Kabar Gembira, Pelayanan Kawin Suntik Ternak Sapi di Grobogan Gratis Hingga Akhir Tahun

Petugas inseminator Disnakkan Grobogan sedang mengecek kondisi reproduksi sapi betina sebelum dikasih inseminasi buatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, GroboganKabar gembira bagi Anda pemilik sapi di Grobogan. Pasalnya, hingga akhir tahun nanti ada program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik gratis.

Artinya, masyarakat yang menginginkan pelayanan IB oleh petugas, tidak akan dipungut biaya. Sebelumnya, saat menggunakan jasa kawin suntik ini, biayanya berkisar Rp 50 ribu untuk sekali suntikan.

”Saat ini lagi ada program pelayanan IB gratis dari pemerintah. Bagi pemilik sapi betina, harap manfaatkan kesempatan IB gratis ini,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto, Jumat (18/8/2017).

Pelayanan IB gratis itu diluncurkan untuk mendukung program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan jumlah populasi sapi. Adapun sasaran jangka panjangnya adalah untuk mendukung target swasembada daging.

Menuurt Riyanto, dalam program tersebut ditargetkan ada sekitar 80 ribu ekor sapi betina yang terjangkau pelayanan IB gratis. Dari jumlah sapi yang dikawin suntik dengan bibit unggul tersebut diharapkan tingkat keberhasilannya berkisar 73 persen, atau hampir 60 ribu ekor sapi bunting.

”Untuk pelayanan IB kita punya 43 orang petugas inseminator dan 9 inseminator pembantu. Petugas IB ini tersebar di 34 wilayah kerja yang sudah kita tentukan,” jelasnya.

Selain pelayanan IB, dalam Upsus Siwab ada progam penanganan gangguan reproduksi terhadap sapi betina. Terutama, untuk sapi yang dikategorikan majer atau mandul. Penanganannya akan dilakukan dengan pemberian hormon khusus dan pakan berkualitas berupa konsentrat.

Setelah sapi majer ini sehat, nantinya akan diberikan pelayanan IB ketika masa birahi. Jika sekali dikasih IB belum juga bunting maka pada masa birahi selanjutnya akan dikawin suntik ulang.

Kalau sampai beberapa kali gagal bunting, maka sapi tersebut baru betul-betul dilabeli majer dan selanjutnya bisa diafkir atau dipotong untuk dijual dagingnya.

Editor: Supriyadi