya kedapatan membawa senjata tajam. Senjata tajam itu segera disita dari salah seorang pengendara, yakni Ainul Arifin, warga desa Sarang Kecamatan Sarang. Selanjutnya Arifin diperiksa oleh Satuan Reskrim Polres Rembang.

Kapolres Rembang, AKBP Winarto mengungkapkan operasi cipta kondisi tersebut merupakan tindak lanjut perintah dari Mabes Polri untuk mengantisipasi aksi terorisme di daerah. Operasi tersebut dilakukan sejak Kamis (14/1/2016) malam.

”Untuk siaga satu, Mabes Polri memerintahkan semua kepolisian untuk bersiaga. Nanti malam kita gabungan antara TNI dengan Polri,” ungkapnya.

Winarto menyatakan, bersama dengan seluruh elemen, baik Pemkab dan Kodim 0720, saling bahu-membahu melakukan pengawasan terkait potensi-potensi yang bisa membahayakan keamanan wilayah.

”Bersama jajaran TNI, jika kami membutuhkan bantuan Kodim, Kodim siap. Begitu juga dengan Polres, jika Kodim membutuhkan bantuan kami, maka kami pun siap,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)