Puluhan Atlet Tenis di Pati Dapat Bantuan Rp 50 Juta

: Sebanyak 12 atlet tenis lapangan junior berprestasi menerima bantuan dari Pelti di Kantor DPRD Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 12 atlet junior berprestasi asal Pati mendapatkan bantuan dari Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati. Penyerahan bantuan diserahkan Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto di Kantor DPRD Pati, Rabu (27/12/2017).

Selain atlet junior berprestasi, lima pelatih dan klub juga mendapatkan bantuan. Total bantuan yang diserahkan, yakni Rp 50 juta.

“Kami memberikan bantuan berupa uang tunai dan peralatan tenis lengkap. Semuanya kami berikan agar mereka terus mengukir prestasi dan membawa nama baik Kabupaten Pati,” ujar Joni.

Salah satu atlet yang mendapatkan bantuan, antara lain Diah Ayu Novita (13), siswi SMPN 1 Margoyoso asal Cebolek Kidul. Dia merupakan atlet junior berprestasi yang reputasinya sudah dikenal di dunia.

Terakhir, dia meraih juara dua dalam sebuah kompetisi internasional di Malaysia. Dia mengaku bangga bisa mengalahkan puluhan atlet dari berbagai dunia.

“Bangga bisa mengalahkan atlet dari berbagai dunia. Semuanya berkat kerja keras, latihan rutin, serta dukungan dari Pelti dan orangtua,” tuturnya.

Menurutnya, lawan paling berat saat bertanding dalam kejuaraan internasional di Malaysia merupakan atlet tuan rumah. Dengan perjuangan yang berat, dia akhirnya cukup puas bisa meraih juara dua.

Sementara untuk kategori ganda, dia berhasil membawa pulang juara pertama mengalahkan banyak atlet ganda dari berbagai dunia. Diah mengaku bangga karena bisa membawa nama harum tanah kelahirannya, Pati.

Editor: Supriyadi

Berangkatkan Tim Tenis Pra Porprov, Pati Yakin Rebut Juara

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto (batik biru) bersama atlet tenis dan official bersiap bertolak ke Semarang untuk Pra-Porprov Jateng. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Pati memberangkatkan tim tenis yang berjumlah sepuluh atlet untuk Pra-Porprov ke Semarang. Para atlet unggulan diberangkatkan dari Gedung DPRD Pati, Kamis (2/11/2017).

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan atlet pilihan untuk berlaga di Pra-Porprov Jateng. Dia ingin membuktikan bila atlet hasil binaan bisa bersaing.

“Saya sudah meminta kepada pelatih dan official untuk serius, sehingga bisa lolos ke Solo. Kami ingin membuktikan bahwa atlet hasil binaan dapat bermain maksimal dan memberikan yang terbaik,” ujar Joni.

Menurutnya, kalah atau menang sudah menjadi hal biasa. Karena itu, dia meminta kepada para pemain bisa menunjukkan keseriusan dan bisa memaksimalkan kemampuan bermain tenis lapangan.

Joni juga menyinggung adanya jual-beli pemain di daerah lain. Dia sempat protes karena jual-beli pemain justru tidak bisa membina atlet dengan baik.

“Daerah lain takut berangkat karena ada jual-beli pemain. Akibatnya, atlet-atlet yang dibina malas karena tidak pernah dipakai. Ini kita akan buktikan bahwa Pati bisa tanpa harus beli pemain,” ucap Joni.

Beatrice Candra Iswara (17), salah satu pemain tenis lapangan asal Pati mengaku optimistis bisa memenangkan pertandingan. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk melawan para pemain unggulan dari daerah lain.

“Persiapannya latihan keras setiap hari, siapin fisik juga. Saya bersama tim akan berjuang sekuat tenaga, yakin dan optimistis bisa menjadi juara,” ungkap Beatrice.

Tim tenis dari Pati akan berhadapan dengan pemain di wilayah satu, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Kudus, Jepara, Rembang dan Grobogan. Dua daerah teratas akan langsung lolos ke Solo.

Editor: Supriyadi

Ini Para Juara Kejurnas Pelti Pati Open 2017

Para pemenang berfoto bersama usai menerima piala Kejurnas Pelti Pati Open di lapangan tenis eks-karesidenan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejuaraan nasional (kejurnas) Pelti Pati Open 2017 sukses digelar di Pati. Sejumlah pemenang telah ditetapkan, Minggu (29/10/2017).

Untuk kategori tim ganda putra prestasi dimenangkan Bagus Laksono dan Rindosa Wijaya dari Sukoharjo, disusul Athallah Firdianto dan Bagas Pratama dari Semarang dan Kaltim, Yoga dan Agung dari Jogja dan Malang, serta Andery dan Farras dari Surabaya.

Kategori 90 tahun, Kejurnas Pelti Pati Open diraih pasangan Bonit dan Indaryanto dari Surabaya, Budi dan Roni dari Bandung, Noor Iman dan Dony Collin dari Surabaya dan Medan, serta Bejo santoso dan Suprapto dari Semarang.

Adapun kategori 100 tahun dijuarai pasangan Noor Iman dan Sukimin dari Surabaya dan Kaltim, Agus dan Eri dari Kodam IV/Diponegoro, Dony dan Chistian dari Medan dan Sorong, serta Mustoha dan Suradi dari Surabaya dan Ngawi.

Sementara kategori 110 tahun dimenangkan pasangan dari Blora, Budi dan Slamet, Abdul Halim dan Mustoha dari Kaltim dan Surabaya, Sudik dan Sudibyo dari Purwodadi dan Pati, serta Eko dan Irwan dari Jogja dan Klaten.

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto mengucapkan selamat kepada para juara yang sudah berjuang untuk menyemarakkan kompetisi tenis tingkat nasional di Pati.

“Saya lihat semua pemain sangat hebat sebagai petenis terbaik di daerahnya. Selain bertujuan untuk mengasah kemampuan petenis, Kejurnas ini menjadi wadah bagi para pemain untuk mendulang prestasi,” kata Joni, Senin (30/10/2017).

Selama ini, lanjut Joni, kondisi olahraga tenis lapangan tingkat nasional mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Karena itu, pihaknya ingin mengawal dunia tenis lapangan nasional dari Pati.

Bahkan, Joni berharap atlet nasional akan terus berdatangan ke Pati karena kompetisi serupa akan dihelat setiap tahunnya. “Dimulai dari Pati, tenis lapangan nasional akan maju,” tutup Joni dengan nada optimis.

Editor: Supriyadi

Pertandingan Tenis Bupati Pati Cup XV Digelar Pekan Depan

Ketua PELTI Pati Joni Kurnianto (batik hitam) berfoto bersama usai menggelar pelatihan dan sertifikasi wasit tenis di lapangan indoor Joyokusumo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pertandingan tenis lapangan Bupati Pati Cup XV akan digelar pada 15-17 September 2017 pekan depan.

Pertandingan akan diikuti pemain terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini event tahunan yang akan melibatkan para petenis dari berbagai kota di Indonesia,” ujar Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Pati Joni Kurnianto, Jumat (8/9/2017).

Menurutnya, kompetisi tahunan itu tidak hanya bertujuan untuk memberikan wadah bagi atlet tenis dari Pati. Lebih dari itu, Joni ingin dunia tenis lapangan di Indonesia maju yang dimulai dari Pati.

Selama ini, Indonesia cukup banyak kehilangan potensi atlet dari lokal. Padahal, atlet lokal tidak kalah hebat saat bertanding di panggung kompetisi nasional.

Karenanya, Joni ingin menggali potensi bakat-bakat dari atlet lokal untuk dimunculkan di panggung nasional dan internasional. Pencarian bakat itu dimulai dari event-event yang dihelat di Pati setiap tahunnya.

Selain kompetisi tenis, PELTI Pati juga akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi pelatih tenis lapangan di Gedung KONI Pati dan lapangan tenis indoor Joyokusumo pada 28-30 September 2017 mendatang. Program sertifikasi tersebut diharapkan bisa mencetak pelatih tenis berkualitas di Kabupaten Pati.

“Kemarin kita sudah mengadakan penataran dan sertifikasi wasit tenis lapangan se-Kabupaten Pati. Semua dilakukan agar dunia tenis di Pati bisa maju, dari atlet, wasit dan pelatihnya,” pungkas Joni.

Editor: Supriyadi

Kudus Borong Medali Emas Kejurprov Tenis Meja 2017

Tim tenis meja asal Kudus saat foto bersama di Bojonegoro, Jawa Timur. (Tim Tenis Meja Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejurprov Tenis Meja 2017  telah usai dilaksanakan, di Banjarnegara, Minggu  (27/8/2017). Pada kejuaraan tersebut, kembali Kudus berhasil memborong juara umum dan membawa pulang banyak medali emas.

Heni Sandra, perwakilan pelatih tim tenis meja Kudus mengatakan, pada pertandingan yang diselenggarakan selama lima hari itu, Kudus membawa sembilan medali emas, tiga medali perak dan delapan perunggu.

“Alhamdulillah PTM Kudus kembali jadi juara umum di Kejurprov Tenis Meja 2017. Sejumlah medali kembali terkumpul dan itu membanggakan Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya beberapa medali emas yang didapat Kudus meliputi juara beregu pemula putra, beregu pemula putri,  beregu juara putra, beregu junior putri, dan tunggal junior putri. Sedang untuk yang medali perak, seperti beregu kadet putra dan beregu kadet putri.

Dengan perolehan tersebut, Kudus mendapatkan medali paling banyak dengan jumlah 20 medali. Hal itu pula yang menbuat Kudus menjadi juara umum dalam Kejurprov Tenis Meja tahun ini.

Sementara, posisi kedua perolehan terbanyak medali adalah Cilacap dengan 6 medali. 6 medali meliputi tiga emas,  dan tiga perak, ketiga adalah Klaten dengan  9 medali meliputi satu medali emas, empat medali perak dan empat perunggu.

Untuk tuan rumah juga kalah jauh dengan daerah lain, tuan rumah terpaksa puas dengan perolehan satu emas dan tiga perunggu. Sedang daerah lain seperti Blora dan Kendal juga harus puas dengan satu medali perunggu.  

Editor : Akrom Hazami

Ini Alasan Kejuaraan Nasional Tenis Banyak Dihelat di Pati

 Pengurus Pelti Pati berfoto bersama dengan seniman cilik, usai memainkan kesenian tradisional pada pembukaan kejurnas tenis Pelti Pati Open, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengurus Pelti Pati berfoto bersama dengan seniman cilik, usai memainkan kesenian tradisional pada pembukaan kejurnas tenis Pelti Pati Open, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati menggelar kejuaraan nasional tenis sebanyak dua kali selama 2016. Tak tanggung-tanggung, kejurnas yang digelar Pelti Pati menyedot perhatian para petenis nasional dari seluruh Indonesia, hingga petenis internasional.

Ketua Pelti Pati, Joni Kurnianto mengatakan, kejurnas tenis yang dihelat di Pati memang mendapatkan respons dan apresiasi dari Pelti Pusat. Bahkan, banyak sponsorship yang menawarkan Pelti Pati untuk menyelenggarakan kejurnas pada 2017.

“Tahun ini, kita sudah mendapatkan tawaran dari pihak sponsor untuk menggelar kejurnas di Pati pada 2017. Kita terima dengan baik, karena memang antusiasme peserta tenis dari seluruh Indonesia sangat luar biasa. Kita pastikan ada kejurnas lagi di Pati tahun depan,” kata Joni, Jumat (2/12/2016).

Ada sejumlah alasan yang membuat kejurnas beberapa kali digelar di Pati. Salah satunya, tempat penyelenggaraan tenis yang strategis, tidak jauh dari jantung kota, serta penginapan atau hotel yang tidak jauh dari lapangan kompetisi. Iklim kompetisi juga diakui berlangsung baik dan sehat.

Terlebih, banyak pihak sponsor dari luar daerah yang ingin kejurnas diadakan di Pati. Dari berbagai pertimbangan tersebut, Joni mengaku siap untuk menggelar kejurnas lagi pada 2017. Kesiapan itu disambut dengan upaya membenahi lapangan supaya lebih baik dan penambahan lapangan indoor untuk mengantisipasi pada saat musim hujan.

Dia berharap, geliat dunia olahraga bidang tenis yang semakin meningkat dapat menciptakan atlet-atlet tenis berbakat dari Kabupaten Pati. Melalui kejurnas yang diadakan di Pati, para atlet tenis dari Pati diharapkan bisa melenggang menjadi juara di tingkat nasional, bahkan internasional.

Editor : Kholistiono

Puluhan Mantan Petenis Nasional Ikuti Kejurnas Ganda Putra Pelti Pati Open 2016

Petenis ganda putra tengah bermain sengit pada babak awal kejurnas tenis nasional di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petenis ganda putra tengah bermain sengit pada babak awal kejurnas tenis nasional di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 85 pasang mantan petenis nasional mengikuti kejuaraan nasional ganda putra Pelti Pati Open 2016 di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). Mereka berkompetisi untuk memperebutkan prestasi, piala dan hadiah total Rp 60 juta.

Peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok prestasi dengan usia atlet minimal 14 tahun, kelompok 90 tahun dengan usia atlet minimal 40 tahun, kelompok 100 tahun dengan usia atlet minimal 45 tahun, dan kelompok 110 tahun dengan usia atlet minimal 50 tahun. Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (2/12/2016) hingga Minggu (4/12/2016).

“Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari wilayah Karesidenan Pati, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Jambi, Kalimantan Timur, dan masih banyak lagi lainnya. Kita ingin membawa pemain-pemain di Pati tergerak dan belajar melihat pemain-pemain nasional yang datang, baik dari kelompok prestasi maupun kelompok umur atau veteran,” ujar Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto.

Hadirnya pemain-pemain tenis nasional di Pati diharapkan bisa membawa gairah petenis di Pati agar semakin meningkat. Selain itu, kejurnas dihelat bertujuan untuk mempererat persaudaraan, mengikat antarpemain terbaik di seluruh Indonesia, baik yang berprestasi maupun veteran.

“Dunia tenis di Pati akan terus kita geber dan kejurnas akan menjadi agenda tahunan di Pati. Lapangan tenis di Pati nantinya juga akan diperbaiki. Kita juga berencana akan menambah lapangan indoor untuk mengantisipasi terganggunya permainan pada musim hujan,” tutur Joni.

Sementara itu, Amlis Chaniago, salah satu petenis asal Pati mengaku senang bisa bertanding dengan mantan petenis nasional melalui kejurnas. Pada babak awal, pria yang menjabat sebagai Kasat Shabara Polres Pati ini berhasil memenangkan pertandingan melawan petenis asal Blora dengan skor 8-6.

Pada babak selanjutnya, dia bersama pasangannya akan melawan petenis asal Kudus. “Saya akui, lawan-lawan kita ini sangat berat dikalahkan. Wajar saja, mereka mantan petenis nasional. Tapi, kita tetap semangat dan merasa beruntung bisa bertanding melawan mereka,” ucap Amlis.

Dia mengaku sering latihan untuk menghadapi kejurnas tersebut. Hal itu diharapkan bisa menjadi bekal untuk bertanding melawan para mantan petenis nasional. “Kami berharap, kegiatan serupa kembali dihelat menjadi agenda tahunan. Kalaupun nanti kalah, agenda ini menjadi ajang untuk menjalin persaudaraan antarpemain tenis nasional,” tandas Amlis.

Editor : Kholistiono

214 Atlet Ramaikan Kompetisi Kejuaraan Tenis Bupati Pati Cup 2016

Salah seorang petenis tengah memukul bola dalam kejuaraan tenis lapangan Bupati Pati Cup 2016 di Lapangan Bakorwil I Pati, Jumat (26/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah seorang petenis tengah memukul bola dalam kejuaraan tenis lapangan Bupati Pati Cup 2016 di Lapangan Bakorwil I Pati, Jumat (26/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejuaraan tenis lapangan Bupati Pati Cup 2016 digelar di Lapangan Bakorwil I Pati, Jumat (26/8/2016). Sebanyak 214 atlet tenis lapangan siap bertanding dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Dari 214 atlet, pertandingan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok umum dan junior. Kelompok umum melibatkan atlet dari Kabupaten Pati, sedangkan kelompok junior berasal dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Kudus, dan sekitarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati Pati Cup 16, Tristiyadi mengatakan, ada yang berbeda dari kejuaraan kali ini dibanding tahun lalu. Tahun lalu, peserta hanya diikuti sekitar 80 atlet. Namun, sekarang diikuti 214 atlet dengan menghadirkan kejutan berupa doorprize.

“Tahun ini, ada undian hadiah berupa doorprize dari sponsor untuk para pemain dan penonton. Selain itu, para peserta yang ikut mencapai 214 atlet. Artinya, geliat olahraga di bidang tenis lapangan di Kabupaten Pati mulai diminati. Para peserta terlihat sangat antuasis mengikuti kompetisi ini,” kata Tristiyadi.

Rencananya, pihaknya akan menggelar pertandingan eksibisi pada acara penutupan pada Minggu (28/8/2016). Dalam pertandingan eksibisi, panitia menghadirkan atlet nasional sehingga bisa dinikmati penggila tenis di Kabupaten Pati.

Abdul Rokhim, petenis asal Winong mengaku senang dengan adanya kompetisi tenis lapangan Bupati Pati Cup 2016. Kompetisi diakui bisa menjadi wadah bagi para atlet untuk terus berlatih dan mengukir prestasi.

“Kalau ada kejuaraan, kita punya wadah untuk mendulang prestasi. Untuk menjadi juara, kita harus berlatih setiap hari. Dengan begitu, kejuaraan seperti ini bisa memompa semangat para petenis di Pati dan sekitarnya untuk giat berlatih,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono