Dandim Kudus: Bom yang Ditemukan Warga Sering Digunakan Tentara dan Polisi

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komandan Kodim (Dandim) Kudus/0722 Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo mengatakan, som asap yang diketemukan Solikin, pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo bukanlah peninggalan masa lalu. Bom tersebut merupakan bom modern yang sering digunakan untuk kalangan tentara dan polisi.

“Sampai saat ini bom asap seperti itu masih dipergunakan. Kami di instansi tentara juga masih aktif mempergunakan bom asap tersebut,” katanya Rabu (15/11/2017).

Baca: Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Menurut Dandim, bom asap yang diketemukan tersebut diyakini bukan berasal dari Kudus. Karena, di Kudus cenderung aman sehingga tak perlu mengeluarkan bom asap. Meski begitu, baik kepolisian ataupun tentara masih menyelediki temuan bom tersebut.

“Dulu saya pernah menggunakannya. Itu merupakan bom asap biasa yang digunakan untuk melarikan diri. Jadi ledakannya juga biasa saja,” ujarnya.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Dia menjelaskan, bom asap tersebut merupakan bom asap jenis GT-6 AR CN lot no: 2/94 buatan Pindad. Sesuai nomornya, bom tersebut dibuat pada 1994 lalu.

Disinggung soal keaktifan atau tidaknya bom asap itu, Dandim tak bisa menjawabnya. Karena, untuk mengetahui hal tersebut harus melibatkan tenaga ahli. Untuk itu, bom akan dikirim ke pusat untuk pengecekan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Jekulo Kabupaten Kudus digegerkan dengan temuan bom asap di dalam drum bekas, Selasa (14/11/2017) sore. Bom asap tersebut diperkirakan masih aktif lantaran masih lengkap dengan pemicu.

Komandan Kodim Kudus/0722, Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo mengatakan bom asap tersebut ditemukan Solikin, seorang pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo. Saat itu, Solikin hendak menggarap drum bekas yang dibelinya dari langgananya.

“Sekira pukul 12.00 WIB, Solikin akan bekerja seperti biasa membuat pisau dengan bahan dari drum atau tong bekas. Pada saat melakukan pembongkaran tong bekas itulah, ditemukan bom asap,” katanya saat jumpa pers di Makodim, Rabu (15/11/2017).

Untuk jumlahnya, lanjut Dandim, bom asap yang ditemukan berjumlah lima buah. Saat ditemukan kelimanya masih lengkap dengan tutup dan pemicu.

Hanya, karena penasarandengan temuannya itu, Solikin mencongkel tutup bom. Karena tak ada reaksi, akhirnya bom tersebut dibiarkan begitu saja.

“Namun sekitar jam 14.30 WIB, bom yang dicongkel nampak nyala. Akhirnya penemuan barang tersebut dilaporkan kepada Babinsa Koramil Gebog, yang kebetulan adalah tetangganya,” ujar Dandim.

Dengan demikian, lanjut dia, satu bom asap memiliki keadaan yang rusak pada bagian atas. Sedang empat lainya masih dalam kondisi baik.

Saat ini, bom asap diamankan di Makodim Kudus. Penyelidikan juga masih dilakukan oleh Kodim Kudus bersama Polres Kudus.

Editor: Supriyadi