Kesadaran Rendah, Tempat Wisata di Jepara Masih Banyak Sampah

Kegiatan pungut sampah yang dilakukan di Pantai Semat, Kecamatan Tahunan, Minggu (29/10/2017). (GPS Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara kondang dengan berbagai spot wisatanya, namun pada sebagian tempat permasalahan sampah masih saja ditemukan. Catatan Komunitas Gerakan Pungut Sampah (GPS), mereka seringkali menemukan sampah dilokasi wisata, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan kilogram. 

“Terakhir kali aksi pungut sampah dilaksanakan di Pantai Semat. Hasilnya kami memungut sampah sekitar 50 kilogram. Sampah tersebut terserak hampir disepanjang areal tersebut,” kata Kemal Eko, seorang pegiat GPS Jepara, Selasa (31/10/2017). 

Selain di Pantai Semat, kegiatan GPS yang telah dimulai sejak 2015 tersebut juga menyasar lokasi lain. Hasilnya sama, pelancong ataupun warga sekitar acuh terhadap sampah yang mereka hasilkan. Seperti di Pantai Teluk Awur dan Pantai Kartini. 

“Di Pantai Kartini kami melakukan kegiatan pembersihan sebanyak dua kali. Hasilnya sama, masih banyak sampah yang ditemukan. Di tempat pariwisata lain yakni Hutan Karet yang ada di Kelet, sampah wisatawan yang ditemukan bahkan mencapai satu truk, setelah hari raya Idul Fitri kemarin. Sampah dihasilkan oleh mereka yang berwisata tapi meninggalkan begitu saja sampahnya,” imbuhnya. 

Selain rendahnya kesadaran pelancong, masih minimnya fasilitas tempat sampah. Hal itu menyebabkan wisatawan menjadi malas untuk mengurus sampah yang dihasilkan. 

Untuk mengurangi produksi sampah diperlukan intervensi dari pemerintah. Campur tangan itu, menurut Kemal, adalah upaya untuk memberikan contoh. 

“Turun tangan ikut mengajak warga dalam menjaga kebersihan itu penting. Seperti halnya walikota Bandung yang ikut ber-GPS. Ajak warga dalam kegiatan bersih-bersih tiap minggu sekali,” tutup Kemal. 

Editor: Supriyadi

Mandi di 7 Sumber Mata Air, Semar Tinggalkan Dua Batu Raksasa yang jadi Gua Sempol Seno

Seorang fotografer melihat Gua Sempol Seno yang masih asing baginya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang fotografer melihat Gua Sempol Seno yang masih asing baginya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Gua Sempol Seno yang berada di persimpangan jalan Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati menyimpan sejuta cerita yang diyakini warga setempat. Mulut gua menghadap barat, berada di sekitar 150 meter dari Gua Wareh.

Ashari, warga Desa Kedumulyo RT 1 RW 4 mengatakan, suatu ketika Semar yang dikenal Nusantara sebagai dewa dalam tokoh pewayangan akan mandi di tujuh sumber mata air yang ada di Pegunungan Kendeng.

Salah satu sumber yang dituju, di antaranya Gua Wareh. Usai mandi di Gua Wareh, Semar membawa dua batu di kedua tangannya. Setelah berjalan tak jauh dari Gua Wareh, fajar ternyata mulai menyingsing.

“Semar akhirnya melepaskan dua batu itu dan mengurungkan niatnya untuk menuju sumber mata air selanjutnya. Dua batu yang dilepaskan itu menjadi dua gua. Satu bernama Gua Sempol Seno karena bentuknya mirip paha Bima. Kedua, bernama Gua Gendingan yang juga tak jauh dari Gua Sempol Seno,” kata Ashari saat bincang-bincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (23/4/2016).

Sayangnya, gua yang diyakini peninggalan Semar itu tak terawat. Warga Pati sendiri pun tak banyak tahu bila daerah pegunungan Kendeng memiliki sejumlah gua yang menawan.

Melandi Kurnia Putra, misalnya. Fotografer asal Pati itu menyayangkan minimnya pengelolaan aset daerah yang mestinya bisa menjadi daya tarik wisata.

“Guanya cukup bagus, berada di persimpangan jalan desa. Sayangnya, kondisi gua terkesan tidak terawat. Apalagi, ada beberapa coretan tangan-tangan jahil yang merusak kesan alami dari sebuah gua,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan-jalan ke Gua “Sempol Seno” Peninggalan Semar di Kedumulyo Pati

uplod jam 20 tempat wisata gua sempol (e)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tak ada yang mengira bila jarak 150 meter dari Gua Wareh di Desa Kedumulyo, Sukolilo, terdapat gua yang diyakini warga setempat sebagai peninggalan Semar. Bentuknya yang mirip paha tokoh pewayangan Bima, membuat gua ini dinamakan warga setempat sebagai Sempol Seno.

Sejumlah warga juga mengenal gua ini dengan Gua Telemburan. Kondisinya yang tak terawat membuat gua hasil kekayaan Pegunungan Kendeng ini sepi pengunjung.

Ashari, warga setempat kepada MuriaNewsCom, Sabtu (23/4/2016) mengatakan, pengunjung rata-rata sekadar mampir setelah menikmati sejuknya udara di Gua Wareh. Gua Sempol Seno inipun akhirnya tak pernah jadi jujugan utama.

“Pengunjung biasanya mampir, setelah dari Gua Wareh. Rata-rata pengunjung masih dari warga sekitar, lokal Pati, dan sejumlah daerah lain seperti Grobogan, Kudus, dan Jepara,” tutur Ashari.

Ada yang berbeda antara Gua Wareh dan Gua Sempol Seno. Gua yang berada di persimpangan jalan desa ini lebih kering dengan langit-langit gua yang mengembun. Beda halnya Gua Wareh yang kaya akan air jernih menetes dari atas langit gua dengan derasnya.

Warga setempat pun tak sanggup bila harus merawat Gua Sempol Seno, karena keterbatasan anggaran dan ide wisata. Mereka lebih memilih membiarkan gua itu apa adanya.

Editor : Akrom Hazami

Waterpark Mororejo Jepara Dibuka Gubernur Ganjar

Pintu gerbang Jepara Waterpark yang resmi dibuka pada hari ini, Minggu (10/4/2016), bersamaan dengan HUT ke-467 Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Pintu gerbang Jepara Waterpark yang resmi dibuka pada hari ini, Minggu (10/4/2016), bersamaan dengan HUT ke-467 Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara Ocean Park (JOP) dibuka secara resmi pada Minggu (10/4/2016) siang ini. Wahana bermain waterpark terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar dijadwalkan hadir setelah mengunjungi Pendapa Kabupaten Jepara. Selain bakal dihadiri Ganjar, pembukaan JOP yang terletak di Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo, ini juga akan dimeriahkan artis ibu kota Cita Citata.

Dari pantauan MuriaNewsCom, menjelang dimulainya acara pembukaan dan peresmian ini. Sejumlah warga dari berbagai daerah telah hadir. Nampak area parkir telah dipenuhi kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Selain warga, aparat keamanan baik dari internal JOP maupun dari pihak kepolisian Polres Jepara juga telah berjaga-jaga. Sementara panggung utama yang akan digunakan untuk acara ini terletak di depan pintu masuk ke dalam wahana bermain.

JOP ini merupakan wisata bahari terlengkap, dengan desain bangunan yang mengusung tema istana Rusia dan Mediterania pada tower seluncurnya. Sehingga membuat tampak menarik dibanding dengan wisata bahari lainnya.

”Kami miliki 36 slide watermark. Lahan yang kami gunakan sekitar 11 hektar, dengan dilengkapi berbagai fasilitas dan wahana bermain lainnya,” ujar CEO JOP, Andy Nur Prasetyo.

Menurutnya, beberapa wahana bermain yang tersedia adalah gokart circuit, paintball, outbond area, olympic pool, bom-bom car, flying elephant, Komidi putar, bianglala, mini train, kora-kora. Selain itu juga ada wahana bermain di laut yakni banana boat, jet ski, kapal tradisional, kapal mesin dan water Jetpack.

Editor: Merie

Air Terjun Gompeng Akan Dipromosikan Lewat Medsos

Warga menikmati pemandangan Air Terjun Gompeng di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga menikmati pemandangan Air Terjun Gompeng di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Dukuh Sangeng, RT 1 RW 2, Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe, Kudus, bangga dengan adanya Air Terjun Gompeng di wilayahnya.

Oleh karenanya saat ini para pemuda setempat akan memanfaatkan kekayaan alam itu secara makismal. Tujaunnya agar masyarakat lebih mengenal objek wisata tersebut.

Salah satu pemuda Dukuh Sangeng, Syofian (35) mengatarakan, pemuda akan mengawasi tempat itu.
“Yakni dengan cara melakukan menginformasikan kepada khalayak umum melalui media sosial, mengenalkan dengan cara memaspang di DP BBM masing masing dan sebagainya,” kata Syofian.
Dia menilai, pengawasan terhadap indahnya air terjun ini juga bakal dilakukan setiap saat. Yakni dengan cara menegur pengunjung yang membuang sampah sembarangan maupun yang bertindak negatif di tempat itu.

Dalam kegiatan ini, para pemuda akan terus merawat dan membuat air terjun ini semakin dikenal warga. Termasuk juga bisa sama populernya dengan Air Terjun Montel.

“Ya memang untuk saat ini tarif memasuki itu belum diterapkan, namun yang penting bagi kami ialah bagaiamana para pengunjung ini bisa mengenal, menjaga kebersihan serta puas bila berwisata ke tempat ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Air Terjun Gompeng Kudus Butuh Fasilitas Penunjang

Pengunjung menikmati indahnya Air Terjun Gompeng di Desa Kuwukan, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengunjung menikmati indahnya Air Terjun Gompeng di Desa Kuwukan, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu ikon wisata yang berada di pegunungan Muria, selain air terjun Montel ialah Air Terjun Gompeng.

Air terjun itu berada di Dukuh Sangeng RT 1 RW 2, Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe, Kudus.
Air terjun yang dinilai masih perawan nan asri itu, saat ini membutuhkan fasilitas yang memadai. Yaitu fasilitas penunjang.

Salah satu pengunjung dari Desa Prambatan Kidul, Kaliwungu, Aziz Mahmud (29) mengatakan, sebenarnya air terjun ini tidak kalah dengan Montel.

“Namun fasilitasnya juga harus dipenuhi. Seperti halnya WC umum, tempat untuk istirahat (saung terbuka), bahkan akses jalannya harus dibuat untuk memudahkan para wisatawan,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, jalan sepanjang 300 meter akses untuk menuju lokasi ke air terjun tersebut memang masih belum dirapikan.

“Akses jalannya ini masih licin. Sebab masih berupa tanah. Kalau hujan, jalan jadi licin. Jalannya juga perlu dibuat berundak),” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas memadai diharapkan akan meningkatkan wisatawan. Tujuannya tempat wisata itu bisa lebih banyak lagi tingkat kunjungannya.

“Yang penting itu malahan WC. Sebab itu merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan fasilitas itu juga bisa meminimalkan tindakan pengunjung untuk tidak membuang air kecil di sembarang temnpat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Paket Wisata Sehari di Pati Dikembangkan untuk Umum

Guide lokal mengarahkan peserta "One Day Exotic Tour" di Waduk Gunung Rowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Guide lokal mengarahkan peserta “One Day Exotic Tour” di Waduk Gunung Rowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Paket wisata sehari di Pati bertajuk “One Day Pati Exotic Tour” yang saat ini melayani pelajar, rencananya akan dikembangkan untuk umum. Hal itu untuk mempromosikan objek wisata Pati yang selama ini belum banyak dikenali warganya sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Pati Sigit Hartoko mengatakan, Pati selama ini banyak menyumbangkan wisatawan ke luar daerah. Dengan adanya ekspansi tersebut, warga Pati sendiri diharapkan bisa mencintai objek wisata yang ada di daerahnya.

“Awalnya, sasaran utama One Day Exotic Tour adalah siswa tingkat TK dan SD. Itu hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta biro perjalanan. Namun, tidak menutup kemungkinan akan membuka layanan untuk umum,” ujar Sigit.

Hal itu diamini Direktur Naura Tour, Shinta Amarawati Widyaningrum yang bekerja sama dengan pemkab untuk melayani program One Day Exotic Tour. Pihaknya membuka peluang untuk masyarakat umum yang ingin mengikuti program wisata sehari di Pati.

“Untuk mengikuti program ini, minimal 16 orang. Masing-masing orang dikenakan biaya Rp 85 ribu. Itu sudah termasuk fasilitas, seperti welcome drink di Kebun Jolong, makan siang prasmanan di Waduk Gunung Rowo, Dawet Pesantenan di Genuk Kemiri, serta voucher makanan dan minuman di Pasar Pragola,” tutur Shinta.

Saat menjelajah ke sejumlah tempat wisata, wisatawan akan dipandu guide lokal untuk mendapatkan beragam panduan wisata. Mereka diajak berkeliling dan dikenalkan setiap kekayaan alam lokal di wisata setempat.

Editor : Akrom Hazami

Siswa Pati Diberi Kemudahan Berwisata

Ratusan siswa tampak menikmati indahnya pemandangan Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan siswa tampak menikmati indahnya pemandangan Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Naura Tour bekerja sama dengan pemkab Pati meluncurkan program “One Day Pati Exotic Tour”. Selain untuk mendongkrak potensi wisata di Bumi Mina Tani, program tersebut menjadi cara bagi pemkab untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Direktur Naura Tour, Shinta Amarawati Widyaningrum mengaku optimistis program tersebut bakal mendongkrak potensi wisata dan ekonomi warga, serta menimbulkan multiplayer effect di daerah sekitar wisata.

“Banyak orang Pati yang keluar daerah untuk wisata. Padahal, Pati itu punya potensi wisata yang besar. Kalau warga Pati suka dengan potensi wisatanya sendiri, ekonomi warga setempat bisa maju. Timbul multiplayer effect, masyarakat juga berdaya,” ujar Shinta kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/4/2016).

Program One Day Pati Exotic Tour sendiri merupakan program wisata sehari di Kabupaten Pati yang melibatkan pelajar, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Mereka diajak mengelilingi objek wisata di Pati seperti Kebun Jolong, Waduk Gunung Rowo, Genuk Kemiri, dan Pasar Unggulan Pragola.

Setiap siswa dikenakan biaya Rp 85 ribu dengan mendapatkan beragam fasilitas, mulai dari makanan dan minuman yang disuguhkan di tempat wisata setempat, serta voucher untuk mendapatkan snack dan minuman di Pasar Pragola. Di Genuk Kemiri, mereka mendapatkan Dawet Pesantenan untuk mengenalkan dawet sebagai sejarah awal berdirinya Kabupaten Pati.

“Peluncuran pertama, sudah ada 552 pelajar yang ikut program ini. Mereka tampak ceria mengikuti program wisata sehari, mulai dari pengenalan kopi di Kebun Jolong, keindahan alam waduk, sejarah Pati di Genuk Kemiri, hingga produk-produk unggulan khas Pati di Pasar Pragola,” imbuhnya.

Program itu diakui sebagai tahap awal untuk mengenalkan potensi wisata di Pati. Selanjutnya, pihaknya akan mencari lokasi wisata lain yang dianggap punya sejuta potensi seperti Gua Pancur, dan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Negara Ini Bisa Menjadi Contoh Bagi Kudus Dalam Pengelolaan Tempat Wisata

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Indonesia memilki beragam destinasi wisata yang menarik, namun hal itu belum terkelola dengan baik. Sehingga, kondisi wisata di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, seperti Malaysia dan Thailand.

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata mengatakan, negara lain dinilai lebih jeli dalam mengelola pariwisata. “Misalnya, kalau di Malaysia dan Thailand, itu memiliki sertifikat halal di lokasi wisata. Jadi pengunjung tidak akan ragu lagi datang,” katanya.

Untuk itu, katanya, perlu adanya pembenahan bagi bidang pariwisata di Indonesia, termasuk juga di Kudus.Seperti halnya label halal, bukan hanya untuk makanan, namun lokasi wisata, hotel dan sebagainya juga perlu digarap.

Dirinya menyatakan, Kudus memiliki potensi pariwisata yang bagus, khususnya wisata religi. Sehingga, pengelolaannya harus maksimal.

Dia menambahkan, wisata jenis religi menjadi garapan serius dari pemerintah pusat, khususnya wisata religi yang sudah dikenal, seperti Wali Songo. “Kudus termasuk daerah yang beruntung karena terdapat dua wali. Untuk itu kita akan benahi dan bentuk master plan, sehingga wisatawan yang berkunjung akan semakin banyak,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pengunjung ke Makam Sunan Muria sebanyak 821.062 orang, sedangkan untuk Sunan Kudus1.039.768 untuk tiap bulannya. Jumlah tersebut diangap besar, sehingga perlu peningkatan fasilitas.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Perhatian Bagi Pemkab! Jangan Abaikan Keberadaan Toilet di Tempat Wisata, Ini Dampaknya 

Perhatian Bagi Pemkab! Jangan Abaikan Keberadaan Toilet di Tempat Wisata, Ini Dampaknya

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu faktor yang menunjang kenyamanan bagi penunjung di tempat wisata, salah satunya adalah keberadaan toilet dan kamar mandi. Keberadaan toilet yang buruk bisa berdampak terhadap kurangnya kunjungan wisatawan.

Hal itu diungkapkan Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata. Menurutnya, keberadaan toilet di tempat wisata sangat membantu untuk menarik wisatawan. “Banyak lokasi wisata yang jarang dikunjungi wisatawan karena keberadaan toilet dan kamar mandi yang kumuh. Ketika sudah tahu kondisi toilet yang kumuh, maka wisatawan akan berpikir ulang untuk mengunjungi tempat wisata itu lagi,” ujarnya saat kegiatan Fasilitasi Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Sunan Muria di @home Hotel , Jumat (12/2/2015).

Khusus di kawasan wisata religi Makam Sunan Muria, menurutnya, masih membutuhkan penanganan yang serius terkait kondisi toilet yang ada. Menurutnya, masih perlu adanya pembenahan.Sementara, untuk di kawasan Makam Sunan Kudus, menurutnya cukup baik untuk toilet dan kebersihannya.

Terkait hal ini, Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengungkapkan, pembangunan toilet akan menjadi prioritas. “Kita akan benahi keberadaan toilet, khususnya di wilayah Muria. Karena, wisata religi ini terus berkembang dan pengunjungnya tak pernah surut,” katanya.

Editor : Kholistiono

4 Tempat Wisata Keluarga di Pati yang Buat Liburanmu Berkesan

MuriaNewsCom, Pati – Libur akhir pekan bingung mau kemana? Sekarang segeralah siapkan diri Anda bersama keluarga, rekan, sahabat, dan teman untuk menikmati wisata keluarga di Pati.
Berikut informasi tempat wisata keluarga di Pati yang dihimpun MuriaNewsCom yang layak menjadi alternatif untuk dikunjungi.

1. Juwana Water Fantasy

Juwana_Water_Fantasy

Juwana Water Fantasy atau dikenal dengan nama (JWF) adalah tempat wisata keluarga yang terdapat di Kabupaten Pati. JWF adalah tempat wisata keluarga dengan bertemakan air. Sedangkan bentuk bangunan JWF terinspirasi Tembok Benteng Eropa.
tempatnya juga mudah dijangkau dari arah Jepara, Semarang maupun timur Rembang, Surabaya. Karena JWF terletak di depan jalan pantura yaitu Jalan Juwana – Rembang Km 8 Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Juwana Water Fantasy merupakan sarana rekreasi yang dapat mewujudkan fantasi Anda akan banyaknya arena permainan darat dan air. Terdiri dari 37 wahana yang membuat tidak akan pernah bosan untuk terus datang. Dengan luas area 5 hektare, akan memanjankan pengunjung dengan permainan air dan lainnya.

2. Byar-Byur Water Park

Byar-Byur Waterpark adalah tempat wisata yang terdapat di Kabupaten Pati, yang terdapat di Kecamatan Winong. Ada beragam fasilitas permainannya. Yaitu waterboom, kolam arus, mandi bola, dan swimming pool.

3. Sendang Tirta Marta Sani

sendang tirta marta sani

Sendang Tirta Marta Sani adalah tempat wisata di Kabupaten Pati. Sendang Tirta Marta Sani adalah tempat wisata yang menyajikan kolam renang dan wisata spiritual.
Fasilitasnya antar lain, Paseban adalah tempat mengheningkan diri mohon pada Sang Pencipta, Padusan adalah sumber air yang berasal dari sendang, sumber air tersebut merupakan tempat air wudhu Sunan Kalijaga, tetapi “disisani” (bahasa Jawa) oleh pengawalnya. Pengawalnya kemudian disabda menjadi seekor bulus oleh Sunan Kalijaga.
Fasilitas lainnya adalah kolam renang dan arena permainan anak, kolam pemancingan ikan. Di kompleks tersebut juga terdapat makam Adipati Pragolo (Bupati Pati pada zaman Kerajaan Mataram), pendapa: sarana pentas kesenian khas Pati, dan areal parkir dan jalan beraspal, jarak ± 4 Km dari Kota Pati.

4. Kebun Binatang TPA Pati
TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) Pati di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati ini awalnya seperti berbagai TPA lainnya yang yang identik dengan gundukan sampah dan bau busuk.

Namun mulai beberapa tahun terakhir, Dinas Pekerjaan Umum Pati sebagai pengelola TPA Margorejo, berusaha mengubah itu. TPA Pati diharapkan menjadi tempat penimbunan dan pengelolaan sampah berbasis edukasi lingkungan hidup.

Di TPA Margorejo Pati itu, masyarakat dapat juga menikmati kebun binatang mini, arena outbond dan bumi perkemahan, taman kehati (keanekaragaman hayati), dan taman bacaan. Dan uniknya, semua itu dapat dinikmati dengan gratis.

Koleksi hewannya adalah merak hijau (Pavu muticus), rusa (Cervus sp.), burung kakatua (Cacatua sulphurea), Siamang (Symphalangus syndactylus), elang laut (Haliaeetus leucogaster), monyet, ular sanca (Python sp.), serta beberapa jenis monyet dan burung.

Editor : Akrom Hazami