2 Ribu Ton Kedelai Lokal Mulai Dipersiapkan untuk Pembuatan Tempe Raksasa di Grobogan

Puluhan panitia mulai melakukan pengolahan bahan baku untuk pembuatan tempe raksasa, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganRencana Pemkab Grobogan untuk membuat sebuah tempe raksasa mulai dilakukan sejak beberapa hari lalu. Setelah dilakukan tahapan penyortiran, kedelai yang digunakan untuk pembuatan tempe mulai dimasak di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Senin (27/11/2017).

”Tempe yang kita buat ukurannya 7 x 10 meter. Untuk pembuatan tempe sebesar ini butuh bahan baku kedelai sekitar 2 ton. Bahan baku yang kita gunakan seluruhnya adalah kedelai lokal. Pembuatan tempe raksasa tersebut akan dicatatkan dalam rekor MURI,” ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan.

Pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor.

Menurutnya, persiapan pembuatan tempe raksasa memang harus dilakukan beberapa hari sebelumnya. Soalnya, tahapan pembuatan tempe itu butuh waktu beberapa hari. Mulai dari penyortiran, pemasakan, peragian serta menempatkan kedelai yang sudah dimasak pada lokasi pembuatan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan.

”Untuk pembuatan tempenya ada di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. Namun, proses persiapan bahan bakunya dilakukan di RKG dan kantor Dinas Pertanian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembuatan tempe terbesar akan dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif Grobogan selama 4 hari. Yakni, dari 30 november hingga 3 Desember mendatang di alun-alun Purwodadi.

Dalam pameran nanti akan ditiampilkan produk ekonomi kreatif yang ada di Grobogan. Produk ekonomi kreatif akan mencakup 16 sub sektor yang ditepatkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

”Tempe raksasa nanti kita targetkan sudah jadi pas acara pembukaan pameran,” imbuhnya.  

Editor: Supriyadi