Kapal Pencari Ikan Asal Pekalongan Tenggelam di Perairan Jepara, 27 ABK Selamat Dua Lainnya Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki dari Pekalongan, tenggelam di perairan utara Jepara, Kamis (22/3/2018) dini hari. Dari 29 Anak Buah Kapal (ABK), 27 dapat diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian petugas.

Data yang dikumpulkan MuriaNewsCom, 17 ABK diselamatkan kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sementara 10 ABK lain, berhasil diselamatkan nelayan, ke perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Nahkoda Kapal KM Bintang Sinar Rezeki Kasdu mengungkapkan, kapalnya itu mengalami kebocoran pada lambung. Sebelum rusak kapalnya itu dihantam ombak besar di utara Tanjung Emas Semarang. Air mulai masuk sekitar pukul 02.30 WIB Kamis dinihari.

“Yang bocor itu, bagian pembuangan air kapal. Jam 04.00 WIB pagi tadi terbalik. Setelahnya kami berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada papan yang diikat tali. Semula kami berkumpul semua, kemudian separuh dari kami mulai terpisah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kapalnya berangkat dari Pekalongan menuju Banyuwangi untuk mencari Ikan Cakalang. Namun sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diterpa ombak di perairan Jepara.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut diduga berada 10 mil laut, disekitar Pantai Tubanan, Kecamatan Kembang.

Adapun, 10 ABK yang berhasil diselamatkan disekitar Dukuh Pailus adalah Turah, agus saipul, Budi Setiawan, Sanadi, Kaeron, Ahmad Ridho Zabidin, Kasdu, Ali Fahmi, Muhammad Adib dan Suratman.

Terpisah, Arif Rahman Kepala Desa Karimunjawa membenarkan 17 ABK sudah diselamatkan. Mereka adalah Rudi, Mahmuri, Norjono, Budi, Kirom, Ahmad Sodikin, Sukirno, Widodo, Faidur Rohman, Khoirul Riswanto, Sumono, Fahrudi Prasojo, Cahyono, Haryanto, Andreas, Suroso dan Rasmono.

“Mereka diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra yang melihat (17) ABK terapung di lautan. Mereka saat itu berlayar dari Jepara menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto mengatakan, saat ini ke 17 ABK yang selamat di Karimunjawa dalam kondisi baik. Diantara mereka ada yang mendapatkan perawatan di Puskemas.

“Mereka ditemukan di 17 mil sekitar Pulau Mandalika. Kemudian mereka diselamatkan oleh kapal Jasa Samudra yang hendak berlayar ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan daftar penumpang, nama Sutomo dan Darsono belum diketemukan, hingga kini.

Editor: Supriyadi

Personel Basarnas Pos Jepara Bantu Pencarian Korban Kereta Api yang Terpental ke Sungai

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian orang tertabrak kereta api di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Grobogan, mendapat tambahan personil dari Basarnas Pos Jepara. Dua anggota Basarnas yang datang dengan mobil operasional dilengkapi perahu karet tiba di kantor BPBD Grobogan, Senin (12/3/2018) siang. Setelah itu, mereka berangkat ke lokasi kejadian bersama personil dari BPBD Grobogan.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, pihaknya memang meminta bantuan Basarnas Pos Jepara untuk membantu mencari keberadaan Mbah Manem,  warga Monggot yang dilaporkan tertabrak kereta api hingga terpental di sungai. Sebelumnya, upaya pencarian juga sudah dilakukan bersama anggota Polsek dan Koramil Toroh dibantu masyarakat serta relawan.

Menurut Masrichan, sebelumnya sudah ada tim dari Basarnas Pos Jepara yang datang ke Grobogan. Tujuannya, untuk mendukung pencarian warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dua hari lalu dilaporkan hanyut di sungai Tuntang.

“Sejak pagi tadi, tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian orang hanyut di Sungai Tuntang. Kemudian, ada lagi laporan orang hanyut disungai akibat tertabrak kereta di Desa Monggot. Jadi, hari ini kita lakukan operasi pada dua lokasi berbeda,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa yang menimpa nenek berusia 78 tahun itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban hendak menuju pasar desa dengan berjalan kaki untuk belanja sayuran seperti biasanya.

Saat sampai di jembatan rel yang membentang diatas sungai, ada kereta api Kalijaga jurusan Solo-Semarang yang melintas dari arah selatan. Melihat ada kereta, korban sempat berhenti menunggu kereta lewat.

Sayangnya, posisi korban berhenti masih dekat dengan jalur kereta. Akibatnya, tubuh korban masih sempat tersambar bodi kereta api dan terpental hingga kecebur sungai. Beberapa barang bawaan korban, termasuk KTP dan kartu BPJS sempat ditemukan di dekat lokasi kejadian.

Editor: Supriyadi

Hendak ke Pasar, Nenek di Monggot Grobogan Tersambar Kereta Api Hingga Terpental ke Sungai

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa orang tertabrak kereta api terjadi di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Grobogan, Senin (12/3/2018). Korbannya diketahui bernama Mbah Manem, warga Dusun Secang, Desa Monggot.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa yang menimpa nenek berusia 78 tahun itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban hendak menuju pasar desa dengan berjalan kaki untuk belanja sayuran seperti biasanya.

Saat sampai di jembatan rel yang membentang di atas sungai, ada kereta api Kalijaga jurusan Solo-Semarang yang melintas dari arah selatan. Melihat ada kereta, korban sempat berhenti menunggu kereta lewat.

Sayangnya, posisi korban berhenti masih dekat dengan jalur kereta. Akibatnya, tubuh korban masih sempat tersambar bodi kereta api dan terpental hingga kecebur sungai. Beberapa barang bawaan korban, termasuk KTP dan kartu BPJS sempat ditemukan di dekat lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Geyer Iptu Sunarto saat dikorfimasi membenarkan adanya kejadian orang tertabrak kereta hingga kecebur sungai tersebut. ”Iya, kejadian tadi sekitar jam 06.00 WIB. Ini, kita lagi fokus pencarian korban,” katanya.

Sementara itu, tim SAR dari BPBD juga sudah meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan kejadian tersebut. Saat ini, tim SAR masih melakukan persiapan untuk menyisir sungai guna mencari korban yang dikabarkan tertabrak kereta tersebut.

”Kita lagi menyiapkan peralatan SAR untuk mencari korban. Ini, saya sudah ada di lokasi,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Editor: Supriyadi

Pamit Berobat, Warga Kalipucang Jepara Tenggelam di Sungai Bakalan

MuriaNewsCom, Jepara – Sulaiman (55) warga Kalipucang Wetan RT 9 RW 3, Kecamatan Welahan diduga jatuh dan tenggelam Sungai Bakalan‎, Senin (12/2/2018) dini hari. Hingga kini gabungan tim pencari masih berupaya melakukan pencarian di sekitar sungai.

Kapolsek Welahan AKP Rismanto menyebutkan, Sulaiman pamit berobat ke RSUD Jepara dengan mengendarai sebuah motor. Pergi sendiri, ia melewati sebuah sungai meniti jembatan gantung Sungai Bakalan.

“Yang bersangkutan pamit pada pukul 04.00 WIB kepada istrinya Ngatijah, untuk berobat ke Jepara. Namun pada pukul 04.30 WIB motor Sulaiman bernopol K 2327 NC, ditemukan ambruk di atas jembatan dan masih menyala. Sementara yang bersangkutan tak ada di tempat,” ujarnya.

Warga sekitar, menurut Rismanto, sudah berusaha melakukan pencarian terhadap Sulaiman. Namun setelah beberapa saat pencarian, tak ada hasil menggembirakan. Tubuh kakek tersebut hilang.

Mengetahui hal itu, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat. Pemerintah Desa Kalipucang, lantas melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

“Sampai saat ini kami masih berupaya melakukan pencarian. Baik dari Basarnas, BPBD, relawan dan kepolisian serta TNI,” sebut Kapolsek Welahan.

Dirinya mengatakan, saat kejadian lokasi jembatan gantung habis diguyur hujan.

Abdul Aziz (47) kerabat korban, mengatakan saat itu ada jamaah masjid yang mendengar ada suara jatuh. “Saat kejadian terdengar suara motor terjatuh dan sedikit mengegas mbleyer. Setelah jamaah masjid mendatanginya ‎ternyata tidak ada orang tapi sudah tidak ada korbannya,” ungkap dia.

Dirinya membenarkan, Sulaiman memiliki riwayat penyakit.

Editor: Supriyadi

Tenggelam di Kedungombo, Remaja Nampu Grobogan Ditemukan Tak Bernyawa

MuriaNewsCom, GroboganPencarian orang tenggelam di kawasan Waduk Kedungombo yang dilakukan tim SAR gabungan sejak Sabtu (20/1/2018) akhirnya membuahkan hasil. Korban tenggelam bernama Arjuna Rinaldi (16), warga Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (22/1/2018) malam.

”Alhamdulillah, korban yang dilaporkan tenggelam sudah kita temukan tadi malam. Penemuan korban terjadi dalam pencarian hari ketiga,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Selasa (22/1/2018).

Korban yang masih tercatat sebagai pelajar SMK swasta di Gemolong, Sragen itu dilaporkan tenggelam pada Sabtu (20/1/2018). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB, setelah korban pulang sekolah.

”Saat itu, korban habis makan ikan bakar di kawasan karamba Waduk Kedungombo. Setelah itu, korban melepas pakaian dan hanya mengenakan celana pendek, lalu mandi ke waduk. Setelah itu, korban tidak muncul lagi sehingga dilaporkan pada tim SAR,” jelasnya.

Setelah dapat laporan, tim SAR dari beberapa kabupaten dan organisasi kemasyarakatan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Diperkirakan, korban sempat terseret arus dan tersangkut dibawah karamba sehingga menyulitkan upaya pencarian. Pada hari ketiga tubuh korban terlihat mengambang di permukaan air sekitar 5 km dari titik tenggelam.

Editor: Supriyadi

Sudah 7 Hari Tak Ketemu, SAR Hentikan Pencarian Warga Randurejo Grobogan yang Hanyut

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SAR gabungan akhirnya mengakhiri operasi pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut. Penghentian itu dilakukan setelah upaya pencarian yang dilakukan selama tujuh hari terakhir tidak membuahkan hasil.

“Operasi pencarian oleh Tim SAR di Rendurejo kita tutup. Penutupan operasi dilakukan setelah tidak menemukan hasil sampai tujuh hari. Meski demikian, kami tetap memantau kondisi lapangan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, sejak Senin (8/1/2018) hingga Minggu (14/1/2018) kemarin, tim SAR gabungan sudah melakukan penyisiran Sungai Klampis guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang dilaporkan hanyut.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya tetapi dilakukan dengan berjalan kaki karena kondisi sungai cukup dangkal.

Tim SAR Gabungan berupaya keras melakukan penyisiran sungai Klampis di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon guna mencari seorang pemuda yang dilaporkan hanyut namun hasilnya nihil.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selama tujuh hari pencarian, penyisiran sudah dilakukan hingga radius hingga 40 km. Yakni, menyusuri sungai hingga ke wilayah Kecamatan Wirosari.

“Pencarian orang yang dilaporkan hanyut ini juga didukung banyak pihak. Termasuk masyarakat di sekitar aliran sungai juga ikut membantu tetapi hasilnya nihil,” jelas Masrichan.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (8/1/208) sore. Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah.

“Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

“Pada hari Minggu itu, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Sudah 3 Hari Hanyut, Tubuh Warga Randurejo Grobogan Belum Ketemu

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan yang dilaporkan hanyut kembali dilanjutkan, Rabu (10/1/2017). Sejak pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran Sungai Klampis guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang tiga hari lalu dilaporkan hanyut.

“Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat. Semoga bisa kita temukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai dengan berjalan kaki karena airnya cukup dangkal.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak tiga hari lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore kemarin.

“Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

“Pada hari Minggu kemarin, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : 2 Hari Tak Pulang, Warga Randurejo Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

Bocah 8 Tahun yang Terseret Arus di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tak Bernyawa

MuriaNewsCom, Jepara – Tubuh Noor Afidin bocah delapan tahun yang tenggelam di Sungai Mayong telah ditemukan, Kamis (4/1/2018) pagi. Jenazah diangkat dari sungai sekitar pukul 07.45 WIB.

“Jasadnya diangkat dari dalam sungai, ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya korban, sekitar 5-6 meter dari posisi awal,” kata relawan MDMC Jepara Hery Azhari.

Baca: Mandi Di Sungai, Bocah Delapan Tahun Hanyut Di Sungai Mayong Jepara

Menurutnya, kondisi korban ditemukan utuh. Hanya saja, ada beberapa luka dibagian wajah. Hal itu dimungkinkan karena tersangkut batuan yang ada di lokasi tersebut.

Di sekitar lokasi tenggelamnya korban, terdapat sebuah cekungan seperti palung, dengan kedalaman sekitar lebih kurang 7 meter.

Diberitakan sebelumnya, Afidin tenggelam di Sungai Mayong pada Rabu (3/1/2018) siang. Saat itu ia hendak mandi bersama tiga temannya. Namun karena air meninggi, tiga teman Afidin mengurungkan niat, sementara bocah itu justru nekat menceburkan diri.

Tidak bisa menguasai keadaan, bocah yang tinggal di Desa Mayong Lor RT/RW :4/3 itu lalu tenggelam. Upaya pencarian pun dilakukan oleh warga dan puluhan relawan dari BPBD Jepara, Basarnas, MDMC Jepara, Ubaloka, TRC, Senkom dan TNI serta Polri.

“Korban kemudian divisum eksternal petugas kesehatan. Penyebabnya murni  kecelakaan. Saat ini jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” kata Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno.

Dirinya mengimbau, agar warga waspada mengawasi anak-anaknya bermain di sungai. Saat ini curah hujan tinggi dan arus kuat. ‎”Lebih baik ajak ke kolam renang jika ingin berenang,” pungkas Lulus.

Editor: Supriyadi

Mandi di Sungai, Bocah Delapan Tahun Hanyut di Sungai Mayong Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Noor Afidin bocah asal Desa Mayong Lor RT 4 RW 3, Kecamatan Mayong tenggelam di Sungai Mayong, siang ini, Rabu (3/1/2018). Hingga petang ini, pencarian terhadap bocah tersebut masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Diinformasikan, peristiwa terjadi ketika Noor Afidin bersama tiga orang temannya hendak mandi di sungai tersebut. Karena kondisi air sungai yang meluap, ketiga teman Afidin mengurungkan niat untuk mandi.

Namun bocah delapan tahun itu justru nekat menceburkan diri. Nahas, arus sungai menggulung bocah tersebut dan akhirnya tenggelam.

“Saat itu kondisi arus sungai tengah menguat. Lalu yang bersangkutan tak mampu menguasai keadaan dan tenggelam,” kata Dedi Haryanto perangkat Desa Mayong Lor.

Ia menambahkan, rumah Afidin diketahui tak jauh dari sungai, hanya berjarak sekitar 150-200 meter.

Hery Azhari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jepara mengatakan, saat ini gabungan relawan tengah melakukan pencarian di sungai tersebut.

“Pencarian sudah dilakukan sejak pukul 14.00 tadi siang. Panjang sungai dari atas sampai bawah sekitar 50 meter dengan lebar15 meter dan kedalaman 6-7 meter. Kondisi arus bervariasi, di pinggir tampak tenang namun di tengah terdapat arus air,” katanya.

Dikatakannya, pada musim kemarau, dasar Sungai Mayong didominasi oleh batuan padas, yang curam. Sementara disisi sungai terdapat pohon bambu yang menjorok ke badan sungai.

Hingga Rabu petang, pencarian masih terus dilakukan, dengan komando dari BPBD Jepara dan Basarnas Jepara. Selain itu, adapula tim relawan yang berasal dari Senkom, Ubaloka, TRC dan warga yang turut membantu melakukan upaya pencarian.

Editor: Supriyadi

Terpeleset, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Lusi Grobogan

Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi menyisir anakan Sungai Lusi untuk mencari bocah yang tenggelam, Jumat (8/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi dikagetkan dengan kabar tenggelamnya seorang bocah di anakan Sungai Lusi, Jumat (8/12/2017). Setelah mendengar kabar itu, puluhan warga segera berhamburan menuju lokasi untuk mencari keberadaan bocah berusia 7 tahun bernama  M Zaki Habibillah tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, kabar tenggelamnya bocah itu tersiar sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Zaki dan beberapa temannya sedang bermain plorotan dibawah jembatan yang ada diatas anakan sungai itu bersama beberapa temannya.

Saat bermain-main itulah, bocah kelas II SD itu terpeleset dan tercebur ke lokasi sungai yang kondisi airnya cukup dalam dan terseret arus. Melihat kejadian itu, salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, pegangan tangan sempat terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Tidak lama kemudian, tim SAR dari BPBD Grobogan sudah tiba dilokasi kejadian. Namun, sebelum tim SAR terjun ke sungai, korban tenggelam akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sudah ditemukan warga menjelang Jumatan sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi ditemukannya korban sekitar 100 meter dari titik tenggelam. Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka,” jelas Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Editor: Supriyadi

Siswa Tewas usai Hanyut di Sungai Nglulur Wonogiri

Jenazah korban usai ditemukan dari Sungai Nglulur Wonogiri. (Facebook)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang siswa, Sirojudin (16) warga Dusun Ngerjo RT03/07, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, ditemukan tewas setelah sebelumnya terhanyut di Sungai Nglulur, kecamatan setempat, Jumat (17/11/2017).

Korban sebelumnya hendak membersihkan badan usai mengikuti pelajaran olahraga di sekolah, sekitar pukul 09.00 WIB.  Namun nahas, kakinya melangkah ke bagian tengah sungai tak lama usai tiba dan berdiri di tepian.

Kasubbag Humas Polres Wonogiri AKP Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora mengatakan,  korban meninggal karena terhanyut di sungai. “Korban tidak mengetahui kalau sungai itu dalam. Korban terbawa arus dan langsung tenggelam,” kata Hariyanto di Wonogiri.

Sejumlah temannya yang berada di lokasi berupaya menolong. Sayang, arus sungai terlalu deras. Mereka kewalahan untuk memberikan pertolongan ke korban.

Di antara mereka lantas melaporkannya ke sekolah dan warga sekitar.  Spontan, warga dan guru melakukan pencarian korban di sekitar lokasi. Akhirnya, korban berhasil ditemukan pada pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Tim medis mengidentifikasi jika dari tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan. “Korban kurang berhati-hati saat membersihkan diri,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemuda Hanyut di Grobogan Saat Balapan Renang Ternyata Pentolan Suporter Persipur

Ribut Aula (kanan), pemuda yang dilaporkan tenggelam di Sungai Serang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabar tenggelamnya Ribut Aula, warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer di sungai Serang membuat sedih suporter Persipur yang tergabung dalam kelompok Spink. Soalnya, pemuda berusia 25 tahun tersebut merupakan salah satu pentolan Spink wilayah Selatan.

”Iya, Ribut Aula adalah rekan kami di Spink. Ribut merupakan Korwil Spink Ekstrem Selatan. Kami sangat sedih begitu mendapat kabar duka ini,” ungkap Koordinator Spink Koes Santosa yang lebih akrab disapa Aan, Selasa (14/11/2017).

Aan menyatakan, Ribut sudah lama bergabung jadi anggota Spink. Selama ini, Ribut hampir tidak pernah absen memberikan dukungan buat Persipur. Baik saat pertandingan kandang maupun kandang.

Menurutnya, Ribut terakhir kali memberikan dukungan pada Persipur saat melakoni laga away melawan Persis Solo di Stadion Manahan pertengahan Agustus lalu. Saat itu, Ribut tetap semangat memberikan semangat kendati Persipur akhirnya kalah 4-0 dari tuan rumah.

”Saat pertandingan Persipur terakhir liga 2 dikandang melawan Persipon Pontianak, Ribut juga hadir. Ribut hanya absen mendukung Persipur saat babak play off liga 2 di Malang bulan Oktober kemarin karena sedang ada kepentingan diluar kota. Sebelumnya, Ribut tidak pernah absen,” cetus Aan.

Aan menambahkan, sebelum dilaporkan hanyut, Ribut sempat melangsungkan siaran langsung lewat akun facebook. Saat itu, dia yang berada di pinggir sungai mengabarkan kalau sebentar lagi mau berenang dengan teman-temannya.

”Beberapa rekan sempat menyaksikan siaran langsung yang ditayangkan Ribut sebelum renang ke sungai. Saya berharap keberadaannya bisa segera ditemukan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pencarian Pemuda Hanyut saat Balapan Renang di Sungai Serang Dilanjutkan

Tim SAR meneruskan pencarian korban tenggelam di Sungai Serang Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganProses pencarian seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di Sungai Serang di Desa Sobo, Kecamatan Geyer kembali dilanjutkan, Selasa (14/11/2017). Sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari sore sampai malam, tetapi hasilnya masih nihil.

”Pencarian korban yang dilaporkan tenggelam kita lanjutkan pagi ini. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Groboga Masrichan.

Upaya pencarian akan dibagi dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah utara hingga radius beberapa ratus meter. Selain itu ada juga tim SAR yang berenang menyisir pinggiran sungai.

”Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara,” jelasnya.

Baca: Balapan Renang, Seorang Warga Sobo Grobogan Tenggelam di Sungai Serang

Seperti diberitakan, seorang warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer dilaporkan tenggelam di Sungai Serang, Senin (13/11/2017). Korban tenggelam disebutkan adalah seorang pemuda bernama Ribut Aula. Pemuda berusia sekitar 25 tahun itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi warga setempat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang berenang di sungai Serang bersama beberapa teman sebayanya. Saat itu, kondisi sungai cukup dalam.

Tidak lama kemudian, korban dan temannya sempat balapan renang menyeberangi sungai, bolak-balik. Ditengah perjalanan korban akhirnya tenggelam. Diduga saat itu, korban kelelahan.

Melihat kejadian itu, beberapa rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan. Namun, tindakan itu tidak membawa hasil karena arus sungai mengalir cukup deras yang. Akhirnya, teman korban meminta pertolongan pada warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian.

Setelah dapat kabar itu, beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Upaya pencarian juga didukung anggota tim SAR gabungan. Namun, hasilnya masih nihil. 

Editor: Supriyadi

Balapan Renang, Seorang Warga Sobo Grobogan Tenggelam di Sungai Serang

Anggota tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di sungai Serang di Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai Serang di Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Grobogan, Senin (13/11/2017). 

Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Korban tenggelam pemuda setempat bernama Ribut Aula (25).

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang berenang di sungai Serang bersama beberapa teman sebayanya. Saat itu, kondisi sungai cukup dalam.

Tidak lama kemudian, korban dan temannya sempat balapan renang menyeberangi sungai, bolak-balik. Ditengah perjalanan korban akhirnya tenggelam. Diduga saat itu, korban kelelahan.

Baca: Usai Teriak Takbir, Petani Kuryokalangan Pati Meninggal di Sawah

Melihat kejadian itu, beberapa rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan. Namun, tindakan itu tidak membawa hasil karena arus sungai mengalir cukup deras yang. Akhirnya, teman korban meminta pertolongan pada warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian.

Setelah dapat kabar itu, beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

”Kita masih melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Hingga menjelang petang, proses pencarian yang dilakukan tim SAR belum membuahkan hasil. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Meski demikian, tim SAR akan tetap bersiaga di dekat lokasi kejadian.

”Kita juga dapat dukungan dari tim Basarnas Pos Jepara. Kondisi arusnya cukup kencang dan sejak sore tadi hujan deras di sekitar lokasi,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Akhirnya 1 Korban Terseret Ombak di Kebumen Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Petugas mengevakuasi jasad salah satu korban yang terseret ombak di Kebumen. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kebumen – Jasad satu orang korban terseret ombak di Pantai Sentro Jenar, Kebumen, Minggu (5/11/2017) ditemukan dalam keadaan tewas, Senin (6/11/2017). Korban bernama Nurul Hidayah (19), warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Nelayan tersebut bernama Solihin (45) adalah orang yang kali pertama menemukan jasadnya. Yaitu saat Solihin berada di jarak sekitar 10 km arah barat dari lokasi kejadian di Desa Sentro Jenar. Saat ditemuukan, jasad korban mengambang. Dengan kondisi badan utuh. Korban pun dibawa ke RSUD Kebumen.

“Jenazah itu salah satu korban terseret ombak Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, kemarin. Masih ada satu korban lagi yang belum ketemu, bernama Dwi Arif Ismoyo, usia 22 tahun,” kata Koordinator basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.

Petugas masih mencari Dwi Arif Ismoyo. Dua orang terseret ombak saat sedang renang di Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (5/11/2017). Hingga Senin (6/11/2017), keduanya belum juga ditemukan.

Identitas kedua muda mudi itu, Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19). Keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kabupaten Purbalingga.

Kejadian bermula, keduanya berenang di Pantai Setrojenar. Dugaan sementara, keduanya berenang terlalu ke tengah. Hingga akhirnya, ombak menyeret tubuh mereka berdua.

Penjaga pantai telah berusaha menolong, yaitu dengan melempar ban ke arah Nurul dan Dwi. Hal itu gagal karena ombak cepat menyeret.

Editor : Akrom Hazami

Baca : 2 Orang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

2 Orang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kebumen –  Dua orang terseret ombak saat sedang renang di Pantai Setrojenar, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (5/11/2017). Hingga Senin (6/11/2017), keduanya belum juga ditemukan.

Identitas kedua muda mudi itu, Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19). Keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kabupaten Purbalingga.

Kejadian bermula, keduanya berenang di Pantai Setrojenar. Dugaan sementara, keduanya berenang terlalu ke tengah. Hingga akhirnya, ombak menyeret tubuh mereka berdua.

Penjaga pantai telah berusaha menolong, yaitu dengan melempar ban ke arah Nurul dan Dwi. Hal itu gagal karena ombak cepat menyeret.

Basarnas Pos SAR Cilacap beserta tim SAR gabungan di wilayah pantai selatan Kebumen melakukan pencarian sejak Minggu sampai Senin siang.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, pencarian dilakukan secara tim. Tim sendiri terbagi jadi dua. Tim menyisir ke arah timur sejauh 2 km. Serta tim lain menyisir garis pantai dari lokasi ke arah barat sejauh 2 km juga.

“Pencarian dilakukan sejak kemarin, dilanjut malam, sampai sekarang belum ditemukan,” kata Mulwahyono, Senin.

Info terbaru, pihaknya menerima laporan nelayan yang menemukan mayat mengambang di tengah laut. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan perahu dari lokasi hilang. Dilaporkan, barang yang dibawa korban juga mirip dengan milik korban.

Adapun kendala yang dihadapi tim pencari adalah ombak tinggi yang mencapai 3 meter. Jalur evakuasi terpaksa dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Ayah Kebumen. Bukan di pinggiran pantai dekat tempat kejadian.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemancing Tewas Terpeleset di Sungai Serayu Banjarnegara

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Andre Nurhidayat (28), warga Desa Pangempon, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, ditemukan tewas mengambang di Sungai Serayu, di Kedung Paweden di Desa Adipasir, Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Selasa, (1/11/2017).

Warga setempat kali pertama mengetahui mayat mengambang di sungai. Warga Adipasir seketika geger. Mereka melaporkan penemuan  mayat ke pemerintah desa dan polsek setempat. Polisi tiba tak lama usai laporan mereka terima.

Keterangan keluarga kepada polisi, korban tidak mempunyai pekerjaan. Korban mengisi harinya dengan memancing di Sungai Serayu. “Kemungkinan korban terpeleset di Sungai Serayu saat mancing,” kata Kapolsek Rakit AKP Dariyanto.

Keluarga juga menceritakan jika korban telah pergi dari rumah sejak tiga hari lalu. Selama tiga hari itu, korban tidak pulang. Polisi tidak menemukan adanya bekas luka di badan korban.

Editor : Akrom Hazami

Tragis, Seorang Bocah 6 Tahun di Pulokulon Grobogan Tewas Tenggelam saat Ambil Bola di Kolam  

Petugas kepolisian bersama warga sedang memeriksa lokasi tewasnya bocah enam tahun di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPersitiwa memilukan terjadi di Desa/Kecamatan Pulokulon. Seorang bocah bernama Ilham Wijaya Kusuma dilaporkan tewas tenggelam di sebuah kolam tidak jauh dari rumahnya.

Kapolsek Pulokulon AKP Djuhari mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban sedang bermain bola dengan temannya di pekarangan rumah.

Ketika bermain, bolanya jatuh ke dalam kolam bekas galian tanah. Kemudian, bocah yang baru berusia 6 tahun itu bermaksud mengambil bola yang jatuh ke dalam kolam tersebut.

Saat mengambil bola, korban diduga terpeleset dan akhirnya tenggelam. Melihat kejadian itu, teman korban kemudian berteriak minta tolong warga sekitar.

Mendengar teriakan minta tolong, warga berdatangan ke lokasi. Setelah dicari, korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar kolam sedalam 1,5 meter itu.

Setelah ditemukan, korban sempat dilarikan ke puskesmas yang jaraknya sekitar 600 meter dari lokasi kejadian. Namun, setelah sampai di puskesmas, korban dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Kejadian ini murni kecelakaan. Tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban,” katanya, Rabu (25/10/2017).

Editor: Supriyadi

Salat Jumat di Masjid Kebumen Geger, Ini Gara-garanya 

Warga dan polisi membantu mengevakuasi korban yang tenggelam di sumur masjid di Karanganyar, Kabupaten Kebumen. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang pria ditemukan tewas tenggelam di dalam sumur Masjid Al Mujahidin, Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 11.45 WIB.

Mayat tersebut ditemukan oleh warga yang hendak salat Jumat. Yakni Yogi Purwosantoso (26) dan Andri Handoko (30), warga setempat. Ketika itu, keduanya hendak ke toilet masjid lebih dulu. Mereka berdua sekilas melongok ke sumur. Mereka kaget melihat seorang pria tenggelam.

BacaTilep Uang Ratusan Juta, Calo CPNS di Grobogan Ditangkap Polisi

Mereka berdua menyebarkan ke warga dan jemaah masjid. Seketika hal itu membuat geger. Mereka berebut mengerumuni lokasi. Mayat pria itu diketahui bernama Tulus Sunarjo (33), warga Kelurahan/Kecamatan Karanganyar. Tulus diduga mengalami gangguan jiwa. Warga yang hendak salat segera melaporkan kejadian ke Polsek Karanganyar.

Penemuan mayat Tulus juga membuat jemaah salat gaduh. Sebagian dari mereka ada yang membantu pengevakuasian korban. Warga dan polisi membantu proses tersebut sampai berhasil. 

Menurut keterangan Kapolsek Karanganyar, AKP Mawakhir, polisi mendatangi lokasi usai adanya laporan warga. Polisi dibantu warga berupaya mengevakuasi korban dari dalam sumur. “Sumur berkedalaman 3,5 meter. Kami bersama warga mengevakuasinya,” kata Mawakhir.

Baca : BREAKING NEWS : Mobil Kas Keliling Bank Jateng Meledak di Kudus

Tim medis Puskesmas Karanganyar segera melakukan pemeriksaan ke tubuh Tulus. Hasilnya, tim medis tidak menemukan luka pada tubuh korban. Polisi dan medis pun menyerahkan mayat ke pihak keluarga untuk segera dikebumikan.

Editor : Akrom Hazami

 

Hanyut di Sungai Silugangga, Warga Rendole Pati Ditemukan Tak Bernyawa

Para relawan melakukan penyisiran di Sungai Silugangga untuk mencari korban hanyut. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Perum Rendole Indah RT 5 RW 6, Andi Cahyono (40) ditemukan meninggal dunia setelah hanyut saat berenang di Sungai Silugangga, kawasan jembatan Sampang, Tondomulyo, Jakenan , Sabtu (7/10/2017).

Ketua Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Pati Gunawan mengatakan, korban saat itu sedang berenang untuk menyeberangi sungai sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, saat sampai di tengah, korban tidak kuat dan hanyut.

Baca Juga: Kondisi Memburuk, Istri yang Dibakar Suami di Jepara Meninggal Dunia

Mendengar hal itu, relawan yang tergabung dalam Relawan Peduli Bencana Kabupaten Pati langsung menuju lokasi kejadian. Mereka pun melakukan penyisiran untuk menemukan korban.

“Sebagian relawan sudah menyisir sungai. Kedalaman sungai memang cukup dalam, sekitar empat meteran dan arusnya cukup deras. Mungkin karena itu korban tak kuat dan terbawa arus,” ujar Gunawan.

Setelah melakukan penyisiran kurang lebih dua jam, lanjutnya, korban berhasil ditemukan. Hanya saja, nyawa korban tak tertolong. 

“Korban ditemukan sekitar pukul 17.15 WIB. Tapi sudah tak bernyawa,” ungkapnya.

Gunawan menambahkan, saat ini korban akan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Apalagi sanak saudara yang ikut melakukan pencarian sudah mengikhlaskan kepergian korban. 

Editor: Supriyadi

Baca Juga: Belok Mendadak, Emak-emak Ditabrak Mio GT di Jalan Juwana-Jakenan Pati

Tenggelam 18 Jam, Siswa MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Akhirnya Ditemukan

Petugas Gabungan mengangkat siswa MTs yang tenggelam di Sungai Lusi, Jumat (6/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian hari kedua terhadap siswa kelas I MTs Miftahul Huda yang dilaporkan tenggelam di sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (6/10/2017).

Bocah yang diketahui tenggelam sejak pukul 14.30 Kamis (5/10/2017) ditemukan setelah bedara di dasar sungai sekitar 18 jam, yakni pukul 09.15. Saat ditemukan, korban sudah mengambang ke permukaan air.

Begitu terlihat, petugas yang berada di atas perahu karet langsung mendekat. Selanjutnya, korban yang dievakuasi dan dimasukkan kantong jenazah yang sudah disiapkan diatas perahu karet.

”Korban tenggelam ditemukan tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.15 WIB. Lokasinya ditemukannya korban hanya berjarak sekitar 20 meter dari titik tenggelam,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Baca Juga: GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi  Grobogan

Korban ditemukan dalam keadaan bertelanjang dada dan memakai celana pendek warna hijau. Setelah dievakuasi ke daratan, korban yang diketahui bernama Bagus Dwi Kurniawan (13) langsung dibawa menuju rumah duka.

Jarak rumah korban dengan lokasinya tenggelam sekitar 700 meter. Kedatangan petugas yang mengantar jenazah langsung disambut isak tangis orang tuanya.

Baca Juga: Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang bermain dipinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor: Supriyadi

Pencarian Anak MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Dilanjutkan

Tim SAR tengah menyusuri Sungai Lusi untuk mencari tubuh siswa MTs yang dilaporkan hilang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pencarian siswa kelas I MTs bernama Bagus, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan kembali dilanjutkan, Jumat (6/10/2017) pagi.

Sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari sore sampai dinihari, tetapi hasilnya masih nihil.

“Ini kita sedang bersiap melakukan pencarian korban tenggelam. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Groboga Masrichan.

Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa ratus meter.

“Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara,” jelasnya.

Baca : GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi Grobogan

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya, korban sedang bermain dipinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Siswa SD Terseret Arus Bengawan Solo di Klaten, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Petugas melakukan pengevakuasian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Klaten. (BPBD Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Reno Fauzi (12), warga Dukuh Kauman RT 02/ RW 09, Desa Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, terseret arus sungai Bengawan Solo di Dukuh Kwogo Kulon, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Selasa (22/8/2017). Baru pada hari ini, Rabu (23/8/2017), bocah itu bisa ditemukan. Dengan lokasi penemuannya sekitar 75 meter dari lokasi korban hilang.

Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayat kepada MuriaNewsCom, mengatakan, korban mulanya bersama delapan temannya pergi dari rumah. Tujuannya, mereka ingin menonton karnaval di Kabupaten Sukoharjo. Belum sampai di lokasi, mereka ingin mencuci kaki di Sungai Bengawan Solo, sekitar pukul 13.15 WIB.

Korban terpeleset dan terjatuh ke tengah sungai. Kemudian korban tenggelam terbawa arus sungai yang cukup deras. Korban saat bermain menggunakan celana pendek merah seragam sekolah.  Warga bersama relawan langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Mendapati informasi tersebut, polisi beserta Tim SAR Kabupaten Klaten dan SAR Kabupaten Sukoharjo langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pencarian korban yang terseret arus. Tim gabungan melakukan penyelaman dan penyisiran mencari bocah yang menjadi korban hanyut di aliran sungai Bengawan Solo. Pencarian tersebut melibatkan 70 orang relawan.

Penyisiran dilakukan dari titik hanyutnya korban di dekat jembatan Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari. Tim juga melakukan penyelaman. Ada juga tim yang menyisir di permukaan menggunakan pelampung. Tim juga memasang jaring di bawah jembatan Sidoretno dan POndok, Sukoharjo.

Pencarian dilakukan kembali pagi tadi. Korban diketemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak sekira 75 meter dari lokasi. “Korban dalam keadaan MD, selanjutnya dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Embung

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Nasib nahas menimpa Ahmad Fadholi (9) warga Desa Sampung, Kecamatan Sarang. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) tersebut tewas tenggelam di embung desa setempat, Minggu (7/5/2017) sekitar pukul 08.00 WIB.  Diduga ia tewas karena tidak bisa berenang saat mandi di embung tersebut.

Dari keterangan Kapolsek Sarang, AKP I Made Hartawan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kala itu korban bersama tiga orang temannya yakni Jati, Farouk, dan Arif mandi di embung. Namun, di saat mandi bersama-sama, korban tiba-tiba bergeser ke kolam tengah yang berkedalaman sekitar 2 meter.

Karena tidak bisa berenang, korban terlihat gelagapan. Beberapa kali korban melambaikan tangannya hingga akhirnya tenggelam. Melihat kejadian tersebut, ketiga temannya langsung ketakutan. Mereka pun lari dari embung dan meminta tolong kepada warga. 

Warga yang mendengar kejadian tersebut langsung menuju tempat kejadian. Namun, korban sudah tak terlihat si permukaan. Akhirya, beberapa warga dan perangkat langsung melapor polisi.

Warga bersama pihak kepolisian akhirnya melakukan pencarian hingga satu jam lamanya. Setelah susah payah, korban ditemukan berada di dasar embung dengan kondisi lemas.  Korban sempat diberikan pertolongan pertama, namun tidak berhasil.

“Korban meninggal dunia. Sementara itu, polisi bersama tim medis pun menjalanakan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, di tubuh koraban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan. Sehingga korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Bocah Tenggelam di Sungai Lusi Grobogan Ditemukan Tewas

Jenazah korban tenggelam di Sungai Lusi dibawa petugas menuju rumah duka di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah setengah hari, anggota Tim SAR gabungan yang menyisir Sungai Lusi Grobogan berhasil menemukan korban tenggelam, Senin (10/4/2017). Korban Moh Multazam Arrsyad (11), ditemukan menjelang zuhur, sekitar pukul 11.30 WIB, dalam kondisi tewas.

“Ya, korban tenggelam sudah berhasil kita temukan. Tadi, sekitar pukul 11.30 WIB ketemunya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro.

Upaya pencarian korban dilakukan  mulai sekitar lokasi hingga jembatan Lusi di utara kota Purwodadi. Namun, korban berhasil ditemukan sekitar 500 meter di sebelah barat lokasinya tenggelam.

“Setelah diperiksa petugas, jenazah sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuh Wakapolsek Purwodadi Iptu Supardi.

Baca juga : Bocah 11 Tahun Terpeleset di Sungai Lusi Grobogan

Seperti diberitakan, korban mengalami musibah ketika sedang bermain di pinggiran sungai di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan bersama tiga teman sebanya, Minggu (9/4/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Yakni, Kaidar, Moh Faruq, dan Rokhim.

Tenggelamnya korban terjadi saat hendak mengambil sebongkah tanah di pinggiran sungai. Usai mengambil tanah, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, setelah pegangan tangan terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.  

Editor : Akrom Hazami