Cium Indikasi Jual-Beli Atlet Tenis di Pra-Porprov, Pelti Pati Layangkan Protes ke Panitia

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto saat mengungkap adanya indikasi jual-beli atlet pada ajang Pra-Porprov Jateng. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati Joni Kurnianto melayangkan protes keras, setelah mencium adanya indikasi jual-beli atlet tenis lapangan pada Pra-Porprov Jateng 2017.

Joni menyayangkan sikap panitia pelaksana Pra-Porprov yang hanya diam melihat adanya indikasi di sejumlah kabupaten atau kota yang membeli pemain. Karena itu, protes itu tidak hanya ditujukan kepada panitia pelaksana, tetapi juga pengurus Pelti Provinsi Jawa Tengah.

“Kita harus ingat, kita ini mau membina atau membinasakan atlet? Kalau cuma mau menang, ya beli pemain saja, nggak usah ada pembinaan. Untuk apa pembinaan kalau akhirnya atlet binaan tidak diikutkan dan malah beli atlet,” sindir Joni.

Menurut dia, jual-beli atlet akan berdampak buruk pada masa depan dunia olahraga Indonesia. Pasalnya, jual-beli atlet mengesampingkan atlet binaan sehingga mereka tidak punya motivasi untuk berlatih.

Joni sadar, atlet dari Pati yang akan bertanding pada Pra-Porprov Jateng sulit untuk menang. Sebab, ada indikasi daerah lain yang membeli atlet.

Kendati demikian, dia tetap memberangkatkan tim pemain tenis binaan agar mereka punya kesempatan bertanding dan memiliki motivasi untuk terus berlatih. Dia tidak ingin mengecewakan atlet binaan dengan membeli atlet dari daerah lain.

“Saya tahu kok, kekuatan kita sama mereka jauh, tapi tetap saya berangkatkan. Kenapa? Tujuannya untuk membangkitkan semangat anak-anak yang dibina. Kalau kita tidak berangkatkan, mereka pasti mikir: kita latihan untuk apa?” jelas Joni.

Saat ini, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada pegiat olahraga untuk memajukan dunia olahraga di kancah dunia. Cita-cita itu disebut Joni tidak akan berhasil bila tidak dilakukan pembinaan atlet dari akar rumput.

Karena itu, Joni menolak keras adanya jual-beli atlet dalam ajang Pra-Porprov Jateng. Dia menilai, jual-beli atlet hanya akan membinasakan atlet binaan di daerah.

Editor: Supriyadi

Ini Daftar Atlet yang Juarai Kompetisi Tenis Lapangan Bupati Pati Cup 2017

Bupati Pati Haryanto (putih) berfoto dengan salah satu juara dalam Kompetisi Tenis Lapangan Bupati Pati Cup 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 293 atlet yang mengikuti Kejuaraan tenis lapangan Bupati Pati Cup 2017 yang digelar di Lapangan Tenis Bakorwil, SMAN 1 Pati dan Joyokusumo pada 15-17 September 2017.

Kompetisi yang berlangsung cukup ketat tersebut akhirnya menelurkan sejumlah atlet berbakat dari eks-Karesidenan Pati, termasuk dari luar Pulau Jawa.

“Kompetisinya sangat ketat dan seru. Dari kelompok single junior ada 85 atlet yang berpartisipasi, sedangkan kelompok ganda melibatkan 104 pasang atlet,” ujar Ketua PELTI Pati Joni Kurnianto, Selasa (19/9/2017).

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, kompetisi serupa harus digelar setiap tahunnya untuk mencari bibit-bibit unggul yang bisa dikirim untuk kejuaraan nasional dan internasional.

Saat ini, kata dia, atlet olahraga dari Pati kerap menorehkan prestasi di tingkat nasional. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan agar atlet olahraga dari Pati bisa membawa nama baik daerahnya.

Adapun pemenangnya, antara lain Kevin Putra dari Pati sebagai juara pertama kelompok 12 tahun putra dan Kholisa Siti dari Kudus sebagai juara pertama kelompok 12 tahun putri.

Kelompok 14 tahun putra dimenangkan M Aldi dari Kudus, sedangkan putri diraih Diah Ayu Novita dari Pati. Juara pertama kelompok 16 tahun putra dimenangkan Iqbal dari Kudus dan Safa Dheani dari Kudus untuk kelompok putri.

Di kelompok prestasi dimenangkan pasangan Eko dan Kim, kelompok 90 tahun diraih pasangan Darto dan Zeni, sedangkan kelompok 100 tahun disabet pasangan Aral dan Ujianto.

Ada pula kelompok 110 tahun dengan pasangan Hadi dan Imam bertengger di posisi pertama, serta pasangan Darminto dan Zaenudin pada kelompok 120 tahun.

Pada kelompok ganda campuran, posisi pertama dimenangkan pasangan Ima dan Tato. Sementara ganda putri dimenangkan pasangan Andayani dan Nonik.

Editor: Supriyadi

Ini Alasan Kejuaraan Nasional Tenis Banyak Dihelat di Pati

 Pengurus Pelti Pati berfoto bersama dengan seniman cilik, usai memainkan kesenian tradisional pada pembukaan kejurnas tenis Pelti Pati Open, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengurus Pelti Pati berfoto bersama dengan seniman cilik, usai memainkan kesenian tradisional pada pembukaan kejurnas tenis Pelti Pati Open, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati menggelar kejuaraan nasional tenis sebanyak dua kali selama 2016. Tak tanggung-tanggung, kejurnas yang digelar Pelti Pati menyedot perhatian para petenis nasional dari seluruh Indonesia, hingga petenis internasional.

Ketua Pelti Pati, Joni Kurnianto mengatakan, kejurnas tenis yang dihelat di Pati memang mendapatkan respons dan apresiasi dari Pelti Pusat. Bahkan, banyak sponsorship yang menawarkan Pelti Pati untuk menyelenggarakan kejurnas pada 2017.

“Tahun ini, kita sudah mendapatkan tawaran dari pihak sponsor untuk menggelar kejurnas di Pati pada 2017. Kita terima dengan baik, karena memang antusiasme peserta tenis dari seluruh Indonesia sangat luar biasa. Kita pastikan ada kejurnas lagi di Pati tahun depan,” kata Joni, Jumat (2/12/2016).

Ada sejumlah alasan yang membuat kejurnas beberapa kali digelar di Pati. Salah satunya, tempat penyelenggaraan tenis yang strategis, tidak jauh dari jantung kota, serta penginapan atau hotel yang tidak jauh dari lapangan kompetisi. Iklim kompetisi juga diakui berlangsung baik dan sehat.

Terlebih, banyak pihak sponsor dari luar daerah yang ingin kejurnas diadakan di Pati. Dari berbagai pertimbangan tersebut, Joni mengaku siap untuk menggelar kejurnas lagi pada 2017. Kesiapan itu disambut dengan upaya membenahi lapangan supaya lebih baik dan penambahan lapangan indoor untuk mengantisipasi pada saat musim hujan.

Dia berharap, geliat dunia olahraga bidang tenis yang semakin meningkat dapat menciptakan atlet-atlet tenis berbakat dari Kabupaten Pati. Melalui kejurnas yang diadakan di Pati, para atlet tenis dari Pati diharapkan bisa melenggang menjadi juara di tingkat nasional, bahkan internasional.

Editor : Kholistiono

Puluhan Mantan Petenis Nasional Ikuti Kejurnas Ganda Putra Pelti Pati Open 2016

Petenis ganda putra tengah bermain sengit pada babak awal kejurnas tenis nasional di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petenis ganda putra tengah bermain sengit pada babak awal kejurnas tenis nasional di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 85 pasang mantan petenis nasional mengikuti kejuaraan nasional ganda putra Pelti Pati Open 2016 di Lapangan Karesidenan Pati, Jumat (2/12/2016). Mereka berkompetisi untuk memperebutkan prestasi, piala dan hadiah total Rp 60 juta.

Peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok prestasi dengan usia atlet minimal 14 tahun, kelompok 90 tahun dengan usia atlet minimal 40 tahun, kelompok 100 tahun dengan usia atlet minimal 45 tahun, dan kelompok 110 tahun dengan usia atlet minimal 50 tahun. Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (2/12/2016) hingga Minggu (4/12/2016).

“Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari wilayah Karesidenan Pati, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Jambi, Kalimantan Timur, dan masih banyak lagi lainnya. Kita ingin membawa pemain-pemain di Pati tergerak dan belajar melihat pemain-pemain nasional yang datang, baik dari kelompok prestasi maupun kelompok umur atau veteran,” ujar Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto.

Hadirnya pemain-pemain tenis nasional di Pati diharapkan bisa membawa gairah petenis di Pati agar semakin meningkat. Selain itu, kejurnas dihelat bertujuan untuk mempererat persaudaraan, mengikat antarpemain terbaik di seluruh Indonesia, baik yang berprestasi maupun veteran.

“Dunia tenis di Pati akan terus kita geber dan kejurnas akan menjadi agenda tahunan di Pati. Lapangan tenis di Pati nantinya juga akan diperbaiki. Kita juga berencana akan menambah lapangan indoor untuk mengantisipasi terganggunya permainan pada musim hujan,” tutur Joni.

Sementara itu, Amlis Chaniago, salah satu petenis asal Pati mengaku senang bisa bertanding dengan mantan petenis nasional melalui kejurnas. Pada babak awal, pria yang menjabat sebagai Kasat Shabara Polres Pati ini berhasil memenangkan pertandingan melawan petenis asal Blora dengan skor 8-6.

Pada babak selanjutnya, dia bersama pasangannya akan melawan petenis asal Kudus. “Saya akui, lawan-lawan kita ini sangat berat dikalahkan. Wajar saja, mereka mantan petenis nasional. Tapi, kita tetap semangat dan merasa beruntung bisa bertanding melawan mereka,” ucap Amlis.

Dia mengaku sering latihan untuk menghadapi kejurnas tersebut. Hal itu diharapkan bisa menjadi bekal untuk bertanding melawan para mantan petenis nasional. “Kami berharap, kegiatan serupa kembali dihelat menjadi agenda tahunan. Kalaupun nanti kalah, agenda ini menjadi ajang untuk menjalin persaudaraan antarpemain tenis nasional,” tandas Amlis.

Editor : Kholistiono

Pelti Pati Kembali Gelar Kejuaraan Tenis Nasional

Mantan petenis dunia, Yayuk Basuki (dua dari kanan) memberikan semangat para pemain tenis dalam kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mantan petenis dunia, Yayuk Basuki (dua dari kanan) memberikan semangat para pemain tenis dalam kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati kembali menggelar kejurnas tenis pada 2-4 Desember 2016, setelah sebelumnya sukses menghelat kejurnas tingkat junior. Kejurnas Tenis Ganda Putra ini akan mempertandingkan beberapa kelompok.

Pertama, kelompok prestasi dengan usia atlet minimal 14 tahun. Kedua, kelompok 90 tahun dengan usia atlet minimal 40 tahun. Ketiga, kelompok 100 tahun dengan usia atlet minimal 45 tahun, dan terakhir kelompok 110 tahun dengan usia atlet minimal 50 tahun.

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto kepada MuriaNewsCom, Selasa (08/11/2016) mengatakan, kejurnas bergengsi tersebut akan memperebutkan Piala Pelti Pati Open 2016 yang pertama kali dihelat. Hal itu mengingat banyaknya masukan dan permintaan para pemain dari berbagai daerah.

“Pelti Pati saat ini memang tengah menjadi pusat perhatian para petenis dari seluruh Indonesia, karena rutin menggelar kejurnas. Pelaksanaannya juga selalu sukses. Hal itu yang membuat para petenis dari berbagai daerah di Indonesia meminta agar Pelti Pati kembali menggelar event kejurnas,” ujar Joni.

Dalam turnamen nantinya, kompetisi bersifat perseorangan, bukan beregu. Setiap peserta yang mendaftar merupakan satu pasangan. Pendaftaran peserta bisa dilakukan mulai Selasa (08/11/2016) hingga Kamis (01/12/2016).

Joni memperkirakan, kejurnas bergengsi ini akan diikuti sekitar seratus pasangan dari berbagai kabupaten atau kota di Indonesia. Pasalnya, sejumlah petenis dari berbagai daerah sudah menghubungi Pelti Pati dan banyak yang memastikan datang untuk berkompetisi.

Seperti event-event sebelumnya, kejurnas Pelti Pati Open 2016 akan dihelat di tiga lapangan, yaitu Karesidenan Pati, indoor Kompleks Stadion Joyokusumo, dan SMAN 1 Pati. Mereka ditantang untuk bertanding dan menjadi juara, serta memperebutkan piala, sertifikat dengan total hadiah Rp 60 juta.

Adapun kontak person pendaftaran yang bisa dihubungi, antara lain 081325643333 (Sudibyo, Pati), 0818395463 (Bonit, Surabaya), 081330404560 (Noor Imam, Surabaya), atau 08122500256 (Budi, Semarang). Pendaftaran ditutup pada 1 Desember 2016 pukul 13.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Ini Para Pemenang Kejuaraan Nasional Tenis Junior Pelti Pati

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejuaraan Nasional Tenis Junior Pelti Pati Apkomindo-Luwak White Koffie yang dihelat di Kabupaten Pati berlangsung sukses. Sejumlah petenis junior dari usia 10, 12, 14, dan 16 tahun dinobatkan sebagai pemenang, Jumat (21/10/2016).

Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto memberikan apresiasi kepada putra-putri bangsa yang telah berjuang dalam kompetisi akbar berskala nasional. Kejurnas diharapkan menjadi ajang untuk mendulang prestasi, sekaligus menjadi bekal bagi mereka untuk berkompetisi pada event-event tingkat nasional maupun internasional lainnya.

“Dunia tenis di Pati sudah mulai bergeliat. Terbukti, beberapa putra daerah bisa mengantongi juara pertama dalam kompetisi melawan berbagai atlet tenis yang punya prestasi level nasional, bahkan internasional. Ke depan, event serupa akan terus kami galakkan,” kata Joni.

Sementara itu, mantan petenis dunia, Yayuk Basuki mengaku senang dengan langkah Pelti Pati dalam memajukan dunia tenis di Indonesia. Dia berharap, dari kompetisi-kompetisi yang dihelat di daerah bisa membuka wadah seluas-luasnya untuk menelurkan atlet-atlet berbakat yang akan dikirim untuk mengikuti kejuaraan tingkat internasional.

Untuk kompetisi tunggal putra, juara usia 10 tahun dimenangkan Andhika Rizky Putra (Pati), juara usia 12 tahun diraih Akbar Aidil Fitri (Kudus), juara usia 14 tahun disabet Azmi Januarsyah (Jambi), dan juara usia 16 tahun diperoleh Iqbal Azegaf (Purwodadi).

Kompetisi tunggal putri, juara usia 10 tahun diraih Kholisa Siti Maisaroh dari Kudus, juara usia 12 tahun diperoleh Diah Ayu Novita dari Kudus, juara usia 14 tahun dimenangkan Rarasima Kusuma dari Semarang, dan juara usia 16 tahun berhasil disabet Nadya Dhaneswara dari Kudus.

Kompetisi ganda putra, juara usia 10 tahun dimenangkan pasangan Rizky Varrellito (DIY) dan Andika Rizqi (Pati), juara usia 12 tahun diraih pasangan Akbar Aidil Fitri (Kudus) dan Abid Athallah (Semarang), juara usia 14 tahun diperoleh pasangan Reza Falevi (Kudus) dan Nauvaldo (Semarang), serta juara usia 16 tahun disabet pasangan Iqbal Azegaf (Purwodadi) dan Dwi Listyantoro (Semarang).

Pada kompetisi ganda putri, juara usia 10 tahun dimenangkan pasangan Kholisa Siti (Kudus) dan Nafisa Zaki Lismia (Pati), juara usia 12 tahun didapatkan pasangan Louisa Santoso (Wonosobo) dan Latifa Sih Maharani (Bantul), juara usia 14 tahun diraih Laili Rahmawati Ulfa (Sukoharjo) dan Carrisa Saltsa (Cilacap), serta juara usia 16 diperoleh Ocha Izduhaar (Wonogiri) dan Fatima Wardoyo (Semarang).

Baca juga : Petenis Internasional Juarai Kejurnas Pelti Pati

Editor : Kholistiono

Petenis Internasional Juarai Kejurnas Pelti Pati

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) berfoto bersama dengan para juara tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) berfoto bersama dengan para juara tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejuaraan nasional tenis junior Pelti Pati Apkomindo-Luwak White Koffie diikuti berbagai petenis nasional dan internasional. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, dari Surabaya, Tuban, Semarang, Balikpapan, Manado, Jambi, Tondano, Bandar Lampung, Yogyakarta, Ciamis, Bogor, Cianjur, Cilacap, Solo, Sukoharjo, hingga Wonogiri, Pati, Kudus, Blora, Grobogan, dan lainnya.

Salah satu yang keluar sebagai juara, di antaranya Rizky Varrellito (DIY) dan Andika Rizqi (Pati) sebagai juara ganda putra usia 10 tahun, Akbar Aidil (Kudus) dan Abid Athallah (Semarang) sebagai juara ganda putra usia 12 tahun, Reza Falevi dan Nauvaldo (Semarang) sebagai juara ganda putra usia 14 tahun.

Sementara itu, juara ganda putri usia 10 tahun disabet Kholisa Siti (Kudus) dan Nafisa Zaki (Pati), Louisa Santoso (Wonosobo) dan Latifa Sih Maharani (Bantul) sebagai juara ganda putri usia 12 tahun, Laili Rahmawati (Sukoharjo) dan Carrisa Saltsa (Cilacap) sebagai juara ganda putri 14 tahun, serta Ocha Izduhaar (Wonogiri) dan Fatima Wardoyo (Semarang) sebagai juara ganda putri usia 16 tahun.

Pada kompetisi tunggal putri, juara pertama usia 10 tahun disabet Kholisa Siti Maisaroh (Kudus), Diah Ayu Novita (Kudus) sebagai juara pertama usia 12 tahun, Rarasima Kusuma (Semarang) sebagai juara pertama usia 14 tahun, serta Nadya Dhaneswara (Kudus) sebagai juara pertama usia 16 tahun.

“Semua juara akan ditentukan Jumat (21/10/2016) sore ini. Mereka akan langsung pulang setelah menerima penghargaan. Tidak ada penutupan event, karena mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan perjalanan yang sangat jauh. Kami apresiasi kepada semua yang sudah berpartisipasi menyemarakkan kejurnas Pelti Pati,” kata Ketua Pelti Kabupaten Pati, Joni Kurnianto.

Fatima Wardoyo, petenis asal Semarang mengaku senang bisa menjadi juara pertama. Petenis yang sudah beberapa kali menyabet juara di tingkat nasional maupun internasional ini sudah terbiasa bermain dengan petenis-petenis kelas dunia.

“Bermain tenis itu kuncinya disiplin, bisa mempertahankan bola jangan sampai mati, harus bisa mengembalikan bola dan bagaimana bisa menyerang hingga mematikan bola lawan. Latihan rutin, senang, dan kerja sama menjadi salah satu kunci saat bermain ganda,” ucap Fatima.

Editor : Kholistiono

Petenis Dunia Yayuk Basuki Buka Kejurnas Tenis Junior di Pati

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto menyerahkan suvenir kepada yayuk Basuki (kanan), mantan petenis dunia yang membuka kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto menyerahkan suvenir kepada yayuk Basuki (kanan), mantan petenis dunia yang membuka kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mantan pemain tenis dunia, Yayuk Basuki hadir untuk membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Pelti Pati Apkomindo-Luwak White Koffie di Lapangan Tenis eks Karesidenan Pati, Senin (17/10/2016).

Kehadiran Yayuk sebagai mantan petenis dunia dari Indonesia diharapkan bisa memompa semangat para peserta turnamen yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Yayuk menyempatkan diri bermain eksibisi dengan Bonit Wiryawan yang juga petenis kawakan terkenal Indonesia.

“Dunia tenis di daerah harus dioptimalkan. Sebab, selama ini kita kekurangan pemain sehingga potensi atlet dari lokal harus digerakkan kembali. Dengan begitu, masyarakat juga lebih sadar dengan adanya olahraga tenis,” ujar mantan petenis dengan nama asli Sri Rahayu Basuki ini.

Menurutnya, masalah yang dihadapi dari eksistensi olahraga tenis selama ini masih berkutat pada persoalan finansial. Karena itu, dia berharap agar Pelti tidak bergantung pada pemerintah untuk terus menggelorakan olahraga tenis di tanah air.

“Saya berikan apresiasi kepada pengurus Pelti Pati dan Bupati Pati yang sudah peduli dan mendukung dengan kejurnas tenis di Pati. Di tengah keberadaan lapangan tenis di pusat yang lama-lama habis tergerus pusat perbelanjaan, olahraga tenis di daerah harus selalu dihidupkan,” tutur Yayuk.

Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati Joni Kurnianto menambahkan, kejurnas tenis lapangan digelar di Pati bertujuan untuk mencetak atlet-atlet berbakat tingkat nasional, bahkan internasional. Mereka digembleng dalam kejurnas untuk mempersiapkan diri pada kompetisi-kompetisi berikutnya pada level nasional maupun internasional.

“Kejurnas ini juga menjadi momentum bagi Pelti Pati untuk memberikan wadah prestasi bagi atlet tenis junior se-Indonesia. Di level lokal, kompetisi ini diharapkan bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet tenis junior asal Pati untuk berkompetisi dengan para juara di Indonesia,” tandas Joni.

Editor : Kholistiono

Ratusan Petenis Junior Nasional Ikuti Kejurnas Pelti Pati

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto (kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada petenis kawakan Indonesia, Bonit Wiryawan dalam pembukaan kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Pelti Pati Joni Kurnianto (kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada petenis kawakan Indonesia, Bonit Wiryawan dalam pembukaan kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan petenis junior dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati Apkomindo Luwak White Koffie di Lapangan Tenis eks Karesidenan Pati, Senin (17/10/2016).

Petenis junior usia 10, 12, 14, dan 16 tahun tersebut berdatangan dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Tuban, Semarang, Balikpapan, Manado, Jambi, Tondano, Bandar Lampung, Yogyakarta, Ciamis, Bogor, Cianjur, Cilacap, Solo, Sukoharjo, hingga Wonogiri. Sejumlah peserta dari kawasan karesidenan Pati, di antaranya Pati, Kudus, Blora, dan Grobogan.

“Kejuaraan yang diikuti 121 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum untuk menggeliatkan dunia olahraga bidang tenis lapangan Pati di kancah nasional. Tidak sembarangan peserta, mereka sebagian besar berasal dari atlet junior berbakat yang sudah beberapa kali menyabet juara di tingkat nasional,” ujar Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto.

Awalnya, kejurnas tenis lapangan junior akan digelar di Ambarawa, Semarang. Namun, antusiasme tenis di Pati membuat pihak sponsorship akhirnya memutuskan untuk menghelat di Pati. Sontak saja, tawaran baik itu diterima jajaran pengurus Pelti Pati.

Dari ratusan peserta yang mendaftar, beberapa di antaranya ada yang menjuarai tenis tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, kejurnas Pelti Pati menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet asal Pati untuk bermain melawan mereka.

Naila Indrawijaya (11), atlet tenis yang duduk di kelas VI SD asal Kota Samarinda mengaku bisa mengikuti kompetisi tingkat nasional di Pati. Dia bersama dengan dua atlet lainnya siap bertanding dan mengalahkan ratusan pesaing dari seluruh Indonesia.

Pengalaman juara pertama di Balikpapan dan juara dua di Banjarmasin akan menjadi bekal untuk bersaing di kejurnas Pelti Pati. Karena itu, atlet yang menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) itu hanya latihan selama seminggu untuk menghadapi lawan di Kejurnas Pelti Pati.

Editor : Kholistiono

Tahun Ini, 3 Kejuaraan Tenis Lapangan Bergengsi Dihelat di Pati

 Ketua PELTI Pati Joni Kurnianto (kanan) memberikan piala kepada para juara lomba tenis lapangan Bupati Cup 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Ketua PELTI Pati Joni Kurnianto (kanan) memberikan piala kepada para juara lomba tenis lapangan Bupati Cup 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Pati merilis, sedikitnya ada tiga kejuaraan tenis lapangan bergengsi yang dihelat di Pati pada semester kedua tahun ini. Ketiganya adalah Bupati Cup yang dihelat pada 26 Agustus, Kejurnas Tenis Junior Apkomindo-PELTI Pati Open pada 17 Oktober, dan Senior Ganda Putra Pelti Pati Open yang dijadwalkan awal Desember 2016.

“Sebetulnya ada lima agenda tahun ini, yakni Porkab, Piala Gubernur, Bupati Cup, Kejurnas Junior Apkomindo-PELTI Pati Open, dan Senior Ganda Putra PELTI Pati Open. Hanya saja, ketiga kejuaraan yang akan datang kami anggap akan lebih meriah karena atlet-atlet berprestasi nasional ikut serta,” ujar Ketua PELTI Kabupaten Pati Joni Kurnianto, Kamis (4/8/2016).

Kejuaraan tersebut sudah didaftarkan di Pengurus Pusat (PP) PELTI. Kedatangan PELTI Pati diakui cukup mengejutkan, karena baru pertama kali ada pengurus PELTI di tingkat kabupaten yang datang ke PELTI Pusat.

“PP PELTI sangat antusias dengan niat kami untuk menggelar kejuaraan tenis lapangan. Karena itu, pada pertandingan Bupati Pati Cup 2016 bulan ini, sejumlah pengurus PELTI Pusat akan hadir. Semoga saja bisa berjalan lancar,” harap Joni.

Dalam Kejuaraan Bupati Cup pada 26-28 Agustus 2016, sistem pertandingan menggunakan sistem gugur dengan ketentuan The Best of Seventeen Game, Tie break bila skor 8-8, sedangkan pertandingan mengugnakan bola tecknifibre. Para peserta lomba atau yang mewakili diharapkan bisa mengikuti temu teknik yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gabungan DPRD Pati, Sabtu (20/8/2016) pukul 09.00 WIB.

Adapun sumber dana kejuaraan tenis Bupati Cup 2016 berasal dari APBD Kabupaten Pati, PELTI Kabupaten Pati, serta donatur dari perusahaan daerah, swasta, maupun perseorangan. “Dengan adanya kejuaraan, atlet-atlet bidang tenis lapangan dari Pati diharapkan bisa muncul di panggung nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati Pati Cup ke-16 Segera Digelar

 

 Bupati Pati Haryanto (kanan) bersama dengan pengurus PELTI dalam sebuah acara pelantikan pengurus baru tahun lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto (kanan) bersama dengan pengurus PELTI dalam sebuah acara pelantikan pengurus baru tahun lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Geliat dunia olahraga bidang tenis lapangan di Kabupaten Pati menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain berpartisipasi aktif pada Porkab dan Piala Gubernur, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Pati akan menggelar Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati Cup ke-16 pada 26-28 Agustus 2016.

Kejuaraan yang akan digelar di Lapangan Tenis Eks Karesidenan Pati, SMA Negeri 1 Pati, dan Lapangan Indoor Joyokusumo tersebut rencananya diikuti sekitar 250 peserta. Mereka terdiri dari kelompok pelajar atau remaja putra-putri, kelompok umum putra yang meliputi ganda prestasi, ganda umur 40 tahun ke atas, ganda 50 tahun ke atas, ganda 60 tahun ke atas, serta ganda campuran bebas usia.

Ketua PELTI Kabupaten Pati Joni Kurnianto kepada MuriaNewsCom mengatakan, Kejuaraan Tenis Bupati Cup ke-16 Tahun 2016 tersebut digelar untuk memberikan ruang pertandingan dan kompetisi antarpetenis di Kabupaten Pati. Dengan adanya panggung kompetisi, para atlet diharapkan bisa menggeber prestasi secara berjenjang dan berkesimbungan.

“Kegiatan itu juga untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Pati yang ke-693 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71. Hari Jadi Pati dan HUT RI menjadi momentum untuk memompa semangat para atlet tenis di Pati supaya terus berlatih dan berkompetisi,” kata Joni, Kamis (4/8/2016).

Untuk mengikuti pertandingan ini, ada sejumlah kontak person yang bisa dihubungi. Di antaranya, Wahono (08164888270), Sudibyo (081325643333), Sofyan Hadi (081575155212), atau Joko Sudarmo (085225145147).

Kelompok pelajar tidak dikenakan biaya pendaftaran, sedangkan kelompok ganda umum putra dan ganda campuran dikenakan biaya Rp 50 ribu per pasang. Batas akhir pendaftaran saat temu teknik pada 20 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB.

 Editor : Kholistiono